Stranger’s Handbook Chapter 20

Chapter 20 – Pria Di Luar Perkiraan

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

Satu bulan telah berlalu sejak peristiwa pada hari itu yang memenuhi Keluarga Frontier Count dengan keputusasaan…. Nantinya akan di juluki sebagai ‘peristiwa grimoire kegelapan’, dan untuk saat ini ibukota daerah sedang damai.
Aku menjalani latihan harian yang sama dengan guruku, ayah angkatku dan para prajurit.
Karena para prajurit telah jauh lebih terbuka denganku, kami sering minum-minum di kota setelah latihan selesai.
Di Jepang, aku berada di bisnis penjualan, jadi aku memiliki banyak kesempatan untuk pergi minum dengan pelanggan, oleh karena itu hal ini sama sekali tidak menyakitkan.
Aku menghabiskan setiap hari dengan minum bersama prajurit yang berisik, pergi dengan para pria paruh baya pemimpin pasukan untuk menemukan tempat dimana kami bisa bermain dengan para gadis muda, atau diundang dan mengunjungi rumah para bangsawan atau komandan.

 

Ah, aku juga dihadapkan dengan grimoire yang berbentuk buku harian tukar itu! Saat ini, aku tidak lagi memerlukan pelayan untuk mengirimkannya.
Itu karena grimoire itu sering menentukan ‘sendiri’ untuk pergi kerumah lain daripada yang telah ditetapkan.
Berkat itu, saat ini sudah menjadi cukup terkenal di lingkungan para tetangga tentang: ‘jika kamu bangun cepat di pagi hari, kamu bisa melihat grimoire terbang’.

……. Aku memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan hal itu…..

Yah, aku menghabiskan hari-hari yang agak damai (?).

“Putra menantu-dono, sesuatu yang benar-benar merepotkan terjadi….”

“Huh?”

Tiba-tiba dipanggil di Kediaman Frontier Count dan yang diberitahukan kepadaku adalah….

“Sebenarnya, ini tentang pernikahanmu dengan Bea… itu mungkin tidak akan lagi berjalan seperti rencana awal.”

Pak tua Frontier Count menunjukkan senyum jahat yang tidak biasa dan udara disekitarnya terlihat agak menakutkan.

“Rencananya adalah kamu menghabiskan waktumu dan menjadi terkenal, menyebabkan beberapa perselisihan, dan kemudian menikahinya sebagai hadiah karena telah menyelesaikan perselisihan itu. Apakah aku benar?”

“Benar, Paduka. Sama seperti yang anda katakan.”

“Namun, orang bodoh yang berani mengganggu rencana kita telah muncul…. Benar-benar kemalangan!”

“Fuu” dia menghela nafas dan meminum sedikit teh.

“Putra satu-satunya dari seorang pendeta bangsawan dari Ibukota Kekaisaran, kamu tahu, mengungkapkan keinginannya untuk menikahi Bea dan melewati berbagai kesulitan untuk datang kesini….. sungguh bajingan tengik!”

Razatonia-sama, tolong pilih kata-katamu dengan bijak!

“Namun, seseorang tidak bisa dengan begitu mudah mengungkapkan keinginan mereka untuk menikahi seseorang dan datang dengan tiba-tiba, kan? Atau apakah dia memiliki hubungan dengan Keluarga Frontier Count?”

“Itulah yang biasanya kamu pikirkan, bukan? Meski begitu, orang bodoh itu datang kesini dan mengatakan ‘Aku mendengar bahwa disini tinggal seorang wanita cantik yang pantas untukku. Tidak perlu khawatir dengan biaya upacara pernikahan dan aku telah membawa hadiah ucapan selamat’. Ha ha ha, dia mengolok-olokku. Touge ibukota kekaisaran menganggap kita hanyalah para penjaga pedesaan.”

Yea, dia menunjukkan senyum yang terlihat meneriakkan ‘Jangan bermain-main denganku!’.

“Tapi meski begitu, Paduka menolaknya, bukan?”

“Yah, itulah masalahnya. Tanpa mengambil semua masalah untuk menyebabkan perselisihan, ketika sesuatu seperti ini jatuh kepangkuanmu, bukankah kamu pikir sayang jika kesempatan ini tidak digunakan? Cucu menantu-dono.”

Wooaa!
Hiiiii!! Tolong hentikan, hatiku sudah membeku!

“Dia beruntung karena memiliki pangkat yang diperlukan. Tapi aku memberikan sebuah syarat, yaitu…. Bahwa orang yang bersangkutan harus ingin menikahinya juga. Dia akan melamar Bea di alun-alun di depan gerbang kastil. Aku akan memastikan semua orang diberitahu.”

Sungguh pria tua yang licik!

“Jadi, saya akan menantangnya bertarung dengan Nona Muda sebagai taruhannya, kan?”

“Siapa yang akan mengira bahwa dia sedang berhubungan dengan pria lain, dan pria itu sebenarnya adalah penerus dari Komandan Divisi Ksatria milikku!? Aku yakin tidak ada yang menyadari hal itu!”

“Saya sangat terkejut dia menerima syarat itu.”

“Haha, dia mengatakan ‘sesuatu seperti aku ditolak oleh dirinya adalah hal yang tidak mungkin. Ini benar-benar akan menyakitiku jika kejadian seperti ini berlalu tanpa diketahui, jadi buat itu semegah mungkin’……. Dia benar-benar menganggapku sebagai orang bodoh.”

Paduka Razatonia tidak lagi tersenyum.
Dia memiliki sebuah aura mengelilinginya yang bahkan aku tidak bisa lagi memanggilnya sebagai pria tua….. bahkan tidak didalam hatiku….. Selamat tinggal, orang bodoh-kun!

