Stranger’s Handbook Chapter 41

Chapter 41 – Dia Datang!?

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

Nona Muda telah datang.

Perkataan spirit itu membawa kekuatan penghancur yang besar sampai-sampai aku kembali menjadi waras dalam sekejap.
Dimana dia!? Dimana Nona Muda itu? Apakah dia melihatku sedang dikelilingi oleh wanita lain?

Aku memandang sekeliling hanya untuk melihat spirit itu terbang dengan ringan ke arahku, sendirian. Aku dengan panik mencari aura Nona Muda di sekitar tempat ini, perutku sudah terasa sakit.
Dimana dia berada?

(Wooow, Tuan, sungguh jumlah kekuatan sihir yang menakutkan!)

Spirit itu menepukkan tangannya, matanya bersinar cerah… Sial, dia menunjukkan sifat riang seperti biasa; dia tidak memahami perasaan manusia.

“Spirit, apakah kamu tahu dimana dia berada?”

Aku mendekatinya dan meletakkannya di bahuku, aku mengusap rambutnya, dan kemudian bertanya.
Dia senang di belai, tapi itu juga merupakan cara yang efektif untuk membuatnya berbicara jujur.
Seperti biasa, dia menyipitkan matanya seperti seekor kucing.

(Nona Muda baru saja melewati salah satu desa menuju tempat ini. Namun, kelihatannya dia tidak sedang terburu-buru.)

Spirit itu menjawab dengan santai.
Oi…. Kau bilang ‘dia telah datang’, bukan?

“Dengar, spirit, jika seperti itu kau harus mengatakan bahwa dia sedang menuju kemari. Saat kamu mengatakan ‘dia telah datang’ itu berarti dia telah berada di sini, kamu tahu?”

(!? Begitukah? Perkataan benar-benar susah, Tuan.)

…… Benarkah? Apakah dia hanya membuat kesalahan atau dia melakukannya dengan sengaja?

Sialan, aku sudah tidak mabuk lagi.
Tubuhku terasa ringan, aku kembali ke tempat pesta….

“Zest-sama, apa yang baru saja terjadi? Apakah semuanya baik-baik saja?

Seorang ksatria wanita bertanya, dan terlihat khawatir.

“Tidak terjadi apa-apa. Aku hanya merasakan hawa keberadaan anak ini… dan pergi untuk mengambilnya.”

Dengan mata lebar, ksatria wanita itu menatap spirit yang ada di bahuku.

“Apakah ini adalah spirit-sama?…. Kita…. Kita baru pertama kali bertemu…”

Ksatria wanita itu membungkukkan kepalanya dan spirit mengusap rambutnya dengan lembut.
‘sini, sini’
Karena kaget, wanita itu mengangkat kepalanya, tapi apa yang dia lihat adalah senyum lebar dan cerah yang ada di wajah spirit.

Sesaat kemudian, ksatria wanita itu juga tersenyum lebar.

“Sungguh…. Sungguh manis!”

Ketika dia mendengar dirinya dipanggil manis, spirit merasa sangat senang, dia bahkan tersenyum lebih cerah dari sebelumnya dan mulai bermain-main.
Jika sudah seperti ini, tidak ada orang yang bisa menolaknya; itu adalah saat ketika wanita takluk sepenuhnya pada pesona spirit.

Karena aku telah kehilangan minat untuk menikmati waktu bersama para wanita, aku meninggalkan spirit kepada mereka dan pergi ketempat dimana para prajurit pria berkumpul.

Kyaaa…..
Aku mendengar sebuah teriakan.
Kelihatannya spirit telah sampai ketempat dimana para wanita berkumpul.
Kue telah ditumpuk membentuk sebuah gunung, dan mereka semua bergantian menyuapi spirit.
Wanita yang sebelumnya, meletakkan spirit di tangannya, yang digabungkan membentuk semacam kursi.

Dengan melihat wajah wanita itu, aku yakin dia tidak menggunakan kedua tangannya karena spirit itu berat. Wajahnya memerah dan dia tersenyum senang….

Aku akan meninggalkan mereka sendirian.

 

 

“Hei, apakah kalian masih minum?”

Aku sampai di tempat dimana para pria berkumpul, tapi kelihatannya mereka telah selesai minum.

“Zest-sama! Anda sangat terlambat!”

“Oi, jangan bicara seperti itu kepada Peringkat Pertama-sama….”

Tersenyum, aku menjawab prajurit yang menyalahkan temannya.

“Ini adalah sebuah pesta yang mengesampingkan peringkat. Aku tidak akan keberatan pada sesuatu yang sepele seperti itu. Sebenarnya, aku sering melakukan hal ini bersama dengan para ksatria hitam setelah latihan. Kami sering pergi minum-minum.”

Aku meminum semua sake yang dituangkan dalam jumlah besar.

“Ini, aku traktir! Kalian masih sanggup minum, kan?”

Aku tersenyum dan para prajurit mulai tertawa.

“Hahaha, apakah anda bercanda, Peringkat Pertama?”

“Sejujurnya, aku mungkin melakukan itu, tapi aku tidak akan bercanda tentang hal ini dengan rekan prajuritku. Jangan menganggap remeh Keluarga Frontier Count, dasar bodoh.”

Seluruh prajurit terdiam.
Apa? Apakah kalian sudah terlalu mabuk?

“Kenapa kalian semua menunjukkan wajah seperti seseorang yang melihat wanita berganti pakaian? Apakah camilan ini tidak cukup? Tunggu sebentar.”

