Jogakusei Tantei Volume 1 Chapter 2 A

Volume 1
Chapter 2 – Jangan Memutar-Mutar Rambut Kuncirmu (Bagian 1)

Penerjemah : Wahyuet
Editor : –

Sumber English : Renna’s Translations


-Ini terlihat seperti Ameamura Saho telah mencoba bunuh diri.

Hari berikutnya, seluruh sekolah berisik karena usaha bunuh diri Saho.

Aku bingung ketika aku mendengar ini dari temaan sekalasku, segera setelah aku masuk ke kelas pagi itu.

Tapi kenapa? Itu hanya kemarin ketika para guru dan aku berbicara tentang ketidakmungkinan itu adalah bunuh diri.

“Aku dengar Amaemura-san sedang diganggu”

Setelah aku mendengarnya, kebingunganku menjadi meningkat. Hatiku tercengkram kesakitan.

Meskipuan ia adalah siswa terhormat, atau mungkin karena fakta itulah, dia di ganggu oleh sekelompok siswa lainnya.

Kadang-kadang bahkan dengan kekerasan.

Aku tidak tahu tentang semua ini.

Setelah aku berpikir kembali, aku telah memperhatikan sesuatu yang tampak salah. Aku sebelumnya melihat memar di lengannya. Tapi setiap kali aku bertanya tentang itu, dia selalu berkata itu bukan apa-apa.

Dia pasti telah berusaha keras menyembunyikannya dari orang lain.

“Jadi itu sebabnya ia mencoba untuk mengakhiri penderitaanya dengan bunuh diri…”

“Jadi itu alasan sebenarnya”

Bahkan sebelum aku bisa menolak ucapan teman sekelasku, Touka mendahuluiku dan menyangkalnya.

“Saho tidak selemah itu…”

Aku menunggu sampai waktu istirahat untuk bertanya pada Touka tentang itu.

“Ya, aku tahu dengan baik”

Seperti yang aku pikirkan, Touka tahu tentang Saho yang ditindas. Dan sampai sekarang, ia berdiri membela Saho tak terhitung jumlahnya. Namun, Saho tidak mau Touka untuk membantunya.

“Meskipun gadis itu biasanya begitu dewasa, tapi dia selalu keras kepala atas hal-hal aneh”

Saho mengatakan dia akan mengurus dirinya sendiri, dan bahwa ia harus memecahkan masalah ini dan mengatasinya sendiri.

“Itu bodoh. Bahkan dengan berapa banyak dia berharap ubtuk festival Akebi”

Touka bergumam pelan.

Saho mungkin tidak akan dapat menghadiri festival.

Sepertinya dia masih belum sadar.

Touka tampaknya mencoba untuk menghilangkan kemarahan dan kejengkelannya dengan menyibukan diri dengan tugas komite eksekutif festival Akebi. Dan karena aku agak khawatir padanya, aku mencoba untuk membantu pekerjaanya setelah sekolah hari itu.

Meja, kursi, kardus, dokumen, kayu, instrumen, kostum, peralatan yang bahkan aku tidak yakin pengguanaannya untuk apa.

Dari sini ke sana.

Dari sana ke sini.

Tidak seperti magang, aku bekerja keras untuk memindahkan semua hal-hal berbeda ini di sekitar.

Namun, karena aku tidak terlalu kuat, aku tidak merasa banyak membantu.

“Ini berat kalau sendiri, bukan?”

Touka, yang dalam perjalanan menuju insinerator untuk membuang sisa sampah dari persiapan stan, datang membantuku.

(insinerator: tungku perapian untuk membakar sampah)

Meskipun dia begitu kecil, dari mana dia mendapatkan tenaga seperti kuda itu! Itu yang bisa aku pikirkan ketika  aku melihat jumlah sampah yang dibawanya.

Terlepas dari kenyataan bahwa aku mencoba membantunya, dia sekarang membantuku sebagai gantinya. Aku tiba-tiba teringat bahwa aku belum selesai melakukan sesuatu yang harus aku lakukan untuk klub seni, ini tentu bukan waktunya membantu orang lain. Aku tidak bisa membantu tapi meskipun begitu aku cemas.

Aku bisa mendengar suara yang bercampur dari sukacita dan penderitaan yang berasal dari masing-masing kelas karena mereka buru-buru dengan persiapan festival. Seseorang menjatuhkan cat, atau tanpa sengaja memukul jari-jari mereka dengan palu, dan di tengah-tengah itu semua, ada yang mengakui pada gadis yang disukainya. Tidak ada yang kurang untuk dilihat.

Bazar gratis, stan yang menjual permen buatan tangan, dan lebih-ada berbagai stan yang berbeda antara masing-masing kelas.

“Wow! Touka-chan, lihat itu! Kelas itu memiliki roda mobil yang kuat! Mereka menjual itu? Oh, mereka memiliki ban, juga! Ah, dan bahkan mesin!”

“Apakah mereka benar-benar mmengambil terpisah seluruh mobil dan membawanya ke sini?! Sebagai anggota komite eksekutif, aku tidak akan membiarkan itu!”

