Stranger’s Handbook Chapter 21

Chapter 21 – Sebagai Tunangannya (Bagian Pertama)

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

Setelah diputuskan bahwa aku akan menyebabkan kecelakaan yang tidak disengaja, Aku pergi untuk menemui Nona Muda.

Karena dia adalah seorang nona muda bangsawan, aku yakin dia tidak pernah mengalami sesuatu seperti ‘lengannya ditarik dan wajahnya dipukul’.
Bahkan, guru dan paduka, Frontier Count, ikut marah dan sangat kesal.

“Cucu menantu-dono, kematian dapat datang dengan mudah akibat kecelakaan. Jadi jangan mengkhawatirkan hal itu.”

“Itu benar. Zest, karena jika kamu bermain-main dengannya akan dianggap ketidaksopanan terhadap musuhmu, maka kamu harus bertarung dengan sekuat tenaga.”

Kata-kata penyemangat itu keluar dari mereka berdua.

Kemarahan para pelayan juga mencapai level MAX.
“Zest-sama, lehernya. Incar lehernya!” “Ini adalah pertama kalinya saya melihat Nona Muda menangis…. Babi sialan itu…” “Kami semua akan datang untuk menyemangati anda!”

Dan sebagainya, dan sebagainya……
Mereka memanggilnya babi…. Dan jangan katakan padaku untuk mengincar lehernya, ini seharusnya terlihat seperti kecelakaan, kan? Jika aku hendak mengincar bahunya dan malah mengenai lehernya, maka tidak akan ada yang protes pada hal itu, kan? Itulah tindakan yang akan ku ambil.

Nona muda juga sangat marah, dan grimoire… tidak, halaman buku harian tukar miliknya di penuhi perkataan ‘Aku tidak akan memaafkannya aku tidak akan MEMAAFKAN-nya AKU TIDAK AKAN MEMAAFKANNYA’…… saat pertama kali aku melihatnya, aku sedikit ngompol….

Dan lagi, rumor juga tersebar di antara para prajurit. Mereka semua menyatakan kemarahan mereka kepadaku “Dia berani menikung kekasih pria lain?!” “Para lelaki dari Ibukota Kekaisaran, mereka semua sama saja.” “Dari semua orang dia malah mengejar Nona Muda itu?!”, tapi pada akhirnya mereka sampai pada kesimpulan yang sama:

“””Karena dia telah membuat Zest-sama marah, dia sudah pasti akan mati!”””

…..Kalian semua, kalian pikir aku ini monster seperti apa?

Dan kemudian, tentang babi sialan yang bersangkutan… tidak, anak bodoh dari pendeta bangsawan itu, dia di undang ke beberapa kediaman bangsawan, tapi dia terus meributkan Nona Muda itu: “Dia sungguh wanita yang kasar, tapi dia terlihat bagus.” Atau “Dia akan menjadi patuh setelah kamu melatih tubuhnya”.

Adapun kenapa para bangsawan mengundangnya, itu karena ayah lelaki itu bekerja pada bagian administrasi internal di Ibukota, jadi kau dapat menganggapnya sebagai masyarakat kelas atas dan dia memiliki pengaruh yang cukup kuat.
Namun, setelah semua kesulitan yang mereka lalui untuk mengundangnya, dia malah menceritakan hal bodoh seperti itu, tak heran jika semua orang mulai merasa antipati terhadapnya.
Sama seperti yang akan orang pikirkan, tidak ada lagi bangsawan yang mau mengundang lelaki bodoh itu, sebaliknya, mereka mulai membuat taruhan pada ‘dalam berapa detik aku akan membunuh idiot itu?’.

Jangan berjudi pada hal itu…. Bangsawan benar-benar memiliki banyak waktu luang….

Lima hari yang sangat ribut itu berlalu dalam sekejap dan hari eksekusi publik untuk idiot itu akhirnya datang.
Aku menunggu giliranku di pos penjaga.

Hari ini, sebagai anak dan penerus Komandan Divisi Ksatria, aku mengenakan armor penuh milik Keluarga Viscount Gaius.

Menurut ayahku Galef, ini telah diturunkan di Keluarga Viscount dari generasi ke generasi dan itu membuktikan bahwa orang yang mengenakan armor itu adalah seorang kepala keluarga, dan selama masa perang dan konflik, seseorang akan mengenakan armor ini di medan peperangan…..
Kelihatannya ini adalah tradisi di Keluarga Gaius.

“Meskipun kamu adalah seorang anak angkat, kamu tak diragukan lagi merupakan penerus Keluarga Gaius. Pakai ini dan hancurkan bajingan itu! Gahahaha!”

Dia benar-benar ayah yang baik.

Sambil memikirkan hal itu, aku sedang meminum sedikit teh hitam dan berhenti untuk menarik nafas, saat aku menyadari bahwa para penjaga yang ada di ruangan ini memiliki kulit berwarna pucat……
Tampaknya aku juga cukup marah.
Saat aku mengingat idiot itu, kemarahan dan kekuatan sihirku menjadi tak terkendali.

“Ze, Zest-sama. Apakah anda menginginkan teh lagi?”

“Tidak usah. Bagaimanapun ini sudah hampir waktunya aku keluar.”

“Ba, baik pak!”

Diluar, sorak-sorai menjadi semakin keras.

Akhirnya dimulai…. Aku keluar perlahan-lahan.

 

Cuacanya cerah jadi ada banyak orang yang berkumpul di alun-alun di depan gerbang kastil.

