Stranger’s Handbook Chapter 44

Chapter 44 – Perasaan Yang Terbangun

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

Saat aku terbangun, aku menemukan Nona Muda duduk di sebelahku, jadi aku tanpa sadar memeluknya.

Untuk bertahan hidup di dunia ini, aku mematuhi perintah para bangsawan.
Untuk bertahan hidup di dunia ini, aku berlatih keras untuk mempelajari cara bertarung.
Untuk bertahan hidup di dunia ini, aku bertunangan dengan putri dari sebuah Keluarga Bangsawan Penting, Nona Muda Beatrice.

Untuk bertahan hidup…..

 

Seharusnya seperti itu…..

 

Untuk bertahan hidup, aku membutuhkan hubungan yang baik dengan Keluarga kekaisaran.

Aku akan menikahi tuan putri dan mengambil Nona Muda sebagai selir.

Aku penasaran, apakah ini benar-benar jawaban yang benar…?

 

 

Sejak kapan?….

 

…. Apakah aku mulai berpikir bahwa nona muda yang selalu tampak tidak senang ini sebenarnya manis?
…. Apakah aku mulai jatuh cinta kepadanya? Apakah itu karena aku adalah satu-satunya orang yang memahami perasaannya yang sesungguhnya?
…. Apakah aku mulai sangat mencintainya?
…. Apakah aku mulai berpikir bahwa aku tidak ingin berpisah dengannya, bahkan setelah kematian?

 

 

“Bea, aku benar-benar mencintaimu. Lebih dari siapapun.”

Perkataanku keluar secara spontan, mengejutkan nona muda… urm… mengejutkan Bea.

“…. Aku…… Juga.”
‘…. Aku…… Juga.’

Wajah Bea benar-benar memerah dan dia hendak mulai menangis.

 

Aku menatapnya dan perlahan menekan bibirku di atas bibirnya…..

 

 

(Para Tuan sedang berciuman!!)

 

……. Dengar, spirit!
Jangan ganggu kami saat ini!

 

Hm?

Tuan.. mengapa dia menambahkan kata ‘para’?

 

Kau benar-benar mengatakan sesuatu yang tidak bisa ku abaikan!?

 

Aku merasa enggan untuk berpisah dari bibir Bea, tapi aku harus melakukannya.

Bea, jangan membuat wajah seperti itu….
Kelihatannya aku melakukan sesuatu yang tidak sesuai keinginanmu saat aku menciummu….

Aku merasa sedikit depresi, aku bertanya kepada spirit untuk mengkonfirmasi kecurigaanku.

“Dengar, spirit kecil, barusan kamu mengatakan tuan, dengan tambahan kata ‘para’….. bagimu Beatrice itu siapa?”

(Hm? Dia adalah tuanku.)

……Oi, oi!

“Lalu, bagaimana denganku?”

(Kamu adalah tuanku juga.)

 

 

Tenanglah sejenak, diriku yang bodoh…..

Ada apa Bea? Kenapa kamu menarik lenganku? Hm? Apakah kamu ingin bermain dengan spirit itu?
Aku paham, aku paham… Pergi bermain sana.

 

Spirit mengatakan Bea adalah tuannya?

Karena dia adalah istriku?
Tidak, kami belum menikah saat ini…

Jangan bilang….

 

“Hei spirit, siapa yang sebenarnya menciptakan dirimu?”

Dengan ekspresi kosong, dia menjawab.

(Tuanku dan tuanku. Itu sangat jelas, bukan?)

 

 

Kupikir aku adalah satu-satunya orang yang mencapai spiritifiation ini.

Itu salah.

Beatrice dan aku melakukannya bersama-sama!!

 

“Ha, haha, hahahaha, ha, haa, ha ha ha haa, ahahaha.

 

Percuma saja… aku tidak bisa berhenti tertawa!!

Aku paham sekarang, kami berdua yang menciptakan spirit ini! Kami berdua yang mencapai spiritification!
Jika seperti itu, maknanya pastilah berbeda saat ini.

 

Bea dan spirit mendekatiku.

Bea mulai mengusap wajahku dengan lembut menggunakan sapu tangannya yang lucu.

“Ada apa? Kenapa kamu menangis?”

Dengan wajah tanpa ekspresi yang ‘agak’ khawatir, dia terus mengusap air mataku.
Begitu, aku menangis……

“Maaf, aku membuatmu khawatir. Aku baik-baik saja sekarang.”

Aku mengatakan hal itu, dan dengan lembut mengusap rambut Bea.
Spirit sedang duduk di bahuku, tersenyum cerah.

“Baguslah kalau begitu. Tapi apa yang terjadi?”

“Yah, semua kekhawatiranku telah menghilang. Aku sekarang dapat bersama denganmu tanpa merasa ragu… Ketika aku berpikir tentang menerima persetujuan dari semua orang dan dapat menikahimu dengan bebas, kelihatannya aku mulai menangis, Aku menangis karena bahagia.”

Wajah Bea kembali memerah cerah, sambil menatap tajam ke arahku.

“Jangan mengatakan perkataan yang memalukan seperti itu dengan wajah serius! Tapi….”

Dia berhenti sejenak dan melihat kebawah.

“Aku juga… dapat menikah denganmu…. Membuatku merasa senang…”

Dia mengatakan hal itu dan tersenyum. Aku benar-benar berpikir bahwa dia terlihat manis.

Lalu, dia…..
Kembali memelukku…..

 

 

 

………………hm?

Ada sesuatu yang aneh………….

 

 

“Bea tersenyum!?”

 

 

Aku terkejut…..
Selain itu, aku tidak dapat mendengarkan pikiran lain dari dirinya.

Apa yang sebenarnya terjadi?

 

Takkurun (penulis): Ini sama sekali bukan sebuah layanan “memukul tembok”
(Aku benar-benar tidak tahu apa maksudnya…. Aku hanya dapat membayangkan seorang pembaca menghantamkan kepalanya ketembok, setelah membaca chapter ini… :v )

← PREV | Table of ContentsNEXT →

7 Comments Add yours

  1. Fev says:

    “Saya tidak pernah menyangka bahwa Ibu Mertua saya akan mengenakan seragam pembantu…. Sudah wajar saua merasa terkejut.” kesalahan TYPO….. Seharus nya saya bukan saua.

    Like

  2. david says:

    Kok kg bs bc pkrnnya nona muda, atau nona nya udh bs jujur trlht Dr ekspresinya bs tersenyum. Kemungkinan jg msh di uji.

    Like

  3. yuu shion says:

    Bener seperti yang dikatakan takkurum

    Liked by 1 person

  4. Afaro16 says:

    njirr terharu sama chapter ini :’)

    Like

  5. Ko says:

    Kok ngga bisa baca pikirannya?

    Like

Leave a Reply to Ko Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s