Genjitsushugisha no Oukokukaizouki Arc 3 Chapter 6 B

Arc 3
Chapter 06 – Dimana Aku Ingin Memancing Sea Bream dengan Menggunakan Udang tapi Malah Menangkap Hiu B

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Yukkuri

Kemudian, satu bulan berlalu ketika….

Didalam ruang instalasi Orb Siaran Kerajaan, aku saat ini sedang mengadakan pertemuan dengan orang tertentu yang sedang di proyeksikan pada alat penerima sederhana. Itu adalah seorang gadis yang mengenakan gaun berwarna putih yang membungkus tubuh indahnya; rambut berwarna emasnya yang cantik dibiarkan tergerai yang terlihat seperti gaya rambut Yurufuwa Wave*; dan dia sepantaran denganku. Dia memiliki bentuk wajah yang sama dengan adiknya yang telah kutemui sebelumnya, tapi mata besarnya yang indah, ketika berkedip, memberikan kesan yang benar-benar berbeda.
*TN: Cari di google :v

Seorang gadis yang luar biasa cantik. Sejujurnya, aku di kelilingi oleh berbagai jenis kecantikan – Liscia, Aisha, Juna-san – jadi kupikir aku memiliki pemahaman yang bagus tentang hal ini. Meskipun begitu, hanya sekali lirik ke arah gadis itu dapat membuatku berpikir bahwa dia cantik. Lalu, gadis cantik itu mulai berbicara.

【 Bagaimana kabar anda, Souma-dono, senang bertemu dengan anda. Saya adalah Maria. 】

Dia adalah Gadis Suci Kekaisaran, Kaisar Wanita Kekaisaran Grand Chaos, Maria Euphoria.

“Senang bertemu denganmu juga, Maria-san? Aku adalah Souma Kazuya.”

【 ? Ada apa dengan gaya bicara itu? 】

“Tidak ada, saya hanya ingin berbicara seperti itu karena suatu alasan.”

Penampilannya saat memiringkan kepala sangat imut….. itu adalah sebuah pelanggaran.

“Saya merasa senang pada pertemuan ini, Maria-dono, karena saya tidak sabar untuk memiliki percakapan indah dan panjang dengan anda suatu hari nanti.”

【 Saya juga. Bakat Souma-dono telah menjadi sesuatu yang terkenal bahkan di Kekaisaran. 】

“Meskipun begitu, bakat saya…. Itu semua karena bantuan dari para bawahan yang sangat baik.”

【 Anda sangat rendah hati. Pengikut yang bagus adalah sesuatu yang berkumpul di bawah penguasa yang bijaksana. 】

Percakapan diplomasi resmi itu berlanjut untuk beberapa saat. Bahkan tanpa kata-kata menyelidik, aku sedang mencari tahu kepribadian milik Maria. Penampilannya yang selalu tersenyum ramah saat sedang berbicara benar-benar seperti seorang gadis polos. Dia begitu mempesona, sampai-sampai membuatku, yang mencoba menyelidikinya, merasa bersalah. Namun, di saat yang sama, aku juga memiliki dugaan: Jika dia adalah gadis yang ‘hanya polos’, maka dia tidak akan bisa memerintah Kekaisaran sebesar itu.

【 Ngomong-ngomong, Souma-dono? 】

“Ya, apa itu?”

【 Masalah tentang Amidonia, apa yang sebenarnya anda rencanakan? 】

Maria sedikit menutup matanya. Hal itu saja membuatnya terasa lebih mengancam. Meskipun bibirnya sedang tersenyum, dapat dilihat bahwa dia agak marah…. Meski begitu, yah, itu mungkin tak dapat dihindari. Karena masalah saat ini, dari sudut pandang Kekaisaran, sudah mendekati pengkhianatan.

