Stranger’s Handbook Chapter 40

Chapter 40 – Zest, sang Mentor

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

“Apa-apaan hal memalukan itu? Kalian meremehkanku, dasar bodoh!”

“Kami minta maaf, Zest-sama.”

 

“Hei kau, kita tidak sedang menari disini, berhenti gemetaran!”

“Maaf!”

 

Kau yang disana, berhenti merengek! Jika kau punya waktu untuk melakukan itu, maka seranglah dengan lebih intensif!”

“Ya pak! Terimakasih atas pelajarannya!”

 

 

Setelah peristiwa dengan penyusup tentara bayaran yang aneh itu, aku juga mulai memberikan pelajaran kepada prajurit lainnya.

Kenapa aku harus melakukan hal ini?
Kenyataan bahwa kami membiarkan orang aneh menyusup membuat Perdana Menteri marah.

‘Hanya seberapa memalukannya hal ini!? Kumpulkan semua staff pengelola di ruang pertemuan dan mulai bekerja pada rencana-balasan! Sonia-dono akan mengajari kalian! Zest-dono akan memarahi para prajurit!’

 

Aku tidak bisa menolak Perdana Menteri, dan dengan begitu latihan kembali berlanjut.
Ya ampun!

 

“Err, Zest-sama? Selanjutnya adalah giliran saya. Tolong bersikap lembut.”

Kata seorang ksatria wanita dan membungkukkan kepalanya.
Dia memiliki bekas luka sepanjang 5cm di dahinya, tapi dia masih terlihat cantik.

“Ya, bekas luka di dahimu? Tutup matamu dan keluarkan kekuatanmu.”

Ksatria cantik itu melakukan apa yang kukatakan.
Menyentuh lukanya, tanganku mulai bersinar terang, dan sesaat kemudian bekas luka itu benar-benar menghilang.

“Sudah selesai. Apakah kamu merasa sakit?”

Dia menggelengkan kepalanya berulang kali.
Ya, ketika seorang wanita cantik melakukan hal itu, tentu saja itu akan menjadi serangan yang mematikan. Benar-benar pemandangan yang indah!

Saat dia melihat bahwa bekas lukanya telah hilang, dia kembali kepada teman-temannya dan mereka semua bergembira.

 

Itu benar. Aku tidak berpartisipasi dalam latihan.
Aku hanya memberi instruksi kepada mereka melalui perkataan.

Lalu, apa yang sebenarnya aku lakukan? Aku sedang menyembuhkan luka milik para prajurit wanita dan juga prajurit laki-laki.

Sudah menjadi ciri khas sihir cahaya untuk menyembuhkan luka, tetapi menyembuhkan mereka dalam sekejap mata bukanlah hal yang benar-benar biasa.
Dalam keadaan normal, agar seseorang dianggap cepat dalam penyembuhan, orang itu harus dapat menghentikan pendarahan. Dengan skill seperti itu, orang tersebut akan di jadikan seorang Imperial Mage.

Terlebih lagi, satu-satunya pengguna atribut cahaya yang dapat menyembuhkan luka dengan sempurna hanyalah guruku dan Imperial Mage peringkat ke-empat.
Karena guru menikahi keluarga Frontier Count dan pindah ke wilayah mereka, peringkat empat tinggal sendirian di Ibukota, tapi kelihatannya dia sangat sibuk, jadi dia tidak punya waktu untuk menyembuhkan luka semacam ini.

Lalu, aku akan menyembuhkan mereka.

Itulah situasiku.
Aku juga ingin menguji kemampuan penyembuhanku dan karena aku sudah mendapatkan pengalaman dengan menggunakan mereka secara penuh selama latihan dengan Ksatria Hitam, itu seharusnya tidak masalah.

 

Aku terus memberikan instruksi kepada mereka dan menyembuhkan luka mereka, tapi jumlah mereka tidak benar-benar berkurang.
Hei, bahkan saat ini para maid juga ikut mengantri?

 

……. Yah, jika seperti itu, kurasa aku juga akan menyembuhkan mereka….

