Stranger’s Handbook Chapter 28

Chapter 28 – Perjalanan Ke Ibukota Kekaisaran

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

“Ho ho ho, itu semua tidak masalah, kamu tidak perlu mengkhawatirkan hal itu, Yang Mulia hanya ingin bertemu denganmu. Kamu dapat menganggap hal ini hanyalah sebuah liburan untuk bersenang-senang. Kamu benar-benar dapat pergi dengan tenang. Ngomong-ngomong, aku tidak membutuhkan souvenir.”

“Jaga dirimu Zest-sama. Jika kamu memastikan berlian merah muda itu tidak hancur, aku sama sekali tidak keberatan dan aku juga tidak masalah jika tidak di bawakan souvenir.”
‘Mengkhianatiku bukanlah hal yang bagus, ok? Jika kamu melakukannya, aku akan mencincangmu, ok? Ah! Aku juga ingin memakan beberapa kue dari Ibukota Kekaisaran!’

“Gahaha, pergi dan kalahkan orang-orang lemah di Ibukota Kekaisaran, itu akan menjadi tugas yang mudah untukmu. Kamu dapat membawakan beberapa sake untukku sebagai souvenir.”

“Ara, sayang, karena Zest sangat baik, dia tidak akan melakukan hal seperti itu. Ah! Akhir-akhir ini, kosmetikku tidak cocok lagi denganku…. Aku hanya berbicara pada diri sendiri, kamu tahu?”

 

“Se… semuanya, aku berangkat sekarang. Aku pasti akan membawakan souvenir untuk kalian….”

Pada hari keberangkatanku menuju Ibukota Kekaisaran, aku merasa sangat gugup, tapi apa yang mereka semua katakan kepadaku hanyalah permintaan souvenir…..

 

Orang yang menemaniku adalah Guru dan Albert. Guruku dan aku, masing-masing sedang bersantai di dalam kereta yang berguncang, sementara Albert sedang menunggangi seekor kuda.

Tentu saja, itu bukan hanya kami bertiga, konvoi kami terdiri dari 10 ksatria dan 2 maid, itu seperti sebuah keluarga besar.
Ketika bangsawan melakukan sebuah perjalanan, itu tidak dapat dilakukan dengan santai.
Bagi kami, membawa para maid untuk membantu kami itu lebih seperti sekedar pamer, namun ada banyak bangsawan yang tidak dapat mengurus kebutuhan sehari-hari milik mereka sendiri.
Sementara untuk para penjaga, kamu juga tidak terlalu memerlukannya.
Yah, bagi kerabat Frontier Count, melakukan sebuah perjalanan dengan santai tanpa kawalan dan sebagainya akan menurunkan martabatnya, oleh karena itu kami membawa konvoi hanya untuk alasan bodoh seperti itu.

“Sonia-dono, kita akan segera tiba di desa.”

Albert memanggil dari luar.
Karena ada beberapa desa dan kota di sepanjang jalan menuju Ibukota Kekaisaran, kami memutuskan untuk berhenti di sana dan menginap untuk semalam.

Tidak ada penginapan yang cocok bagi para bangsawan di desa itu, jadi kami membuat beberapa pengumuman dan kami akan bermalam di rumah kepala desa.

Desa ini dikelilingi oleh pagar yang terbuat dari kayu dan pintu masuk desa saat ini sedang ditutup.
Itu bukan pagar yang mengesankan, tapi itu adalah penanggulangan yang cukup untuk menghindari bandit dan monster.

“Tunggu sebentar! Kami memang menerima pemberitahuan, tapi kami masih belum mengetahui nama anda.”

Prajurit penjaga gerbang memanggil kami.
Setiap kota dan desa yang kami datangi memiliki pasukan yang ditempatkan disana, namun prajurit biasanya hanya di kirim ke wilayah yang di kelola oleh Frontier Count.
Bagaimanapun, uang dan waktu dibutuhkan untuk hal itu.

“Aku Albert, seorang ksatria dari Keluarga Frontier Count. Orang yang menaiki kereta ini adalah Komandan Divisi Sihir Sonia dan Penerus Viscount Gaius, Zest-sama. Kalian telah melakukan tugas dengan baik.”

Albert, yang sedang duduk di atas kudanya, menjawab.
Pria ini benar-benar sangat serius ketika sedang bekerja.

“Ya pak! Anda telah melakukan perjalanan panjang. Pria ini akan memandu anda menuju rumah kepala desa.”

Mengikuti pemandu kami, kami memasuki desa itu.

Pada saat itu, kami mendengar anak-anak di kejauhan membuat keributan….. sebenarnya, para orang dewasa juga bergabung dengan mereka.

“Sungguh menakjubkan! Itu adalah Ksatria Hitam!” “Jadi itu adalah pasukan reguler, aku sudah lama tidak melihat mereka.” “Lihat! Ksatria Kemonobito itu sangat keren!”

Benar.
Biasanya, ketika sebuah pasukan datang, orang-orang akan merasa ketakutan. Namun didalam wilayah Frontier Count hal seperti itu tidak akan terjadi.
Prajurit reguler yang mengenakan perlengkapan militer hitam adalah subjek dari harapan, jadi mereka sangat populer.
Itulah yang dikatakan para prajurit kepadaku saat kami minum bersama.

Aku sedikit iri kepada Albert yang mendapatkan seluruh perhatian wanita dan anak-anak yang terus berteriak ‘kya kya’, tapi aku menunggu dengan diam didalam kereta.
Hadiah kadang-kadang diperlukan, dan akhir-akhir ini ‘latihan’ yang dilakukan Albert benar-benar berat.

