Genjitsushugisha no Oukokukaizouki Arc 3 Chapter 3 E

Arc 3
Chapter 03 – Negosiasi E

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Larvyde

“Meng, mengapa anda berpikir demikian?” tanya Jeanne saat dia mengatur ulang ekspresinya.

“…… Aku tidak ingin perkataan ini di cat…. Maksudku, tolong jangan katakan ini kepada orang lain.” (Souma)

“…… Baiklah.” (Jeanne)

Jeanne memberikan tatapan kepada para birokrat kekaisaran, mereka menghentikan kesibukan mereka untuk sesaat dan meninggalkan kantor itu dalam diam. Aku juga menyuruh keluar para birokrat kerajaan dan menyuruh Aisha berjaga didepan pintu untuk mengawasi apapun yang terjadi. Hanya Jeanne, Liscia, Hakuya, dan aku yang tersisa didalam ruangan. Aku melihat Liscia yang ada disampingku yang sedang menulis laporan pertemuan.

“Liscia, kamu juga berhenti menulis.” (Souma)

“….. baiklah.” (Liscia)

Liscia meletakkan pena-nya, jadi apa yang terjadi saat ini tidak akan tercatat dalam laporan. Ruangan itu menjadi sunyi seolah-olah hiruk pikuk yang tadi hanyalah sebuah ilusi. Jeanne mengangkat bahunya.

“Ya ampun…. Saya penasaran bom seperti apa yang anda coba keluarkan.” (Jeanne)

“Maaf. Apa yang ingin kukatakan sepertinya akan diprotes sebagai diskriminasi. Jika ini bocor keluar, ini mungkin akan menyebabkan pemberontakan.” (Souma)

“….. Lalu mari dengarkan hal itu.” (Jeanne)

“Dari apa yang kulihat….. aku tidak dapat mengatakan perbedaan antara binatang dan makhuk iblis yang ada didunia ini,” aku berkata sambil memilah kalimatku.

“Selain itu, aku juga tidak benar-benar bisa mengatakan perbedaan antara ras seperti beastman dan dragonewt dengan ras iblis.” (Souma)

“Apa? Tapi itu…..” (Jeanne)

“Aku tahu, aku tahu. Mereka akan berteriak kepadaku dan berkata ‘Jangan masukan kami kedalam jenis yang sama!’(Souma)

Sebelumnya, saat aku tidak bisa membedakan antara Mystic Wolf seperti Tomoe dengan Mystic Fox seperti Kaede, aku berkata “Yah, kenapa tidak memanggil mereka semua Mystic Hound?”. Kemudian Liscia memarahiku dan berkata, “Mystic Hound mengacu kepada para Kobold, jadi pastikan kamu tidak pernah mengatakannya didepan orang lain, oke!”. Pada saat itu, aku setuju dan berpikir ‘Yah, kurasa memang begitu’, tapi kemudian apa perbedaan antara Mystic Wolf dan Fox dan Kobold.

“Apakah kamu tahu perbedaan antara Mystic Wolf dan Fox dan Kobold, Jeanne?” (Souma)

“Yah tentu saja. Mystic Wolf dan Fox memiliki ekor tapi wajah dan mereka tidak terlalu berbeda dengan manusia. Disisi lain, Kobold memiliki wajah anjing.” (Jeanne)

“Tapi ada para beastman yang memiliki wajah binatang, kan?” (Souma)

Seperti, Georg Carmine misalnya. Jika manusia Singa itu muncul di Jepang dia kemungkinan besar akan dianggap sebagai makhluk iblis. Saat aku mengatakan hal itu, Jeanne menyilangkan lengannya dengan mengangguk.

“Yah, sekarang setelah anda mengatakannya….h~m,,,,, ah, benar. Kobold memiliki tubuh berbulu. Yang berarti beastman adalah manusia dengan bagian tubuh binatang, sementara Kobold adalah anjing yang berdiri dengan kedua kaki seperti manusia, saya rasa.” (Jeanne)

“….. Lalu bagaimana kamu membedakan ras iblis yang tidak atau memiliki bulu pendek? Jika itu adalah penalaran yang kamu miliki, maka Orc dan Minotaur dengan tubuh manusia dapat dikatakan sebagai beastman, kan?” (Souma)

“Mmmmm…..” (Jeanne)

Mendengar balasanku, Jeanne merenung, dan kemudian mengangkat kedua tangannya, “Saya menyerah.”

