Stranger’s Handbook Chapter 23

Chapter 23 – Bersih-bersih Setelah Kekacauan

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

“Ha ha, seperti yang diharapkan sari penerus Komandan Ksatria. Anda mengungguli imperial mage itu menggunakan kekuatan anda.”

“Terima kasih. Dibandingkan dengan ayah dan guru saya, saya masih memiliki perjalanan yang jauh.”

 

Aku tidak bisa mengingat berapa kali aku telah melakukan percakapan yang sama berulang-ulang, tapi ada banyak orang yang menunggu dan mengantre untuk mengucapkan selamat kepadaku.
Setelah aku secara fisik ‘mengatakan’ selamat tinggal kepada babi sialan itu, para bangsawan mengerumuni ku dan melahirkan keributan ini.
Ketika aku dengan mudah membunuh seorang imperial mage peringkat ketiga, yang dikatakan merupakan mage terbaik di kekaisaran, aku khawatir bahwa mereka akan terlalu takut untuk mendekatiku, tapi kelihatannya itu sama sekali tidak masalah.

“Mengalahkan seorang imperial mage dengan mudahnya, anda mirip seperti Ayah anda.”

“Ya, seperti ketika Komandan Ksatria masih muda.”

…… jadi semua ini berkat Ayah angkatku.

“Gahahaha, itulah anakku!”

Dengan senyum maniak perang, pria ber-armor penuh itu mulai memukul bahuku.
Hei, aku akan menancap…. Lihat, batu paving itu mulai retak.

“Terima kasih Ayah.”

Ayah angkatku yang terlalu senang tidak bisa dihentikan.

“Kamu terlalu kaku. Tapi kamu tahu, setelah menunjukkan kepada kami keberanian yang mengagumkan itu, kamu harus setidaknya sedikit menyombongkan diri! Aku tahu! Karena kita waktunya pas, ayo kita lakukan kontes di antara kita berdua juga….”

“Aku tidak bisa melakukan itu. Aku masih tidak sebanding denganmu, Ayah.”

Sebagai anak angkatnya, atau yang lebih penting, sebagai penerusnya, penting untuk menunjukkan hubungan yang baik diantara kami berdua.
Ini seperti sebuah pertunjukkan bagi para bangsawan

Ayah, tolong jangan lihat aku dengan mata haus darah seperti itu.
Ini semua untuk pertunjukkan, bukan? Tolong katakan ini hanya untuk pertunjukkan.

“Zest-sama, maaf telah mengganggu anda saat anda sedang sibuk. Saya membawa pesan dari Paduka Frontier Count.”

Seorang prajurit menyela.
Jika Paduka memberi perintah, maka itu sudah pasti akan menjadi prioritas, dan apa lagi, itu juga datang di waktu yang tepat, aku tertolong.

“Oh, Apakah Paduka ingin mengatakan sesuatu kepadaku?”

“Ya pak! Ini tentang pesta yang ingin di adakan oleh Paduka mulai malam ini, dalam rangka untuk merayakan pertunangan anda dengan Beatrice-sama. Ini juga akan membahas pengaturan bagi anda untuk memasuki instana. Tolong, ikuti saya.”

“Begitu, antar aku kalau begitu. Aku minta maaf semuanya, tapi karena perintah Paduka, aku harus pergi sekarang.”

Pria ber-armor penuh itu merasa agak pahit, tapi karena dia tidak bisa mengabaikan perintah Paduka, dia mematuhinya…. Yah, tidak terlalu, tapi entah bagaimana dia menyetujuinya.

“Argh! Lalu, kalian semua, aku yakin tubuh kalian merasa gatal ingin bertarung!? Ayo kita bertarung, datang kepadaku!”

“Bagus! Ayo kita lakukan, Komandan Ksatria!” “Jika aku bisa bertarung dengan Komandan Ksatria, aku akan dengan senang hati bergabung denganmu!” “Hya, sebuah kontes!”

“Komandan Ksatria-dono! Tolong biarkan kami, prajurit dari Devisi Sihir, juga ikut bergabung!”

“Gahahaha, aku tidak keberatan, semuanya di izinkan untuk mengikutiku!”

 

Para otak otot itu mulai berlari menuju lapangan latihan.
Mereka akan kembali nanti sore, jadi aku mengabaikan mereka… bahkan prajurit Divisi Sihir, apa-apaan yang kalian lakukan?