【 Ketika Jeanne melaporkan hasil negosiasi, saya sangat senang karena kami dapat memperoleh sekutu yang dapat di percaya dari timur. Namun, mungkinkah itu hanya kesalahpahaman saya? 】

“Bahkan sekarang, kami masih merupakan sekutu Kekaisaran. Ini mungkin terdengar sulit untuk dijadikan alasan, tapi hasil kali ini adalah situasi yang berada di luar perkiraan kami.”

【 Jadi dapat dikatakan, ini bukan skenario milik Kerajaan? 】

“Saya tidak dapat menyangkal bahwa saya memiliki sebuah rencana kecil. Namun, saya tidak menyangka bahwa hasilnya akan seperti ini. Sejujurnya, situasi ini terus membuat saya sakit kepala.”

Aku mengatakan hal itu sampil menggaruk kepalaku dan Kemarahan Maria telah berkurang.

【 Bisakah saya menerima penjelasan yang rinci? 】

“Tentu saja. Biarkan saya mulai dengan mengatakan kesimpulannya: Kerajaan, pada akhirnya, telah di permainkan oleh seorang gadis. Bertindak berdasarkan apa yang dia perkirakan, mungkin orang yang mendapatkan keuntungan terbanyak, adalah gadis itu….”

***

Dua bulan yang lalu, pada saat Van di kembalikan kepada Amidonia ( tepatnya, itu adalah satu bulan sejak pengembalian itu, ini adalah laporan pengawasan dari Squad Kucing Hitam tentang pergerakan Amidonia ).

Ibukota Van dan wilayah sekitarnya telah di kembalikan dengan meminjam otoritas milik Kekaisaran Grand Chaos, dan hal pertama yang dilakukan Raja Amidonia saat ini, Julius, adakah menghilangkan pengaruh yang di tinggalkan oleh Kerajaan Elfrieden. Berbagai perubahan yang telah terjadi selama berada di bawah pemerintahan Kerajaan dihapuskan dan Van kembali ke kondisi awalnya. Mungkin, Julius tidak tahan dengan sisa aroma dari pemerintahan Kerajaan di Ibukota Van, yang hanya dapat di kembalikan dengan menundukkan kepalanya kepada Kekaisaran.

Untuk administrasi yang stabil, maka pengaruh dari administrasi yang sebelumnya harus di bersihkan. Kebijakannya sendiri tidak salah. Namun, semuanya memiliki prioritas. Biasanya, hal pertama yang harus di selesaikan adalah memperkuat pondasinya. Pewaris kekuasaan harus memperoleh perwalian yang tepat ketika penguasa sebelumnya masih hidup. Jika mereka tidak dapat melakukannya, maka mereka mungkin akan dihina sebagai pemula yang tak berpengalaman oleh para pengikutnya. Dengan demikian, di negara dimana kediktatoran terasa kuat, memperkuat pondasi adalah hal yang penting. Namun, Gaius menemui kematian yang tiba-tiba dan Julius tidak mampu melakukan langkah itu. Karena alasan itu, dia harus memusatkan seluruh konsentrasinya untuk memperkuat pondasinya. Namun, Julius meletakkan penghapusan pengaruh Kerajaan sebagai prioritas utama.

Pertama, Julius membuat keputusan untuk melarang warga menonton Siaran Kerajaan di seluruh Amidonia. Itu adalah akibat dari Orb Siaran Kerajaan milik mereka yang sedang di tahan Kerajaan. Tentu saja, kedai-kedai, yang ada karena berkumpulnya para penonton Siaran Kerajaan, dibongkar dengan paksa ( karena mereka tahu persis kepribadian Julius seperti apa, seluruh pemilik kedai itu menghilang, hasilnya, Julius hanya dapat membongkar kedai kosong ). Aku penasaran bagaimana rakyat melihat pembongkaran kedai yang ada di alun-alun, mengingat itu sudah menjadi sebuah pasar bagi mereka.