“Aku tidak pernah benar-benar memikirkan tentang apa yang membedakan manusia dengan iblis. Sekarang setelah kamu mengatakan hal itu, aku sadar bahwa kita telah membedakan iblis dan manusia hanya berdasarkan perasaan.” (Liscia)

“Anda benar…. Sekarang setelah anda mengatakannya, saya tidak bisa menemukan sebuah perbedaan khusus.” (Hakuya)

“Aku penasaran kenapa kita tidak pernah menyadarinya…..” (Liscia)

Liscia dan Hakuya juga mengangguk. Semua orang di dunia ini mungkin juga sama.

“Berbicara sebaliknya, kamu dapat mengatakan bahwa orang-orang didunia ini membedakan manusia dengan iblis berdasarkan perasaan, kan.” (Souma)

Berbicara tentang kepekaan orang jepang, bahkan jika kami menyukai sup miso kerang, kami bahkan tidak ingin melihat siput, yang memiliki golongan yang sama dengan kerang, kebanyakan dari kami melakukan hal itu. Juga, orang-orang akan terkejut melihat suku aborigin dari Australia yang memakan tempayak yang mereka temukan didalam pohon dengan tenang seolah-olah mereka memakan udang mentah. Sepertinya kepekaan dari orang-orang di dunia ini juga sama dengan hal itu.

“Yah hanya ada manusia di dunia tempatku berasal. Karena aku tinggal di dunia tanpa Elf atau Beastman atau Dragonewt atau Iblis, aku tidak memiliki kepekaan itu. Itulah sebabnya di mataku, ras iblis itu sama saja dengan ras lainnya di sisi manusia.” (Souma)

“Ya, Yang Mulia!…. ap, apakah anda membenci dark elf?” tanya Aisha, yang sedang berdiri didepan pintu, dengan mata seperti anjing yang di tinggalkan.

“Tidak sama sekali,” aku menjawab sambil tersenyum padanya.

“Dark Elf itu imut, kan. Tentu saja, manusia biasa juga.” (Souma)

Yang sebelumnya untuk Aisha, dan yang terakhir untuk Liscia. “Benarkah?” kata Aisha dengan wajah cerah saat aku mengatakan hal itu sementara Liscia berkata “Ya ya, tentu, terimakasih” dengan kasar, tapi dia kelihatan puas, di nilai dari senyum di wajahnya. Melihat mereka berdua, Jeanne tersenyum kecut.

“Anda sangat di sayangi, bukan.” (Jeanne)

“Aku merasa hal itu terlalu baik….” (Souma)

Saat aku mengatakan hal itu, Jeanne menyandarkan punggungnya di kursinya.

“Saya bersyukur anda meminta untuk menutupi hal ini. Jika tidak, saya mungkin harus membunuh para birokrat negara kami yang terhormat.” (Jeanne)

“…. Itu bahaya. Apakah ini seburuk itu?” (Souma)

“Ini memang seburuk itu. Jika pembicaraan kita bocor keluar, bukan hanya reputasi Raja Souma yang akan menurun. Seluruh benua mungkin akan dilanda kekacauan. Apakah saya benar, Hakuya-dono.” (Jeanne)

“Seperti yang anda katakan. Saya harap Yang Mulia mengatakan hal ini kepada saya lebih cepat.” (Hakuya)

Hakuya mengangguk dan mengirimkan tatapan mengejek kearahku. Eh? Seburuk itu?