“Sepertinya mereka mencoba untuk membuat sebuah lubang di lantai kelas ini untuk membuat perangkap ke lantai pertama. Aku ingin tahu mengapa-“

“Itu keluar dari pertanyaan!”

Meskipun ada beberapa yang salah, semua orang tampak antusias dengan festival Akebi. BTW, kelasku memutuskan untuk menjalankan sebuah kafe.

“Aku mengerti itu adalah sebuah kafe, tapi….mengapa ‘Youkai Jazz Cafe’?”

(Youkai=hantu/siluman)

Sebuah kerutan terbentuk di dahi Touka saat ia mendesah.

“Ini sebuah kafe jazz yang di jalankan youkai”

“Yeah, aku tahu itu, setidaknya”

Karena tidak bisa memilih antara apakah membuat kafe atau rumah hantu, kelas kami telah berkompromi dan memutuskan pada ‘Youkai Jazz Club’’.

“Sang Youkai senang untuk melayani anda! Setelah anda minum kopi youkai yang luar biasa lezat ini, anda akan pergi ke surga!”

Kelas telah setuju dengan tema itu.

“Ini aneh, bukan?”

“Ya, kau benar. Itu aneh. Youkai tidak pergi ke surga”

“Itu aneh juga, tapi tidak persis seperti apa yang aku maksudkan”

“Omong-omong. Touka-chan, apa Youkai yang akan kau perankan”

“……Kejurou.”

Kejurou adalah youkai wanita dengan rambut panjang yang mengalir sepenjang jalan turun ke pergelangan kakinya.

Menurut “The Illustrated One Hundred Demons from the Present and the Past” oleh Edo ukiyo-e artist, Toriyama Sekien, ia berlari hingga seorang wanita yang, dari belakang, tampak seperti orang yang dia tahu, hanya untuk menemukan seorang pelacur dengan rambut yang menutupi seluruh wajahnya, maka dia dinamakan Kejurou (Rambut pelacur).

“Pernah mendengar tentang hal itu! Mengapa aku tidak bisa medapatkan Youkai yang lebih terkenal, seperti Hitotsu-me Kozou (anak kecil bermata satu) atau Rokuro Kubi (wanita berleher panjang)”

“Yah, aku menyukainya! Edo ukiyo-e artist, Utagawa Toyokuni, Kejurou digunakan sebagai subyek dari cerita cinta”

“Kau benar-benar tahu banyak….”

“Ini hanya apa yang aku dengar dari seorang temanku”

Kami menuju ke lantai pertama saat kami berbicara, tapi tiba-tiba, kami berhenti. Ada lembaran kertas tak terhitung jumlahnya tersebar di tengah-tengah lorong, menghalangi kami untuk pergi lebih jauh. Seorang pria sendirian sedang menulis sesuatu di kertas-kertas dengan kuas tinta.

“Kakak, kau pikir apa yang sedang kau lakukan?”

Mendengar kata-kata yang tiba-tiba dari Touka ini, pria itu berhenti menulis dan mendongak. Dia memiliki fitur wajah yang dalam.

“Ah, adik, apa itu cara mu memanggil kakak mu”

Kalau dipikir-pikir, aku ingat Touka menyebutkan sebelumnya kalau dia punya seorang saudara. Maka terlihat bahwa orang itu adalah saudaranya.

“Aku Inukai Juurou. Terima kasih karena selalu membantu adikku. Dia pasti menyulitkan karena dia begitu kecil”

“Oh, tidak, tidak sama sekali. Sebenarnya, ada saat-saat aku ingin mengambil Touka-chan seperti kucing dan memutarnya, tapi karena aku hanya akan terluka, aku menahan diri dari melakukannya”

“Hibari. Apakau kau benar-benar memiliki dorongan itu ketika di dekatku?”

Oh, begitu ceroboh.

“Jadi, Juurou-senpai, apa yang kau lakukan di sini?”

“Aku sudah mantap melaksanakan pekerjaanku”

Mengatakan itu, ia mengambil salah satu kertas yang baru saja selasai ditulis dan mengelurkannya untuk kami lihat.

Dalam kertas besar, tercetak tebal, ini adalah apa yang dia tulis.

“Tolong jangan memindahkan terlalu banyak panel kayu penggeser”

“Setiap tahun, selalu ada orang yang pergi ke laut dan berakhir merusak properti sekolah, seperti peralatan atau kaca jendela. Nah kerusakan properti sekolah adalah salah satunya, tapi itu akan menjadi lelucon jika ada seseorang yang terluka. Itulah mengapa aku memutuskan untuk mencegah kesalahan apapun dengan menempatkan poster di seluruh sekolah. Sebagai presiden dari komite disiplin”

Hanya saat bagian terakhir ia berkata dengan keras dan berlebihan. Touka, jelas kesal pada kakaknya, dan berteriak padanya, “Penjelasanmu terlalu lama! Jika kau mau bicara, maka katakan dalam waktu kurang dari lima kata, kakak bodoh”

Itu tidak tampak seperti jumlah kata-kata yang cukup untuk menjelaskan.

