Stranger’s Handbook Chapter 38

Chapter 38 – Hubungan Rahasia

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

Setelah aku menyadari Tuan Putri Tsubaki dengan sengaja menjebakku, aku kembali ke kamarku dengan langkah gontai.

Keluarga Kekaisaran kemungkinan besar berpikir seperti ini: Untuk mencoba memperdekat dan memperdalam hubungan kami, dan jika mungkin, mengunci hubungan kami melalui sebuah pernikahan.

 

Menakutkan, Keluarga Kekaisaran ini…
Meskipun masih sekecil itu, gadis itu benar-benar memiliki pemikiran yang licik….

 

Aku kembali ke kamarku untuk mandi dan mencoba melupakan apa yang terjadi malam ini.
Bagian istana ini di peruntukan bagi para tamu, jadi setiap kamar memiliki kamar mandi sendiri.
Sebagai orang Jepang, hal ini sangat aku hargai.

Para maid membantu melepaskan pakaianku dan aku masuk ke dalam bak mandi.
Mereka harus membantu ‘menggosokku’, membersihkanku dan mengeringkan tubuhku.

Itu tetu saja memalukan, tapi secara mengejutkan, aku sudah terbiasa dengan hal ini.

Ada beberapa toko di Jepang yang menawarkan pelayanan yang sama kepada para pelanggannya, dan karena aku adalah pria dewasa, aku sudah pernah mengunjungi toko seperti itu; sebenarnya mereka cukup bagus.

Orang yang sedang membersihkan tubuhku adalah maid tua…. Urm, maid ‘muda’ yang kemarin.

Dia kembali mendelik ke arahku… Apakah kau benar-benar bisa membaca pikiranku?

“Zest-sama, jika seperti ini saya tidak dapat membersihkan anda dengan benar. Permisi sebentar. Hihi”

Maid itu menunjukkan ekspresi menggoda.
Tunggu sebentar, jika aku tidak setia maka berlian merah muda itu akan hancur.
Jika itu benar-benar terjadi, aku sangat yakin bahwa sesuatu yang sangat, sangat buruk akan terjadi kepadaku.
Lalu, haruskah aku menghentikannya? Aku memiliki perasaan kalau mungkin aku akan menyesalinya….

Dalam sekejap, kepalaku mulai di penuhi oleh semua pemikiranku yang bertentangan.
Aku tidak pernah menyangka sebuah perkembangan erotis seperti ini akan terjadi dengan tiba-tiba; seperti yang di harapkan dari dunia lain.

Namun, bercinta atau hidupku, saat aku memikirkan tentang mana yang lebih penting untukku, jawabannya benar-benar sederhana.

 

Aku tersenyum manis dan mengusap rambut maid itu.
Dia mengejang dan tubuhnya mulai gemetar saat dia membuka matanya untuk menatapku.

“Karena kamu menakjubkan, sudah sewajarnya hal seperti ini terjadi. Aku tidak akan memintamu untuk memaafkanku, tapi kamu harus menghentikan ini. Aku mungkin tidak mampu berhenti saat ini, jadi bisakah kamu meninggalkanku untuk beberapa saat?”

Wajahnya memerah, dia mengangguk beberapa kali dan meninggalkan kamar mandi.

Aku memastikan dia sudah keluar dan menatap tangan kananku.
Sensasi dari rambutnya yang tipis masih berbekas di tangan kananku.

 

 

“Ah!….. Kenapa orang-orang merasa harus berperang? Dunia yang damai membawa kebahagiaan untukku, kau tahu?…. Aku berdoa bahwa, setidaknya, semua orang akan memimpikan beberapa mimpi indah yang menakjubkan….”

(Tuan, anda terlihat segar. Apakah terjadi sesuatu yang bagus?)

Spirit dan aku, kami berdua meninggalkan kamar mandi dan saat ini sedang meminum teh sambil memakai pakaian mandi yang sama.
Seperti yang kalian duga, aku memiliki perasaan yang agak bijaksana saat ini.
Aku merasa bahwa aku dapat melupakan segalanya.