“Saya paham. Mau bagaimana lagi jika pertarungan itu berakhir dengan kematian yang disayangkan. Kapan hal itu akan dilaksanakan?”

Dia tersenyum lebar kearahku.

“Di siang hari, lima hari mulai sekarang. Kita akan melakukan pesta setelahnya, jadi pastikan kamu juga mempersiapkan diri untuk itu, cucu menantu-dono.”

Meskipun aku mengatakan hal itu, membunuh seseorang itu agak…. Aku penasaran apakah mereka akan membiarkanku hanya dengan membuatnya sekarat atau dengan memotong salah satu tangannya…..
Dan jika peristiwa yang tidak di inginkan terjadi setelahnya, itu tidak ada hubungannya denganku.

Ya, mari lakukan seperti itu.
Pada saat aku memutuskan untuk menanyakan hal ini, pintu terbuka keras dengan suara bang.

“Kakek, aku harus berbicara dengan…. Oh! Kamu di sini, Zest-sama!”
‘Kakek, tolong aku!….. Zest-sama!?’

Nona muda itu….. ‘tolong aku’ katanya?

Paduka Razatonia juga menaikan alisnya pada gangguan tiba-tiba itu.
Itu sungguh ketidak sopanan besar yang ditunjukkan oleh bangsawan.

“Bea, itu sama sekali tidak seperti seorang putri….. apa yang terjadi dengan wajahmu?”

Sekarang setelah dia mengatakan itu, aku kembali melihat Nona Muda itu.
Dia sedang menatap gaun ‘penyihir’ berwarna merah dan hitam miliknya seakan dia melihat sesuatu yang menjijikkan dan matanya terlihat sedingin es….. Apakah dia menangis!?
Salah satu sisi wajahnya berwarna merah….

“Bea, aku akan menyembuhkan wajahmu. Tolong jangan bergerak.”

Aku bergegas dan merapalkan sihir penyembuhanku sementara Nona Muda itu masih terdiam dan patuh

“Itu akan sangat membantu, Zest. Jadi, Bea, katakan padaku apa yang terjadi.”

Paduka Razatonia saat ini terlihat sangat serius.
Tergantung pada situasinya, pertumpahan darah mungkin akan terjadi.

Nona muda itu melihat sekilas ke arahku dan mulai berbicara.

“Aku sedang menikmati teh-ku di rumah musim panas yang terletak di halaman kastil ketika seorang pria tak di kenal memanggilku. Saat para maid mengancamnya, pria itu mendekatiku dan menggengam tanganku, dan berkata ‘aku tidak melihat ada masalah karena kita telah bertunangan’.”
‘Aku benci ini…. Aku tidak ingin Zest-sama mendengar hal ini. Tapi, pada akhirnya dia akan mengetahuinya….’

Suhu di ruangan ini turun drastis.

“Karena aku tidak menyukainya… dia menyebutku kurang ajar dan memukul…. Wajahku….”
‘Aku ingin tahu apakah Zest-sama marah… Aku sungguh orang yang tidak tahu malu, berbicara dengan pria tak dikenal seperti itu…..’

Aku dengan cepat mendekatinya dan menggenggam tangannya.

“Bea, aku yakin itu menakutkan, tapi kamu aman sekarang. Namun, saat ini kamu sedang bingung, jadi lebih baik kamu kembali ke kamarmu dan sedikit beristirahat. Setelah aku selesai berbicara dengan Kakekmu, aku akan mengirim seorang pelayan ke rumahku dan kemudian kita dapat berbicara dengan nyaman. Bagaimana menurutmu?”

“Baiklah. Kamu hanya perlu melakukan hal itu. Itu tidak akan memakan banyak waktu, jadi kamu harus menunggu sebentar.”

Setelah Nona Muda itu pergi dengan enggan, guruku datang setelahnya.

“Putra menantu-dono, itu sangat membantu. Kamu meyakinkan dia untuk kembali ke kamarnya. Aku hampir berpikir bahwa dia akan menyingkirkan pria bodoh itu dengan tangannya sendiri barusan.”

“Ya, itu mungkin akan terasa sedikit tidak nyaman…. Untuk saat ini, setidaknya.”

“Paduka…. Guru….”

Mendengar hal itu, mereka berdua berbalik untuk menatapku dan ekspresi mereka berubah dari senyum jahat menjadi tatapan yang sangat serius dan kembali menunjukkan senyum yang bahkan lebih jahat lagi.

 

 

“Aku ingin meminta kalian untuk tidak menyentuh bangsawan bodoh itu untuk saat ini. Akan lebih baik jika kecelakaan itu disaksikan banyak orang.”

 

Kelihatannya aku lebih menyukai Nona Muda itu dari pada yang kupikirkan sebelumnya dan keinginanku untuk memonopolinya juga agak kuat.
Orang bodoh itu…. aku hanya perlu membunuhnya.

 

← PREV | Table of ContentsNEXT →

7 Comments Add yours

  1. yut4 says:

    Akhirnya bukan mati kata terakhirnya tp bunuh,, wkwkw

    Like

  2. david says:

    Wah, naluri lelaki yg ingin melindungi orang dicintainya keluar.

    Like

  3. ko says:

    Kenapa ngga keluarin sihir hitam. :v sihirnya kayaknya spesial buat zest sama :v

    Like

  4. yuu says:

    Akhirnya setelah maraton dri awal bagian akhirnya ga ada kata mati

    Like

  5. Afaro16 says:

    cih, dia tak tau sedang berurusan siapa..

    Like

Leave a Reply to yut4 Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s