“BTW, kakak ku baik dengan tanganya, jika tidak ada yang lain, aku sering menyuruh dia membuat poster dan origami dan hal-hal lain. Tetapi terlepas, apakah kau presiden komite disiplin atau komite disiplin. Kau berada di jalan! Pergi ke belakang! Seperti kau sebelum di prosesi tuan feodal ini!”

“Apa itu, adik ku! Kau memiliki kepicikan yang menyerang begitu banyak-!”

Kemudian menghabiskan lima menit untuk perselisihan antara dua saudara ini.

“Berbicara tentang yang mana-“

Setelah dilemparkan dari atas bahu adiknya sekali, Juurou-senpai merapikan seragam sekolahnya sambil berkedok tenang.

“Apakah kau gadis berkuncir yang menemukan dan menyelamatkan Saho-chan?”

“Aku hampir tidak melakukan apapun. Aku hanya orang pertama yang menemukan dia. Um, kau tahu tentang Saho?”

“Tentu saja. Ketika kita masih kecil, dia sering datang untuk bermain dengan Touka. Waktu itu, aku ikut bermain dengan mereka, juga. Aku masih memiliki kenangan mengharukan ketika kita akan mencampur bubuk mesiu yang tersembunyi di tempat kerja ayah kami, atau waktu kita mencoba untuk naik rakit di sungai Sumida dan hampir tenggelam”

Seakan kenangannya sendiri telah dipicu oleh kata-kata kakanya, ekspresi lelah muncul di wajah Touka. Terlihat bahwa Juurou-senpai adalah satu-satunya yang mendapati itu kenangan yang hangat.

“Sebenarnya apa yang kau maksud dengan ‘gadis berkuncir’?”

“Maksudmu kau tidak tahu? ‘Well done, gadis berkuncir! Penyelamat seorang siswa!’ begitulah yang mereka tulis di koran sekolah”

Sejak kapan ini terjadi? Setelah guru membaca koran terbaru dan mengetahui tentang Kasus Saho ini menyebar pada tahap awal.

“Apakah kuncir ku benar-benar keistimewaan yang membedakan…?”

“Itu tidak benar. Kau memiliki tahi lalat di bawah mata mu juga, bukan? Itu adalah simbol dari seorang wanita yang baik. Oh, tetapi jika kuncirmu hilang untuk beberapa alasan ceroboh dan kau datang ke sekolah keesokan harinya, aku mungkin tidak dapat mengenalimu”

Hal yang mengerikan untuk dikatakan. Pertama-tama, kuncir tidak akan hilang begitu saja.

“Dalam kasus apapun, terima kasih untuk menyelamatkan Saho-chan! Aku benar-benar senang bahwa hal yang buruk tidak terjadi. Aku….cukup khawatir sendiri kali ini, dan aku merasa frustasi oleh itu, juga”

Saat ia berbicara, suaranya secara bertahap menjadi lebih lembut. Apakah dia frustasi karena bullying nya?

“Juurou, aku selesai memasang semua poster mu”

Dan kemudian muncul Igarashi-senpai.

“Igarashi-senpai, kau membantu diluar juga?”

“Ya, sebagai anggota komite eksekutif, aku merasa itu penting untuk mencegah setiap kecelakaan selama festival”

Aku jujur terkesan dengan sejauh mana komite eksekutif melakukan pekerjaan mereka.

“Um…”

“Apa itu?”

Aku menunjuk tangan Igarashi-senpai.

“Aku sudah bertanya-tanya sejak kemarin tapi, tangan mu terluka?”

Ada perban membungkus ringan di sekitar tangan kirinya.

“Ya, itu terjadi ketika aku membawa beberapa peralatan. Hanya luka ringan. Anggota eksekutif berakhir dengan membantu banyak hal, kau lihat, tergantung pada di mana pun bantuan diperlukan”

Tentu saja, aku mengerti dengan baik apa yang dia maksud sekarang.

“Jika jumlah cidera dapat dikurangi dengan kerjaku sebagai gantinya, itu adalah harga yang kecil untuk dibayar. Lagipula, Ex mungkin membuat semacam gerakan selama festival. Tidak, aku yakin bahwa mereka akan mencoba untuk menarik sesuatu dan aku ingin mencegah hal itu, apapun biayanya”

“Aku akan memberikan tangangku tapi aku tidak bisa, juga” Tambah Juurou-senpai.

“Serahkan patroli pada hari festival pada komite disiplin! Ex itu licik. Dia terus-menerus membuat pernyataan di sekitar sekolah, seolah-olah untuk menutup kewaspadaan kita. Seperti yang Yuuma katakan, kita harus menjaga sementara festival berlangsung.”

Benar, besok akhirnya festival Akebi akan dimulai.