 

Dan kemudian, kami tiba di rumah kepala desa dan itu adalah waktunya untuk penjamuan.
Kami membawa hadiah seperti uang dan daging untuk desa itu, dan karena kami juga membawa beberapa sake, kami mentraktir mereka minum.
Aku benar-benar tidak ingin membuat warga biasa menjadi musuhku dan yah, ini juga merupakan bagian dari etiket.

Setelah penjamuan yang menyenangkan itu berakhir, para maid membasuh tubuhku sampai kering dan aku pergi tidur.
Ini tidak termasuk pengkhianatan, kan? Mereka hanya membasuh tubuhku sampai kering, hanya itu.

Dengan itu, hari pertama perjalanan kami berakhir tanpa ada masalah yang berarti.

 

Setelah itu, perjalanan kami juga berjalan dengan lancar.

Kami menemui beberapa monster mirip anjing, tapi para ksatria mengalahkan mereka dengan mudah.
Dengan begitu, perjalanan kami berlanjut dengan damai sampai-sampai itu terasa mengecewakan.
Seperti yang diharapkan dari prajurit hitam yang dikatakan paling elite; mereka benar-benar meyakinkan.

Namun, ketika kami hanya memiliki satu hari sebelum sampai di Ibukota Kekaisaran, muncul sebuah masalah.

 

“Sonia-dono, Zest-dono, ada sedikit masalah didepan, hanya untuk memastikan, tolong berhati-hatilah.”

Ketika perkataan Albert terdengar, itu membuatku ingin memeriksa situasi yang ada di luar. Dan kemudian, aku sudah melihatnya.

Beberapa orang yang mengenakan armor mengerumuni sekelompok pria dan wanita muda.
Ada juga beberapa orang berarmor yang menunggangi kuda…. Apakah mereka para ksatria?
Selain itu, perlengkapan mereka agak ringan.

Kelihatannya party yang lain juga telah menyadari kehadiran kami.
Salah satu penunggang kuda mereka melarikan diri…. Apa? Apakah kalian mundur di tengah jalan?

Ksatria itu kembali sesaat kemudian ditemani oleh pemimpin kelompok itu, seorang pria yang mengenakan armor penuh, dan mereka berlari ke arah kami.

“Maafkan saya karena tidak turun dari kuda. Saya adalah Kenes, salah satu pemimpin squad patroli Ibukota Kekaisaran. Ketika saya melihat perlengkapan militer hitam milik kalian, saya menyadari bahwa kalian adalah pasukan reguler dari Frontier Count, namun, bolehkah saya bertanya siapa yang menaiki kereta ini?”

Pria berarmor penuh itu melepaskan helm pelindungnya dan memanggil kami.

Guruku menghentikan kereta dan menunjukkan wajahnya.

“Aku adalah Sonia Varnam, Komandan Divisi Sihir dari Pasukan Frontier Count Varnam. Apa yang terjadi di sini?”

Oh, dia saat ini sedang berada di mode Frontier Count.
Guru, aku tidak percaya kamu sedang membicarakan tentang bar di Ibukota Kekaisaran dengan senang beberapa saat yang lalu. Kamu terlihat begitu bermartabat sekarang.

“Salam, Sonia-dono. Maafkan ketidaksopanan saya. Kami saat ini sedang menangkap beberapa petualang….”

Menurut ceritanya…

Para petualang sedang melakukan misi pemanenan didalam hutan dekat jalan utama ketika beberapa pencuri menyerang mereka.
Mereka menyerang balik dan mulai bertarung, tapi sebuah anak panah nyasar yang dilepaskan oleh seorang petualang mengenai seorang ksatria patroli.
Karena itu sudah jelas adalah sebuah kecelakaan, squad patroli tidak ingin membesar-besarkan masalah itu, namun karena ada seorang petualang yang menunjukkan sikap buruk kepada mereka, mereka mulai bertengkar dan berakhir dengan menangkap seluruh kelompok itu.

 

Hei! Dasar, jangan memulai pertarungan dengan tentara!
Yah, para prajurit itu adalah rakyat jelata, sehingga nyawa mereka tidak dalam bahaya. Jika mereka menyinggung seorang bangsawan, itu akan menjadi ucapan ‘selamat tinggal’ untuk kelompok itu.

“Begitu. Baiklah, kami tidak ada hubungannya dengan hal ini, jadi kami akan melanjutkan perjalanan.”

“Ya pak! Saya minta maaf karena membuat masalah untuk anda!”

Kelihatannya guruku tidak ingin ikut campur, dan aku yakin para petualang itu akan dilepaskan setelah menghabiskan beberapa hari didalam penjara.

Aku tidak tahu sampai sejauh mana sikap buruk yang mereka tunjukkan, namun jika itu terlalu mengerikan, maka mereka mungkin juga akan berakhir dibunuh.
Meskipun begitu, mereka memulai pertarungan dengan kelompok yang salah dan mereka harus menanggung akibatnya sekarang.

Kami mendekati sisi dari kelompok itu dan melanjutkan perjalanan.
Kami hanya akan melewati mereka dan melanjutkan perjalanan…. Atau itulah yang seharusnya terjadi.

 

 

“Saya mohon kepada kalian! Tolong selamatkan kami, Frontier Count, Varnam-sama!”

 

 

Itu adalah teriakan putus asa dari seorang petualang wanita yang sedang di ikat, yang meloncat kedepan kereta kami.

Itu adalah saat ketika kami menyadari bahwa kami tidak bisa hanya terus maju dan mengabaikan tangisannya…. Aku dikalahkan.

 

← PREV | Table of ContentsNEXT →

3 Comments Add yours

  1. david says:

    Wah wah, hati zest pertunangannya entr berlian nya pecah.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s