“Yang Mulia, tolong dengarkan. Jika anda berkata bahwa ‘iblis dan beastman susah untuk dibedakan’, negara seperti Amidonia yang meninggikan derajat manusia dan Kerajaan Suci Gerlean yang meninggikan High Elf akan menggunakan hal itu sebagai bahan untuk mendiskriminasi ras lain. Mereka akan menciptakan keraguan apakah beastman dan dragonewt adalah iblis atau bukan, atau bekerja sama dengan musuh, dan mungkin akan menekan mereka dengan ketidakadilan.” (Hakuya)

Kerajaan Suci Gerlean, negara kepulauan yang terletak di barat laut benua, huh. Negara itu memiliki pulau besar dan kecil, tapi tampaknya pulau kecil dan sebagian dari pulau besarnya telah diduduki. Semua itu hanyalah rumor, karena negara ini sangat picik dan hanya sedikit informasi yang bisa masuk. High Elf, yang memiliki kecenderungan tinggi untuk memiliki wanita cantik dan pria tampan bahkan diantara para elf, memandang rendah orang lain, percaya bahwa mereka adalah orang-orang yang dipilih oleh tuhan dan menghina orang berdarah campuran. Hal itu bahkan tidak berubah sampai saat ini setelah invasi ras iblis.

Yah, negara seperti Dukedom Amidonia dan Kerajaan Suci Gerlean akan menggunakan informasi ini sebagai bukti bahwa ras mereka lebih unggul. Faktanya, Amidonia membuat negara mereka menjadi lebih mudah di atur dengan cara menanamkan kebencian terhadap Elfrieden (dan menyalahkan setiap kesalahan kepada Kerajaan). Ini hanya akan berubah menjadi kebencian terhadap ras lain. Jeanne juga sependapat.

“Sama seperti yang Hakuya-dono katakan. Juga, ini bukan masalah eksternal bagi negara multi ethnic seperti negara kami dan negara kalian. Jika pernyataan ini tersebar didalam negara kita, itu akan menyebabkan permusuhan antar ras dalam negeri. Jika kita memiliki ancaman internal disamping ancaman dari luar….” (Jeanne)

“….. maaf. Aku tidak berpikir sejauh itu.” (Souma)

Aku dengan tulus membungkukkan kepalaku. Mereka berdua benar. Ini bukan hanya masalah kehormatanku. Aku harus memiliki pengetahuan yang lebih banyak tentang krisis. Namun, Jeanne menggelengkan kepalanya.

“Kami tidak akan menyadari hal itu jika anda tidak mengatakannya. Ini memang cukup bermasalah, tapi ini lebih baik daripada hal itu yang tiba-tiba meledak tanpa sepengetahuan kita. Kita juga dapat membuat persiapan untuk hal itu.” (Jeanne)

“Terimakasih…. Tapi meski begitu, aku tidak bisa memikirkan penanggulangan apapun saat ini.” (Souma)

“Saya tahu. Deklarasi Kemanusiaan melarang pengucilan dan penganiayaan terhadap ras lain tapi hanya antar negara. Kami masih dapat melakukan intervensi pada kebijakan nasional yang diskriminatif (katakan, dengan mengatakan hal itu sebagai perintah dari atasan), tapi bagi para warga biasa, kami hanya bisa mengawasinya.” (Jeanne)

Itu tidak akan efektif, dan kamu tidak dapat menangani masalah setiap orang satu persatu. Jika hal itu terkubur didalam kegelapan maka itu akan lebih baik. Bagaimanapun, karena kami tidak dapat memikirkan ide yang bagus saat ini, Kekaisaran dan Kerajaan akan terus membicarakan hal ini nanti.

***

Kami memanggil kembali para birokrat yang kami suruh keluar dan melanjutkan pertemuan itu sampai malam. Tentu saja, itu adalah waktu untuk mengisi perut kami. Karena Jeanne adalah VIP dari negara lain, kami seharusnya sudah menghentikan pertemuan untuk makan malam, tapi aku dan Jeanne merasa bahwa itu akan buang-buang waktu jadi kami melanjutkan pembicaraan sambil makan; sesuatu yang bisa kami makan sambil bekerja. Oleh karena itu, aku memutuskan untuk memberi Jeanne dan para birokratnya beberapa roti yang sedang kami selidiki apakah kami dapat memopulerkan hal itu di negara ini atau tidak. Pendapat Jeanne adalah:

“Yah ini sungguh sesuatu! Memang tampak tidak cocok untuk menempatkan sebuah makanan pokok di atas yang lainnya, tapi dua tekstur yang berbeda saat kamu menggigitnya menghasilkan sebuah sensasi terbaik. Kemasaman dari saus tomat ini juga cukup bagus. Juga, dapat memakan sesuatu yang bisanya kamu makan menggunakan piring dan dan garpu dalam sebuah roti dan dengan menggunakan satu tangan, ini adalah ide yang biasanya ada didalam novel! Sungguh menakjubkan!” (Jeanne)

