Stranger’s Handbook Chapter 31

Chapter 31 – Kedatangan

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

“Kepalaku sakit… Zest, bisakah kamu menyembuhkan mabuk?”

Aku bisa, tapi aku tidak mau, guru.

“Alkohol dapat di anggap sebagai obat yang bagus ketika di konsumsi dalam jumlah yang tepat. Itu akan sangat sulit untuk disembuhkan dengan sihir, bukan?”

“Itu mungkin benar…. Ah! Aku merasa begitu sakit…..”

 

Ayah bodohku, yang tidak mengingat apapun tentang penjamuan kemarin, dan aku sedang terguncang-guncang di dalam kereta.

Guruku sangat lemah terhadap alkohol.
Itu bukan berarti dia sama sekali tidak dapat meminumnya, tapi setelah dua gelas wine, jika dia meminum gelas ketiga, dia akan sangat mabuk.
Selain itu, ketika dia sampai di titik itu, dia bahkan akan melupakan apapun yang telah dia katakan atau lakukan, dia menjadi tidak terkendali.

Bener-bener deh…. Kemarin, dia tidak hanya membicarakan tentang tahi lalat milik Nona Muda, tapi juga tentang kapan tepatnya dada Nona Muda tumbuh besar, hanya untuk memberikan serangan terakhir bagiku.

‘Zest, apakah kamu tahu? Meskipun Bea terlihat langsing dalam balutan pakaian, dadanya sangat menakjubkan. Ada rumor di antara para maid yang mengatakan bahwa dadanya sangat lembut dan kenyal dan memiliki bau yang sangat harum, kamu tahu? Sungguh bagus…. Itu lembut. Jadi, bagaimana pendapat pertamamu?’

Kau pikir aku mengetahuinya, kami masih belum…. Namun, rumor seperti apa yang kau dengar tentang putrimu, dasar Ayah bodoh.

 

Seorang ksatria hitam tersipu malu dan aku menginjak kakinya.
Guru, kau terlalu banyak bicara.

Dia mungkin telah berada dalam banyak tekanan… Ayah mertua-ku yang malang… Apakah aku juga akan seperti ini di masa depan?
Bagaimanapun aku adalah putra menantunya…..

Sambil menatap putra menantu malang lainnya, perjalanan kami terus berjalan tanpa gangguan.

 

 

“Selamat datang di Ibukota Kekaisaran. Permisi, tapi saya harus mengetahui nama keluarga anda.”

“Kami dari Keluarga Frontier Count Varnam. Didalam kereta ini ada Komandan Divisi Sihir Sonia dan Zest-dono.”

Oh, kami sampai…. Karena kemarin aku sama sekali tidak tidur, aku melamun dan aku bahkan tidak menyadarinya.
Guru sedang tertidur pulas, seperti yang dapat diduga.

“Terimakasih. Bagaimana dengan prajurit yang tertangkap ini?”

“Orang-orang ini….”

Albert menjelaskan situasinya.
Aku menyerahkannya kepadanya, aku masih mengantuk dan aku benar-benar tidak ingin di ganggu.

“Budak!? Saya tidak mempercayainya….. Mereka adalah aib bagi prajurit Kekaisaran!”

Penjaga gerbang itu menatap para prajurit yang ditangkap.
Yah, biasanya, orang akan marah.

Setelah dia selesai menjelaskan, Albert menyerahkan para prajurit itu.
Mereka dipukuli sambil dibawah ke tahanan, tapi, yah, itu sekarang adalah masalah milik Kekaisaran, itu tidak ada urusannya denganku.
Itu benar-benar tidak dapat di hindari, orang-orang itu mencoba melakukan sesuatu yang terlalu tidak dapat di terima.

Kami mengucapkan perpisahan kepada para petualang di sini.
Mereka sangat tidak beruntung…. Namun, ini berakhir dengan aman. Apakah mereka termasuk beruntung atau tidak beruntung…..?

“Zest-sama, terimakasih banyak. Kami tidak akan pernah melupakan kebaikan anda…”

“Jangan pikirkan hal itu, selain itu, jika kalian mengatakan hal seperti itu kepada seorang bangsawan, dia akan benar-benar membawa pergi kalian, tahu? Mengatakan terimakasih sudah lebih dari cukup.”

Aku telah memutuskan, aku telah memantapkan pikiranku tentang hal ini.
Karena beberapa alasan, wanita itu sedang menatap Albert.

