Genjitsushugisha no Oukokukaizouki Arc 3 Chapter 3 F

Arc 3
Chapter 03 – Negosiasi F

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Larvyde

“Apakah peraturan itu…. Gagal mencegah perang?” (Jeane)

Jeanne bertanya dan terlihat gelisah. Aku menggelengkan kepalaku.

“Oh tidak, peraturan itu terbukti ampuh. Setidaknya selama kedua dewa itu saling bermusuhan, skenario terburuk dimana pecah perang habis-habisan karena kedua dewa itu berhasil di hindari. Pada akhirnya dewa timur hancur, kehilangan kekuatan untuk bertarung, dan dewa barat merasa aman dan menghentikan sikap waspada mereka.” (Souma)

“Jadi itu adalah sebuah akhir yang bahagia. Dimana letak masalah dari hal itu?” (Jeane)

“…. Yah, jika itu berakhir disana, semua orang akan hidup bahagia selamanya.” (Souma)

“Masih ada lagi?” (Jeane)

“Hanya itulah yang dapat kukatakan saat ini. Maaf, aku belum bisa memberitahukannya saat ini.” (Souma)

Aku menghentikan percakapan itu dengan nada kuat. Jeanne tampaknya menjadi lebih penasaran, tapi dia menghapus rasa itu saat melihat mataku. Saat aku menyantaikan bahuku, aku berkata kepada Jeanne.

“Kamu tidak perlu khawatir, kamu akan tahu pada waktunya. Ini tidak akan menjadi masalah bagi Kekaisaran.” (Souma)

“…… Ini membingungkan.” (Jeane)

“Aku ingin kamu mempercayaiku saat ini, tapi selama itu menyangkut negara kami, kami ingin berjalan berdampingan dengan kalian. Selama Kaisar Wanita Maria tetap menjunjung tinggi pernyataan ‘manusia harus bersatu dan melawan Pasukan Raja Iblis’, Kerajaan tidak akan menjadi musuh kalian.” (Souma)

Jeanne menatapku dengan ragu.

“Kalian tidak menandatangani Deklarasi Kemanusiaan, dan Anda masih ingin kami mempercayai kalian?” (Jeane)

“Deklarasi Kemanusiaan bukan satu-satunya perjanjian yang ada, kan? Kami tidak dapat menjadi bagian dari Deklarasi Kemanusiaan, tapi kupikir negara kami dapat menyetujui hubungan bilateral dengan Kekaisaran. Sebuah perjanjian rahasia.” (Souma)

“Aliansi rahasia….. kah?” (Jeane)

Aku mengangguk.

“Kami akan menyelesaikan masalah domestik kami dalam waktu dekat, dan selanjutnya kami akan mereformasi bagian militer. Kami berencana untuk membangun ulang militer agar mereka dapat bergerak dengan kehendak yang sama. Juga, kami telah membuat takut Amidonia dengan peristiwa ini, jadi kami tidak lagi menempatkan pasukan militer kami di perbatasan sebelah barat. Pasukan Elfrieden sekarang dapat bergerak dengan bebas. Saat ini, Kekaisaran telah menerima permintaan bantuan dari Konfederasi Bangsa Timur, kan?” (Souma)

“…..ya. Mereka sebagian besar terdiri dari negara-negara kecil, tapi sebagian besar dari mereka adalah penandatangan Deklarasi Kemanusiaan. Sebagai pemimpin, tentu saja kami akan mengirimkan pasukan untuk membantu mereka.” (Jeane)

“Itu dia. Aku ingin tahu apakah kalian tidak bisa menyerahkan tugas itu kepada kami.” (Souma)

Apa yang kuajukan adalah ini. Di bagian tengah benua terdapat Pegunungan Naga Bintang dimana naga yang memiliki kepintaran tinggal disana didalam perlindungan alami yang dimiliki tempat itu. Jika para iblis ingin pergi ke selatan, mereka harus menyerang melalui barat atau timur. Di sisi barat terdapat Kekaisaran, tapi serangan melalui sisi timur akan ditangani oleh Kerajaan. Lebih jelasnya, jika Konfederasi Bangsa Timur meminta bantuan militer, Kerajaan akan mengirimkan bala bantuan. Namun, ada beberapa prosedur untuk hal itu.