Dia memujiku secara terang-terangan. Huhuhu, kamu pikir itu adalah sandwich? Sayang sekali. Itu adalah “Roti Napolitan*”!…… yah, aku sebenarnya ingin membuat sesuatu seperti roti yakisoba tapi aku tidak dapat membuat ulang sausnya yang kaya rasa tak peduli bagaimanapun caranya. Itulah sebabnya aku menggunakan pasta dan saus tomat yang telah ada di dunia ini dan membuat roti napolitan.
*TN: Yah, kalian cari sendiri aja di google :v

“Aku meragukan rasanya saat pertama kali melihatnya, tapi ini benar-benar enak.” (Liscia)

“Roti dan pasta bukanlah sesuatu yang baru, dan sekarang tekstur yang baru terbentuk saat kamu mencampurkan kedua hal itu.” (Hakuya)

Kelihatannya Liscia dan Hakuya juga menyukainya. Kami telah mengatasi kekurangan pangan, jadi mungkin memperkenalkan makanan bumi bersamaan dengan Zelring Udon yang biasanya hanya ada di novel adalah hal yang bagus. Kami juga bisa memperoleh mata uang asing dengan memiliki makanan yang unik. Bagaimanapun, Aisha, yang sedang mencicipi menu unik ini sedang:

“Whom nom nom, huff!” (Aisha)

Dia berdiri dibelakangku sebagai pengawal, tapi sambil melakukan itu, dia dengan cepat memasukan roti napolitan kedalam mulutnya. Faktanya, Aisha, berapa banyak yang sudah kamu makan? Gunung yang barusan ada di atas nampan telah berubah menjadi sebuah bukit kecil. Dark Elf kelaparan ini juga beroperasi dengan baik bahkan disaat seperti ini.

“Phew…. Baiklah sekarang, kita bisa mulai mendiskusikan masalah pendudukan Vaness.” (Jeanne)

“…………” (Souma)

Setelah mengambil nafas setelah memakan roti, Jeanne menyinggung topik itu.

“Kekaisaran ingin menegakkan Deklarasi Kemanusiaan dan tidak akan mengakui perubahan batas negara melalui aksi militer. Kami ingin agar Elfrieden mengembalikan Vaness dan daerah sekitarnya kepada Amidonia.” (Jeanne)

“Kerajaan tidak bisa menerima hal itu. Amidonia-lah menyerang kami terlebih dahulu. Kami memiliki hak untuk melakukan hal itu, bukan?” (Souma)

“Meskipun beberapa orang akan berpikir bahwa Amidonia-lah yang dipancing untuk melakukan hal itu?” (Jeanne)

“Itu adalah sebuah intervensi bagaimanapun kamu melihatnya. Mengeluh saat orang yang menyerang menjadi orang yang diserang terdengar tidak masuk akal, bukan? Apakah Kekaisaran tidak masalah dengan hal itu? Negara penandatangan dan non-penandatangan akan menganggap remeh Deklarasi Kemanusiaan jika kalian mengizinkan serangan itu.” (Souma)

“Itu benar. Itulah mengapa Kekaisaran akan meminta Amidonia membayar ganti rugi yang sesuai. Selama Kekaisaran terlibat, kedua sisi sama-sama bersalah dalam hal ini.” (Jeanne)

….. yah, kurasa dia benar. Sebagai penandatangan Deklarasi Kemanusiaan, Kekaisaran harus berdiri disamping Amidonia dan menekan Elfrieden untuk pengembalian wilayah. Tapi seperti yang kukatakan, jika mereka mengampuni serangan Amidonia, mereka akan mengundang tirani dari negara-negara penandatangan dan reaksi dari negara-negara non-penandatangan. Itulah sebabnya mereka akan memberikan sanksi yang keras kepada Amidonia, dan membuat hal itu sebagai peringatan bagi negara penandatangan yang lain. Kekaisaran cukup kuat untuk melakukan hal itu. Aku mengirimkan sebuah tatapan menguji kearah Jeanne.

