Stranger’s Handbook Chapter 30

Chapter 30 – Munculnya Para Bandit

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

“He he he, ada apa, wahai para ksatria…. Kalian terlalu terkejut untuk mengatakan sesuatu? Haa?”

 

Itu benar. Kami benar-benar terlalu terkejut untuk mengatakan sesuatu.

Apa yang kami lihat adalah sekelompok bandit berjumlah hampir 30 orang.
Biasanya ini akan di anggap sebagai ancaman, karena jumlahnya tiga kali lipat lebih banyak dari pada kami.

“Kalian juga punya wanita! Kami beruntung hari ini. Oi! Tinggalkan wanita dan armor kalian dan menyingkir dari pandanganku, bocah bangsawan.”

Para bandit itu tersenyum mengejek.

Ada apa dengan orang-orang ini?…. Kenapa mereka begitu percaya diri ketika melawan para ksatria? Apakah ada sesuatu yang tidak kusadari?

“Apakah otak kalian sudah pindah ke dengkul? Apa yang kalian rencanakan, membuat tentara menjadi musuh kalian?”

Albert berteriak.
Dia menyiapkan tombaknya tanpa menunjukkan satu celah pun; para ksatria hitam mengikuti dirinya dan juga bersiap untuk bertempur.
Mereka tidak boleh menunjukkan kelemahan bahkan saat melawan sekelompok bandit.
Biasanya mereka bertarung dengan guruku atau ayah angkatku…. Komandan Ksatria, dan bahkan dalam keadaan seperti ini orang-orang ini dengan senang bertempur melawan mereka, mereka semua benar-benar maniak perang…. Urm, elite, ya, mereka adalah elite

Namun, mereka sepertinya dipandang dengan berbeda oleh para bandit.

“Haaa! Setelah perang berakhir, saat ini tentara hanya berisi bocah bangsawan lemah. Lihat, jangan mencoba sommbong, dan pergi sebelum kalian melukai diri sendiri.”

Saat salah satu bandit mengatakan hal itu, bandit lainnya mendekati Albert, dan berakhir dengan ditusuk sampai mati.
Lehernya ditebas dan dia roboh meninggalkan kabut darah.

“Apa-apaan ini?”

Albert-lah yang menggumamkan hal itu.
Ketika para bandit melihat rekan mereka menjadi mayat dalam sekejap, mereka bahkan tidak bisa bereaksi.

“Kalian selemah ini dan masih berani menantang kami?”

Dia kembali bergumam kepada dirinya sendiri dan membunuh dua bandit lain yang terletak di dekatnya.
Setelah itu, para bandit akhirnya tersadar.

Orang-orang itu berbeda dari pasukan biasa…. Apakah kami menantang kelompok yang sangat kuat? Itulah yang mereka pikirkan.

Akhirnya, mereka mempersiapkan senjata mereka, merendahkan punggung mereka dan bersiap untuk bertempur, dan meskipun mereka mulai berteriak dengan marah dan mengancam, itu sudah terlalu terlambat bagi mereka.

“Jangan membodohi diri kalian sendiri, dasar goblok! Ini merupakan sebuah hinaan karena berani menantang Pasukan Frontier Count dengan skill seperti ini! Semuanya, jangan biarkan satupun orang bodoh ini hidup!”

Tergerak oleh kemarahan Albert, para ksatria hitam mulai bergerak secara bersamaan.
Itu tidak masalah apakah para bandit mengacungkan senjata mereka atau melarikan diri.

Ini adalah pembantaian satu sisi.

Para ksatria hitam, termasuk Albert, memiliki pemikiran yang sangat mudah dipahami.
Mereka menikmati status sebagai yang paling elite diantara seluruh prajurit yang ada di Kekaisaran, jadi bagi mereka, kebanggaan adalah sesuatu yang berharga.

‘Sebagai perisai Kekaisaran, Pasukan Frontier Count dan para prajuritnya tidak pernah boleh dikalahkan. Pasukan musuh adalah lawan pertama dan terakhir yang kalian hadapi. Kekalahan Pasukan Frontier Count berarti kekalahan Kekaisaran.’

Setelah kamu masuk ke pasukan ini, itu adalah apa yang akan paling pertama kamu pelajari, setelah itu kamu dilatih secara menyeluruh.

Itu juga berlaku bagi para bangsawan.
Bahkan bangsawan peringkat tinggi dari garis keturunan dan keluarga terhormat, setelah dia masuk ke Pasukan Frontier Count statusnya itu tidak akan berarti apapun.

Bangsawan bukan merupakan prajurit, rakyat biasa merupakan prajurit.
Hal-hal seperti itulah yang banyak terjadi di seluruh wilayah Frontier Count.

Bocah bangsawan yang orang-orang ini sebutkan tadi, yang bahkan tidak dapat bertahan setengah hari dan berakhir dengan melarikan diri dari kematian, situasi ini bagi para prajurit di Pasukan Frontier Count adalah latihan harian.
Pasukan Ibukota Kekaisaran benar-benar telah menjadi tumpul….

 

Guruku dan aku sedang berada di dalam kereta memikirkan tentang hal itu, ketika salah satu bandit yang masih bertahan mendekati kami.
Seorang sandera?….. Cara berpikir kalian benar-benar tidak buruk…..

Aku meninggalkan kereta, sikapku berubah dari suasana hati yang menyedihkan ke suasana hati yang menyenangkan….. dan aku mendekati kelompok bandit itu layaknya seorang predator yang mendekati mangsanya.