“Itu adalah hal yang bagus untukku, sementara bagimu hal itu mungkin hanya akan menjadi bahan tertawaan.”

Aku mengusap rambutnya dengan lembut.
Spirit itu sangat menyukai aku melakukan hal ini, dan karena aku juga menikmatinya, itu adalah sebuah perasaan timbal balik.

“Ayo, ini sudah malam. Mari pergi tidur… Terima kasih untuk masalahnya, kamu dapat pergi sekarang.”

“Baik. Selamat malam, Zest-sama.”

Wajah ‘maid muda’ itu masih memerah.
Apakah sudah lama sejak seseorang membelai rambutnya seperti itu? Aku yakin dia adalah seseorang yang… aku harus berhenti. Aku belum ingin mati.

 

Aku meletakkan spirit ke tempat tidurnya dan aku merasa juga telah mencapai batasku. Besok pagi tidak akan ada serangan lagi, kan? Setidaknya, aku berharap seorang wanita akan membangunkanku.
Sambil memikirkan hal itu, aku terlelap.

 

 

 

Aneh.

Aku tidak bisa bernafas.

Aku menjadi semakin dan semakin tersadar.
Aku penasaran apa yang sedang terjadi?

Aku yakin sedang tidur didalam istana, di tempat tidurku sendiri….

Apakah aku sakit?
Tidak mungkin. Aku mendengar bahwa, karena atribut cahaya milikku, aku memiliki sejenis perlindungan suci yang tidak akan membiarkanku sakit.

Lalu apakah aku di serang? Tangan dan kakiku… aku masih dapat menggerakkan mereka, dan mereka tampaknya baik-baik saja.
Jika seperti itu, sepertinya aku masih bisa bergerak.

Aku terus memejamkan mataku dan menutup mulutku, dan berpura-pura aku masih tertidur. Untuk membuat sebuah rencana dan menunggu pihak lain lengah.
Aku memperkuat seluruh tubuhku dengan kekuatan sihirku, jadi aku masih dapat mempertahankan diri jika mereka memutuskan untuk menebasku tanpa peringatan.

Bagaimana dengan bau-nya? Aku menarik nafas dan aku dapat mencium aroma bunga yang manis.

Apakah mereka membakar sejenis tanaman obat untuk memberikan beberapa luka? Haha, aku bertaruh mereka tidak tahu bahwa itu tidak akan berpengaruh kepadaku…. Para penyerang ini benar-benar bodoh.

 

Namun? Kenapa aku merasa seperti aku tidak dapat bernafas?

 

Ketika aku membuka mataku, aku dengan jelas dapat melihat warna hitam itu.
Ini….! Jadi ini penyebabnya!? Sialan!

 

(Tuan, selamat pagi.)

“Pagi, spirit. Turun dari hidungku, dan cepatlah. Hidungku bukanlah sebuah kursi, kamu tahu?”

 

Orang bodoh ini duduk di atas hidungku….

Hei tuhan, ketika aku meminta kepadamu bahwa aku ingin dibangunkan oleh seorang gadis, bukan ini yang kumaksud.

 

 

Setelah aku berpakaian dan selesai sarapan, aku terus menceramahi spirit itu untuk tidak melakukan hal yang sama lagi.

Kelihatannya, spirit bangun lebih awal, mengganti pakaiannya dan juga menungguku bangun.
Saat dia melihat aku belum bangun juga, dia menjadi bosan dan mulai bermain, tapi dia tidak tahu kapan aku akan terbangun.
Agar dapat dengan jelas melihat saat aku terbangun, dia datang mendekati wajahku, menaikinya dan memutuskan bahwa hidungku adalah tempat yang sempurna untuk melakukan pengamatan.
Jadi, dia duduk di atasnya….

Karena aku kasihan kepada spirit, yang sudah mau menangis mendengar seluruh ceramahku, Aku mengusap rambutnya dan memujinya: ‘Namun, aku kagum kamu mampu berganti pakaian sendiri. Aku senang karena kamu menungguku terbangun.’ Dia mulai tersenyum lebar sesaat kemudian.

