Stranger’s Handbook Chapter 35

Chapter 35 – Dalam Hati –  Seorang Prajurit Tak Di Kenal

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

“Oi, apakah kau sudah dengar? Ini tentang putra Komandan Ksatria.”

“Ya, aku sudah dengar. Apakah dia benar-benar menghabisi seluruh prajurit baru sendirian?”

“Kelihatannya begitu. Kali ini dia akan berlatih dengan kita, prajurit reguler.”

 

Di dalam kafetaria Pasukan Frontier Count, berlangsung bercakapan itu.
Bukan hanya mereka bertiga, tetapi seluruh prajurit sedang heboh, membicarakan hal yang sama.

Latihan mereka tidak biasa.

Ketika berbicara tentang pelatihan reguler, bagaimana menurutmu jika seorang bangsawan terluka?
Jawabannya sederhana.
Dalam kasus terbaik kau akan di penjara, dalam kasus terburuk akan berarti hukuman mati.

Itu adalah pemikiran umum yang tersebar di dunia ini dimana hidup rakyat biasa cukup dipertimbangkan.

Lalu, apakah mereka membicarakan hal itu karena rasa takut?
Jawabannya adalah: Kau akan paham setelah kau mengetahui tentang tradisi unik yang dimiliki Pasukan Frontier Count.

 

“Kita mungkin harus pergi sekarang, bro.”
“Benar, jika kita terlambat. Kita akan memiliki waktu yang sulit.”

Para prajurit reguler, yang juga di kenal sebagai ‘Ksatria Hitam’ hendak pergi ke lapangan pelatihan.

 

 

Diantara 5000 prajurit yang ada di Pasukan Frontier Count, hanya 500 yang disebut Ksatria Hitam.
Kau mungkin berpikir bahwa ternyata itu sangat banyak?
Atau mungkin terlalu sedikit?

Setiap tahun, 500 rakyat biasa yang ingin masuk kedalam sebuah pasukan akan di pilih dan dilatih sampai jumlah itu berkurang.
Dan ke 500 orang itu akan benar-benar di bully selama setengah tahun.
Mereka harus berlatih bahkan saat sedang makan, atau tiba-tiba di bangunkan di malam hari untuk latihan serangan nokturnal.
Jika di antara mereka ada yang roboh, orang lain yang menjalani pelatihan pertolongan pertama akan merawat mereka, kemudian kembali melakukan pelatihan reguler.

Namun, jika kau bilang bahwa kau ingin keluar, kau dapat dengan mudah kembali ke gaya hidupmu yang biasa.
Mereka tidak akan mengejar orang-orang yang pergi.

 

Jumlah mereka akan berkurang separuh hanya dalam seminggu, dan dalam sebulan, hanya ada 100 orang yang tersisa.
Kenyataannya, jika ada 10 orang yang dapat bertahan selama setengah tahun, itu sudah dikatakan sangat banyak.

Hanya setelah seseorang mampu bertahan dari latihan keras itu, orang tersebut akan diterima kedalam Pasukan Frontier Count.

Ke 5000 orang itu semuanya akan menjalani pelatihan yang kejam.
Dan di antara mereka, hanya seseorang yang berbakatlah yang di panggil Ksatria Hitam.

Dan para Ksatria Hitam itu memiliki sebuah peraturan yang sangat sederhana untuk pelatihan mereka.
‘Selama latihan, tidak ada perbedaan status’.
Hanya itu.

Itulah sebabnya mengapa tidak banyak bangsawan yang ingin menjadi Ksatria Hitam.
Mereka tentu saja dapat mendaftarkan diri sebagai Ksatria Hitam tanpa harus melakukan pelatihan awal yang kejam.

Namun, mereka akan sepenuhnya dihancurkan selama pelatihan reguler.
Balas dendam juga dilarang.
Jika dengan suatu cara sebuah kasus balas dendam di temukan, orang yang melakukannya dan seluruh keluarganya akan di hapuskan.
Komandan Ksatria Hitam dan Ksatria Hitam yang lain akan menjalankan tugas itu dan menjadi algojo.

