Stranger’s Handbook Chapter 36

Chapter 36 – Keputusan Kaisar

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

“Imperial Mage…. Peringkat Pertama?”

Sialan…. Aku malah bertanya kepada Yang Mulia.

“Saya sangat minta maaf.”

Aku menjadi panik dan menundukkan kepalaku.
Aku tidak mungkin bisa menanyakan keputusan Kaisar… Jika aku menempatkannya ke posisi yang lebih rendah aku akan kehilangan kepalaku.

Bukan hanya aku akan kehilangan ‘pekerjaan’ku….. pada dasarnya itu berarti aku akan kehilangan kepalaku secara fisik[1].

“Itu tidak apa-apa, mungkin tadi kamu tidak mendengarkanku dengan benar. Aku akan menjadikanmu Imperial Mage Peringkat Pertama.”

Kelihatannya aku selamat kali ini…. Sial, tadi itu berbahaya.

“Terima kasih, Yang Mulia, saya akan melakukannya sesuai permintaan anda.”

“Ah! Kita tidak sedang berada di aula pertemuan, kamu tidak perlu terlalu kaku. Setelah kamu menjadi Imperial Mage Peringkat Pertama, kamu akan menjadi seorang Marquis, kamu dapat berbicara dengan lebih santai kepadaku.”

Yang Mulia tertawa liar.
Lalu… Tidak, aku benar-benar tidak bisa melakukannya. Aku memahami situasi ini dan memutuskan untuk menjaga jarakku.

“Terima kasih, saya akan melakukannya sesuai permintaan anda.”

“Bagus. Kamu masih kaku tapi kurasa kamu akan cepat terbiasa. Bagaimanapun, hanya itulah yang ingin kukatakan kepada kalian saat ini. Pesta akan di mulai malam ini jadi bersantailah….. oh! Itu mungkin adalah hal yang mustahil, kan? Hanya saja, jangan biarkan para bangsawan menangkapmu! Hahaha.”

Kami menunduk kepada Kaisar yang meninggalkan ruangan ini sambil tertawa keras.
Imperial Mage Peringkat Pertama, huh?…. Itu adalah sebuah ‘promosi’ yang terlalu tinggi dan tiba-tiba….. Dia sebenarnya mengingatkan bahwa aku harus berhati-hati dari rasa iri dan sanjungan dari para bangsawan.

“Baiklah, itu dia. Masih ada sedikit waktu sampai pengumuman resmi, yang akan dilaksanakan setelah pesta selama tiga hari selesai. Kamu harus patuh dengan hal ini.”

Perdana Menteri itu juga meninggalkan ruangan dengan terburu-buru.

Bagaimanapun, dia harus mengurusi urusan tingkat nasional secara tiba-tiba, tidak ada gelar bagi perjuangan pria itu melawan pekerjaannya….

 

Hanya guruku dan aku yang tersisa. Kami berpikir untuk kembali ke Mansion, tapi maid itu mengatakan agar kami tetap berada di Istana.
Aku meminta seseorang untuk mengirimkan pesan ke Mansion kami, dan aku pergi untuk beristirahat sejenak di kamar yang telah di persiapkan untukku.

Aku khawatir bahwa para bangsawan akan datang ke kamarku saat aku sedang beristirahat di sana, tapi kelihatannya itu bukan masalah.
Karena ada persiapan acara nasional yang tiba-tiba, ini bukan waktu yang benar-benar tepat untuk berkunjung.

Berkat itu, aku dapat menghabiskan waktuku dan beristirahat.

 

“Namun, guru. Jika aku menjadi Imperial Mage Peringkat Pertama, apakah aku akan bekerja di Ibukota Kekaisaran?”

“Itu tidak masalah. Biasanya, memang seperti itu, tapi Keluarga Frontier Count adalah sebuah pengecualian. Akan menjadi masalah jika kamu tidak bisa berada di garis depan pada saat perang, kamu tahu? Awalnya, gelar imperial mage diberikan secara bergantian, dan setiap orang yang memilikinya di haruskan bekerja di Benteng Frontier Count.”

“Lalu, bukannya berada di dalam benteng, aku akan hidup di dalam wilayah Frontier Count…Bukannya itu tidak akan berbeda dari apa yang sudah terjadi sampai sekarang?”

“Benar. Sebenarnya itu juga berlaku untuk kita.”

 

Begitu. Jika seperti itu, aku juga tidak keberatan dengan hal ini.
Yang akan berubah hanyalah gelarku.

(Tuan, saya juga mau sedikit teh)

“Ok, tapi ini panas. Hati-hati.”