 

Sebelum aku menyadarinya, sebuah kursi telah disiapkan untukku. Saat aku duduk di atasnya, aku mengambil sebuah cangkir dan mulai meminum sedikit teh.

Aku selesai menyembuhkan seluruh ksatria dan prajurit.
Ksatria wanita dengan bekas luka di dahinya benar-benar bersyukur dan terus berterimakasih kepadaku. Seperti yang diharapkan, dia tidak menyukai bekas luka yang ada diwajahnya; bagaimanapun dia adalah seorang wanita.
Para pria mengejeknya, tapi dia menjawab mereka dengan:
‘Bukankah kalian merasa senang karena memiliki rekan yang cantik?’
….. pada saat itu, mereka terdiam dan kembali berlatih.

Para pria itu benar-benar jujur.

 

“Zest-sama, tolong.”

Seorang maid membungkukkan kepalanya dan mengulurkan tangannya.

Aku tersenyum dan menggenggam tangannya.
Maid itu terlihat agak malu, dan wajahnya sedikit memerah.

Sebuah cahaya terang muncul, dan penyembuhan telah selesai.

“Selesai. Katakan, apakah itu terasa sakit?”

Dia memeriksa tangannya dengan cara mengepalkan dan membukanya beberapa kali.
Setelah akhirnya dia tampak yakin, dia menatapku dan, dengan senyum yang menutupi seluruh wajahnya, dia mengucapkan terimakasih kepadaku.

“Terimakasih banyak, Zest-sama! Ini sudah benar-benar sembuh dan sama sekali tidak terasa sakit.”

Dia mengatakan hal itu, dan kembali bekerja.

Sungguh manis.

Ini adalah dimana oasisku berada; aku akhirnya menemukannya setelah sekian lama.

Menggenggam tangan milik maid yang manis dan menyaksikan wajah malu-malu milik mereka, menyembuhkan luka mereka dan menyaksikan senyum cerah milik mereka…..

Apa-apaan keuntungan tambahan ini? Ini benar-benar yang terbaik!

 

Pada akhirnya, aku baru berhasil menyelesaikan sesi penyembuhan di sore hari, tapi aku sama sekali tidak keberatan.
Itu telah berubah menjadi sebuah hari yang indah

……..Ah! Kalian sudah boleh berhenti berlatih, tahu? Aku bahkan tidak menyadari bahwa kalian masih melakukannya.

 

 

Setelah pelecehan seksual yang resmi itu selesai, itu adalah saatnya pesta terakhir yang sangat menyenangkan.

Karena hari ini adalah pesta untuk para prajurit, aku pada akhirnya bisa merasa nyaman.
Itu seperti pesta minum yang biasa kulakukan bersama para Ksatria Hitam.

 

Aku memasuki ‘zona’ pesta yang dibangun di sebelah lapangan latihan.
Ada sekitar 500 orang prajurit yang berkumpul di sini.
Mereka sedikit, itu memang benar, tapi semua prajurit tidak di izinkan untuk jatuh mabuk, jadi hanya beberapa dari mereka yang dipilih dan mendapat izin untuk berpartisipasi.

OH! Ksatria wanita itu juga ada di sini.
Aku akan berbicara dengannya nanti.

 

“Karena kebaikan Yang Mulia, kalian dapat merasakan hal ini. Pertama-tama, pastikan kalian berterimakasih kepada Yang Mulia.”

Mendengar perkataan Perdana Menteri, semua orang mengangkat cangkir dan gelas mereka.

Kalian bertanya, kenapa Perdana Menteri hadir di pesta para prajurit? Itu sederhana.
Itu karena para staff pengelola masih terjebak di ruang pertemuan dengan guru….. Sejujurnya, Aku kasihan pada mereka.

“Baiklah, Zest-dono. Jika anda ingin menyapa mereka…”

Aku pergi menuju panggung, yang dibangun didepan lapangan pesta.

Aku telah diberitahu sebelumnya bahwa aku harus mengatakan beberapa patah kata, jadi saat ini aku tidak merasa panik.
Perdana Menteri juga berkata bahwa ini akan menjadi pesta yang sangat nyaman.