Aku memanggil seorang maid dan meminta lebih banyak sake dan camilan; dia tersenyum manis dan mengangguk dalam persetujuan.
Ah, dia adalah maid yang kusembuhkan tadi siang.
Dia mempersiapkan segalanya dengan sangat bersemangat.

Ini bagus, karena para prajurit tidak akan pernah mendapatkan minuman dan makanan tambahan selain hari ini.

“Lihat, suplemennya sudah ada disini! Dan seorang wanita cantik mempersiapkan mereka untuk kalian. Kurasa tidak ada seorang pengecut disini yang akan mengabaikan hal ini, kan?”

“Wahaha, anda adalah yang terbaik, Peringkat Pertama.”

“Ini sempurna, kami masih belum puas.”

“Oi, jangan makan daging itu.”

“Sake ini lebih baik dari pada yang sebelumnya.”

“Peringkat pertama, sayang ingin meminum sedikit sake yang mahal.”

“Maid itu tiba-tiba menjadi lebih baik, bukan?”

“Peringkat pertama, izinkan saya memeluk anda!”

 

……. Ha?

“Aku sudah pasti tidak akan memelukmu!! Oi, siapa yang mengatakan itu? Bawa dia keluar! Aku akan mengubahnya menjadi seorang wanita.”
“Jangan bunuh saya! Jangan bunuh saya!”

“Hahaha, oi, pegangi dia!”

“Jangan kabur, itu hanya akan membuatnya tambah sakit!”

“”””Gahahahaha””””

Dengan demikian, dengan semua orang yang sangat berisik, pesta itu mendekati akhirnya.
Hanya ada satu orang yang berguling-guling ditanah sambil telanjang, tapi itu sudah sepantasnya.
Aku tidak tertarik pada hubungan gay, gan. Ketika itu menyangkut pertahanan diri, aku tidak punya pilihan lain selain bertindak keras.

Akhirnya, pesta selesai pada saat tengah malam.
Dimanjakan oleh para prajurit wanita, spirit sedang berada dalam suasana hati yang sangat bagus. Aku meletakkannya di atas bahuku dan kembali ke kamarku.

Aku memasuki kamar mandi untuk mandi dan bersantai, saat guruku datang.
Jarang baginya untuk datang di tengah malam seperti ini…. Ah! Mungkin ini tentang Nona Muda.

 

Karena tidak sopan untuk menemuinya hanya dengan mengenakan pakaian mandi, aku memutuskan untuk keluar setelah mengenakan pakaian yang layak.

Ketika aku memasuki ruang tunggu, guruku sedang meminum teh.
Orang yang ada dibelakangnya adalah maid tua… urm… maid ‘muda’ yang biasa.

“Maaf telah membuatmu menunggu guru. Apakah terjadi sesuatu?”

“Maaf karena kunjungan tengah malam ini, Zest. Kamu melakukan kerja yang bagus di lapangan pelatihan pagi ini. Haha, aku bahkan mendengar bahwa kamu merawat luka mereka. Para maid membuat keributan besar tentang hal itu.”

Guruku sedang tersenyum.
Hm? Meskipun ada seorang maid disini, dia masih berada dalam mode ‘papa’nya….

“Terimakasih. Aku hanya merawat mereka karena ada kesempatan untuk melakukannya, itu bukan hal yang besar.”

Aku juga meminum sedikit teh.
Kenapa guru berada dalam mode ‘papa’ meskipun ada orang lain yang bukan anggota keluarga di sini?….. Apakah pertemuan itu membuatnya lelah?

Aku menatapnya dengan penuh tanda tanya, pada saat itu senyum yang ada di wajahnya menjadi semakin lebar.
Apa? Apa yang sedang terjadi?….

 

“Well, Well, apakah kamu menyadarinya? Seperti yang diharapkan, penilaianmu benar-benar sesuatu. Kamu benar-benar menakjubkan, dan itu membuatku sangat senang menjadikanmu sebagai putra menantu.”

Guruku mengatakan hal itu, dan mulai tertawa.
Aku memiliki… firasat yang….. sangat buruk.

Dia tertawa untuk sesaat, dan kemudian berubah menjadi serius dan mulai berbicara kepadaku.

“Kamu tahu dirinya, kan? Aku datang kesini karena kupikir aku harus memperkenalkannya dengan benar kepadamu.”

Punggungku di penuhi keringat dingin.
Tolong… hanya saja, tolong, biarkan dugaanku salah….

 

“Dia adalah putri dari Frontier Count dan juga merupakan istriku, Lamia. Dia adalah ibu Bea, yang menjadikan dirinya ibu mertuamu.”

 

 

Aku mencoba yang terbaik untuk menjaga kesadaranku tetap utuh.
Aku… dengan lembut mengusap rambut milik…. Ibu mertua-ku…..
Aku telah di diskualifikasi sebagai manusia….. Aku layak untuk mati….

 

← PREV | Table of ContentsNEXT →

7 Comments Add yours

  1. Takokak says:

    Naisu

    Like

  2. Fev says:

    Typo gan.’ Dia tertawa untuk sesaat, dan kemudian berubag-seharus nya H-. menjadi serius dan mulai berbicara kepadaku.’

    Like

  3. david says:

    Yah..yah, selamat zest, Anda telah berhasil menaklukan ibu mertuaku.haha…

    Like

  4. Ko says:

    Wkwkwk turut berduka cita

    Like

Leave a Reply to Takokak Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s