Selain itu, seperti apa yang sudah kuduga, Julius menghancurkan jembatan di pinggiran Van yang telah aku buat dan telah dinamai berdasarkan nama pengikutku. Yah, dari sudut pandang pertahanan, mereka seharusnya hanya perlu menghancurkan jembatan yang mungkin akan menjadi jalur serangan Kerajaan ke Van, tapi mereka menghancurkan semua jembatan hanya karena mereka adalah “hal yang dibangun Kerajaan”, yang merupakan perbuatan yang bodoh. Pemutusan jaringan transportasi adalah masalah hidup dan mati bagi para penduduk. Bagi para Penjaja dan Pedagang, jalan adalah sebuah properti. Apakah Julius mengetahui hal itu atau tidak, dia telah melakukan apa yang dikatakan Machiavelli untuk tidak dilakukan karena itu akan mendatangkan kebencian, yaitu “Jangan pernah sentuh wanita dan properti milik para warga”.
*TN: The Prince, Chapter XVII

Selain itu, dia sama sekali tidak memberikan bantuan kepada para penduduk, seperti pembagian makanan darurat yang telah dilakukan selama berada di bawah pemerintahan Kerajaan, dan meningkatkan pengawasan terhadap moral publik, dia khususnya melarang wanita untuk bergaya dan melarang budaya seni yang sedang tersebar luas di Van…. Dan lain sebagainya. Aku mendengar bahwa rumah yang memiliki dinding bergambarkan para penyanyi (Lorelei), telah di bakar oleh para prajurit. Dengan diambil kembalinya kebebasan yang telah diberikan kepada mereka, para warga Van mulai geger :

【 Masa Yang Mulia Souma lebih baik. 】

【 Ketika kami berada di wilayah Kerajaan, kami tidak perlu hidup di bawah penderitaan ini. 】

【 Kenapa Julius-sama tidak lebih menyayangi rakyatnya dari pada raja sebelumnya? 】

【 Aku berharap jika Yang Mulia Souma dapat kembali menduduki Van. 】

Pendapat seperti itu dan tatapan permusuhan telah di tujukan ke arah Istana Van. Yah, diantara keluhan kebencian mereka, ada sesuatu yang bukan merupakan kesalahan Julius. Sejak awal, Kerajaan Elfrieden dan Dukedom Amidonia memiliki jumlah populasi, ukuran wilayah, dan kondisi ekonomi yang berbeda. Bagi Amidonia, memberikan berbagai bantuan sama seperti yang telah Kerajaan lakukan, dapat dikatakan sebagai hal yang tidak masuk akal. Namun, rakyat biasa tidak mengerti hal itu. Jadi pada akhirnya, semakin Julius ingin menghapus warna Elfrieden dari Van, semakin rakyat menjauh darinya.

***

Lalu bagaimana dengan daerah di luar Van dan sekitarnya? Dalam hal ini juga, itu tidak berjalan baik. Sama seperti pernyataanku sebelumnya, karena Kematian Gaius yang tiba-tiba mencegah pewarisan kekuasaan, Julius telah dihina oleh para penguasa Amidonia. Penghinaan ini datang dalam dua bentuk. Yang pertama adalah ‘Ada apa dengan Keluarga Duke, kenapa aku harus menundukkan kepala pada orang baru itu’, yang disebut tipe penghinaan ‘Menghina kelompok lain’.
*TN: Dukedom Amidonia adalah sebuah negara yang di pimpin oleh Keluarga Duke.

Sederhananya, diantara para Bangsawan dan Ksatria di wilayah Amidonia, mayoritas yang terakhir. Sejak awal, dalam sistem feodal, mereka mengabdikan kesetiaan sebagai ganti wilayah atau properti dari penguasa. Jika penguasa tidak memiliki kekuatan untuk melakukan itu, maka para pengikut harus melindungi wilayah dan properti itu dengan tangan mereka sendiri. Tindakan mereka akan menjadi bukan demi penguasa, tapi demi diri mereka sendiri.

