Stranger’s Handbook Chapter 22

Chapter 22 – Sebagai Tunangannya (Bagian Selanjutnya)

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

Ditengah sorak-sorai keras itu, aku mempersiapkan posisi pedangku.

Dengan armor metal hitam yang kupakai, aku terlihat seperti seorang ksatria hitam… tidak, lebih seperti raja iblis? Bagaimanapun, ini sangat memalukan.

Babi yang mengenakan pakaian bagus itu menyeka keringat dari wajahnya dan mulai berbicara dengan sebuah senyum lebar di wajahnya.

“Ha ha. Baiklah, aku akan menjadi lawanmu! Memiliki keberanian untuk menantang Imperial Mage No. 3, kau benar-benar orang yang bodoh!”

Dan dia mulai menyelimuti dirinya dengan kekuatan sihir.

 

Ap… apakah kau serius!? Kekuatan sihir ini! Jadi kau adalah Imperial Mage Peringkat Ketiga di hitung dari atas….!?

Aku terlalu terkejut untuk berbicara.

Bagaimana ini bisa terjadi!? Salah perhitungan juga ada batasnya, kan? Siapa yang akan menyangka……

 

Alun-alun jatuh dalam kesunyian, benar-benar berkebalikan dengan beberapa saat yang lalu.

“Apa-apaan kekuatan sihir itu?” “Bisakah… bisakah Zest-sama memenangkannya?” “Seorang Imperial Mage….”

Itu adalah beberapa suara dari para bangsawan dan prajurit.

Kau benar…. Mereka bukan hanya kata-kata belaka, babi ini benar-benar menunjukkan jumlah kekuatan sihir yang besar.

“Oh!…. aku tidak menyangka ini….”

“Ya, Saya juga tidak menyangka hal ini, Paduka….”

Paduka Frontier Count dan guruku sedang menunjukkan wajah yang agak pahit… tapi itu dapat dimengerti.

Seorang bangsawan bodoh ingin menikahi Nona Muda.

Dan karena itu, pertarungan ini terjadi, tapi ternyata dia adalah Imperial Mage peringkat ketiga.
Dan kekuatan sihir ini…. Sangat bisa dipahami jika orang-orang terkejut.

“Ha ha, kau terlalu terkejut melihat kekuatan sihirku sampai tidak bisa mengatakan apapun! Kau harus mengutuk dirimu sendiri karena menganggap remeh pewaris dari pendeta bangsawan!”

Babi itu berkata demikian dan mulai berpose. Dia membuat sebuah formasi sihir raksasa.
Sambil merapalkan mantra, dia semakin memperbesar kekuatan sihirnya.
Apakah itu sihir api? Suhu disekitarku sudah mulai meningkat, dan para prajurit mulai memasang penghalang sihir di depan para bangsawan.

“Bangsawan terhormat, tolong melangkah mundur ke belakang penghalang! Hei kau! Apa yang kau lakukan, taruh lebih banyak kekuatan di situ!”

Suara dari komandan prajurit terdengar.
Jadi idiot itu sedang mempersiapkan sebuah mantra sihir api yang berbahaya.

Dan dia akhirnya hampir selesai merapal sihir itu.

Itu adalah bola api putih besar yang dikendalikan oleh banyak formasi sihir…. Bola itu memiliki diameter sekitar 2 meter dan itu mengambang di atas kepala babi itu.

“Baiklah, jika kau mulai memohon ampun, aku mungkin akan mengampunimu! Karena ini adalah sebuah duel, tidak ada seorangpun yang akan protes jika kau mati, tapi aku adalah orang yang sangat baik hati. Ha ha ha.”

Babi baik hati itu menunjukkan senyum yang sangat menjijikkan dan mulai berkeringat lagi.
Hmm, pada akhirnya kau tidak akan melepaskanku….

“………”

“Buhahahaha, kau terlalu takut untuk berbicara, bukan? Tapi tenanglah, kau akan menghilang bahkan sebelum merasakan sakit!……. Waktu habis. Berubahlah menjadi abu!!”

Dengan kata itu, bola api itu mulai terbang ke arahku.
Ketika itu mengenaiku, sebuah pilar yang lebih tinggi dari gerbang kastil menjulang ke langit.

“Kelompok pemasang penghalang, bertahanlah! Ini benar-benar api yang luar biasa kuat!”

Mendengar teriakan komandan, prajurit divisi sihir dengan putus asa meletakkan seluruh kekuatan sihir mereka pada penghalang itu.
Batu paving yang ada di bawah kakiku mendidih; ini memang api yang agak kuat.

Orang-orang yang berdiri disini, yang baru pertama kali melihat mantra besar yang di keluarkan oleh seorang Imperial Mage, karena keterkejutan, wajah mereka menjadi pucat pasi.

Babi sialan itu bernafas dengan agak berat.
Apakah dia memasukkan seluruh kekuatan sihirnya ke dalam bola api itu? Formasi sihirnya juga mulai menghilang, begitu juga dengan kekuatan sihir yang menyelimuti tubuhnya.
Babi itu meneteskan keringat, dan meskipun dia memiliki penampilan yang buruk, dia terlihat lebih sombong dari sebelumnya.