“….. Jika kami tidak mematuhinya, apakah kalian akan mengerahkan kekuatan militer?” (Souma)

“Kami lebih memilih untuk tidak melakukannya….. tapi benar, jika diperlukan. Saat ini, Kekaisaran hanya membawa ‘jumlah’ yang cukup untuk menyaingi militer Elfrieden, tapi kami percaya bahwa kami memiliki kekuatan untuk menghancurkan Kalian dan Amidonia secara bersamaan.” (Jeanne)

“Aku rasa juga begitu. Kami juga ingin menghindari pertempuran.” (Souma)

Aku mengistirahatkan siku-ku di meja dan melipat kedua tangannya didepan mulutku.

“Oleh karena itu, mari kita urutkan terlebih dahulu niat dari masing-masing kelompok.” (Souma)

“Urutkan…..?” (Jeanne)

“Kekaisaran tidak ingin mengakui perubahan batas negara, jadi kalian akan membuat Kerajaan mengembalikan wilayah yang diduduki. Apakah aku benar?” (Souma)

“……ya. Itu benar.” (Jeanne)

Jeanne mengangguk. Setelah mengkonfirmasi niat Kekaisaran, aku kembali berbicara.

“Sementara bagi Kerajaan, kamu ingin benar-benar menghancurkan Amidonia yang terus menyerang kami lagi dan lagi. Kami juga ingin agar mereka membayar ganti rugi karena telah menyerang kami. Kami mengambil Vaness sebagai ganti rugi itu.” (Souma)

“…… Begitu. Maksud Anda bahwa Anda tidak menginginkan Vaness secara khusus, kan. Jadi, dengan kata lain, sementara kalian tidak ingin mengembalikan Vaness dengan cuma-Cuma, kalian akan mengembalikannya jika Amidonia membayar kompensasi untuk hal itu.” (Jeanne)

Seperti yang diharapkan, pembicaran ini berjalan mulus. Au mengangguk dan Jeanne menghela nafas.

“Apakah kamu menginginkan kepala Julius-dono?” (Jeanne)

“Yah, kami akan berterimakasih jika kamu melakukan itu untuk kami, hal itu tidak terlalu berharga bagi kami.” (Souma)

“Jadi…. Pada akhirnya itu adalah uang, lalu.” (Jeanne)

“…. Aku rasa. Jika Amidonia dapat membayar ganti rugi moneter, kami akan mengembalikan Vaness. Aku juga dapat mengatakan bahwa Kekaisaran juga dapat menuntut pembayaran dari Amidonia, hal itu merupakan sebuah hak, kan?” (Souma)

Untuk jangka panjang, menyerahkan wilayah dengan kekayaan yang masih terkubur demi sedikit dana yang dapat habis adalah kesalahan. Namun, mengingat bahwa ini adalah wilayah Amidonia baru-baru ini dan mengingat hubungan dengan Kekaisaran, itu bukanlah kesepakatan yang terlalu buruk. Di saat yang sama, Kekaisara akan menyetujuinya karena mereka hanya berkewajiban untuk mengembalikan wilayah yang di duduki ke Amidonia, dan juga membuat peringatan kepada negara penandatangan yang lain bahwa jika mereka melakukan hal yang sama dengan Amidonia, mereka akan mengembalikan wilayah mereka tapi mereka harus membayar ganti rugi. Itu juga berarti akan mendapatkan kepercayaan dari negara non-penandatangan. Jeanne menghela nafas dan berkata.

“Julius-dono akan menentangnya…..” (Jeanne)

“Tidak ada simpati bagi orang jahat. Ah, tolong buat itu dalam bentuk koin emas kekaisaran. Julius kelihatannya tak dapat diharapkan dalam hal ekonomi. Dia akan melakukan pembayaran dengan menggunakan koin emas kualitas rendah.” (Souma)

“Anda ingin negara kami ikut terlibat, bukan…..” (Jeanne)

“Kamu memiliki tanggung jawab akuntabilitas untuk aksi Amidonia kali ini. Kamu setidaknya bisa mengambil tanggung jawab itu.” (Souma)

“….. Saya tak dapat menyangkal hal itu.” (Jeanne)

Jeanne tersenyum kecut dan mengangkat bahunya. Dia tiba-tiba terlihat serius setelah itu.