Aku melambaikan tanganku untuk menghentikan para ksatria hitam yang bergerak ke arahku untuk memberikan perlindungan.

“Dia adalah bos mereka! Ambil dia sebagai seorang sandera, cepat!”

Seseorang dari kelompok bandit yang telah menyusut berteriak.

Hanya dua?…. sangat sedikit.

Seorang bandit membawa kapak di bahu kanannya dan mendekatiku dengan ceroboh ketika aku mencabut pedangku dan menebasnya dari bawah sampai lehernya.
Kepalanya yang terpotong bergulir di tanah, wajahnya tampak tercengang.

Satu yang lain sedang datang dan menebas, mengincar kakiku.
Aku mengayunkan pedangku dengan lintasan diagonal dari atas dan memotong tangannya.
Orang ini secara naluriah menekan lukanya dengan tangan satunya, sama sekali tidak menyadari lehernya telah kehilangan kepala yang ada di atasnya.

Mengincarku dengan ceroboh adalah ide yang buruk…. Aku tidak pernah ragu untuk membunuh musuhku sebelum mereka mencoba membunuhku.
Selain itu……

 

“Tidak mungkin aku, pemimpin dari Ksatria Hitam, begitu lemah.”

 

Aku sangat takjub dengan kebodohan mereka dan bergumam pada diriku sendiri.

“Zest-dono, kami juga sudah selesai. Saya minta maaf karena telah merepotkan anda.”

Albert menundukkan kepalanya.

“Tidak masalah, aku tidak memikirkannya. Kuharap, para maid dan petualang tidak terluka, kan?””

Para ksatria tidak akan pernah terluka melawan lawan yang lemah, jadi tidak ada gunanya bertanya kepada mereka.

“Ya pak! Tidak ada luka yang diterima.”

Bagus.
Wajah para petualang terlihat buruk…. Kurasa mereka tidak terbiasa melihat orang mati.

“Baiklah, ayo kita berangkat. Lemparkan mayat ini ke suatu tempat.”

Para ksatria hitam membuat persiapan dengan sangat cepat.
Para petualang juga membantu, dan itu membuatku merasa bersyukur.

Namun, ini adalah buang-buang waktu yang tidak perlu…. Ayo pergi ke desa dengan cepat dan beristirahat.

 

Dan kemudian, kami tiba di desa pada malam hari di hari yang sama.
Kami tiba disini jauh lebih lambat dari yang kami rencanakan, jadi aku merasa lelah.
Aku hanya ingin minum dan melupakan hal itu…..

 

Pesta penjamuan kembali di gelar.
Ini juga merupakan bagian dari ‘pekerjaan’ ku dan penting untuk menjaga otoritas Keluarga Frontier Count.
Bener-bener deh, menjadi bangsawan itu benar-benar sulit.

 

Aku benar-benar membutuhkan minuman.

“””””Cheers!”””””

“Semuanya, hari ini kalian di izinkan untuk makan dan minum sepuasnya!”

“Ya!” “Zest-sama, ayo beli beberapa sake dari Ibukota Kekaisaran saat kita pulang!” “Ah! Aku juga menginginkan beberapa kue.”

“Baiklah, serahkan padaku. Bagaimanapun ini adalah perjalanan panjang yang sidah di tunggu-tunggu. Kesampingkan masalah itu, dan minumlah!”

“Zest-sama, sake ini benar-benar enak!”
“Oh, Kepala Desa! Apakah kamu menyukainya? Kami masih punya banyak.”

“Zest-dono! Saya paling suka dengan daging!”
“Albert, diamlah! Aku sudah mendengar hal itu berkali-kali!”

“Hei Zest, Bea memiliki sebuah….. tahi lalat di pantat kanannya dan….”

 

“Si… siapa orang bodoh yang memberikan minuman kepada guruku??”

 

Ini adalah pekerjaanku…. Ini adalah pekerjaanku sebagai seorang bangsawan…..

 

 

Hal-hal lain terjadi pada malam itu, tapi tidak ada yang terlalu bermasalah.
Apa yang tersisa saat ini adalah bertemu dengan Kaisar, membeli beberapa souvenir dan kembali kerumah dengan cepat.

Penjamuan yang menyenangkan itu berakhir dan aku pergi tidur.

 

 

 

Tiba-tiba, aku sadar untuk mempertimbangkan beberapa hal.

Diantara para petualang yang kami selamatkan, ada dua wanita muda…..!? Ba… bagaimana jika….?

Sebuah perkembangan yang cocok di malam hari, huh? Ah! Aku menyerah.

Itu pengkhianatan, kan?…. Aku penasaran, akankah berlian merah muda itu hancur? Apakah tidak masalah jika tidak ada hubungan cinta, hanya hubungan tubuh?
Tidak, pada kasus terburuk berlian itu akan hancur…. Namun, apakah tidak apa-apa jika itu hanya terjadi sekali?
Tidak, mungkin tidak……

 

Pada akhirnya, aku terus khawatir sampai pagi dan tidak ada hal yang benar-benar terjadi…..

Entah mengapa, aku benar-benar ingin mati pada saat itu…..

 

← PREV | Table of ContentsNEXT →

3 Comments Add yours

  1. david says:

    Rasa takut menahan perasaan mesum zest.wkwk

    Like

Leave a Reply to david Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s