“Pada saat itu, ketika Kekaisaran yang merupakan pemimpin menerima permohonan, kalian akan mengatakannya kepada Kerajaan, dan kami akan menanggapi panggilan kalian dan mengirimkan pasukan. Itulah yang akan kita lakukan di didepan layar.” (Souma)

“…… Kelihatannya itu agak, lambat. Untuk apa hal itu?” (Jeane)

“Dalam hal kekuatan, kami masih tidak bisa disebut sebagai negara besar, tapi dari sisi wilayah, kami berada di peringkat kedua jika kita tidak memasukan Wilayah Raja Iblis. Jika berita tentang negara terbesar dan terbesar kedua yang membentuk sebuah aliansi tersebar, negara-negara lain akan menjadi waspada. Khususnya, Amidonia, Negara Tentara Bayaran Zem, dan Republik Torgis, yang terjepit di antara kita. Itulah sebabnya kita tidak ingin mereka tahu bahwa Kekaisaran dan Kerajaan berada dalam sebuah aliansi.” (Souma)

“Begitu. Itulah sebabnya anda ingin membentuk sebuah aliansi rahasia.” (Jeane)

Jeanne menunjukkan wajah penuh pertimbangan, mungkin sedang memikirkan apa keuntungan dan kerugian yang akan didapatkan oleh Kerajaan. Namun, Kekaisaran tidak akan kehilangan apapun karena melakukan hal itu. Mereka dapat menyisihkan pasukan yang akan mereka kirim ke timur dan memperkuat pertahan di sisi barat dimana negara mereka bersentuhan dengan Wilayah Raja Iblis. Jika ada hal yang mereka khawatirkan…. Itu pasti adalah tujuan kami… tapi Jeanne akhirnya membuat anggukan besar.

“Saya pikir kami tidak akan kehilangan apapun dengan menerima hal itu. Namun, apakah kalian benar-benar akan mendapat keuntungan dengan melakukan hal itu?” (Jeane)

“Jika ditanyai seperti itu, maka aku akan mengatakan bahwa itu untuk mendapatkan kepercayaan dari Kekaisaran. Selain itu, dengan berpartisipasi dalam perang, kalian tidak akan lagi meminta uang bantuan.” (Souma)

“Baiklah, tentu saja. Hal itu hanya diminta kepada negara yang tidak berpartisipasi dalam perang…. Tapi apakah anda yakin? Saya rasa itu tidak dapat dikatakan sebagai keuntungan…..” (Jeane)

“…. Yah, itu tidak akan menjadi tentara bayaran saat keberadaan manusia sedang terancam. Negara lain tidak akan memandang kami dengan ramah jika kami bertindak acuh tak acuh meskipun negara kami telah stabil.” (Souma)

“Begitu……” (Jeane)

Jeanne melipat tangannya dan mengerang, “hmm”

“Jika seperti itu maka masalahnya adalah akan menjadi seberapa dekat kerja sama yang kita lakukan. Kekaisaran dan Kerajaan terletak di kedua ujung benua, jadi akan memakan waktu untuk menyampaikan permintaan kami. Memang bagus jika kami dapat mengalihkan permintaan bantuan tapi waktu yang dibutuhkan akan menjadi sebuah masalah.” (Jeane)

“Tentang itu, Aku telah memikirkan sesuatu…. Hakuya, bawa itu kemari.” (Souma)

“Baik.” (Hakuya)

Hakuya berdiri dan meninggalkan ruangan. Dia kembali sambil membawa sebuah kotak. Dia kemudian memberikan kotak itu kepada Jeanne. Yang kemudian menerima kotak itu dengan wajah bingung.

“Dan apa yang ada di dalam ini?” (Jeane)

“Silahkan membukanya. Aku ingin Maria-dono memilikinya.” (Souma)

“…..? Ini….. sebuah alat penerima? Ah!” (Jeane)

Jeanne kelihatannya telah menyadarinya. Didalam kotak itu, terdapat sebuah alat penerima sederhana yang kugunakan saat memberikan peringatan terakhir kepada Georg dan yang lainnya.