Hari itu, dalam rangka untuk menyelesaikan semuanya sebelum festival, banyak siswa tinggal di belakang sekolah sampai matahari terbenam untuk melakukan persiapan di menit-menit terakhir. Aku berinisiatif untuk tinggal di belakang, tapi karena ada pemberitahuan memberitahu siswa selain dewan pengurus pulang secepat mungkin, aku tidak punya pilihan selain untuk pulang.

Yue melihat aku pergi dengan lambaian dari pintu masuk. Karena dia tinggal di asrama sekolah, itu tampak seperti dia akan tetap tinggal di sekolah. Aku melambai kembali dari jauh dan berteriak,

“Yue-chaaan, ketika kau melihat nama stasiun, Ochanomizu, tidak merasa haus-?”

(Ochanomizu=air teh)

“Apakah itu benar-benar sesuatau yang harus kau tanyakan sekarang-?”

Setelah meninggalkan sekolah, aku lurus menuju rumah-tidak, tentu saja tidak. Hari ini, aku akan mengambil rute familiar untuk mengunjungi rumah sang penulis lagi. Sepanjang jalan, aku melihat sekelompok besar orang menuju jalan. Mereka mengenakan helm, dan membawa spanduk besar. Para siswa yang memprotes untuk perjanjian keamanan baru.

Aku tidak tahu banyak tentang tentang politik, tetapi mereka berbicara lebih bersemangat dari yang aku bayangkan, dan tampaknya melaksanakan kegiatan mereka. Sekarang dan kemudiang, aku mendengar pembicaraan tentang sesuatu yang berbahaya. Aku takut seseorang mungkin akan mati pada akhirnya.

Aku tidak bisa memprediksi jenis tindakan radikal Ex, yang tampaknya meniru orang-orang ini dengan kegiatan di sekolah, mungkin menarik lagi. Dalam hal ini, sepetinya tidak wajar bahwa ada beberapa keadaan seperti yang telah terjadi pada Saho.

“Sensei-! Aku datang untuk bertemu lagi hari ini. Apakah kau menjadi layu seperti sarden- kering kurang gizi?”

Setelah aku membuka pintu ruang kerja segera setelah aku tiba di rumahnya, aku melihat seorang pria dengan punggung membelakangiku. Namun, itu bukanlah Kudou-sensei.

“Aku, kau tampaknya ceria seperti biasa”

Pria itu berbicara dengan agak serak, suara hampir seperti berbisik. Rambut berantakan, kacamata bulat, dan garmen indigo yang terkena dadanya.

“Kareshima-san, aku bahkan tidak tahu kau ada di sini!”

Aku tidak bisa percaya bahwa ia berada di sini dan aku bertidak tanpa malu-malu! Cepat, aku menepuk rambut dan rok ku, dan mengoreksi posturku. Orang ini, dengan penampilan yang ramah dan suasana dunia lain tentang dia, adalah Kareshima Sotatsu, pemilik terhormat yang berjalan “Kokuudou,” toko buku antik di Kanda Jinbouchou. Dia dikenal Kudou-sensei sejak kuliah mereka, dan mereka berbagi hubungan senior junior. Sama seperti penampilannya, dia selalu tenang, dan bahkan berbicara ramah kepadaku. Aku tidak pernah bisa mengerti mengapa seseorang yang baik hati seperti Kareshima-san tetap berteman dengan sang penulis begitu lama.

“Tidak seperti Sensei, kau selalu lembut, dan itu menenangkan saat besama denganmu, Kareshima-san. Hal ini seperti berjalan dengan jelas, di perairan dangkal hulu sungai”

“Hmmp. Dan apa yang begitu lembut tentang berada di perusahaan salamander raksasa pria ini?”

“Oh, Sensei. Jadi kau ada di sini, setelah semuanya”

Ketika aku menoleh, aku melihat sang penulis sedang duduk di kursi, membaca buku.

“Ada apa dengan sikapmu itu, setelah bergegas pergi ke rumah orang lain?”

“lebih penting lagi, apa yang kau maksud dengan ‘Salamander raksasa’?”

Aku keberatan pada metafora yang digunakan sang penulis itu, tapi Kareshima-san sendiri tampak tak terpengaruh.

“Mungkin dia mengacu pada bagaimana aku hidup tenang sementaara pergi ke sana kemari”

Dan untuk bagian itu, ia bahkan mengakuinya.

“Kau lihat? Tidak mungkin untuk mencari tahu apa yang dia pikirkan setiap hari, dan ekologi nya diselimuti misteri. Dia praktis adalah salamander raksasa dari jalan antik.”

“Lalu bagaimana jika mengubah nama toko Hanzaki Daimyoujin?”

Hanzaki adalah nama lain untuk salamander raksasa jepang. Dikatakan bahwa bahkan jika dipotong menjadi dua, dia tidak akan mati, maka hanzaki dijuluki (“terbelah setengah”), namun, itu tidak pasti apakah teori itu benar. Mahluk misterius ini menjadi subyek dari legenda dan cerita rakyat, dan waktu yang lama, secara luas diberitahu bahwa di sebuah tempat bernama Ryuuto-no-fuchi di prefektur Okayama, hiduplah seorang salamander besar yang di ukur hampir sepuluh meter panjangnya, yang mereka sebut Hanzaki Daimyoujin.