Aku akan membuat latihannya dua kali lebih berat, Albert ‘tampan’ itu…..

 

Setelah mereka membungkuk kepada kami beberapa kali, para petualang itu mengikuti para prajurit.
Mereka akan di investigasi, tapi aku yakin itu akan selesai sore nanti.

Dengan ini urusan kami telah selesai. Ayo kita masuk kedalam kota!

 

“Baiklah, Ayah mertuaku saat ini sedang istirahat. Apakah kalian juga ingin memeriksa bagian dalam kereta?”

Aku menatap penjaga gerbang dan mengatakan hal itu kepadanya.
Itu memang terlihat seperti aku sedang bertanya padanya, tapi, faktanya, tidak.

‘Kami adalah Keluarga Frontier Count. Biarkan kami memasuki kota, kami lelah.’

Itulah makna dari kalimat sebelumnya.
Dan dengan begitu, karena penjaga gerbang itu adalah prajurit yang bagus, jawabannya adalah:

“Terimakasih, tapi itu tidak perlu. Kalian dapat lewat.”

Sesuatu seperti ini.

Jika dia tetap ingin memeriksa kereta:
‘Kau tidak mempercayai Keluarga Frontier Count? Maka matilah!’
Itu akan berubah menjadi seperti itu.

Menjadi seorang bangsawan benar-benar menakutkan.

 

Kereta yang berderak itu kembali berjalan.

Akhirnya, Ibukota Kekaisaran. Untuk saat ini, aku hanya akan memberitahu Istana tentang kedatangan kami dan menunggu perintah selanjutnya.
Keluarga Frontier Count memiliki kediaman disini, jadi aku akan menunggu disana.

 

Kami melewati gerbang besar dan memasuki kota.

 

Ini menakjubkan. Aku berakhir melihat sekeliling dengan bersemangat.
Ini benar-benar sebuah kota yang pantas di panggil Ibukota Kekaisaran.
Kota ini sangat luas dan terawat dengan indah, sama seperti ikan scorpion yang besar, merah, dan terletak jauh di dalam air.

Dan karena jumlah orang yang sangat banyak, Aku hampir lupa bahwa aku sedang berada di dunia lain.
Suasana agak tenang yang kurasakan sampai sekarang, telah sepenuhnya hilang di kota ini.
Aku benar-benar datang ke sebuah kota….. Aku merasakan itu dengan kuat.

Aku entah bagaimana merindukan hiruk-pikuk ini, hal ini mengingatkanku dengan Jepang.
Akan sangat bagus jika aku bisa berjalan-jalan di kota ini sebelum kembali pulang.

 

 

Kediaman kami terletak sangat dekat dengan Istana…. Di sebuah sudut dimana banyak kediaman bangsawan yang berjajar. Tempat itu di rawat dengan indah oleh sekelompok maid eksklusif dan kelihatannya dapat digunakan setiap saat.
Itu pasti memerlukan banyak uang, dan itu agak sia-sia.
Bagaimanapun tempat ini hanya sesekali di gunakan… Namun, ini juga merupakan salah satu cara bagi bangsawan untuk pamer.

 

Aku memberikan perintah untuk memberitahu Istana tentang kedatangan kami dan masuk kedalam mansion itu.
Aku memberitahu para pelayan bahwa aku akan istirahat di kamarku sampai waktu makan malam, dan aku mengambil tidur siang.
Aku tidak terbiasa begadang….. Bagaimanapun aku adalah pria paruh baya, kamu harus memaafkanku.

Ngomong-ngomong, guru kelihatannya juga tidur.
Itulah sebabnya tidak masalah jika aku melakukan hal yang sama. Aku harus berterimakasih pada guruku yang mabuk.

 

 

Sudah agak lama sejak aku tidur di kasur yang empuk.
Aku segera memasuki dunia mimpi.

 

 

 

Aku entah bagaimana mendengar seseorang mengetuk pintu kamarku dan seorang maid memanggilku.

“Zest-sama, persiapan makan malam telah selesai.”

“Baik.”

 

 

 

Maafkan aku karena saat ini terlihat tidak bisa bersosialisai.
Itu karena buku harian tukar itu sedang melayang didepanku…..

 

Aku mengerti, aku harus menulis sesuatu di dalamnya.

 

← PREV | Table of ContentsNEXT →

3 Comments Add yours

  1. david says:

    Wah, grimoire lg.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s