Spirit itu mulai meminum teh-nya menggunakan sebuah cangkir kecil.

Aku memutuskan untuk memanggilnya ‘spirit’ mulai sekarang.
Aku tidak pernah melihat spirit lain sebelumnya dan jika aku memanggilnya ‘buku harian tukar’ kepalaku akan berada dalam kekacauan. Setelah aku pulang, aku akan berbicara dengan Bea dan memutuskan nama yang tepat.

“Haha, dia benar-benar terlihat mirip dengan Bea. Itu benar-benar nostalgia.”

“Masa kecil Bea? Ceritakan lebih banyak tentang hal itu, Guru.”

Guruku tersenyum ramah dan membenarkan posturnya di kursi.

 

“Baiklah. Nah, darimana aku harus mulai? Ketika dia lahir, dia sekeciiiil ini, kamu tahu, dan aku benar-benar khawatir bahwa dia hanyalah keberadaan sesaat yang dapat hencur setiap saat. Namun, mungkin karena perawatan ibunya dia dengan cepat tumbuh besar, kamu tahu, dan saat dia berumur 2 tahun 5 bulan, dia…..”

 

 

Sepertinya aku menginjak sebuah ranjau darat…. Aku terus menjawab sesekali, tapi pada akhirnya aku benar-benar mengabaikannya…..

 

“…… dia melakukan itu dan kemudian……”

….. Guru, masih ada lagi?
Seperti yang diduga, aku benar-benar sudah putus asa.

Dan kemudian, seolah-olah dewa sendirilah yang menjawab doaku, seseorang mengetuk pintu.

“Masuk.”

“Permisi.”

Aku selamat…. Terima kasih, maid-san, terima kasih banyak.
Guru, jangan terlihat begitu kecewa.
Perutku sudah penuh.

“Semuanya telah di atur, silahkan ikuti saya.”

 

Kami di antar ke sebuah ruangan di dalam Istana.
Itu adalah sebuah ruang makan yang benar-benar di penuhi makanan. Ruangan itu memiliki perabot mewah dan ruangan itu tampaknya siap untuk pesta makan malam.

Jadi untuk hari pembukaan, kami memiliki pesta penjamuan hanya untuk keluarga kekaisaran, hari kedua adalah pesta untuk para bangsawan, dan untuk hari ketiga, sebuah pesta terbuka di alun-alun dimana semua orang dapat menghadirinya.

 

Itulah jadwalnya.
Karena aku ingin tahu tentang apa yang akan terjadi, aku bertanya kepada maid beberapa saat yang lalu.

Yang hadir hari ini hanyalah Yang Mulia Kaisar dan Ratu.
Ada beberapa pangeran dan tuan putri di kekaisaran ini, tapi mereka tidak dapat ikut tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Apakah itu tanda perhatian untuk kami atau itu hanyalah tindakan pencegahan? Aku tidak benar-benar tahu, tapi aku bersyukur.
Karena aku sangat gugup, aku dengan senang hati menyambut orang dalam jumlah kecil.

 

Yang Mulia telah menunggu kami.
Karena kami adalah tamu di pesta makan malam mereka, sudah sewajarnya bagi Yang Mulia yang mengundang kami untuk berada di sini lebih awal.

“Terimakasih banyak karena telah mengundang kami hari ini.”

Guruku memberi sapaan dan aku juga menundukkan kepalaku.

“Kesampingkan formalitas itu untuk malam ini, kemari dan duduklah.”

Kami duduk di kursi yang telah di siapkan dan mataku berhenti pada sang Ratu.
Apakah dia berumur hampir 30 tahun? Dia adalah seorang wanita cantik yang terlihat baik dengan rambut pirang dan mata biru.
Berdiri disamping Yang Mulia Kaisar, mereka akan menjadi sebuah lukisan yang menakjubkan, pria tampan dan wanita cantik…. Sungguh kombinasi yang curang.

 

“Dia adalah Ratu Natasha. Natasha, kamu sudah mengenal Sonia, bukan? Orang yang ada di sampingnya adalah Zest, Putra Menantu Sonia dan Calon Imperial Mage Peringkat Pertama.”

Dengan senyum menawan, dia membuka mulutnya untuk berbicara.

“Saya adalah Natasha. Sudah lama ya, Sonia-dono. Saya senang bertemu denganmu, Zest-dono. Dan apakah itu spirit-sama?”

(Tuan, apakah aku harus membungkuk?)

“Ini sudah cukup lama, Yang Mulia. Saya sangat minta maaf karena sudah berdiam diri dalam waktu yang lama.”

