Stranger’s Handbook Chapter 43

Chapter 43 – Alasan Mengapa Aku Tidak Bisa Menjadi Suaminya

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

“Sonia…. Apa maksud dari perkataanmu itu?”

 

Ibu mertuaku jelas-jelas marah.

Dia sangat menakutkan.

 

“La…. Lamia, tenanglah… Lihat, Zest gemetaran.”

Guru, kamulah yang sedang gemetaran.

Ibu menatap ke arahku seolah-olah untuk mengkonfirmasi.
Aku menjadi panik dan memalingkan kepalaku.

Guru, jangan menatapku seperti itu.
Ibu Mertua lebih menakutkan dari pada dirimu. Kau sebaiknya menyerah.

“Jangan menyalahkannya kepada Zest. Berikan penjelasan yang benar kepadaku, Sonia.”

Tatapan…. Tatapan yang terlihat di matanya, seperti dia sedang menyaksikan tumpukan sampah, sangat mirip dengan Nona Muda.
Seperti yang diharapkan dari ibu dan anak….

“Deng… dengarkan aku. Aku tidak pernah mengatakan bahwa dia tidak bisa menikahi Bea.”

 

Ibu mertuaku dengan perlahan melepaskan tangannya dari leher guru.

Kami bisa menikah… tapi aku tidak bisa menjadi suaminya?
Begitu.
Itu memang cara terbaik… bukan?

 

Ibu mertua kelihatannya juga memahami hal itu.

 

 

“Begitu…. Sebuah keluarga yang baru harus dibentuk.”

“Aku takut Yang Mulia memikirkan hal yang sama.”

 

Ya, kemungkinan besar itulah yang akan terjadi….
Namun…..

“Namun, jika seperti itu, apa yang akan terjadi dengan Bea? Perasaan anak itu….”

Akankah Nona Muda menyetujuinya? Ini akan menjadi sebuah masalah.

Ibu mertuaku menatap kebawah, jadi aku tidak bisa melihat ekspresinya.
Guruku menunjukkan senyum pahit.

 

“Zest, kamu mengerti apa yang ingin kukatakan, bukan? Apa yang akan kamu lakukan?”

 

Guru…. Kau mengalihkannya kepadaku saat kau masuk ke bagian yang sulit….

Apa yang harus kulakukan?….. Apa tindakan terbaik untuk menyelesaikan masalah ini dalam catatan yang bahagia?
Aku tidak bisa memikirkan hal itu…..

“Guru, aku tidak bisa memikirkannya dengan benar, tidak peduli bagaimanapun aku mencobanya. Pertama aku ingin mengkonfirmasi bahwa kita semua memikirkan hal yang sama.”

Aku menyatakan hal itu.
Apakah cara berpikir kita sama? Apakah kita mencapai kesimpulan yang sama? Aku ingin mengkonfirmasi hal itu.

“Yang Mulia ingin memisahkanku dengan Keluarga Frontier Count dan membuat sebuah keluarga bangsawan yang baru…. Lalu, Nona Muda menikah kedalam keluarga itu dan melepaskan diri dari Keluarga Frontier Count.”

Mereka berdua mengangguk; kelihatannya kami sepaham sampai titik ini.

“Masalahnya adalah apakah mereka akan memberiku wilayah atau tidak, apakah mereka akan memberiku peringkat hukum yang resmi atau tidak…. Namun, masalah terbesar adalah….”

Aku menatap mereka berdua.
Ya, bagaimanapun ini akan menjadi masalah terbesar.

 

 

“”Pengaruh sang Spirit sangat besar. Mengabaikan dirinya akan terlalu berbahaya.””

 

 

Seperti yang kupikirkan…
Kami bertiga menghela nafas.

Dari sudut pandang Kaisar, ini adalah situasi yang mengerikan.

Ada seorang pahlawan yang berhasil mencapai spiritification….
Dan pahlawan ini mungkin akan menggunakan keuntungan yang dimiliki spiritnya dan mengalahkan sang Kaisar.
Dia akan merasa sangat terganggu oleh kejadian seperti itu.

Di sisi lain, jika dia mencoba membawaku kedalam Keluarga Kekaisaran melalui pernikahan politik, dia akan mulai bertarung dengan Keluarga Frontier Count.
Selain itu, aku dapat menggunakan spirit sebagai tameng dan mencoba mengendalikan Kekaisaran; itu akan menghancurkan negara ini.

 

Spirit bisa menjadi keselamatan bagi mereka, tapi itu juga bisa menjadi hal yang menjatuhkan mereka….

Pada titik ini, satu-satunya solusi untuk masalah ini.

 

 

“Menikahi Tuan Putri Tsubaki secara sah dan menerima gelar duke, kemudian mengambil Bea sebagai selir… Apakah aku benar?”

 

 

Kami semua menghela nafas panjang….

“Tepat.”

“Aku juga berpikir demikian.”

“Benar.”

Huft…..

Kami semua mengkhawatirkan hal yang sama.

Bagaimana pendapat Bea tentang hal ini?…. Bagi seorang bangsawan, itu seharusnya tidak akan menjadi masalah.
Tapi semua orang kelihatannya bersikap lembut kepadanya… dan dia sudah pasti tidak akan menyetujuinya…..

 

Untuk saat ini, kami memutuskan untuk menunda pembicaraan kami.

Bagaimanapun tidak ada gunanya kami meneruskan diskusi ini.
Kami harus kembali memikirkan hal ini setelah mendengar pendapat Nona Muda tentang masalah ini.

 

Bea seharusnya tiba besok pagi dan kami akan mengadakan pertemuan lainnya.
Aku sedikit merasa berat hati sih.

 

Aku mandi sekali lagi, kemudian sembunyi di tempat tidurku.
Spirit memiliki wajah tidur yang sangat manis.

Aku tidak mungkin merasa kesal karenanya.

Aku akan melakukan semua yang kubisa agar bisa melalui hal ini dengan pendekatan yang positif.
Namun, aku tidak ingin mati….

Aku tidak ingin mati, tapi aku juga tidak dapat mengatakan bahwa aku tidak peduli dengan apa yang akan terjadi kepada Nona Muda.
Aku mungkin benar-benar memiliki perasaan kepada dirinya.

Itulah sebabnya aku bahkan tidak dapat membenci spirit, yang terlihat mirip dengan Bea.

Apakah aku terlalu…. Lembut….?

 

Saat aku memikirkan hal itu, aku tertidur.

 

 

 

 

“Apakah akhirnya kamu bangun? Kamu benar-benar menghabiskan waktumu. Aku menjadi benar-benar lelah menunggu sampai-sampai aku merasa hampir pingsan.”
‘Selamat pagi, Zest-sama. Wajah tidurmu sangat manis. Aku sangat senang melihatmu setelah sekian lama!’

 

 

 

Nona Muda sedang duduk di sisi tempat tidurku, menungguku terbangun….

“Bea, aku sangat merindukanmu.”

Aku mengungkapkan hal itu dan memeluknya dengan erat.
Bea sama sekali tidak melawan; dia dalam diam semakin membenamkan dirinya dalam pelukanku……

 

← PREV | Table of ContentsNEXT →

6 Comments Add yours

  1. david says:

    Cepat amat nie jln cerita. Sllu timing nya d buat pas , lbh ke romantis jg ad.

    Like

  2. mahadika says:

    Semoga anda selamat dari maut zest

    Like

  3. yuu shion says:

    Baca tiga chapter adrenalin naik turun..:v

    Like

  4. ko says:

    Abis pelukan ngomong nikahin wanita lain, kena sihir gremiore :v

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s