Aku telah menghadiahi Julius dengan perkataan dari Machiavelli 【 Sebuah negara yang di dapat dengan kerja keras akan mudah di atur, sebuah negara yang diperoleh tanpa kerja keras sulit untuk di atur 】. Benar saja, Julius, yang memperoleh dengan mudah dengan meminjam otoritas Kekaisaran, mengalami kesulitan.

Meskipun aku telah menyebutkan bahwa Julius telah memutuskan pelarangan untuk menonton Siaran Kerajaan, hanya Van dan daerah didekatnya yang mematuhinya. Adapun daerah lainnya, “Keputusan dari Ibukota tidak ada hubungannya denganku!”, sehingga mereka tetap menonton Siaran (ngomong-ngomong, karena aku telah memperkirakan hal ini, aku tetap menyiarkan acara hiburan ke Amidonia).

Karena mereka tidak bisa bergantung pada pemerintah pusat, setiap kota telah mengumpulkan prajurit atau tentara bayaran. Mengingat bahwa saat ini, Kerajaan telah membubarkan Pasukan Ketiga Duke dan Pasukan Bangsawan, dan menyusun ulang mereka menjadi United Army, apa yang terjadi di Amidonia adalah kebalikan dari situasi Kerajaan*. Tindakan penguasa daerah dalam mengumpulkan prajurit mereka sendiri bukanlah sesuatu yang bisa Julius abaikan, tapi jika dia menegur mereka, ada resiko bahwa para penguasa itu akan mulai memberontak satu per satu. Namun, jika seseorang hanya melihat hasilnya, itu adalah kesempatan bagus untuk menghilangkan semua gangguan
*TN: Sementara kerajaan menyatukan pasukan, Dukedom sedang memisahkan pasukan.

Machiavelli telah mengatakan bahwa itu adalah saat untuk menggunakan 【 kekejaman 】. Bahkan jika mereka melakukan pemberontakan, maka seseorang harus menghancurkan setiap kekuatan musuh dan kemudian menjalankan kekuasaannya diatas orang lain yang masih ragu dalam posisi mereka. Namun, Julius tidak melakukan tindakan itu. Mungkin dia membiarkan anjing yang tidur berbaring, atau mungkin dia takut bahwa jumlah pasukannya yang berkurang karena pertempuran sebelumnya akan semakin berkurang? Aku tidak mungkin tahu alasan di balik hal ini. Namun, kurangnya kebijakan adalah langkah pertama menuju rawa dimana dia tidak akan bisa keluar dari sana.

Satu bulan yang lalu, atau satu bulan setelah pengembalian Van, terjadi pemberontakan oleh warga di daerah barat laut Amidonia.

***

Dorongan warga untuk memberontak berasal dari kekurangan pangan. Itu juga terjadi di Kerajaan, tapi kekurangan pangan di daerah ini lebih parah. Barat laut Van adalah daerah yang menderita paling parah, jumlah kematian karena kelaparan telah mencapai tingkat yang belum pernah di dengar selama beberapa ratus tahun. Warga telah meminta bantuan kepada penguasa daerah, tapi penguasa daerah menolak permintaan itu. Karena untuk melindungi daerah itu, mereka harus mengumpulkan prajurit, jadi sedikit makanan disimpan untuk kebutuhan militer. Reaksi penguasa daerah itulah yang menyebabkan kemarahan warga meledak dan menyerang kediamannya.

Prajurit yang dikumpulkan untuk melindungi penguasa daerah dan wilayah itu jatuh kedalam situasi dimana mereka harus melawan warga yang marah. Meskipun begitu, sebagian besar dari prajurit yang di kumpulkan tengah berusaha menyambung hidup, jadi ketika mereka bentrok dengan sesama warga yang marah, mereka berakhir dengan melarikan diri ke segala arah. Penguasa daerah itu dengan susah payah berhasil mencapai Ibukota Dukedom, Van dan memohon kepada Julius untuk menekan pemberontakan. Jika pemberontakan terus berlarut-larut, maka ketidak puasan yang membara di setiap wilayah akan berubah menjadi api.