“-Dan itu saja. Aku tidak melewatkan apapun, kan?”

“Tidak. Itu penjelasan yaang baik, Hibari-chan.”

“Ehehe. Nah itu sebagian besar hanya dari apa yang aku dengar dari kau, Kareshima-san”

Sebelum mewarisi Kokuudou dari ayahnya, kareshima-san adalah pencerita cerita rakyat, dan melakukan perjalanan ke berbagai ttempat di seluruh Jepang untuk melakukan penelitian lapangan. Tentu, dia menakutkan baik-informasi ketika membahas cerita rakyat, kepercayaan adat, dan youkai.

Yang benar adalah, kenyataan bahwa aku menjadi tahu lebih banyak tentang youkai adalah karena pengaruhnya.

“Dengan begitu, Kareshima-san, apa yang membawa kau ke sini hari ini?”

“Aku datang untuk membawa bahan-bahan penelitian yang senpai minta.”

Tampaknya sang penulis membaca sejak awal adalah karena mereka.

(maksudnya ‘mereka’ mungkin buku yang dibawa Kareshima-san)

“Ah, kau benar. Aku belum pernah melihat buku itu di sekitar sini sebelumnya”

“Seperti yang diharapkan dari Hibari-chan. Jadi kau sudah hafal semua buku yang di simpan di sini?”

“Ehehe-“

Itu benar. Karena aku datang ke sini hampir setiap hari dan selalu membaca buku di rumah ini, untuk sebagian besar, aku akan datang untuk mempelajari semua judul buku.

“Tapi tentu saja, aku tidak bisa mengatakan bahwa aku ingat setiap orang”

“Aku sudah mengatakan begitu sebelumnya, tapi aku ingin jika kau datang ke tokoku dan membantu di tokoku”

Mengatakan ini, Kareshima-san memegang tanganku dan tersenyum.

“Datang ke tempat mu-“

Wajahku berubah merah, dan aku buru-buru menarik tanganku kembali.

“A…a-a-a-a-a-a-a aku tidak bisa…! pernikahan, tidak, aku tidak bisa!”

Aku menggeleng keras dari sisi ke sisi, seolah-olah mengatakan,”Oh tidak, tidak, aku tidak mungkin bisa”

“Selain itu, aku bahkan belum menyaksikan pernikahan rubah! Dan aku yakin bahwa gaun putih murni tidak akan coock untukku, dan ada begitu banyak persiapan yang diperlukan untuk menikah…..tidak, bukan itu! Aku-aku memiliki seseorang seperti sensei…..tidak tidak tidak! Lupakan yang aku katakan! Itu adalah kata-kata yang diucapkan oleh seorang gadis yang dimiliki oleh rubah”

“Um….Hibari-chan, aku tidak benar-benar bermaksud untuk pernikahan…”

“Bercanda, omong kosong, celotehan! Kebohongan dan bergumam tidak koheren, pemalsuan! Obrolan absurd! Semua ungkapan- “

Koheren=bersangkut paut

“Apa yang kau maksud? Hei! Jangan memutar kuncirku!”

Aku akhirnya kembali ke akal sehat ketika mendengar sang penulis berbicara kepadaku. Dia menatapku dengan mata yang benar-benar dingin. Jangan lihat aku seperti itu!

“Oh, benar! Aku membawa sesuatu yang ingin aku berikan pada kalian berdua”

Memaksan mengubah topik pembicaraan, aku membuka tas milikku dan mengambil beberapa buku.

“Kau benar-benar cepat pulih”

Kareshima-san memujiku lagi.

“Kau akan datang, sensei. Ini adalah buku panduan untuk festival Akebi. Kareshima-san, ada satu untuk mu juga! aku bermaksud untuk memberikannya kepada mu di toko setelah ini, tapi kau di sini sekarang, itu waktu yang tepat.

Aku menyerahkannya pada mereka berdua.

“Terima kasih. Jadi itu akhirnya besok, ya”

“Semua orang sangat bersemangat untuk itu.”

Ketika aku berbicara dengan Kareshima-san, sang penulis selesai membolak-balik buku panduan pada kecepatan yang luar biasa. Tidak peduli apa isinya, ini adalah bagaimana ia selalu setiap kali dia mendapat sesuatu di tangannya apa pun yang menyerupai buku.

“Omong-omong, puncak festival, atau lebih tepatnya, daya tarik yang terkenal adalah monumen ini. Di sini, di halaman ini.”

“Para siswa di sekolahmu bekerja sama setiap tahun untuk membangun monumen besar ini, hm?”

“Ya. Kami berencana untuk memasangnya di halaman sekolah pada siang hari pada hari pertama festival Akebi. Dan pada hari terakhir, itu adat untuk membuat acara besar dari pembakaran itu.”