Ruang yang ada tepat didepan gerbang diduduki oleh para bangsawan yang berafiliasi dengan Frontier Count, para prajurit melindungi mereka, dan dibelakang mereka, terdapat banyak warga sipil yang berkumpul. Mereka bahkan mendirikan beberapa gerobak makanan dan seluruh acara mulai terasa seperti sebuah festival yang sangat berisik.

“Semuanya, terima kasih karena telah datang kesini dalam jumlah sebesar ini.”

Mendengar perkataan Paduka, yang ditransmisikan ke setiap orang yang berkumpul di sana melalui sihir, kerumunan orang itu terdiam.

“Baiklah, alasan kenapa aku meminta kalian berkumpul di sini, seperti yang mungkin telah kalian ketahui, itu karena seseorang yang ingin menikahi cucuku Beatrice telah muncul.”

“Wooow” teriakan keterkejutan dapat terdengar.

“Frontier Count kita adalah perisai kekaisaran yang melindungi perbatasannya. Dan Keluarga ini menginginkan para elite yang memiliki kekuatan yang dibutuhkan untuk bertindak sebagai sebuah perisai dan kekuatan untuk memimpin kalian semua. Itulah sebabnya aku mengajukan beberapa hal berikut.”

Orang-orang mulai kebingungan. Apa yang dia katakan? Apa yang ingin dia lakukan? Mereka menelan ludah, dan menatap Frontier Count dengan cemas.

“Jika seseorang ingin menikahi cucuku, orang itu harus menunjukkan bahwa mereka cukup kuat untuk melindunginya. Dan jika semua orang yang ada di sini menyetujuinya, aku akan mengizinkan pernikahan itu!”

Paduka Frontier Count sedikit naik ke atas kastil dan membentangkan tangannya.

“Alf-dono, kepala keluarga viscount selanjutnya yang mengajukan pernikahan ini, tunjukkan kekuatanmu! Buktikan bahwa kamu layak!”

Wooooa!

Dari dalam gelombang teriakan yang memekakkan telinga, seorang pria muncul.
Dia adalah pria gemuk berumur 20 tahun dengan rambut berwarna coklat aneh yang muncul di sana-sini, wajahnya di penuhi oleh keringat.
Pakaian menyilaukan yang dia pakai sama sekali tidak cocok dengannya.

Sambil bernafas berat, dia entah bagaimana sampai di ruang terbuka didalam alun-alun dan menaikan suaranya.

“Aku adalah Alf! Kemarilah, Nona Beatrice, aku akan memberikan kebanggaan kepadamu dengan menjadi istriku!”

Alf menyelesaikan ‘pidato’-nya dengan nada sok penting dan mengelap keringat yang ada di wajahnya sambil tersenyum lebar.

Bagaimana aku harus menjawab hal ini?
Bagaimana aku harus menunjukkan kekuatanku?

Tangan Paduka yang terangkat menghentikan suara bisikan yang terdengar.

“Kamu telah menunjukkan tekadmu, Alf-dono. Apakah ada seseorang yang keberatan pada pernikahan ini? Namun, jawablah dengan hati-hati! Jika seseorang keberatan, Aku akan memintanya untuk mempertaruhkan nyawanya demi diriku! Jadi, apakah ada orang yang menentang Pernikahan Alf-dono dan mempertaruhkan nyawanya demi hal itu!?”

Alun-alun itu sunyi seperti kuburan.
Itu sudah terduga. Meskipun mungkin ada orang yang tidak terlalu senang dengan pernikahan ini, Paduka meminta mereka untuk mempertaruhkan nyawa demi hal itu.
Para bangsawan tidak punya pilihan lain selain diam.
Paduka seperti mengatakan ‘tidak mematuhiku, berarti tiket untuk kematian yang cepat’.

Para bangsawan tidak bisa melawan Frontier Count, begitu pula dengan para prajurit…. Sementara bagi warga sipil, yah, satu-satunya pilihan mereka adalah menutup mulut mereka.

Di alun-alun sunyi yang canggung itu, suara armor metal bergema….. Gachan… Gachan…..

Tak lama kemudian, ‘hal itu’ muncul di hadapan semua orang.

Armor hitam yang tampak seperti menyerap semua cahaya.
Namun, semua orang di kekaisaran bisa mengenali hiasan emas indah dan simbol Keluarga Frontier Count yang tercetak di atasnya. Itu adalah armor pasukan terkuat milik Count, dan aku sedang mengenakannya.

“Saya adalah Zest, kepala keluarga selanjutnya dari Keluarga Viscount Gaius! Saya menolak pernikahan ini! Saya tidak akan menyerahkan Beatrice-sama! Saya menantang anda berduel!”

 

“””””WOOOOOOAAA”””””

 

Aku menarik pedangku, dan gelombang teriakan yang memekakkan telinga itu menyertai tindakanku.
Sebuah armor hitam, huh….? Ini terlihat seperti aku adalah orang jahat di sini…. Dengan mengenakan armor ini….

Sambil memikirkan hal itu, aku mempersiapkan pedangku.

 

← PREV | Table of ContentsNEXT →

6 Comments Add yours

  1. :vos says:

    Salah novel njirrr
    Sori :v

    Like

  2. david says:

    “Saya adalah Zest, kepala keluarga selanjutnya dari Keluarga Viscount Gaius! Saya menolak pernikahan ini! Saya tidak akan menyerahkan Beatrice-sama! Saya menantang anda berduel!”(zest)

    Kocak actingnya zest.

    Like

  3. ko says:

    Wkwkwk masih mikirin warna armor

    Like

Leave a Reply to :vos Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s