Stranger’s Handbook Chapter 42

Chapter 42 – Salam Untuk Ibu Mertua

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

Aku menatap maid ‘muda’ yang ada di depanku.

Dia memiliki mata dan rambut berwarna hitam…. Dia tampak seperti wanita yang pintar dan agak ketat….. Begitu, dia memang mirip dengan…. Nona Muda.

 

Aku menahan tubuh dan suaraku yang gemetar.

“Saya senang bertemu dengan anda…. Atau itulah seharusnya saya memulainya, kan, Ibu? Saya adalah Zest.”

Aku entah bagaimana berhasil mengatakan hal itu tanpa mengacaukan suaraku.

“Senang bertemu denganmu juga, Zest. Haha, apakah kamu terkejut?”

Dia tersenyum seperti dia baru saja berhasil mengerjaiku; kenyataannya, dia memang berhasil…..

“Saya tidak pernah menyangka bahwa Ibu Mertua saya akan mengenakan seragam maid…. Sudah wajar saya merasa terkejut.”

Itu adalah jawaban jujurku.

“Haha, maafkan aku, okay? Aku juga terkejut dengan tindakanmu saat di kamar mandi, kamu tahu. Sonia, tahan niat membunuhmu! Aku telah menjelaskannya kepadamu, kan?”

Dia memukul kepala guru dengan kipas lipatnya.
….. Apakah kau baik-baik saja? Itu terdengar sakit.

Sebenarnya, Yang Mulia menyuruhku mengujimu. Tapi jangan marah, okay?”

Dia menyandarkan kepalanya ke satu sisi dan menatapku dengan mata lucu berkilau… dia ingin menggodaku, wanita tua…. Wanita ‘muda’ ini…. Tapi bagaimanapun dia adalah Ibu Mertuaku.

“Aku tidak akan marah, ibu.”

Aku tersenyum dan memutuskan untuk menghadapi masalah ini.

“Itu adalah ujian untuk menguji rasa kemanusiaanku, untuk melihat apakah aku dapat terbiasa sebagai bangsawan dan untuk memeriksa apakah aku memiliki niat buruk terhadap Kekaisaran atau tidak, apakah aku benar? Ibu, mungkinkah anda adalah Imperial Mage Peringkat Keempat?”

Senyum lembut yang dia tunjukkan sampai saat ini menghilang sepenuhnya, dengan senyum jahat khas Frontier Count menggantikan tempatnya.

“Ara, ara, apa yang membuatmu berpikir demikian?”

Auranya sudah pasti tidak sama seperti milik seorang maid.
Dia mengeluarkan tekanan milik anggota keluarga bangsawan…. Yang menyandang gelar “Frontier Count”.

“Pertama, anda hadir selama pertemuan rahasia dengan Yang Mulia. Pada saat itu, saya berpikir bahwa anda bukanlah maid biasa, bahwa anda memiliki hubungan dengan pembicaraan kami atau sejenisnya. Selanjutnya, anda juga muncul di kamar mandi, meskipun maid yang bertugas dalam urusan kamar mandi selalu sama. Selain itu, sangat tidak biasa bagi seorang maid untuk di izinkan mengambil bagian dalam pertemuan rahasia dengan kaisar.”

Aku berhenti untuk sesaat dan meminum sedikit teh.

“Mulai dari sana, aku memutuskan bahwa aku harus waspada, berpikir bahwa anda sedang berada dalam sejenis misi rahasia dari Kaisar untuk mengujiku. Dari posisiku saat ini, alasan ujian itu sangat mudah di pahami…. Seorang pria yang muncul tiba-tiba dan dia bahkan mampu mencapai spiritification. Keluarga Frontier Count senang dengan kemunculannya, tapi kesetiaannya terhadap Kekaisaran? Apakah dia dapat terbiasa sebagai seorang bangsawan? Apakah yang bisa kita tawarkan kepadanya dalam rangka untuk dapat mengendalikannya?”

Haha, aku benar-benar orang yang mencurigakan….

“Oleh karena itu, aku harus di uji, kan?”

Aku bertanya sambil tersenyum.

“Itu bagus karena kamu memahami posisimu. Dan kemudian?”

“Ya, sekarang ketika anda tidak menyembunyikan kekuatan sihir itu, aku dapat merasakannya dengan jelas. Anda bukanlah Mage biasa, jadi kurasa anda pasti seorang Imperial Mage… Namun, menawarkan posisi Imperial Mage Peringkat Pertama kepada seseorang dari Keluarga Frontier Count berarti akan memberikan terlalu banyak kekuatan politik kepada Frontier Count. Lalu, bagaimana dengan Peringkat Kedua dan Ketiga? Itu juga tidak mungkin, sejak awal tiga peringkat teratas akan bergantian berpartisipasi dalam perang, jadi mereka akan terlalu kejam untuk menawarkan posisi seperti itu kepada seorang wanita…. Jika seperti itu.”

“Kamu berpikir bahwa Peringkat Keempat adalah jawaban yang paling cocok.”

“Ya, Ibu.”

Kami berdua sama-sama meminum teh milik kami.
Kupikir aku tidak salah.

Aku melirik kearah Ibu Mertuaku, dan melihat wajahnya memerah dan matanya di penuhi rasa ketertarikan.
Ada apa, apakah kau baik-baik saja?

“Sonia…. Kita tidak bisa melepaskan anak ini. Dia terlalu manis…. Dia benar-benar layak untuk di latih.”

“Kan? Aku sudah mengajarkan sihir dasar kepadanya. Apakah kamu juga ingin melatihnya?”

 

……. Tolong hentikan. Aku akan mati.
Menjadi tidak kompeten berarti kematian, tapi kenapa situasi sebaliknya juga sama-sama berbahaya?