“Buhahahaha, tidak mungkin seorang ksatria bisa menang melawanku! Kau sungguh bodoh!”

Babi sialan itu sangat bangga pada dirinya sendiri dan tertawa dengan keras…. Mereka bertiga sedang menatap idiot menjijikkan itu.

“Aku tidak menyangka hal itu….”

“Ya, itu benar-benar tak terduga.”

“Itu benar-benar mengejutkanku.”

Mereka bertiga menggumamkan kata yang (hampir) sama.

 

“””Siapa sangka dia selemah ini…..”””

 

Mendengar kalimat itu, babi sialan itu menunjukkan senyum lebar.
Bahkan saat ini api sedang menjulang ke atas langit, dan satu-satunya yang bisa mendengar kata-kata itu dengan jelas adalah para bangsawan dan prajurit yang ada di samping.

“Ha ha ha, aku juga kagum! Aku tidak menyangka dia akan berubah menjadi lawan yang selemah ini!”

Para prajurit mengerutkan kening mendengar komentar bajingan itu, tapi seperti yang diduga, para bangsawan tidak menunjukkan apapun di wajah mereka.
Para bangsawan dapat menghancurkan diri mereka sendiri hanya dengan mengatakan beberapa kata yang salah. Tentu saja mereka tidak akan bereaksi.

Di alun-alun ini, dimana tawa babi sialan itu bergema, pilar api itu kehabisan seluruh kekuatan sihir yang ada padanya dan menghilang.

 

Dan apa yang terlihat? Aku, berdiri ditengah batu paving yang mendidih, tanpa terluka sedikitpun.

“Itu penampilan yang cukup lucu. Apakah kamu sudah selesai, Imperial Mage-dono?”

Dengan sekali ayunan dari pedangku, aku mengembalikan batu paving itu ke kondisi dan suhu semula.
Aku perlahan mendekati babi sialan itu.

“Aku menunggu beberapa trik di balik pilar api itu, kamu tahu? Apakah itu benar-benar semua yang dapat kamu lakukan?”

Mulut babi sialan itu membuka dan menutup secara terus-menerus tanpa mengatakan apapun. Apa yang kau lakukan, mencoba meniru ikan emas?

“Kamu menyiapkan sihirmu selama itu dan aku bertanya: HANYA INI?”

Aku sudah berada di depan bajingan itu.

“Jika seperti itu, baiklah. Selamat tinggal!”

Aku memenggal kepala babi sialan itu menggunakan pedangku.
Kepalanya yang terpenggal jatuh ke tanah seperti sebuah bola, sementara tubuhnya roboh di tempat.

 

Aku membunuh seorang manusia… tapi aku terkejut karena aku sama sekali tidak merasakan perasaan tidak enak.
Itu seperti membunuh serangga yang menyerang tempatku, sehingga anehnya aku merasa tenang.

“Aku adalah pemenang dari pertarungan ini! Apakah ada orang lain!? Apakah ada orang lain yang berani melamar Beatrice-sama? Apakah di sini ada orang lain yang ingin bertarung denganku!?”

Aku kembali menyiapkan pedangku dan menatap sekelilingku.
Kekuatan sihirku sedang keluar sepenuhnya dan aku menunjukkan sebuah aura intimidasi saat aku melihat ke sekelilingku.

 

Dan kemudian, aku penasaran siapa yang memulainya?
Semua orang mulai berlutut di tanah.

Sebagian dari mereka gemetaran… sebagian lagi menatapku dengan mata penuh penghormatan seolah-olah aku adalah seorang pahlawan.

Aku menatap Nona Muda itu.

“Beatrice-sama, Saya, Zest, pewaris dari Keluarga Gaius, ingin menikahi anda! Akankah anda memberi saya kehormatan untuk menerima lamaran pernikahan ini!?”

Aku memasukkan pedangku ke sarungnya dan berlutut.
Jawaban Nona Muda itu sudah pasti…. Namun….

 

 

“Tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat mengendalikan orang menakutkan sepertimu, selain diriku. Aku akan mengawasimu. Aku menerima lamaran pernikahanmu!”
‘Zest-sama, Zest-sama, Zest-sama, Zest-sama, Zest-sama, Zest-sama, Zest-sama……..’

 

 

Ditengah segala sorak-sorai liar yang memberkati kami berdua, tidak ada yang tahu bahwa Aku, yang telah menaikan bendera kematian, sedang ketakutan karena aku mungkin akan di bunuh oleh Nona Muda yandere ini, sedang sedikit mengompol……

 

← PREV | Table of ContentsNEXT →

4 Comments Add yours

  1. :vos says:

    Dia siapa seh? :v
    Lupa gua :v

    Like

  2. david says:

    Aku memenggal kepala babi sialan itu menggunakan pedangku.
    Kepalanya yang terpenggal jatuh ke tanah seperti sebuah bola, sementara tubuhnya roboh di tempat.

    Aku membunuh seorang manusia… tapi aku terkejut karena aku sama sekali tidak merasakan perasaan tidak enak.
    Itu seperti membunuh serangga yang menyerang tempatku, sehingga anehnya aku merasa tenang.

    Yak, gampang skli bnhnya kg ad halang rintangan.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s