Commanding Wind and Cloud Chapter 5

Chapter 5 – Gabriella

Penerjemah : Beonovel
Editor : –
Sumber English : Qidian International

 

Qian Jin menyeret ember kayunya dan bergeser untuk memberikan ruang kepada mage apprentice itu.

Mage apprentice itu membungkuk 90 derajat untuk menunjukkan rasa terima kasih dan kemudian berlari ke arah sumur. Itu terlihat sedikit berlebihan.

Qian Jin menoleh dan melihat ke gadis itu. Qian khawatir kalau dia mungkin tersandung sesuatu; dari kecepatannya, dia akan jatuh langsung ke sumur dan terluka parah.

Situasi yang Qian Jin takutkan tidak terjadi. Mage apprentice melemparkan ember yang diikat dengan tali ke dalam sumur.

“Bam!” Ember mengenai air.

“Gulp.” Kemudian diikuti dengan suara ember yang tenggelam di dalam air.

Setelah itu, mage apprentice mulai mencoba untuk menarik ember. Dia tidak terlihat kuat; jarang-jarang ada mage yang memiliki fisik kuat.

Gadis itu berusaha keras dan hanya mampu menarik sampai satu cincin sumur; itu hanya menarik ember di atas permukaan air.

Qian Jin tidak bisa hanya berdiri di sana dan menyaksikan saja. Sebagai seorang warrior, Qian Jin mencemaskannya saat dia kesulitan menarik ember. Untuk menghilangkan kecemasannya,dia berjalan ke samping mage apprentice dan meraih tali yang mengikat ember.

Mage apprentice itu jelas ketakutan dengan tindakan Qian Jin. Dia menatap Qian Jin dengan kaget dan takut-takut.

“Kau mage, dan juga seorang gadis. Sulit bagimu untuk melakukan hal-hal yang membutuhkan fisik.”

Qian Jin dengan cepat menaik ember menggunakan satu tangan. Dia tidak menyadari bahwa dia melakukan itu dengan mudah hanya dengan satu satu; biasanya dia menggunakan dua  tangan.

Mage apprentice itu masih menatap Qian Jin di balik topi mage besarnya dengan mata berkaca-kaca.

“Ini, gunakan lah.”

Qian Jin menuangkan air ke dalam ember yang dibawa oleh mage apprentice.Qian Jin berbalik dan kembali mencuci pakaiannya dan tidak memperhatikan bagaimana mage apprentice itu menatapnya.

Qian Jin mencuci dengan cepat. Tidak sulit mencuci selimut bekas keringat; setelah digosok dan dibilas sekali di air, itu menjadi bersih.

Qian mengambil air satu ember lagi. Setelah melihat mage apprentice perempuan itu sedang mencuci pakaiannya, Qian Jin memikirkan tentang itu, mengisi ember lagi dan meletakkannya di samping mage apprentice itu.

Gadis itu mengangkat tangannya yang basah dan menyeka keringat di dahinya. Dia menatap warrior itu dengan rasa ingin tahu; ekspresi matanya tampak seolah-olah menunjukkan rasa terima kasih.

“Bagus! Selesai!” Qian Jin mengangkat seprai dari air di ember dan mengapresiasi mahakaryanya sendiri.

Dia kemudian menggulung seprai basah dan memutarnya dengan sekuat tenaga; dia mencoba untuk memeras air.

“Pret… squek…”

Suara robek terdengar jelas di samping sumur dan kedua orang itu mendengarnya,

Gadis itu melihat ke Qian Jin yang berdiri tidak terlalu jauh darinya. Gadis itu terkejut. Meskipun dia bukan warrior dan hanya mage apprentice lemah, dia tahu seprai yang digulung tidak mudah untuk dirobek, apalagi merobeknya hanya dengan memutarnya.

“Ini…”

Qian Jin melihat ke seprai robek di tangannya dan terkejut sendiri.

“Apa ini? Seprai robek setelah aku putar? Bagaimana mungkin? Ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Apa aku bertambah kuat?”

Qian Jin cepat-cepat menggeleng. Dia belum pernah mendengar cerita di mana seseorang bisa mangalami peningkatan drastis hanya dalam satu malam. Kedua orangtuanya di keluarga dan Instruktur Rodriguez mengatakan bahwa segala sesuatu hanya bisa dicapai secara bertahap. Bahkan Holy City tidak bisa dibangun dalam satu malam.

“Tapi apa aku benar-benar meningkat sebanyak ini?” Qian Jin menatap seprai di tangannya. Senyum pahit muncul di wajahnya. Itu bukan waktu yang tepat untuk memeriksa apakah kekuatannya benar-benar meningkat; membeli seprai baru adalah prioritas utama. Dia tidak bisa tidur tanpa seprai, karena ranjang yang disediakan oleh akademi sangat tidak nyaman.

“Seprai?” Qian Jing mengusap dahinya pelan. Pengeluarannya bertambah. Itu cukup disayangkan. Setelah dia meninggalkan keluarganya, dia harus hidup dengan uangnya sendiri untuk bertahan hidup. Uang saku dari keluarganya bahkan tidak cukup makanan lengkap, apalagi membeli perlengkapan sehari-hari seperti pakaian.

“Sepertinya aku harus pergi ke pasar dan melihat-lihat apakah aku bisa menemukan pekerjaan mudah seperti mengangkat barang atau sesuatu.”

Qian Jin melempar seprai ke ember kayu. Dia melihat selimut kain dengan lesu. Jika itu robek juga, dia akan berada dalam masalah besar.

Tangan kecil diam-diam masuk ke ember kayu dan meraih selimut kain yang masih basah.

Qian mendongak dan ingin melihat siapa yang melakukan itu. Itu adalah mage apprentice. Dia masih takut-takut, tapi entah bagaimana, dia menemukan keberanian untuk mendekati Qian Jin. Dia dengan hati-hati mengangkat selimut dan menggunakan semua kekuatannya untuk memutar dan memeras air.

Mage apprentice benar-benar mengeluarkan segalanya. Qian Jin bahkan percaya bahwa gadis itu mengerahkan 120% tenaganya. Wajahnya menjadi merah dan tubuhnya sedikit gemetar.

Qian Jin harus mengakui, meskipun mage apprentice itu lemat, tapi dia punya kekuatan yang cukup untuk menghadapi selimut kain.

“Terima kasih.” Qian Jin mengatakan itu dengan senyum lebar di wajahnya. “Jika kau perlu melakukan pekerjaan fisik, cari aku. Ingat, namaku Qian Jin. Aku tingkat pertama di Cabang Warrior.”

“Aku Gabriella. Ca… Cabang Mage, tingkat kedua…” Mage apprentice menunduk dan menatap jari-jari kakinya. Suaranya lemah dan terdengar lebih pelan dari dengungan nyamuk. Qian Jin hampir tidak bisa mendengar namanya jika tidak mendengar dengan super teliti.

“Tingkat kedua? Gabriella?” Qian Jin mengamati mage apprentice dengan rinci. Gadis itu terlihat seperti berusia 14 tahun dari bentuk tubuhnya. Apa dia benar-benar 16 tahun? Qian Jin tidak bisa mengatakan itu hanya dari melihat penampilannya.

← PREV | Table of Contents | NEXT →

2 Comments Add yours

  1. tonski says:

    pret ?yakin itu bukan suara kentut min ?wkwkk

    Like

  2. Michiko says:

    Ganbatte Beonovel-san

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s