Jika kali ini dia menunjukkan wewenang dan kekuatannya, maka para bangsawan akan mematuhinya. Dengan keputusan ini, Julius memimpin pasukan reguler dan secara pribadi mulai menekan pemberontakan. Warga yang marah tidak punya kekuatan untuk melawan pasukan reguler, dan dengan demikian pemberontakan itu perlahan-lahan berhasil ditekan. Pemandangan mengerikan dari mayat warga yang berserakan di seluruh desa yang melakukan pemberontakan tersebar ke seluruh daerah barat laut. Meskipun Julius akhirnya berhasil menekan Pemberontakan di Daerah Barat laut dan mengakhirinya, dia kembali menerima laporan yang mencengangkan.

Selama ketidakhadiran nya, warga Ibukota Dukedom, Van, memberontak dan mengambil alih kota. Selain itu, mereka mengirimkan utusan untuk membuat aliansi dengan Kerajaan Elfrieden dan meminta bantuan pasukan, yang segera di terima Kerajaan dan mengirimkan pasukannya. Van dan daerah sekitarnya sekali lagi diduduki.

***

【 Dan kemudian, anda…. Kembali menduduki Van sebagai hasilnya. 】

“Itu benar. Karena itu adalah permintaan dari rakyat Van.”

Maria mengirimkan tatapan menuntut penjelasan, jadi aku mengangguk dengan tenang. Tentu saja, pemberontakan warga Van ini terjadi karena hasutan Squad Kucing Hitam yang di pimpin oleh Kagetora. Mereka menyembunyikan diri di sekitar Van, dan sambil mengamati perkembangannya, mereka membuat koneksi dengan orang berpengaruh yang ada di kota itu, dan memilih waktu untuk menyebabkan warga Van melawan kebijakan mereka sendiri*. Waktu antara kedatangan utusan untuk membentuk aliansi dan pendudukan ulang terbilang singkat karena sebelumnya aku telah mengirimkan pasukanku di sepanjang perbatasan di bekas Wilayah Duke Carmine.
*TN: Ingat, laporan Inugami tentang “gunung telah bergerak” di chapter sebelumnya? Itu adalah kode bahwa Julius telah meninggalkan kota. Politik membenci kekuatan kosong.

【 【 Deklarasi Kemanusiaan 】 melarang perubahan perbatasan nasional dengan kekuatan militer. Warga Van telah memberontak dan mengambil alih kota dengan kekuatan militer. Dengan ini, jika perbatasan Amidonia berubah, maka itu akan menjadi pelanggaran Deklarasi Kemanusiaan. Jika itu terjadi, Kekaisaran, sebagai pemimpin, perlu ikut campur dengan masalah kedua negara itu sekali lagi. Kerajaan yang telah menggerakkan pasukannya menuju Van, juga, akan ditangani dengan keras. 】

“Dapatkah anda?”

Hanya dengan komentar singkat itu, Maria tiba-tiba terdiam.

“【 Deklarasi Kemanusiaan 】 juga mengakui hak penentuan nasib sendiri yang dimiliki oleh para penduduk. Jika penduduk Van dan daerah sekitarnya ingin mengubah kesetiaannya dari Amidonia ke Elfrieden, maka bukankah seharusnya Kekaisaran sebagai pemimpin 【 Deklarasi Kemanusiaan 】mengakui mereka dan memberikan dukungan kepada mereka?”

【 …… 】

Maria mungkin juga memahami hal itu. Itulah sebabnya dia tidak mengatakan apapun. Melihat Maria bersikap seperti itu, aku sedikit menghela nafas dan memberitahukannya secara langsung.