Semua orang akan berkumpul di sekitar api besar itu dan bersyukur atas kerja keras masing-masing. Melalui bangunan yang terbakar sekitarnya dan wajah siswa dalam cahaya oranye itu benar-benar agak romantis.

“BTW, aku dengar ada beberapa kecelakaan tahun lalu?”

Bertanya dengan tiba-tiba, sesaat, aku kehilangan kata-kata. Ya, ada sebuah kecelakaan. Tahun lalu, pada hari kedua festival Akebi, monumen terguling oleh angin yang kuat, dan beberapa orang cidera-setidaknya, itulah yang aku dengar. Aku tidak ada di sana untuk menyaksikan kejadian tersebut, jadi aku tidak tahu semua rinciannya.

Pada halaman pengantar saat ini ada kata-kata berikut:

“Untuk mencegah kecelakaan seperti tahun lalu terjadi lagi, kami telah melakukan perhatian lebih tahun ini, dan monumen yang dibangun dengan tindakan pencegahan. Akibatnya, tahun ini, telah dibuat secara signifikan lebih ringan, dan juga telah ada perbaikan stabilitas keseluruhan struktur. Kebetulan, untuk monumen tahun ini, itu akan dirakit dengan bagian-bagian dari monumen festival sebelumnya, dan diangkut ke lokasi yang di tunjuk di halaman sekolah di tempat yang sempurna. Kami merasa yakin bahwa itu akan menjadi pemandangan yang benar-benar menyenangkan untuk pengunjung. –Pemimpin kru pembuat monumen, Seno Atsuya”

“Aku mendengar bahwa pada satu titik, mereka dianggap menghentikan pembangunan monumen sama sekali, tapi karena ada orang yang keberatan dengan kehilangan tradisi ini, diputuskan bahwa mereka akan membangun lagi tahun ini.”

“Desainnya dirahasiakan sampai hari itu diresmikan, jika aku ingat.”

“Itu benar. Mereka sangat teliti dalam menjaga rahasia sampai saat ini. Aku percaya bahwa hanya siswa yang ada di kru produksi dan beberapa guru yang tahu akan tampak seperti apa.”

Dari apa yang aku dengar, mereka seharusnya akan membuatnya lebih besar daripada tahun lalu.

Aku pikir tahun lalu mengkin adalah tujuh, atau bahkan mungkin delapan meter. Aku telah mendengar rumor bahwa sejak tahun lalu monumen telah dibuat, itu akan lebih besar setiap tahun, tapi aku pikir itu mungkin benar-benar menjadi kenyataan.

“Jadi, Kareshima-san, apakah kau pikir kau dapat datang besok?”

“Nah, tentang itu, aku harus mengatur persedian di tokoku besok, jadi aku tidak berpikir aku bisa melakukannya.”

“Aku tahu…. itu sangat buruk”

Mengelola toko buku antik tampaknya tidak mudah.

“Aku minta maaf. Tapi aku pastikan untuk meluangkan waktu untuk datang pada hari kedua.”

“Kau sibuk?”

“Sedikit. Untuk beberapa hari ini, aku telah menarik semua pekerja untuk melakukan pekerjaan. Tapi aku sudah mampu melakukannya dengan meninggalkan radio untuk membuatku tetap terjaga.”

Dia hampir tidak tampak mengantuk sama sekali. Aku selalu merasa seperti ini setiap kali aku berbicara dengan Kareshima-san, tapi dia punya, kualitas pertapa-seperti ada yang misterius tentang dirinya. Aku merasa seperti dia bisa hidup selama ratusan tahun hanya dengan makan buah persik.

“Setiap kali aku meninggalkan radio, aku selalu berakhir ketiduran. Itulah yang terjadi sehari sebelum kemarin…”

“Apakah kau benar-benar? Itu sayang sekali kau melewatinya”

“Apa maksudmu?”

“Ada insiden langka selama siaran malam itu.”

“Insiden apa itu?”

“Beberapa fans sangat antusias menyerbu ke studio selama program, dan ada kegemparan sementara waktu. Kau harus bertanya-tanya bagaimana orang-orang itu berhasil masuk”

“Hibari-kun”

Saat aku sedang asyik mengobrol dengan Kareshima-san, sang penulis tiba-tiba menggganggu, tampak tidak senang, setelah ia selesai membaca buku panduan.

“Apa artinya ini?”

Dia berkata, dan menunjuk pada halaman terkahir dari buku panduan.

“Apa itu? Tiba-tiba”

Saat aku mendekatinya untuk melihat sendiri, ini adalah apa yang tertulis di sana:

“Gambar sampul oleh Hanamoto Hibari, tahun kedua, kelas A”

“Ah! Jadi kau telah melihatnya! Seperti yang diharapkan dari sensei! Kau bahkan sudah membaca sampai ke kredit! Ya, itu benar, itu aku yang membuat gambar untuk buku panduan tahun ini!”

Aku bangga menunjukan sampul buku panduan pada mereka berdua.

“Begitu? Apa pendapatmu tentang pengerjaan ini!”