 

“Kekuatan sihirnya kuat, jadi tidak ada masalah, dan dia bahkan mencapai spiritification. Dia memiliki pengetahuan yang cukup agar tidak jatuh dalam perangkap para bangsawan, dan dia adalah pengguna atribut cahaya….. Ah! Dia sempurna menjadi suami Bea! Sonia, aku juga akan datang ke pesta pernikahannya!”

“Aku tahu, Lamia. Bagaimanapun, itu adalah pesta pernikahan Bea kita yang manis.”

 

Urm, bisakah kalian berhenti?
Bagus jika kalian berdua merasa senang, tapi cobalah untuk setidaknya tidak berlebihan.
Mereka saling berpegangan tangan dan saling menatap satu sama lain. Aku mengalihkan tatapanku dari pasangan itu dan hendak meminum teh milikku…. Ketika aku menyadari bahwa tidak ada teh yang tersisa dicangkirku.
Aku akan menuangkannya sendiri.

 

Aku telah menghabiskan cangkir keduaku.
Ibu mertuaku akhirnya memutuskan untuk meninggalkan dunia mereka dan mulai berbicara dengan terburu-buru.

“Iya, Zest. Aku, Lamia, Imperial Mage Peringkat Keempat, mengakuimu. Ujiannya telah berakhir dan kamu berhasil melewatinya. Kamu dapat merasa tenang karena aku akan melaporkan hal ini kepada Yang Mulia.”

“Terimakasih, Ibu.”

Aku menghela nafas, untuk saat ini aku bersih.

Seorang pria yang tiba-tiba muncul, dan menjadi Suami didalam Keluarga Frontier Count. Dia bahkan berhasil mencapai spiritification.
Kaisar hanya bisa menerima keuntungan yang dia miliki, tapi bagaimana jika dia menjadi pengkhianat?
Bagaimana jika pria itu adalah orang bodoh yang tidak dapat beradaptasi dengan dunia para bangsawan?

Sudah wajar untuk mencurigai pria tidak jelas seperti itu.
Mempromosikannya tanpa mengkonfirmasi kepribadiannya, mungkin juga dapat mempengaruhi Kaisar.

Aku dapat merasa tenang saat ini dan menikmati Ibukota Kekaisaran, tanpa harus di usir secara paksa.

 

Aku menghela nafas lega dan memakan beberapa kue.
Ya, mereka agak lezat.

 

“Namun, ini akan menjadi sebuah masalah… Dia terlalu menakjubkan…”

Apa?

“Aku juga takut akan hal itu…. dalam hal ini…. Kan?”

Mereka saling setuju satu sama lain, dan kemudian mengerutkan dahi mereka.

Apa itu?
Kenapa mereka terlihat tidak puas?

Aku terlalu menakjubkan?

Itu ‘juga’ menggangguku…..

 

Ah, aku paham sekarang.
Ini memang merepotkan.

 

“Apakah dengan itu, Keluarga Frontier Count mungkin akan mendapatkan terlalu banyak kekuatan politik?”

Seharusnya seperti itu.
Pencapaian menakjubkan seperti spiritification bukanlah sesuatu yang bisa diabaikan oleh semua orang.
Karena alasan itu, diberitahukan di dalam Kekaisaran dan negara sekitarnya bahwa aku akan menjadi Imperial Mage Peringkat Pertama.

Namun, Frontier Count akan memiliki dua Imperial Mage di bawah ‘kendalinya’.

Count itu memang dapat di andalkan, tapi Kaisar harus menjaga keseimbangan kekuatan di Kekaisaran ini

 

Itulah situasinya.

“itu benar…. Akan buruk jika Keluarga Frontier Count memiliki empat Imperial Mage….”

 

 

Apa? Empat?

 

“Ibu, apakah mereka benar-benar empat?”

Apakah aku salah dengar?

“Ya. Ayahku, Frontier Count, adalah mantan Peringkat Pertama, sekarang dia adalah Peringkat Kedua. Sonia adalah mantan Peringkat Kedua, sekarang dia adalah Peringkat Ketiga. Namun, ada banyak komplain yang ditujukan kepada kami sampai saat ini. ‘Keluarga Frontier Count memiliki tiga Imperial Mage di bawah perintahnya’ dan sejenisnya.”

‘Itu merepotkan’ adalah ekspresi yang ada di wajah Ibu Mertuaku saat dia menatap Guruku dan tersenyum.

Bukankah ini adalah situasi yang sangat buruk?
Aku akan mulai mengeluh, kau tahu….

 

“Dan kali ini, itu akan menjadi empat orang. Kita akan memonopoli empat peringkat teratas. Ini buruk. Apakah semuanya akan baik-baik saja?…..”

Ibu, kupikir itu tidak akan baik-baik saja.
Bagaimanapun, kau juga berpikir demikian; itulah sebabnya kamu mencoba meminum teh dari cangkir yang sudah kosong.

Sesuatu seperti memonopoli empat kekuatan tempur terkuat…..
Itu sudah pasti membuat stress sang Kaisar.

 

Guru adalah orang yang memotong kesunyian itu.

 

“Zest…. Pada akhirnya, mungkin akan mustahil bagimu untuk menjadi Suami Bea….”

 

Kata guruku, wajahnya tampak sedih…….
Aku menatapnya dalam diam…..

 

← PREV | Table of ContentsNEXT →

4 Comments Add yours

  1. Fev says:

    Eh? Gak ada komentar gw… Oke gw komen lagi yak

    “Saya tidak pernah menyangka bahwa Ibu Mertua saya akan mengenakan seragam pembantu…. Sudah wajar saua merasa terkejut.” di kalimat paragraf awal ini seharusnya Saua itu saya.

    Like

  2. david says:

    Lah, lega kukira zest.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s