“Saya sangat senang bertemu dengan anda, Yang Mulia. Saya adalah Zest. Sekarang, kamu harus membungkuk.”

Spirit itu membungkukkan kepalanya dengan patuh.
Ya, dia sangat manis.
Hal kecil ini, seluruh perilakunya sangat menarik.

“Haha, karena hanya ada sedikit orang dalam pesta makan malam ini. Kamu dapat memanggilku Natasha. Spirit-sama benar-benar menggemaskan. Apakah dia bisa makan?”

(Tuan, Saya ingin makan.)

“Kamu ingin makan, begitu. Kalau begitu silahkan, Natasha-sama.”

 

Karena beberapa alasan, di samping Natasha-sama, satu set perlengkapan makan kecil telah di siapkan.

“Baiklah, spirit-sama. Ini sudah siap. Kemari dan makanlah.”

Kaisar wanita itu menonton spirit sambil menunjukkan wajah yang dipenuhi senyuman.
Spirit itu melirik ke arahku.
Aku mengangguk dan dia tersenyum lebar kemudian mulai makan.

“Wah, wah, bukankah dia imut?”

Ya. Natasha-sama sudah tertangkap oleh pesona spirit itu.
Aku akan membiarkannya saat ini.

“Sekarang, karena spirit-dono kelihatannya juga menikmatinya, bisakah kita mulai?”

 

Dengan begitu, pesta makan malam di mulai.

 

Aku akan jujur.

Itu sangat melelahkan.

Aku harus memperhatikan kecepatan makanku, karena membuat suara saat sedang makan akan terlihat tidak sopan.
Aku bahkan tidak bisa merasakan rasa makananku…..

Mau bagaimana lagi, bagaimanapun aku adalah orang jepang.
Aku hanya menggunakan garpu dan pisau ketika aku pergi ke restoran keluarga.

 

 

Ditengah pesta, Yang Mulia Kaisar juga telah tertangkap oleh pesona spirit itu, dan untungnya dia tidak lagi begitu waspada tentang hal itu.
Meski begitu, itu sangat melelahkan….. aku ingin mengambil sepotong daging dengan tangan kosong dan memakannya seperti itu…..

 

Setelah makan malam selesai, kami pindah keruangan yang terletak dekat dengan ruangan sebelumnya dan kami mulai bercakap-cakap sambil minum teh.

Itu sangat mengganggu.
Berbicara selama makan tidak diperbolehkan, aku sudah mengetahui itu. Hanya setelah berganti ruanganlah kami di ijinkan melakukan hal itu.

Aku sudah ingin melupakan percakapan yang terjadi di ruangan itu.

 

“Jadi, darimana spirit-dono berasal?”

“……. Sebuah buku harian tukar.”

Pffu.

Apakah Natasha-sama baru saja menyemburkan minumannya?

“Sebuah…. Sebuah buku harian tukar, katamu?”

Yang Mulia, kamu juga tidak bisa menerimanya, huh?

“Itu adalah sesuatu yang kamu dan Bea tulis setiap hari, benarkan, Zest?”

Guru, tolong tetap diam.

 

 

Pada akhirnya, aku berakhir di goda setengah mati pada subjek tentang Nona Muda.
Wajahku terasa sangat panas sampai-sampai aku merasa itu akan terbakar.

 

 

Sudah larut malam saat akhirnya aku dapat kembali ke kamar yang telah di siapkan untukku.

Mereka bahkan menyiapkan kasur untuk spirit kecil itu.
Para maid istana benar-benar serius pada pekerjaan mereka.

Pada saat aku naik ke tempat tidur yang empuk, aku langsung terserang rasa ngantuk.
Ah! Aku sudah ingin pulang ke rumah.
Oh! Kapan aku harus membeli souvenir?….

Aku akan memikirkannya besok….. Selamat malam….

 

 

“Zest-dono! Tolong bertandinglah dengan saya!! Zest-dono~!!!”

 

Bangun tidurku di pagi hari adalah yang terburuk…. Siapa sih itu?…… Pagi-pagi begini…..


[1] Penulis melakukan permainan kata menggunakan クビ(首)yang dapat berarti kepala/leher tapi juga bisa berarti dipecat (dari pekerjaan)

 

← PREV | Table of ContentsNEXT →

5 Comments Add yours

  1. david says:

    Natasha-sama , tante2 nge gali rahasia, zest ama beatrice.

    Like

  2. yuu says:

    Jadi judul novel dari buku harian tulis

    Like

Leave a Reply to yuu Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s