 

Tentu saja, para bangsawan mendapatkan perlakuan khusus bahkan di dalam wilayah yang di kuasai Frontier Count, tapi setelah seorang bangsawan menjadi seorang Ksatria Hitam, dia tidak akan bisa mendapatkan perlakuan khusus itu lagi.

Itu saja, membuat para warga mengagumi para Ksatria yang mengenakan Perlengkapan Hitam dan itu juga menjadi sumber kebanggaan milik para prajurit elite.
Bahkan seorang warga biasa dapat memperoleh hak istimewa seperti yang dimiliki Bangsawan rata-rata.
Oleh karena itu, seluruh pria yang hidup di wilayah Frontier Count, memiliki impian untuk menjadi seorang Ksatria Hitam dan menaikan status sosial yang mereka miliki.

 

 

Dan para Ksatria Hitam itu sedang tidak sabar menunggu putra Komandan Ksatria yang banyak di bicarakan untuk bergabung dalam pelatihan mereka.

Hanya ada satu hal yang mereka pikirkan.

 

‘Kami akan menyambutnya jika dia kuat. Jika dia lemah, kami akan sepenuhnya menghancurkannya dan mengeluarkannya.’

 

Dan kemudian, orang yang dimaksud menunjukkan diri…..

 

 

 

“Apa, kulihat kalian sudah menarik pedang kalian? Itu bagus karena kalian serius mengenai hal ini sih. Oh ya, kalian dapat menggunakan senjata apapun yang kalian kuasai. Tombak, kapak, gunakan apapun yang kalian suka. Jika kalian tidak mati, aku pasti akan menyembuhkan kalian, jadi jangan ragu untuk menyerangku.”

 

Pria lembut itu tersenyum dan mempersiapkan kuda-kudanya sambil mengatakan hal itu.

Salah satu ksatria hitam yang marah menyerang dan hendak menebas menggunakan pedangnya, tapi tangannya terpotong dan terbang ke udara.
Semua orang yang ada di sekitarnya mulai panik…. Tangannya menghilang, hanya dengan seperti itu.

Menakutkan.
Apakah mereka takut karena mungkin mereka akan terbunuh? Tidak, itu agak berbeda.
Mereka takut karena mungkin tidak dapat bertarung sebagai seorang prajurit lagi.

“Apakah ini benar-benar berakhir setelah satu tanganmu terpotong? Bodoh, apakah tanganmu yang satunya Cuma hiasan? Kakimu juga masih terpasang dengan baik. Jika kalian semua berlari dan menyerangku seperti ini, kalian hanya akan memberiku kesempatan untuk menjatuhkan beberapa rekan kalian. Mulai lagi.”

Kata pria yang terlihat lembut itu sambil memegang sebuah lengan. Sesaat kemudian, lengan milik prajurit itu benar-benar disembuhkan.

“Meskipun ada batasan pada apa yang bisa kulakukan menggunakan sihir, Aku sudah mengatakan pada kalian bahwa selama kalian tidak mati, aku dapat kembali menyembuhkan kalian. Sekarang, serang aku lagi.”

Pria itu mengatakan hal itu dan tersenyum.

Seseorang yang lembut? Tentu saja tidak! Pria ini adalah seorang monster.

Seorang monster yang ingin kami jadikan pimpinan, pikir para ksatria.

“Hahaha, ini adalah pelatihan terbaik! Oi, kepung dia! Kau membiarkan dia tersenyum seperti itu dan kau masih berani memanggil dirimu Ksatria Hitam!?”

Para Ksatria Hitam itu menunjukkan senyum maniak perang.
Karena mereka juga tidak benar-benar berfungsi seperti manusia normal, mereka akhirnya mengakui pria yang mirip monster itu.