“Aku adalah Zest, orang yang di berikan gelar Imperial Mage Peringkat Pertama. Masih ada sedikit waktu sampai itu di umumkan secara resmi, tapi aku ingin kalian menerimanya. Aku tidak akan berbicara terlalu banyak, karena hari ini, kita memiliki pesta yang bebas dan santai! Minum semua sake yang dapat kalian minum, kuras isi gudang bawah tanah istana! Cheers!”

 

“””””OOOOOOOOO!!!”””””

 

 

Dengan demikian, pesta besar di mulai.
Para prajurit muda buru-buru mengisi perut mereka dengan makanan dan alkohol.
Mereka memiliki energi yang menakjubkan.

Para prajurit paruh baya, mungkin para komandan, agak sedikit pintar.
Mereka hanya mengambil sake yang terlihat mahal.
….. Mereka sungguh licik.

Para prajurit wanita berkumpul bersama untuk minum.
Ya, itu adalah tempat dimana bunga bermekaran. Menakjubkan!
Tujuan terakhirku adalah untuk mencapai tempat itu.

Namun, jika aku bertindak ceroboh dan menyerang mereka saat ini, aku hanya akan menakuti mereka.
Aku harus bersabar.

Pertama, aku akan menghancurkan Perdana Menteri.
Jika hambatan sepertinya ada di sini, pesta tidak akan pernah menjadi liar. Itu sama saja, tidak peduli di dunia mana kamu berada.

“Perdana Menteri-dono, ini, silahkan. Sekarang, minum semuanya.”

“Oh! Zest-dono, terimakasih. Sake ini…. Benar-benar enak.”

Ha ha, aku menangkap seleranya.
Pria ini menyukai wine yang kuat dan asam. Bagaimanapun, kelihatannya bukan ide yang buruk untuk menyuruh Albert menanyakan tentang hal ini. “Misi penghancuran” selesai!
Aku meninggalkan Perdana Menteri, yang jatuh tertunduk di atas meja.

 

 

Selanjutnya, para komandan pasukan.
Aku harus berhati-hati karena sebagian besar dari mereka adalah para bangsawan.

“Halo para komandan, apakah kalian mau mencoba sake ini? Ini adalah hadiah dari Keluarga Frontier Count. Ini, silahkan. Kalian tidak perlu menahan diri.”

“Terimakasih, Zest-dono. Whoa!? Apakah ini adalah sake yang terkenal dan dibuat dengan baik?”

“Ini adalah pertama kalinya aku melihatnya….”

“Apa… apakah tidak apa-apa jika kami meminum…. Sake mahal seperti ini?”

Meskipun mereka adalah bangsawan, karena mereka bekerja di militer itu berarti mereka tidak mendapatkan terlalu banyak uang.
Mereka jarang melihat sake yang mahal seperti ini…. Haha, kemarilah, minum semuanya.
‘Misi penghancuran’ selesai.
Aku meninggalkan para komandan di belakangku, mereka semua tengah tergeletak di atas tanah.

 

 

Sekarang, karena semuanya telah di atur…. Aku akan pergi ‘kesana’.
Dengan langkah cepat, aku berjalan menuju eden milikku.

Para komandan ternyata agak gigih, sehingga itu butuh waktu….. tapi, aku tidak harus terburu-buru seperti itu.
Para gadis sepertinya sedang berada dalam mood yang sempurna. Sedikit mabuk, tapi itu sempurna.
Sebenarnya, aku datang di waktu yang tepat.

“Hei, apakah kalian minum? Ah, santai. Aku sudah mengatakan kepada kalian bahwa malam ini kita akan mengesampingkan peringkat.”

Para prajurit wanita berdiri dan hendak menyapaku dengan formal.
Juga ada beberapa ksatria di antara mereka, tapi sebagian besar dari para gadis itu adalah warga biasa, jadi mereka melakukan yang terbaik untuk tidak terlihat tidak sopan.

Degan ayunan tanganku, aku menyuruh para gadis itu duduk.

“Ini adalah hadiah. Ini adalah sake buah-buahan manis yang katanya sangat enak.”