Namun, tidak peduli berapa lama aku menunggu, respon yang aku harapkan tidak datang.

“….Um, wow.”

Setelah jeda, itu satu-satunya kata yang keluar dari mulut Kareshima-san.

“Kau pasti bercanda! Ada apa dengan gambar yang dapat mengganggu jiwa secara ekstrim dan tak terbatas seperti ini! Seperti membusuk tahu, sanggat menakutkan, tangan lumpur berwarna merangkak di sekitarnya!”

“Tidak sopan, itu adalah gedung sekolah, dan pohon-pohon hijau segar yang mengelilinginya!”

“Hal ini seharusnya menjadi sebuah bangunan sekolah? Ini terlihat seperti sebuah adegan dari dunia bawah! Dan apa lagi, ide bodoh untuk membuat langit kuning cerah dan tanah ungu? Jika tiga anak ditutup matanya dan disuruh menggambar Yushima Seidou Temple, bahkan akan terlihat lebih layak daripada ini.”

“Uu…kau tidak harus mengatakannya sejauh itu! Sensei, kau brengsek!”

Di ambang air mata dari kata-kata tak berperasaan sang penulis, aku menendang tulang keringnya.

“Guh! Kenapa kau….kau tidak harus melakukannya…”

Ketika aku melihat sang penulis dua kali lipat kesakitan, aku merasa sedikit lebih baik.

“Ada permintaan untuk klub seni menggambar gampar sampul, dan semua orang mengajukan versi mereka sendiri. Dan pada akhirnya, mereka memilihku”

“Dan apa orang yang memilih itu katakan?”

“Seingatku…dia mengatakan bahwa sebaliknya, ini semacam eksentrisitas agak bagus, bagian yang tidak mungkin dihargai oleh yang hanya meliahat dari perspektif akan sehat”

“Cukup..dilihat dari kriteria untuk proses seleksi, aku sudah bisa melihat semua kegilaannya. Hibari-kun, untuk menenangkan dendam dari anggota lain yang tidak terpilih, aku sarankan kau hidup sederhana sebagai seorang biarawati dari sekarang”

“Ini adalah awal dari, perjalanan panjang untuk penebusan dosa”

Pada saat seperti ini, dua orang dewasa itu sangat sinkron.

“Jika gambar untuk buku panduan adalah sesuatu seperti ini, maka bagian untuk hari pameran harus sesuatu yang agak meledak, juga”

Kata sang penulis.

“Hmmm. Nah, kau memiliki rasa yang unik untuk warna, hibari-chan….aku bertanya-tanya mengapa, tapi ketika aku melihat gambar ini, aku bisa melihat ketidakkekalan dari dunia”

Kata Kareshima-san.

“Kalian berdua mengerikan! Tapi itu benar bahwa setiap kali aku mewarnai gambarku, seringkali menjadi sesuatu yang menyedihkan. Untuk bagian pameran, juga, aku sudah berdiam diri di rumah untuk menyelesaikannya, tapi aku masih tidak yakin apa yang harus dilakukan. Aku kira aku akan begadang semalaman hari ini…”

“Hmmp. Jangan berpikir tentang hal itu terlalu dalam. Mengapa kau repot-repot untuk mewarnainya dengan serius? Misalnya, jika kau menceritakan cerita hantu dengan setiap detail kecil, kau masih ketakutan? Tidak ada yang salah dengan meninggalkan beberapa hal tidak penting.”

Aku diam-diam menutup mataku, dan mencoba untuk memahami kata-kata sang penulis dalam hati. Ia melanjutkan dengan mencoba mencari tahu apa yang aku pikirkan.

“Betul. Sangat penting menggunakan otakmu untuk berpikir. Baik? Apakah kau punya beberapa ide sekarang?”

“….Hm?”

“Ini adalah harapan. Wajah yang kau buat ketika kepalamu telah menjadi benar-benar kosong”

“Dalam kasus apapun, sensei! Karena kau  sudah membaca seluruh buku panduan, itu berarti kau akan datang besok, kan?”

“Berisik. Seolah-olah aku peduli tentang itu.”

“Tapi…”

Dan dengan itu, sang penulis berbalik kembali ke mejanya seolah ia kehilangan semua minatnya. Dia mengambil pulpen, menulis sesuatu di selembarr kertas, dan menyerahkannya kepada Kareshima-san.

“Aku harus memintamu untuk membawakan aku bahan lagi. Aku sudah menulis semua buku yang aku butuhkan di sini.”

“Senpai, kau benar-benar bekerja keras. Omong-omong, kami telah menerima saham dari edisi pertama buku Izumi Kyouka. Harus aku bawa pada kunjungan berikutnya, juga?”

“Bawa ke aku bahkan biayanya adalah nyawamu”

“Aku dapat membantu…”

“Aku benar-benar tidak suka mempertaruhkan nyawaku jika dapat membantu…”

Mereka berdua terbiasa dengan pembicaraan seperti itu, aku mengambil kesempatan untuk pergi dan membuat kopi. Aku tahu bahwa setiap kali mereka mereka mulai berbicara seperti ini, mereka memiliki kecenderungan untuk terus dan terus.

