Stranger’s Handbook Chapter 34

Chapter 34 – Pertemuan Rahasia Dengan Kaisar

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

“Baiklah, Zest. Aku juga akan menghadiahi pencapaianmu.”

 

Aula pertemuan itu telah kehilangan separuh orangnya.
Dan ketika kebisingan itu akhirnya mereda, itulah yang dikatakan Yang Mulia kepadaku.

Sebuah pencapaian besar yang belum pernah terlihat selama 300 tahun.
Karena aku berhasil melakukan spiritification, rencana untuk pesta besar sudah mulai dilaksanakan, tapi sebelum itu, agar situasinya tersimpulkan dengan benar, aku juga harus dihadiahi, kelihatannya.

“Terimakasih, Yang Mulia. Saya sangat berterimakasih atas pujian anda.”

Kaisar mengangguk dengan puas.

“Tunggulah. Nanti, aku akan mengumumkannya pada saat upacara negara, ketika aku menunjukkan wajahmu kepada warga, di teras istana.”

Ah! Aku harus memikirkan hal itu saat ini, jadi tunggu sebentar….. Apakah itu maksudnya? Pencapaian ini terlalu besar jadi dia harus berkonsultasi dengan warganya terlebih dahulu, sebelum memutuskan hadiah yang cocok, atau itulah yang kupikirkan.

“Sesuai keinginan anda, Yang Mulia.”

Setelah Kaisar pergi, Perdana Menteri menghampiri kami.

“Kalian berdua, Yang Mulia ingin bertemu dengan kalian secara pribadi. Silahkan ikuti saya.”

Jadi dia memiliki sesuatu yang ingin dikatakan tapi tidak bisa dikatakan di aula pertemuan, oleh karena itu dia meminta pertemuan rahasia, huh?

“Baiklah. Ayo, Zest.”

“Baik, Ayah.”

 

Bagaimanapun, tidak ada pilihan lain selain menerimanya.
Aku membuat buku harian tukar itu duduk di bahuku lagi dan mengikuti Perdana Menteri.

 

Koridor istana itu saat ini seperti medan perang.
Dengan panduan Perdana Menteri, kami memiliki akses istimewa, namun para maid dan prajurit sedang sibuk datang dan pergi, kegemparan yang tidak masuk akal bergema di dalam istana yang seharusnya tenang ini.

“Kami kekurangan pekerja di aula pertemuan. Kalian berlima, pergi bersamaku.” “Aku memanggil para maid yang sedang mengambil libur!” “Pergi ke kota dan beli beberapa sake. Cepat!”

 

Ya, itu adalah medan perang… Aku benar-benar minta maaf karena telah menyebabkan hal ini.

 

Buku harian tukar sedang memegang dan menarik rambutku saat kami tiba di depan ruangan yang di maksud.
Perdana Menteri membuka pintu dan masuk kedalam ruangan itu.

Itu terlihat seperti ruang dewan.
Itu hanya memiliki sebuah meja besar dan beberapa kursi, dan kami duduk di tempat yang Perdana Menteri tunjuk.

Menunggu di sudut ruangan adalah seorang maid tua…. Salah, maid muda, yang mulai menyiapkan teh.
Dia menatap tajam ke arahku sekilas dan aku merasa seperti dia dapat membaca pikiranku. Rasanya mengerikan…..

Perdana Menteri menunggunya menyelesaikan persiapan kemudian membuka mulutnya untuk berbicara.

“Baiklah, lama tidak bertemu, Sonia-dono. Saya rasa Zest-dono bahkan belum mengetahui nama saya, jadi biarkan saya memperkenalkan diri… Nama saya adalah Ark dan saya bekerja sebagai Perdana Menteri. Anda dapat memanggil saya Perdana Menteri atau Perdana Menteri Ark.”

“Saya Zest. Senang berkenalan dengan anda.”

“Aku berdiri dan membungkuk.

“Ah, Anda dapat duduk. Dan anda tahu….”

 

‘Bang’

Pintu ruangan itu terbuka secara heroik dan Kaisar masuk kedalam ruangan.

“Aku membuat kalian menunggu. Kalian semua sudah datang.”

Kami berdiri sekali lagi dan membungkuk.

“Tidak masalah. Duduklah dengan nyaman. Karena akulah yang meminta pertemuan pribadi ini.”

Dia bergegas menuju di kursi kehormatan, duduk di kursi dan melambaikan tangannya.
Kami juga kembali duduk, Dia meminum sedikit teh hitam dan memutar kepalanya untuk melihat kami.

“Oh! Apakah Spirit-dono juga ingin minum sesuatu? Zest, apa yang dia sukai?”

(Tuan, Saya ingin minum itu.)