……. Dia sungguh orang yang simple.

 

Yah, kelihatannya aku tidak benar-benar diserang, jadi selama di sekitar sini masih damai, aku akan memaafkanya.
…… Bagaimanapun, dia benar-benar harum…. Aku memiliki perasaan dia memiliki bau yang sama persis dengan Nona Muda itu.

Tentu saja itu hanya perasaanku.
Tentu saja itu bukan berarti aku mengendus-endus Nona Muda itu atau sejenisnya, tentu saja tidak.

 

Aku hampir menangis saat aku menyadari bahwa sebenarnya aku sangat mesum, saat guruku datang menemuiku.

“Zest, para ksatria berkata mereka ingin berlatih, jadi maukah kamu ikut bersama kami?”

Benar-benar waktu yang tepat. Aku harus melampiaskan segala emosiku kepada mereka dan merubah suasana hatiku.

“Aku akan menemanimu dengan senang hati, guru.”

Kami tiba di tempat latihan, tapi salah satu bagiannya sedang dipersiapkan untuk pesta malam ini. Jadi itu tidak dapat di gunakan.
Meski begitu, di sini masih ada lebih dari cukup untuk tempat bagi seratus prajurit atau lebih untuk bergerak dengan bebas.
Bagaimanapun ini adalah Ibukota Kekaisaran. Setidaknya mereka tidak kekurangan tempat.

Aku melihat sekeliling dengan gelisah dan guru, yang sedang mengawasiku, mulai tertawa.
Karena para maid juga ingin mengamati latihan kami, kami juga membawa mereka, dan spirit dengan cepat berubah menjadi mainan mereka. Para maid sangat menyayanginya.
Mereka semua, terlihat seperti sekelompok orang aneh.

“Oi! Apa yang kalian pikirkan, membawa wanita untuk bermain di tempat latihan ini.”

Seorang pria yang mengenakan sebuah armor mewah berteriak dari dekat, menyalahkan kami.
Dengan cepat, dia mendekati kami, dan wajahnya menjadi semakin dan semakin memucat, langkahnya juga semakin cepat.

Dia sudah berlari ketika dia tiba di depan kami, dan mulai bernafas berat sambil membungkukkan kepalanya.

“Saya… saya sangat minta maaf. Saya tidak menyadari jika anda berasal dari Keluarga Frontier Count….”

“…. Baiklah, sangat tidak biasa bagi seorang bangsawan tingkat tinggi untuk mengunjungi tempat latihan, Kurasa.”

“Iya. Namun, ayah, bukankah dia kurang pertimbangan?”

Aku ingin protes lebih banyak kepada guru, yang sudah berada dalam mode Frontier Count, tapi aku menahannya.

Sebenarnya, aku tidak ingin membesar-besarkan hal sepele seperti ini.
Aku bisa saja membunuhnya di tempat karena bertindak tidak sopan.
Aku dapat mengakhirinya dengan mudah, tapi karena ini adalah saat spesial, aku memutuskan bahwa itu tidak benar-benar diperlukan.

Komandan prajurit yang masih hidup itu, sambil menyebutkan namanya, terus membungkuk dan meminta maaf.
Sudah diputuskan bahwa dia akan di maafkan, tapi jika kami membiarkannya begitu saja, orang-orang akan mulai menganggap remeh kami.
Aku mengamati situasi yang ada, memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya, saat orang itu muncul.
Dia benar-benar muncul di saat yang tepat.

 

 

“Saya akhirnya menemukan anda! Ayo, Zest-dono! Saya ingin berduel dengan anda!!”

 

 

Sebuah suara berat dapat terdengar dari dalam armor penuh itu… dia adalah orang yang telah di terbangkan oleh spirit.

Bagus. Itu adalah saat ketika aku memutuskan bahwa orang ini akan menjadi objek yang sempurna untuk melampiaskan emosiku.

 

← PREV | Table of ContentsNEXT →

4 Comments Add yours

  1. david says:

    Siapa ksatria bermurah ?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s