“Penerima itu telah di atur ke salah satu orb di negara kami. Aku ingin agar Jeanne-dono mengirimkan satu dari Kekaisaran saat kamu telah pulang. Dan tentu saja, atur itu ke salah satu orb yang ada di Kekaisaran juga. Lalu kita dapat saling menghubungi kapan saja.” (Souma)

“Ara…..” (Jeane)

Dengan kata lain, menggunakan orb di kedua negara dan sebuah penerima sederhana, kami akan membuat sebuah hotline antara Kekaisaran dan Kerajaan. Tidak seperti orb, kamu dapat membawa alat penerima kemana saja. Saat salah satu negara melakukan kontak melalui receiver, negara yang satunya tinggal pergi ke tempat dimana orb berada dan membuka sesi konferensi. Kami tidak dapat mengirim dokumen dengan cara ini karena kami hanya mendapatkan transmisi, tapi itu mungkin dapat dilakukan dengan cara mengkombinasikannya dengan birokrat urusan diplomasi. Jeanne terkesan dengan rencana ini.

“Maka, bahkan Kakak yang tidak dapat meninggalkan Kekaisaran dapat dengan mudah melakukan pertemuan…. Bagaimana saya harus mengatakannya, kemampuan imajinasi Raja Souma membuat saya merinding.” (Jeane)

“Tapi kamu terlalu melebih-lebihkannya. Ini adalah hal yang biasa di dunia tempatku berasal.” (Souma)

“Sampai-sampai hal seperti ini adalah sesuatu yang biasa…. Um, Souma, Yang Mulia. Apakah saya boleh mengatakan sesuatu yang agak tidak sopan….” (Jeane)

“Hm? Silahkan.” (Souma)

“Terimakasih banyak. Juga…. Tuan Putri Liscia.” (Jeane)

“Eh, aku!?” (Liscia)

Liscia terkejut karena tiba-tiba di panggil, tapi Jeanne terus berkata tanpa memperdulikannya.

“Apakah kamu tidak akan mengembalikan takhta kepada Raja Alberto? Kekaisaran akan bersedia sepenuh hati mendukung dirinya.” (Jeane)

Rekomendasi untuk penurunan takhta. Tunggu dulu, apa yang dia katakan kepada Raja dari sebuah negara!? Liscia terkejut untuk sesaat tapi setelah memproses pernyataan itu mukanya menjadi merah.

“Apa yang tiba-tiba kamu katakan! Itu sudah pasti tidak akan terjadi!” (Liscia)

“Kenapa tidak? Sejak awal ini adalah Kerajaan milik Raja Alberto. Lalu saat Souma-dono bebas, tolong datang ke sisi kami! Jika anda melakukannya, anda dapat menjadi seorang Perdana Menteri atau posisi apapun yang anda inginkan! Saya bahkan akan menurunkan Kakak saya jika diminta, jadi tolong jadilah Kaisar kami!” (Jeane)

“Apakah kamu gila!? Apakah kamu paham apa yang kamu katakan!?” (Souma)

“Tentu saja saya paham. Ide milik Souma-dono akan menuntun kami ke era yang baru. Saya ingin melihat seperti apa Kekaisaran yang dibangun oleh Souma-dono dan Kak… perlu diketahui bahwa kami tidak akan menerima uang bantuan perang dan akan mendapatkan Souma-dono dengan cara apapun. Apakah anda bersedia datang ke sisi kami saat ini?” (Jeane)

Sebelum aku dapat mengatakan apapun, Liscia memukul meja dengan keras.

“TENTU SAJA DIA TIDAK AKAN KESANA! Souma adalah orang yang penting bagiku…. Bagi negara ini!” (Liscia)

Dia menampilkan tatapan mengancam, sambil menunjukkan taringnya. Sejujurnya aku merasa senang karena dia begitu memikirkanku, tapi kita sedang berada di tengah negosiasi saat ini. Aku menepuk kepala Liscia.

“Tenanglah Liscia. Aku tidak akan pergi kemana-mana, okay?” (Souma)

“…. Maaf. Aku kehilangan ketenanganku.” (Liscia)

“Kamu juga Aisha. Diam! Lepaskan gagang pedang itu.” (Souma)

“Bu, bukankah anda memperlakukan saya dengan begitu kasar!?” (Aisha)

Mengabaikan protes yang dikatakan Aisha, aku menatap Jeanne.