“Ini adalah alasan kenapa Kerajaan tidak berpartisipasi dalam 【 Deklarasi Kemanusiaan 】”

***

《 Tiga Klausul Utama. Deklarasi Koalisi Kemanusiaan Melawan Ras Iblis 》

Pertama, tidak mengakui perubahan perbatasan oleh kekuatan militer karena konflik antara sesama manusia.

Kedua, menghormati hak kesetaraan dan penentuan nasib sendiri dari seluruh penduduk yang ada di setiap negara.

Ketiga, bagi negara yang terletak jauh dari Wilayah Raja Iblis untuk mendukung negara-negara didekat Wilayah yang berperan sebagai benteng melawan Pasukan Raja Iblis.

Idealnya, itu adalah klausul yang benar-benar patut dipuji. Namun, disana terdapat pertentangan diantara ketiga klausul itu yang bahkan tidak disadari oleh Kekaisaran. Tentu saja, jika mereka dengan kaku mematuhi ketiga klausul itu, maka itu dapat mencegah konflik ‘eksternal’ antar perbatasan. Namun, jika masalah itu terjadi secara ‘internal’, maka perjanjian itu akan membuat setiap pergerakan menjadi mustahil.

Dengan menerapkan perjanjian itu pada situasi di Van, jika hak penentuan nasib sendiri yang dimiliki oleh para penduduk di akui, anggota Deklarasi Kemanusiaan harus mengakui hak penentuan nasib sendiri milik penduduk Van saat ini. Namun, itu berarti akan terjadi perubahan perbatasan di Amidonia, jadi mereka harus tidak mengakuinya. Kemudian, terdapat sebuah pertanyaan apakah Van yang saat ini independen akan dianggap sebagai anggota Deklarasi Kemanusiaan atau tidak, sehingga alasan itu tidak akan berlaku bagi mereka. Tapi jika Amidonia menekan harapan Van untuk memisahkan diri, maka Amidonia sebagai anggota negara penandatangan dapat di serang karena tidak mengakui hak penentuan nasib sendiri yang dimiliki penduduk Van, Dengan kata lain, anggota dari Deklarasi Kemanusiaan akan terpojok kedalam sebuah situasi dimana tidak mungkin mengambil satupun gerakan.

Mungkin ada orang yang berpikir kenapa Kekaisaran tidak menyadari hal ini. Namun, itu adalah sesuatu yang benar-benar terjadi dan tidak disadari. Bagaimanapun, itu adalah sesuatu yang “bahkan tidak di sadari oleh penduduk dunia di abad ke-20”.

“Apakah anda sudah mendengar dongeng dalam laporan Jeanne-dono?”

【 …. Ya. Tentu saja, itu adalah cerita tentang penduduk yang takut akan terseret kedalam konflik antara dua orang dewa dan memutuskan untuk membuat peraturan untuk menghindari perang, kan? 】

Dongengnya seperti ini: Suatu saat, ada Dewa Timur yang mengatakan “Dunia harus sejajar” dan Dewa Barat mengatakan “Dunia harus bebas”; itu adalah masa dimana setiap negara yang percaya kepada kedua dewa itu saling menatap tajam satu sama lain. Negara yang terletak di perbatasan dari konflik kedua dewa itu, membuat peraturan bersama dengan banyak negara timur dan barat sehingga mereka tidak akan terseret kedalam perang itu. Peraturan itu adalah, sebagai berikut.

Pertama, mari berhenti mengubah perbatasan menggunakan kekuatan militer.

Kedua, mari berikan hak kepada penduduk di setiap kota, sehingga mereka dapat memutuskan nasib mereka sendiri.

Ketiga, mari berteman dan melakukan pertukaran budaya antara negara-negara barat dan timur.