“Ada sesuatu yang ingin saya tanyakan Raja Souma. Kenapa Elfrieden tidak menandatangani Deklarasi Kemanusiaan milik Kakak? Jika kalian melakukannya, Kekaisaran dan Kerajaan tidak akan berselisih seperti ini…..” (Jeanne)

Jeanne melirik ke arah Liscia.

“Saya merasa tidak enak mengatakannya di depan Tuan Putri Liscia, tapi alasan kenapa Raja Sebelumnya, Alberto tidak menandatangani Deklarasi Kemanusiaan… yah, saya agak dapat memahami alasannya. Itu karena…. Alasan dia tidak menandatanganinya….” (Jeanne)

“Karena dia tidak dapat memutuskan apakah akan menandatanganinya atau tidak. Dia memang tidak tegas seperti itu.” (Liscia)

Jeanne terlihat sulit untuk mengatakannya, jadi Liscia dengan jelas mengatakan hal itu menggantikannya. Jeanne terlihat sedikit bersalah saat dia mengatakan ‘itu benar’.

“Namun, Saya berpikir bahwa Raja Souma memahami ancaman yang dimiliki oleh Pasukan Raja Iblis, dan betapa pentingnya bagi umat manusia untuk bersatu. Tapi kenapa anda tidak berpartisipasi dalam Deklarasi Kemanusiaan milik Kakak?” (Jeanne)

Dia mengatakan hal itu sambil menatap lurus kearahku. Yah ini agak canggung. Aku tidak ingin mengatakannya sekarang. Tapi jika aku berbohong dan aku memutuskannya tanpa pikir panjang, hubungan dengan Kekaisaran akan memburuk. Aku berpikir untuk sejenak dan mulai berbicara dengan perlahan.

“Yah… ada sebuah ‘cerita lama’ di duniaku. Pada suatu saat, ada Dewa Timur dan Dewa Barat.” (Souma)

***

Dewa Timur berkata:

“Dunia harus sejajar. Oleh karena itu, Wahai manusia, kamu sekalian akan hidup di tanah yang sama, dan akan mendapat berkah yang sama rata.”

Disisi lain, Dewa Barat berkata:

“Dunia harus bebas. Oleh karena itu, Wahai manusia, kalian akan mendapatkan tanah kalian masing-masing, dan akan mendapatkan berkah yang sesuai dengan kerja keras kalian.”

Dewa Timur berkata kepada Dewa Barat:

“Cara anda akan membuat orang-orang yang makmur menjadi lebih makmur, dan yang miskin akan menjadi lebih miskin. Dunia akan di selimuti oleh perselisihan antara yang kaya dan yang miskin.”

Dewa Barat berkata kepada Dewa Timur:

“Jika manusia mendapatkan berkah yang sama tidak peduli sekeras apa mereka bekerja, dia akan kehilangan alasan untuk bekerja. Dengan demikian buah dari pekerjaan mereka akan menurun, dan seluruh masyarakat akan menjadi miskin.”

Dan dengan demikian Dewa Timur dan Dewa barat saling menentang satu sama lain. Pertarungan antara para Dewa itu menyapu negara-negara yang mempercayai mereka. Kita yang benar dan mereka yang salah. Negara di sisi Timur dan Barat saling menyalahkan. Orang yang paling menderita adalah warga yang berada di perbatasan.

Setelah negara-negara yang percaya pada setiap Dewa mulai berperang, kamilah yang pertama kali akan menderita. Rumah dan ladang kami akan menjadi puing-puing. Sekarang, apa yang harus kami lakukan. Orang-orang yang tinggal di perbatasan berpikir demikian dan mendapatkan sebuah gagasan.

“Itu benar. Sementara tidak ada yang dapat kita lakukan untuk melawan mereka yang saling bertentangan, kita harus membuat sebuah peraturan untuk mencegah pertempuran.”

Lalu orang-orang yang tinggal didekat perbatasan, bersama dengan banyak negara dari sisi timur dan barat bersama-sama membuat beberapa peraturan.