Aku pergi ke dapur, dan mulai mempersiapkan biji kopi segera. Kareshima-san menyukai kopi dengan rasa yang lembut, jadi aku menggunakan biji kopi yang berbeda dari yang untuk sang penulis.

“Seperti yang aku katakan, kau bahkan tidak memikirkan konsekuensi waktu itu, dan memasukannya sesuap”

“Bagaimana kau akan tahu apa rasanya seperti itu, tanpa mencicipinya sendiri?”

Saat aku meletakan cangkir pada nampan dan kembali ke sana, mereka berdua masih berbicara, seperti yang aku duga.

“Aku membawa kopi-“

Sang penulis menggumamkan sesuatu dan mengambil cangkirnya. Aku tidak bisa membantu tetapi tersenyum sendiri ketika melihat bahwa. Wajahnya tampak menunjukan bahwa ini adalah sangat baik, bukan. Waktu yang tepat untuk membawa kopi.

“Jadi, apa yang kau bicarakan? Kedengaraanya sangat hidup”

“Itu terjadi ketika kami masih di perguruan tinggi, ketika aku pergi dengan senpai ke sebuah desa pedesaan jauh di pegunungan Iwate. Dan disana mereka memiliki festival meriah yang hanya diadakan sekali setiap dua belas tahun.”

“Soutatsu tiba-tiba berkata bahwa ia ingin pergi pada perjalanan lapangan untuk menyelidiki, dan hampir setiap persiapan sama sekali, dia menyeretku keluar dari kost di tengah malam.”

“Tapi tidak juga bersemangat untuk mengumpulkan beberapa refrensi untuk novelmu? Kau benar-benar melakukannya dan berakhir memasukan pengalaman itu dalam karyamu, kan?”

“Ditetapkan kehidupan mereka….? seperti, mereka berhenti bertindak seperti mereka sendiri?”

“Nah, mari kita lihat. Perasaan orang sendiri adalah sesuatu yang tidak jelas, tidak seperti hantu dan jiwa, sehingga sulit untuk benar-benar menentukannya. Ada sebuah pepatah, ‘Tergoda oleh roh jahat’, kan? Ini berarti bahwa kau melakukan sesuatu yang kau biasanya tidak akan pernah lakukan, tetapi untuk tingkat yang lebih tinggi, bagaimana jika kau benar-benar telah dimanipulasi oleh ‘sesuatu’ untuk melakukannya? Ini menakutkan untuk berpikir tentang itu, bukan?”

Tergoda oleh roh jahat. Dan apa itu “roh jahat”, tepatnya?

Sebuah setan, atau ular?

Untuk beberapa alasan, kata-kata itu membuatku ingat Saho, jatuh di atas atap. Darah di mana dia telah jatuh. Sebuah sendal.

Aku tidak tahu mengapa aku tiba-tiba teringat semua ini, tapi aku merasa ada beberapa jenis hubungan.

Untuk alasan apa dia pergi ke atap pada waktu itu?

Tepat sebelum festival Akebi?

Alasan untuk siswa teladan seperdi dia diam-diam pergi ke sana?

Kemarahan roh jahat-

Meskipun semua potongan-potongan ini tersebar dimana-mana, jika aku bisa mmenempatkan mereka bersama-sama, aku akan mampu mengungkap kebenaran dari hari itu. Aku belum menyadari hal ini. Itu hanya perasaanku.

“Apa, kau berpikir tentang kejadian di atap lagi? Kau tidak perlu ikut campur dalam hal yang tidak perlu. Lebih sering daripada tidak, itu hanya membawa masalah”

“Tapi… aku pikir aku mungkin mengenai sesuatu. Aku hanya bisa merasakannya….”

“….Hmmph. kau seperti anak yang tidak berdaya”

Meskipun sang penulis terus mengeluh, ia tiba-tiba berhenti bicara dan menatap lurus padaku.

“Apa yang salah?”

“Cukup sembrononya, akting bermain detektif amatir- kau dan penalaran. Pergi dan bawakan aku serbet. Dan pastikan itu benar-benar basah.”

“Kenapa serbet?”

“Lihatlah, kau menumpahkan kopi di meja ini”

“Tapi…sensei, kan kau yang menumpahkannya?”

“Seolah-olah aku tahu. Itu tumpah di malam hari, jadi aku tidak ingat”

“Tapi itu berarti kau ingat. Ah, kau benar! Itu sudah kering dan meresap ke meja! Astaga, kalau saja kau bilang begitu kemarin, aku bisa langsung membersihkannya”

“Itulah sebabnya aku memberitahumu untuk membawa serbet basah sekarang”

“Astaga”

Aku mendesah, dan menuju dapur sekali lagi. Hanya ketika aku pikir aku akhirnya akan datang dengan sesuatu, melatih pikiranku yang telah benar-benar menghilang di suatu tempat.

PREV | Table of Content | NEXT

2 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s