Yah, setidaknya aku bersyukur mereka tidak merasa takut kepadaku.
Paku yang mencuat keluar telah di pukul, huh?….. Tapi karena mencuat terlalu keluar, itu akan susah dipukul masuk.
Meski begitu, aku harus menyapa para bangsawan malam ini.

Itu sangat menakjubkan, anda menang. Selamat atas pertunangan anda.
Dan mereka semua hidup bahagia selamanya.

Sesuatu seperti itu agak mustahil terjadi di masyarakat bangsawan.
Setidaknya kali ini Frontier Count membuat persiapan yang diperlukan dan kelihatannya ayah angkatku juga mulai bergerak. Justru karena itu, hasilnya sangat bagus.
Yang tersisa sekarang adalah sapaan dan ucapan selamat yang sangat menyenangkan.

Sungguh merepotkan…. Tapi jika aku tidak melakukannya, jumlah musuh akan meningkat dan jumlah sekutu akan berkurang. Mau bagaimana lagi.

 

Aku dengan santai melihat kedepan dan menyadari bahwa prajurit yang aku ikuti sedang gugup dan melihatku dengan mata memohon.

“Ada apa? Apakah ada sesuatu yang mengganggumu?”

“Sa… saya sangat minta maaf, Zest-sama. Tapi saya…. Yah… saya juga memiliki seseorang yang ingin saya lamar, jadi bisakah saya setidaknya berjabat tangan dengan anda? Saya ingin berbagi keberuntungan dengan anda.”

Prajurit yang malu dan sepenuhnya memerah ini berumur belasan, seorang pemuda yang masih belum dewasa.

“Haha, aku tidak keberatan. Tapi aku benar-benar berharap bahwa orang itu bukan Beatrice-sama. Apakah kamu mau bertarung denganku?”

“It… it… itu tidak mungkin!…. dia… dia…. Dia bukan orang mulia seperti itu, hanya teman masa kecil, anak perempuan dari keluarga ksatria.”

….Hei, katakan saja jika kau takut.

“Aku harap itu akan berakhir bagus. Semoga berhasil!”

Aku mengatakan itu dan membiarkannya menjabat tanganku, sambil dia menundukkan kepalanya berkali-kali dan mengatakan ‘ini adalah suatu kehormatan! Terima kasih banyak!’
Itu benar-benar bagus, seorang teman masa kecil.
Apakah gadis itu bertipe manis? Atau tipe cantik? Apa warna rambutnya? Tingginya?….. sambil aku terus menggoda ksatria muda itu, kami tiba di dalam kastil, didepan sebuah ruangan yang telah di persiapkan sebelumnya.

 

Ruangan ini, sama seperti ruang resepsi, dan juga memiliki sofa yang terlihat sangat nyaman.
Pada saat aku duduk untuk mengistirahatkan tubuhku, para maid masuk kedalam dan menyiapkan teh, tapi…..
Mereka tidak berhenti hanya dengan menyiapkan teh.
Bagaimanapun mereka adalah gadis muda.

“Selamat atas pertunangan anda.” “Benar-benar lamaran yang mengagumkan, sama seperti yang ada di dalam dongeng.” “Saya cemburu terhadap Nona Muda.”

Terlihat sangat menyenangkan, mereka mulai meributkan hal itu.
Biasanya, mereka akan dimarahi karena hal ini, tapi karena hari ini spesial dan semua orang sedang berada dalam suasana festival yang meriah, kelihatannya itu tidak masalah.
Meskipun kepala maid yang sangat kaku itu juga berada di sini, dia kelihatannya sedang tidak mood untuk memarahi mereka.

“Jika itu Zest-sama, saya penasaran apakah dia juga akan mencari beberapa selir? Itu benar, ketika dia menikahi Nona Muda, pelayan baru juga akan memasuki kediaman ini!”

Karena suatu alasan, para maid mulai bertengkar seenaknya sendiri, tapi aku berpura-pura tidak melihat apapun.
Tidak ikut campur dalam pembicaraan wanita adalah hal yang bijaksana karena itu tidak akan menghasilkan hal yang bagus.