【 Saya sudah mendengar hal itu dari Jeanne. Itu benar-benar mirip dengan 【 Deklarasi Kemanusiaan 】. Saya ingin tahu tentang akhir dari dongeng tersebut. Bagaimana keadaan dunia setelah itu? 】

“Untuk sesaat…. Peraturan itu berjalan dengan lancar. Tak lama kemudian, Dewa Timur terpecah, sehingga, dengan keseimbangan kekuatan yang hancur, tingkat ketegangan menurun, dan kedua faksi berhasil menghindari perang besar.”

【 Kemudian… berakhir dengan bahagia, bukan? 】

“Benar, untuk sementara. Namun, setelah itu, di sebuah negara multiethnic tertentu, ada sebuah kelompok ethnic yang melakukan pemberontakan bersenjata untuk kemerdekaan mereka. Jika kemerdekaan kelompok ethnic itu tidak di akui, maka itu akan melanggar peraturan penentuan nasib sendiri bagi penduduk. Namun, jika mereka mengakui kemerdekaan itu, maka mereka akan menyetujui perubahan perbatasan menggunakan kekuatan militer. Dengan pertentangan itu, negara yang membuat peraturan, tidak dapat melakukan tindakan apapun.”

【 Sama seperti Kekaisaran, bukan? 】

Aku dengan tegas mengangguk mendengar pertanyaan Maria. Kamu mungkin telah menyadarinya, tapi dongen itu berasal dari sejarah yang ada di Bumi. Dewa Timur yang mengatakan “Manusia harus setara” adalah “Sosialis”. Dewa Barat yang mengatakan “Manusia harus bebas” adalah “Kapitalisme Liberal”. Negara yang percaya pada kedua dewa itu dan saling menatap tajam adalah 【 Era Perang Dingin Blok Barat dan Blok Timur 】. Kemudian, negara yang mendiskusikan bagaimana cara untuk menghindari perang adalah negara yang berpartisipasi dalam 【 European Security Conference 】 pada tahun 1974 ( yang akan menjadi 【 Conference on Security and Co-operation in Europe (CSCE) 】), dan peraturan yang mereka putuskan dalam keputusan itu adalah 【 Pakta Helsinki 】.

Alasan kenapa aku langsung mengetahui pertentangan dalam 【 Deklarasi Kemanusiaan 】 adalah karena aku tahu tentang 【 Pakta Helsinki 】 yang memang mirip. Karena, untuk mengambil ujian universitas, aku juga harus mempelajari sejarah modern. Itulah sebabnya aku tahu bahwa 【 Pakta Helsinki 】, yang memberikan hasil konstan selama Era Perang Dingin, setelahnya akan mencegah tindakan apapun yang akan diambil untuk mengatasi konflik antara Serbia dan Kroatia di bekas negara Yugoslavia.

【 ….. Apakah itu adalah lubang yang ada di Deklarasi Kemanusiaan yang sebelumnya telah di sebutkan oleh Souma-dono? 】

Maria mengatakan itu dengan nada menyesal.

“Ya. Lubang itu akan mematikan bagi negara multiethnic seperti kita. Itulah sebabnya, Kerajaan tidak dapat berpartisipasi dalam Deklarasi Kemanusiaan.”

Ini mungkin terdengar kejam, tapi bagi sebuah negara dimana ada sebuah ras yang dominan, seperti Amidonia, itu bukan masalah yang terlalu besar. Jika sejak awal, posisi ras lainnya sudah rendah, atau populasi mereka sedikit, maka mereka tidak akan memiliki kesempatan untuk memisahkan diri. Di sisi lain, bagi negara multiethnic yang hidup bersama, itu sangat berbahaya. Jika administrasi nasionalnya kuat, maka tidak akan ada masalah, tapi jika administrasi nasionalnya melemah, maka mereka mungkin akan mempertimbangkan untuk melakukan pemisahan atau memerdekakan diri. Meskipun saat ini tampaknya baik-baik saja, tidak ada yang tahu bagaimana dengan besok. Sama seperti yang dikatakan Machiavelli: “Seseorang harus bersiap pada perubahan nasib*”.
*TN: The Prince, Chapter XXV