“Pertama, melarang perubahan perbatasan melalui gerakan militer.”

“Kedua, mengizinkan setiap negara memiliki hak yang sama dan penentuan nasib sendiri oleh para warganya.”

“Ketiga, mendorong pertukaran kebudayaan antara negara disisi timur dan barat.”

***

“Apa maksud dari cerita itu!?” (Jeanne)

Setelah aku berkata sebanyak itu, Jeanne menaikan suaranya. Dia menatapku dengan curiga saat aku tiba-tiba menceritakan sebuah dongeng, tapi semakin ceita itu berlanjut, matanya semakin terbuka lebar. Jeanne selalu tenang sampai saat ini, tapi setelah sejauh ini, dia kelihatannya telah kehilangan ketenangannya. Liscia dan Hakuya juga memiliki tatapan yang sama di wajah mereka (Aisha menunjukkan ekspresi bodoh, tidak mengerti apa yang terjadi). Jeanne memukul meja dengan keras.

“Kesampingan cerita itu, tapi peraturannya sama dengan Deklarasi Kemanusiaan! Bagaimana akhir dari hal itu!?” (Jeanne)

Jeanne ingin aku langsung menjelaskan akhirnya, tapi aku menggelengkan kepalaku dalam diam.

“Apa yang terjadi selanjutnya…. Aku masih tidak dapat mengatakannya saat ini.” (Souma)

“Raja Souma!” (Jeanne)

“Namun, aku tahu bagaimana cerita itu akan berakhir.” (Souma)

← PREV | Table of Contents | NEXT →

17 Comments Add yours

  1. Mannnnn says:

    Min tombol nextnya rusak, jadi harus ke menu utama lagi

    Like

  2. Hans says:

    Semangat min….
    Lanjut…..
    TL nya bagus banget😍

    Like

  3. Postman says:

    Terimakasih udh nge-TL
    Lanjutkan terus👌👌👌

    Like

  4. Kyuiiiiii says:

    Min tombol next nya rusak gak bisa kepencet,

    Wow mantul dari ceritanya kayaknya menyinggung perjanjian kemanusiaan deh…

    Like

  5. zukari says:

    bagus banget ceritanya min, lanjutin terus min aku mendukungmu

    Like

  6. kyaknya souma menceritakan tentang perang dunia ke-2 yg disebabkan pertentangan faham demokrasi, fasisme, dan komunisme.

    Like

    1. Zen Quarta says:

      Lebih tepatnya ini menyinggung perjanjian Helsinki….

      Like

    2. wotasurabaya says:

      Dewa barat dan dewa timur, aku rasa si Souma ini mengambil cerita dari perselisahan block Barat (liberal), dengan block timur (komunis sosialism) kan? Terus ada juga gerakan non-block yang tidak memihak block barat dan timur

      Like

  7. GoeMooN says:

    ah nanggung2… :v
    padahal lg seru2nya…
    Oh ya ada typo nih min “Ini seburuk memang itu.”

    yosh ditunggu kelanjutannya…

    Like

  8. esdeaths says:

    Fan-Translation Indonesia terbagus, dari 7 Fan-Translation yg kutau, editannya bagus, sudah diperjelas siapa yg bicara, trus kalo ada kata yg asing, diperjelas dibawahnya, Fantranslation ini emang mantap

    Like

    1. Zen Quarta says:

      Terimakasih…. 😀
      Tapi kalau di bilang paling bagus rasanya terlalu berlebihan :3
      Soalnya masih banyak FT lain yang lebih bagus dari FT ini…. xD

      Like

  9. touya says:

    Yang begini ni yang bikin orang penasaran ama ceritanya,,,
    Gantung ditengah jalan, semangan zen nyelesein lanjutannya.

    Like

  10. Kurama says:

    nice translate,
    good job min..

    Like

  11. Trè says:

    kenapa!!! kenapa harus berakhir menggantung!! haaah, padahal kebetulan pas ceritanya naik!!
    (7c7)
    Tolong percepat translatenya, dimohon…
    onegaishimasu…

    Like

  12. aku ditipu sama mimin katanya hiatus smpe tgl 18 :p wakawkwak btw sankyu min~

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s