Aku menyuruh seorang ksatria hitam untuk membeli sake yang saat ini aku rekomendasikan kepada mereka.
Aku tidak tahu kalau sake seperti ini benar-benar ada di dunia ini, jadi aku agak panik, tapi tampaknya sake ini datang tepat waktu.
Adapun untuk ksatria hitam, mengatakan terima kasih seharusnya sudah cukup.

“Woooa, ini enak.”

“Sangat enak! Ini pertama kalinya aku merasakan sake seenak ini.”

“Aku tidak dapat berhenti meminumnya!”

Hehehe, strategiku sukses besar.
Alkohol yang disukai wanita itu adalah jenis yang langka; kamu harus mencarinya di seluruh Ibukota Kekaisaran.

Haruskah aku memberikan hadiah kepada ksatria hitam setelah ini?

 

 

Para prajurit wanita sedang minum dengan cepat.
Beberapa dari mereka telah melepaskan pakaian luar mereka; mereka terlihat kepanasan.
Beberapa dari mereka sedang menatapku dengan mata mengantuk.
Bahkan ada beberapa dari mereka yang dengan seenaknya menempatkan tangan mereka ke kakiku.

Menakjubkan!
Datang ke dunia lain dan akhirnya sampai di surga dunia ini…. Sungguh menakjubkan!

Wanita memiliki bau yang bagus, dan beberapa dari mereka mengirimkan tatapan nakal ke arahku…..

Para prajurit yang lain sering melihat ke arah kami, tapi aku dengan mudah mengintimidasi mereka dengan mengeluarkan sedikit kekuatan sihirku.
Jangan menghalangi jalanku! Atau aku akan melatih kalian dengan sangat keras.

 

Bagus, mereka berhenti menatap kami.
Aku menang.

Aku sangat percaya diri dengan kemenanganku dan menghabiskan sake yang ada di gelasku.
Ini enak.
Sake kemenangan itu adalah sesuatu yang berbeda!

“’Zest-sama, anda sangat kuat, dalam hal bertarung dan juga minum… apakah, mungkin, anda juga kuat di ‘sisi’ yang lain juga?”

Seorang ksatria wanita sedang bersandar kepadaku.
Apa? Apa? Apakah kau ingin menantangku?

Aku berusaha keras untuk tetap menjaga emosiku dan tidak menunjukkan ekspresi cabul di wajahku.
Akan memalukan jika aku menunjukkan wajah cabul saat ini.

Aku dengan lembut memegang bahunya menggunakan tanganku, sambil memikirkan sesuatu untuk dikatakan kepadanya.
Aku sedang memikirkan balasan yang bagus dan keren, ketika aku tiba-tiba menerima pesan telepati.

 

 

 

(Tuan, Bea-sama telah datang.)

 

 

 

Sambil mengeluarkan kekuatan sihirku sampai level MAX, aku memperkuat seluruh tubuhku, berdiri dengan kecepatan menakutkan dan melihat sekeliling.

Tolong…. Tolong, jangan sampai Nona Muda itu berada DI SINI saat ini.
Aku penasaran, apakah harapanku tersampaikan?

 

← PREV | Table of ContentsNEXT →

13 Comments Add yours

  1. Rais says:

    Serangan dadakan :v wkwk

    Like

  2. adi putra says:

    Wakwkakwk rencana mesum mc gagal

    Like

  3. david says:

    Apa sih chapter ini kg lyk gw, tb2 buat teler semua prajurit truss prajurit wanita mau d buat aplg, atau chapter ini ceritanya otak mesum zest muncul?!.

    Like

  4. Gingga penguasa kegelapan says:

    Ngakak banget sumpah lol. Mati lo zest lol.

    Like

  5. yuu shion says:

    Kasian amat si zest…

    Like

  6. Kuro says:

    lanjutkan!!!!!

    Like

  7. ko says:

    Wkwkwk ngga ingat dia punya kristal pelacak perselingkuhan :v

    Like

  8. Sora says:

    parah banget …. tewas tuh zest

    Like

  9. Mati nggak lu Zest!!!!! Hahahahahah,,,,,,,…….

    Like

  10. Dan says:

    Seru… Lanjut Min

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s