“Ya, kelihatannya dia tertarik dengan air buah itu.”

 

Aku merasa malu, tapi aku menjawabnya dengan tegas.
Spirit-dono?…… Hanya Kaisar-lah yang memanggilnya seperti itu.

Maid itu menyiapkan sebuah cangkir kecil dan buku harian tukar itu mulai meneguk minumannya.

Buku harian tukar sedang meminum jus.
Bahkan jika aku mengatakan itu sendiri, itu hanya terdengar seperti ucapan orang gila.

 

“Bagus. Sekarang setelah aku melihatnya dari dekat, tidak diragukan lagi dia adalah seorang spirit. Sungguh Sonia, kamu membawakan souvenir yang benar-benar mengejutkan untukku.”

Yang Mulia menatap buku harian tukar, dan tersenyum kecut.

“Itu benar, Yang Mulia. Namun, dia baru saja lahir tadi malam, kami benar-benar tidak berniat untuk….”

“Aku tahu, ini bukanlah sesuatu yang dapat kamu rencanakan. Sebaliknya, ini adalah perkembangan yang benar, karena ini akan ditetapkan bersamaan dengan hadiah dan debut Zest.”

Oh, benar. Memang, sebagai dinding yang melindungi Kekaisaran, Keluarga Frontier Count sangat diperlukan.
Dibandingkan dengan orang-orang seperti babi bangsawan yang menyebabkan masalah yang tidak perlu, Aku, yang telah diterima kedalam Keluarga Frontier Count, lebih layak untuk memperdalam hubungan dengan keluarga kami. Jadi ini adalah niat tersembunyi, huh?

“Saya paham. Saya putra dari Keluarga Gaius dan suami masa depan di Keluarga Frontier Count. Dan yang terpenting, perisai milik Kekaisaran.”
‘Bagaimanapun, kau sudah memeriksa latar belakangku, kan? Namun, saat ini aku juga merupakan seorang bangsawan, aku tidak berniat melawan Kekaisaran, kau tahu.”

Itu adalah arti dari kata yang ku-ucapkan.

Kaisar dan Perdana Menteri tersenyum lebar dan mengangguk.

“Seperti yang di harapkan dari suami yang diakui Frontier Count.”

“Jika dia seperti ini, maka semuanya akan baik-baik saja. Dia kelihatannya juga memahami cara kerja bangsawan.”

 

Apa yang dapat aku rasakan adalah firasat buruk, tapi aku tidak berani bertanya lebih lanjut.
Kau akan lebih bahagia di dunia ini ketika kau tidak mengetahui banyak hal. Itu adalah sebuah fakta.

Aku dengan lembut mengusap rambut buku harian tukar dan pura-pura tidak peduli.
Haha, hal ini benar-benar manis….. Dia begitu penurut, meskipun dia terlihat sama persis dengan Nona Muda itu.
Aku dengan bebas mengagumi buku harian tukar ini.

Namun, pada akhirnya aku hanya mencoba untuk lari dari kenyataan.

Guruku, yang menyaksikan pemandangan ini, menunjukkan wajah yang dipenuhi senyuman. Apakah dia mengingat masa kecil Nona Muda atau sejenisnya?

“Haha, Zest, kamu benar-benar sesuatu. Jadi, kamu membawa spirit itu ke titik ini?”

……Apa?

“Kamu benar-benar memainkan kartumu dengan cara yang berani, mungkin karena kamu masih muda, Tapi kamu sungguh berani. Yang Mulia, saya pikir semuanya akan baik-baik saja.”

……. Apa yang kalian bicarakan?

 

“Ah! Kamu menenangkan dirimu dan membawa spirit itu untuk sedikit mengancam kami. Kamu sungguh orang licik.”

 

…….. semuanya, apa yang sebenarnya sedang kalian bicarakan, sambil menunjukkan senyum menakutkan itu?

 

 

 

“Aku sudah memutuskan! Zest, aku akan memberimu gelar Imperial Mage Peringkat Pertama.”

 

 

 

Aku tidak mengerti apa yang kau katakan.

Mungkin akan lebih baik untuk mengatakan kalimat itu dengan keras, tapi aku menelannya dalam-dalam dan terus mengusap rambut milik buku harian tukar.

 

← PREV | Table of ContentsNEXT →

5 Comments Add yours

  1. Kemas says:

    Keren, comedy ny dapat banget

    Like

  2. david says:

    Walah, lngsng dpt gelar rank 1 imperial mage. truss tuh buku harian tukar kg dibaca lalu d bls. Bnr2 ane msh tanda tanya alasan zest d pngl ke dunia lain ?

    Like

Leave a Reply to Kemas Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s