Aku menatap ruang kosong sambil meminum teh ketika panggilan datang.
Kelihatannya kepala maid itu mengambil peran untuk mengantarku ke kantor Frontier Count.
Dia adalah seorang wanita berumur sekitar 30 tahun, dia pastinya memiliki gaya yang bagus dan dia melakukan pekerjaannya dengan baik… tapi kelihatannya dia masih belum menikah. Ada sesuatu yang mencurigakan tentang dirinya, dan itu menakutkan.

Saat aku berpura-pura tidak menyadari lirikan genitnya, kami tiba di pintu kantor dan ketika aku memasuki ruangan aku dapat mendengar sebuah suara ‘cih’….. dia mendecakkan lidahnya, apakah itu hanya imajinasiku?

Pak tua Frontier Count dan guruku telah menunggu didalam ruangan.

“Saya datang sesuai permintaan anda, Paduka.”

Ketika aku ingin menundukkan kepalaku, dia menaikkan tangannya dan menghentikanku.

“Bagus sekali, cucu menantu-dono. Kalian sekarang sudah resmi bertunangan. Aku ingin kamu menganggap kami sebagai keluarga.”

Paduka tersenyum kepadaku… Jika kau benar-benar berpikir demikian, lalu kenapa senyum itu terlihat sangat jahat?

“Baiklah, aku paham, kakek, ayah.”

“Haha, aku ingin segera melihat wajah cucuku. Jika anak itu lahir diantara kalian berdua, aku yakin anak itu akan menjadi pengguna sihir yang menakjubkan. Aku tidak sabar menantikan hal itu!”

Aku sangat bersyukur guruku sedang berada pada mode papa… Dia adalah penyegar dari Keluarga Frontier Count.

“Tolong perlakukan aku dengan baik.”

Aku sedikit menundukkan kepalaku.

“Ya. Baiklah, untuk saat ini kamu melakukan dengan sangat baik. Kami harus membuat beberapa perubahan, tapi kita sampai di titik ini sesuai dengan rencana.”

Aku didorong untuk duduk di sebelah guruku.

“Sekarang, alasan aku memanggilmu bukan hanya untuk mengucapkan selamat. Kupikir aku harus memberitahumu tentang pembersihan setelah kejadian dengan babi dari imperial mage itu.”

Matanya terpusat padaku untuk memastikan kekuatan dari keputusanku dan kemudian melanjutkan.

“Karena dia adalah pendeta bangsawan dan seorang imperial mage, setelah kami memberitahu ibukota kekaisaran tentang kematiannya, seseorang yang bertugas untuk menyelidiki kejadian ini telah dikirimkan. Dia kemungkinan besar akan menyelidiki kenapa pertarungan itu terjadi, atau apakah ada kecurangan atau pelanggaran selama pertandingan.”

Itu sudah wajar.
Bangsawan kelas atas dari sebuah negara telah mati. Penyebab kematiannya tidak di ketahui, tapi itu tidak masalah.
Aku bukan orang bodoh yang berpikir ini hanya akan berakhir seperti itu.

“Itulah sebabnya, hanya untuk jaga-jaga, aku ingin kamu mengetahui bahwa penyelidik sedang dalam perjalanan kesini… ah, itu dan aku juga ingin kamu menandatangani laporan yang menjelaskan keadaan dari kejadian ini.”

Dia mengatakan hal itu dan menyerahkan satu lembar perkamen yang menjelaskan rincian kejadian dari ‘babi yang tak dapat terbang’.

Meskipun, ada satu bagian yang benar-benar menarik perhatianku.

 

‘Bahkan dalam mimpi saya, saya tidak pernah membayangkan seorang Imperial Mage telah jatuh sejauh itu, Saya benar-benar heran. Selain itu, pengguna sihir selemah itu berani melamar putri dari Keluarga Frontier Count. Ini dapat dikatakan sebagai penghinaan. Bersiaplah untuk berperang.’

Laporan ini dipenuhi keinginan untuk berperang dengan Ibukota Kekaisaran……
Bisakah aku bahkan bertahan dari hal ini? Ini…..

 

← PREV | Table of ContentsNEXT →

4 Comments Add yours

  1. david says:

    Haha..jangan prajurit itu mau melamar make yg pertama kali zest di pangill ke dunia lain.

    Like

  2. Afaro16 says:

    … aku akan mati. :v

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s