【 Itu adalah pernyataan yang benar dan menyakitkan. Karena Kekaisaran kami juga merupakan negara multiethnic. 】

…….. Benar. Karena saat ini Kekaisaran kuat, maka itu akan baik-baik saja. Pada kondisi saat ini, dimana Wilayah Raja Iblis menyerang dari utara, tidak ada tempat yang lebih aman dari pada Kekaisaran, negara terkuat umat manusia. Tidak masuk akal jika ada sebuah ras atau bangsawan di dalam Kekaisaran yang ingin mengubah hal itu. Namun, jika administrasinya tidak berjalan lancar, atau jika ancaman dari Wilayah Raja Iblis menghilang, maka apa yang akan terjadi kepada Kekaisaran yang bergantung pada Deklarasi Kemanusiaan?

“Maria-dono…..”

【 Saya tahu. Namun, ini bukan saatnya untuk mundur. 】

Ketika Maria mengatakan hal itu, dia tersenyum dengan mata yang dipenuhi keyakinan.

【 Bahkan jika ini adalah sebuah jalan menuju kehancuran, saya percaya bahwa Kekaisaran adalah cahaya harapan bagi orang-orang yang hidup saat ini, itu adalah bukti bahwa untuk melawan Wilayah Raja Iblis, umat manusia harus bersatu untuk menghadapinya. Bahkan jika itu hanya sesaat, Kekaisaran akan menaikan bendera untuk mempersatukan hati semua orang. 】

“….. Saya pikir saya tahu kenapa anda dipanggil Gadis Suci.”

Aku pikir itu adalah cara berpikir yang naif dan idealistis, tapi kata-kata semacam itu dapat menarik orang-orang. Suatu saat, hari dimana kenyataan keras mungkin akan datang, tapi meski begitu gadis ini bertekad untuk mewujudkan cita-citanya. Itu terlihat penuh bahaya, tapi aku juga ingin melihatnya. Begitulah pesona yang dimiliki gadis ini.

( Jeanne-dono juga tidak bisa menghentikan kekhawatirannya, begitu….. )

Aku mengingat jenderal imouto yang lebih realistis dibandingkan kakaknya, tapi ketika aku melakukan hal itu, aku dapat mendengar suara Hakuya didalam hatiku, mengatakan kepadaku dengan urat yang nampak dikepalanya, “Apakah itu adalah sesuatu yang dapat anda katakan sendiri?”

【 Saya memahami keadaan yang menyebabkan pendudukan kembali yang terjadi di Van. Saya pikir untuk saat ini, kelihatannya tidak ada kesalahan di sisi anda. “Bahkan jika, sebagai contoh, kalian melakukan sesuatu dibalik layar.” 】

Maria menggelengkan kepalanya dan mengatakan hal itu dengan tenang. Fumu, kelihatannya dia telah menduga pergerakan Kucing Hitam dalam pemberontakan Amidonia. Alasan kenapa dia tidak menuntut penjelasan dari hal ini mungkin karena Kekaisaran juga melakukan operasi intelijen yang sama. Begitu juga dengan Amidonia. Maria kemudian melanjutkan perkataannya.

【 Tapi, Souma-dono. Ada sesuatu yang tidak saya pahami. 】

“Tentang apa?”

【 Kenapa Kerajaan mengambil alih seluruh wilayah Dukedom Amidonia? 】

“………”

← PREV | Table of ContentsNEXT →

5 Comments Add yours

  1. Andika says:

    Hmm mencium baubau perang dingin Uni Sovyet dan Amerika Serikat nih

    Like

  2. satrio says:

    Another people: *belajar pemerintahan dari buku filosofi*
    Me : *Belajar pemerintahan dari novel*

    Like

  3. tonski says:

    penuh akan filosofi lagi 🙂 makin keren aja mkkin sini ..ayo min lanjut vol4 nya hahaa walau vol.3 juga belum beres baca :3

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s