“Maaf, tapi aku tidak dapat menerima hal itu.” (Souma)

“Fuh… baiklah. Namun, kami benar-benar menyesali hal ini.” (Jeane)

Jeanne membungkukkan kepalanya, “terimakasih karena telah mendengarkan perkataan kasar saya.”

“Kembali ke topik aliansi…. Masalah sepenting ini tidak dapat saya putuskan sendirian. Karena anda telah menawarkan konferensi tingkat tinggi menggunakan Siaran Kerajaan, Saya pikir akan lebih baik jika anda mendiskusikannya secara pribadi dengan Kakak saya. Untuk itu, saya akan kembali ke Kekaisaran sambil membawa beberapa diplomat anda, dan meninggalkan beberapa diplomat kami untuk di bawa ke Kerajaan.” (Jeane)

“Tentu saja kita harus bertukar dokumen bertanda tangan. Hum…. Bagaimana dengan ini. Menunjuk salah satu perwakilan diplomatik menjadi Duta Besar Luar Biasa dengan kuasa penuh dan mendirikan kedutaan di ibukota kedua negara. Akan menjadi tidak efisien jika kita harus bolak balik setiap kali kita harus memutuskan sesuatu.” (Souma)

“Itu akan menjadi sangat bagus! Kami akan segera mempertimbangkan hal itu. Sungguh… Pengetahuan Raja Souma benar-benar mengesankan.” (Jeane)

“Seperti yang kukatakan, itu bukan ideku.” (Souma)

Setelah itu, Jeanne dan aku mencapai pemahaman yang sama dan mendiskusikan banyak hal. Seperti, tentang Maria-dono yang ingin menghapuskan perbudakan. Dia telah lama ingin menghapuskan sarang perdagangan manusia ini, tapi sekarang dengan ancaman yang datang dari Wilayah Raja Iblis, dia telah dapat melakukannya atas nama solidaritas manusia. Telah mengantisipasi bahwa hal itu akan sulit dilakukan di masa damai dan bahwa dia harus melakukannya sekarang, kelihatannya dia bukan hanya seorang ‘flower child’.

Sementara bagi diriku sendiri, aku juga setuju untuk menghentikan perbudakan*, tapi kupikir masih terlalu awal untuk melakukan hal itu dan memutuskan untuk ‘menunggu’. Perubahan tiba-tiba, meskipun (kupikir) itu bagus, akan menyebabkan kekacauan. Setelah melihat seberapa banyak kekacauan yang terjadi di Semenanjung Arab (Tentu saja, aku tidak bermaksud menentang gerakan itu) telah meluas ke negara sekitarnya, aku mengkhawatirkan hal seperti itu.
*Tapi dalam kasusku, itu lebih kemasalah ekonomi dari pada masalah kemanusiaan: Aku ingin memiliki rakyat yang hidup bebas dan mulai menghasilkan uang secepat mungkin.

Itulah sebabnya, mengenai perbudakan, aku memberitahukan kepada Kekaisaran bahwa aku harus melakukannya selangkah demi selangkah, dan jika bisa mereka harus menyelaraskan pergerakan itu dengan Kerajaan.

…… hal-hal penting semacam itu datang silih berganti, jadi para birokrat di kedua sisi sedang berlarian kesana-kemari. Mereka terus seperti itu sampai tengah malam, bahkan setelah konferensi selesai. Aku yakin mereka akan begadang semalaman. Setelah melirik kepada para birokrat, Aku membawa Liscia dan Jeanne keluar menuju balkon ruang kantor.

***

Sekarang adalah akhir musim gugur dan juga larut malam, jadi udaranya terasa dingin. Aku meminta Serina untuk menyiapkan susu panas dalam cangkir kayu seukuran mug, bukan untuk merayakan diskusi yang berakhir sukses, tapi agar kami bertiga dapat bersulang.

“Untuk kemakmuran Kekaisaran,” kata Liscia, sambil mengangkat cangkirnya.