Mereka semua menunjukkan senyum di wajahnya dan mengerahkan seluruh kemampuan mereka dalam pelatihan ini.

Ketika monster itu melihat hal ini, dia juga tersenyum dengan cara yang sama…..

 

 

 

“””””Cheers!!!”””””

 

 

 

Para maniak bertarung itu sedang berpesta di bar.

 

“Wow, Zest-sama, anda benar-benar kuat! Saya tiga kali kehilangan tangan saya, anda tahu!”

“Hahaha, serangan kalian terlalu jelas dan terlalu biasa. Kalian harus lebih memikirkan serangan yang akan kalian lakukan.”

“Kelihatannya Zest-sama terbiasa bertarung menggunakan tombak.”

“Yah, bagaimanapun aku di ajari oleh Komandan Divisi Ksatria dan Komandan Divisi Sihir!”

“””……. Sialan………”””

“…… Kalian semua terlihat seperti hal-hal yang lucu dibandingkan mereka berdua.”

“Itu pasti benar……” “Mereka berdua, huh?…..” “Aku tidak akan bisa melawan mereka berdua…..” “Itu pasti sebuah neraka…..”

Para ksatria itu berbicara dengan gembira.

“Baiklah, semuanya akan baik-baik saja setelah kalian terbiasa dengannya! Bagaimanapun, kesampingkan semua formalitas, semuanya, makan dan minumlah sesuka kalian!”

“”””Terimakasih!””””

 

 

Setelah melakukan pelatihan seperti itu dan melakukan pesta minum berkali-kali, para prajurit mulai mengakui monster itu sebagai bos mereka.
Namun, alasan yang meyakinkan mereka adalah sesuatu yang berbeda….

 

 

 

“Zest-sama, aku tidak haus. Aku penasaran, apakah kamu paham? Seperti yang kuduga, aku lebih baik jalan-jalan sendirian.”

“Hahaha, kamu benar-benar manis, Bea. Lihat, mereka menjual biskuit di sebelah sana! Apakah kamu mau beberapa?”

 

 

“Wow, hebat. Dia mengawal Nona Muda yang terlihat tidak menyenangkan itu….”

“Hei! Bagian mana yang manis dari wajah semacam itu?”

“Ya, Nona Muda itu, dia jelas-jelas sedang marah…..”

 

“Astagfirullah! Dia membelai rambut milik Nona Muda itu!?”

“Hii! Nona Muda itu terlihat menakutkan!!”

“Dia… dia akan di bunuh!”

 

“Seperti yang ku duga, pria itu menakjubkan.”

“Ya, tidak ada yang bisa menyentuh Nona Muda itu tanpa nyali yang kuat.”

“Dan lagi. Menurut gosip para maid, mereka bertemu setiap hari.”

“”Jadi dia melakukan hal itu itu setiap hari???””

 

Itu adalah alasan sebenarnya mengapa para Ksatria Hitam mengakuinya.
Hal itu masih belum diketahui, tapi alasan untuk persetujuan mereka sebenarnya adalah hasil dari mengintip kencan yang dia lakukan bersama dengan Nona Muda itu….

 

 

Setelah beberapa tahun, para ksatria hitam mengeluarkan seluruh keberanian mereka untuk mengatakan apa yang mereka pikirkan menganai hal itu, dan pria itu membalas:

“Apa? Bea sebenarnya sangat patuh dan manis. Pergi berkencan dengannya adalah sebuah berkah. Aku tidak masalah melakukan itu setiap hari.”

Dia minum dan berbicara seperti itu adalah hal yang biasa, tapi para ksatria mendapatkan rasa takut yang tak perlu dan sekali lagi bersumpah setia kepadanya.

 

← PREV | Table of ContentsNEXT →

4 Comments Add yours

  1. david says:

    Ya..ya.ya kali ini para ksatria yg di kasih peran.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s