“Untuk pertumbuhan Kerajaan”, kata Jeanne, sambil mengangkat cangkirnya.

“Untuk persahabatan diantara negara kita berdua,” Kataku, sambil mengangkat cangkirku.

“””Bersulang”””

Kami mengangkat mug kayu yang kami pegang. Karena cangkir itu berisi susu panas, kami hanya menyeruputnya (Kami akan kepanasan jika langsung meminumnya)…. Tapi, ah, ini enak. Aku telah menikmati kelezatan susu sapi sejak aku datang ke dunia ini. Karena jangankan di pasteruisasi, susu itu bahkan tidak di sterilkan*. Sehingga susu itu tidak kehilangan rasanya. Meskipun ada masalah keamanan….. aku tidak bisa menolak susu ini!
*TN: Setelah diperah, susu itu mungkin hanya diletakkan didalam wadah besi dan di dinginkan di sumur atau sungai

“Kita telah mendapat banyak keuntungan dari konferensi kali ini, bukan”, kata Jeanne saat dia menikmati susu panas itu dengan santai.

“Pembicaraan itu benar-benar memakan waktu yang lama. Sekarang sudah hampir fajar.” (Souma)

“…… Jika saya memikirkannya kembali, kita bahkan membicarakan hal-hal yang tidak perlu di bicarakan hari ini.” (Jeane)

Karena kami telah membuat hotline Siaran Kerajaan, kami dapat membahas sejumlah agenda nanti. Karena hal itu, aku merasa bahwa kami telah melakukan hal yang buruk kepada para birokrat.

“Kita memasuki suasana hati yang aneh karena ini berlangsung sampai malam….” (Souma)

“Mau bagaimana lagi. Kita merasa senang karena telah mendapatkan teman yang bisa di andalkan”, kata Jeanne sambil tertawa.

Teman, kah? Yah, karena kami telah membentuk aliansi rahasia, kami dapat menyebut Kekaisaran sebagai teman kami. Adapan tentang bagaimana aliansi rahasia ini akan mempengaruhi dunia nantinya….. aku masih tidak dapat mengatakannya dengan jelas, tapi memiliki negara lain yang melakukan hal yang sama dengan yang kami lakukan itu terasa meyakinkan. Kekaisaran seharusnya juga merasakan hal yang sama. Lalu, wajah Jeanne tiba-tiba berubah menjadi serius.

“Ada sesuatu yang ingin kami katakan kepada teman dari timur kami.” (Jeane)

“Apa itu? Wahai teman dari barat.” (Souma)

“Tentang keberadaan yang disebut sebagai ‘Raja Iblis’ di Wilayah Raja Iblis.” (Jeane)

Raja Iblis. Dalam istilah RPG, sebuah keberadaan yang menguasai hewan iblis dan ras iblis. Memang belum jelas, tapi kelihatannya sesuatu seperti itu benar-benar ada, itulah yang dikatakan Raja sebelumnya, Alberto.

“Apakah Jeanne-dono pernah melihatnya?” (Souma)

“Tidak, faktanya, tidak ada seorang-pun yang pernah melihatnya. Saat pasukan penakluk melakukan serangan ke bagian paling dalam dari Wilayah Raja Iblis, pasukan itu hampir benar-benar dimusnahkan.” (Jeane)

“Hm? Lalu apakah kamu membayangkan sesuatu?” (Souma)

“Ada beberapa diantara ras iblis yang kelihatannya memiliki kemampuan untuk berbicara. Kami tidak mengerti bahasa itu, tapi ada sebuah kata yang sering di ucapkan. Para peneliti di negara kami percaya bahwa kata itu adalah nama dari sang Raja Iblis.” (Jeane)

Jeanne berhenti disini, lalu mengucapkan sebuah kata seakan dia mengucapkan sebuah vonis.

“Kata itu adalah….. Diable Roi*.(Jeane)
*TN: Secara harfiah bisa di artikan sebagai Raja Iblis. Tepatnya “Raja Setan”

“Diable Roi…. ‘Raja Iblis Diable Roi’?” (Souma)

“Benar. Itulah yang mereka katakan sebagai nama Raja Iblis.” (Jeane)

Jeanne mengangguk dengan serius. Raja Iblis Diable Roi…. Hm?

“Raja Iblis Diable Roi…. Raja Iblis…. Diable Roi…. Raja Iblis…..” (Souma)

Huh? Apa? Aku merasa pernah mendengar kalimat itu sebelumnya. Sebuah déjà vu?…. tidak, bukan itu. Aku telah mendengar hal itu sebelumnya. Dimana? Dimana? Bukan disini, tapi dimana? Bukan di dunia ini. Jadi di dunia sebelumnya? Tidak, tunggu. Kenapa Bumi? Tidak ada Raja Iblis di Bumi. Kenapa? Aku seharusnya tidak mengetahui Diable Roi. Namun, kenapa itu mengganggu pikiranku?

“Ap, ada apa Souma!?” (Liscia)

Saat aku memikirkan hal itu, aku telah didukung oleh Liscia. Tampaknya aku tengah memegangi kepalaku dan menjadi goyah. Melihat Liscia dan Jeanne yang khawatir, aku tersenyum dan berkata “Aku baik-baik saja”.

“Aku hanya tiba-tiba merasa lelah.” (Souma)

“Hum, bagaimanapun ini sudah larut malam. Mari kita akhiri hari ini.” (Jeane)

Karena tawaran Jeanne, kami memutuskan untuk mengumumkan secara resmi apa yang diputuskan malam ini besok siang di ruang pertemuan dengan kehadiran Julius, dan beristirahat untuk saat ini. Aku meminta Serina menunjukkan ruangan Jeanne sementara Liscia dan Aku pergi ke ruangan milik Liscia. Aku ingin langsung tidur tapi karena tempat tidurku berada didalam kantor, aku tidak bisa tidur dengan para birokrat yang masih bekerja. Itulah sebabnya aku berpikir untuk meminjam sudut ruangan milik Liscia.

“Souma….. apakah kamu benar-benar baik-baik saja?” (Liscia)

Saat kami masuk kedalam ruangan itu, Liscia menanyaiku dengan khawatir.

“…… Aku baik-baik saja, Hanya sedikit lelah.” (Souma)

“Pembohong! Souma yang dapat begadang tiga hari dengan normal tidak akan merasa kelelahan setelah baru satu malam!” (Liscia)

“Hei, dikatakan begitu itu sedikit…..” (Souma)

“Haah…. Kemarilah.” (Liscia)

Liscia duduk ditempat tidur dan memaksaku untuk duduk disampingnya. Duduk disamping wanita cantik adalah sebuah situasi yang mendebarkan, tapi ditekan oleh aura serius milik Liscia, aku mematuhinya dalam diam. Saat aku melakukannya, Liscia memegang kepalaku dengan tangannya dan membaringkannya di pangkuannya. Dia memberiku bantal paha yang kedua sejak kencan di Parnam. Suara lembut Liscia terdengar dari atasku.

“Tidak masalah jika kamu tidak mau mengatakan alasannya kepadaku, tapi setidaknya bergantunglah kepadaku saat kamu kelelahan.” (Liscia)

Liscia membelai keningku.

“….. Maaf. Dan terimakasih.” (Souma)

“Fufu, sama-sama.” (Liscia)

Aku menutup mataku dengan santai. Perasaan tidak nyaman yang kurasakan saat aku mendengar nama Diable Roi dan merasa bahwa itu tidak asing masih belum menghilang, tapi hatiku merasa tenang karena kepalaku sedang di belai. Aku bisa tidur tanpa kekhawatiran berkat Liscia

← PREV | Table of ContentsNEXT →

3 Comments Add yours

  1. errrrr….klo emang benar raja iblis diablo roi dri dunia manusia, tokoh sejarah yg pernah ngaku2 sebagai raja iblis ya “oda nobunaga”….

    Like

    1. Dek4ron says:

      Kalo lihat di google translate, diable roi tu bahasa Prancis. Sedangkan waktu Nobunaga, bangsa asing yg masuk Jepang baru Portugal, bahasa portugalnya iblis tu Diabo.
      Bakal seru kalo emang yg dipanggil ke dunia itu beneran Nobunaga Oda

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s