Regarding the Story of My Wife, Medusa Chapter 4

Chapter 04 – Tahukah kamu bahwa kamu sangat berat?

Penerjemah : Dex
Editor : NoName
Sumber English : Lickymee Translations

“Ah …. waktu itu yah? Otakku tidak bisa berpikir dengan benar serta tidak bisa mengingat apapun tentang kejadian waktu itu. Yang aku tahu bahwa aku tetap melakukannya.”

Di bar Nightfall Town, saat aku sedang di tanyai bagaimana rasanya bercinta dengan monster, dan seperti itulah jawabanku.

(TLN: ini lanjutan setelah acara makan besar :v)

Ketika malam datang, akhirnya aku bisa merokok untuk pertama kalinya di dunia ini. Aku merasa merokok pada saat itu merupakan hal terbaik yang pernah aku lakukan..

Bahkan saat Monster Gorgon menatapku waktu itu dengan mulut penuh darah, sesaat setelah dia selesai makan.

“Jika kamu bisa mengerti kata-kataku, atau sebaliknya, setidaknya kita mungkin bisa mengobrol.”

Sambil menatap bulan di langit, aku mulai bergumam pada diri sendiri.

Dia, setelah dia mengisi perutnya penuh dengan makanan, saat itu hal yang membuatku terkejut adalah dengan tenangnya dia duduk sama seperti saat sebelum berburu. Bahkan suara mendesis yang datang dari rambutnya-pun telah menghilang.

Akan tetapi, itu tidaklah penting untukku, karena aku hanya bisa bergantung pada keberuntungan nasibku.

Mungkin karena ia belum pernah melihat manusia merokok, dia menatapku cukip lama, hal tersebut membuatku merasa sedikit canggung.

Dan rasa tidak nyaman pun bertambah dengan hadirnya keheningan dan rasa canggung, membuat penyakit cerobohku pun melakukan sesuatu yang bodoh sekali lagi.

Kulit wajahnya yang halus dan imut memiliki banyak noda darah di atasnya, bahkan ada yang menggumpal, memberikan kesan sangat kotor.

Bahkan jika dia telah memutuskan untuk menjadikanku sebagai pencuci mulutnya (hidangan penutup) setelah hidangan utama, aku masih ingin menghapus noda darah itu agar membuat wajahnya kembali bersih.

“Apakah Monster lain yang mirip denganmu memiliki cara makan yg sama?”

Aku berjalan mendekat ke sisi mata air dan membuat belenggu yang mengikatku menjadi basah.

“Aku berimajinasi, Medusa seharusnya menjadi monter berkelas. Jadi tentu saja, aku membayangkan bahwa caranya makan harusnya anggun tetapi ….”

Setengah berjongkok di hadapannya, aku membuat jarak di antara kami lebih dekat dari sebelumnya.

“Umm, ini adalah pertama kalinya aku membantu menyeka mulut seseorang. Jangan mengeluh padaku jika aku tidak mengusapnya dengan benar ….”

Membantu menyeka mulut Medusa harusnya masuk sebagai salah satu dari daftar 10 pekerjaan yang paling berbahaya di dunia, karena saat aku melakukan itu lebih dari 5 ular kecil sedang mengawasi tanganku.

“Kemudian, Akan kumulai”

Aku mengangkat tanganku, namun belenggu yang mengikatnya membuatnya sedikit tertahan saat itu aku mencoba melakukan yang terbaik untuk menghentikan rasa gemetar di tanganku.

Dengan rantai yang basah di antara kami, aku menyentuh wajah Medusa untuk pertama kalinya. Ketika aku melakukan itu, beberapa kepala ular kecil menjilati tanganku.

Akan menjadi sebuah kebohongan jika aku mengatakan bahwa aku tidaklah takut. Bahkan aku merasa ingin segera melarikan diri saat itu juga.

Tapi kemudian, karena aku sudah memutuskan bahwa aku akan melakukannya, aku tidak akan berhenti di sini.

Mungkin karena airnya sedikit dingin, dia menarik lehernya sedikit.

Aku tidak bisa melihat dengan jelas dan mendekatkan diriku.

Seolah-olah aku sedang menggosok tiket lotre, noda darah perlahan-lahan menghilang karena aku menghapusnya sedikit demi sedikit.

“Hal ini tidak berbahaya seperti yang kupikirkan sebelumnya, ya ~”

Aku berkata dalam hati dan sepertinya aku baru saja menghapus noda terakhir yang berada di samping mulutnya.

Sebenarnya, apa aku bisa menarik kata-kata yang barusan?

Ketika basah, tidak peduli bagian mana dari tubuh wanita, itu akan sangat berbahaya.

Terutama kilauan bibir miliknya.

Aku menelan ludah karena aku tau persis apa yang aku pikirkan, jadi aku harus mengendalikan diriku sendiri.

………

Ingatlah! Mulut tersebut baru saja menelan 50 pon daging mentah. Terlebih lagi, bau yang kuat dengan bau busuk seperti berasal dari serangga.. terlebih lagi, itu merupakan bibir monster! Bagaimana jika parasit pengendali pikiran keluar dari mulut tersebut? Bagaimana jika dia menjadi marah? Bagaimana jika …..

Heh, begitu banyak kemungkinan! Jika aku benar-benar percaya pada kemungkinan tersebut. Aku bahkan tidak seharusnya berada di sini saat ini.

Siapa yang peduli jika aku mati? Lagipula aku bahkan tidak bisa kembali ke tempatku berasal!

Perasaan kacau menghampiriku dan membuatku mendekatkan wajahku padanya. Dia mungkin bisa mendengar napasku yang menjadi sedikit berat.

Otakku benar-benar menjadi kosong, tapi bisikan setan untuk mendekati bibir lezat itu membuat pemikiranku tumbang.

…..

Namun pada akhirnya, aku tidak bisa menciumnya.

Akal sehatku kembali dan menjadi rem dari nafsuku barusan.

Membantu seorang wanita yang aku temui untuk menyeka bibirnya dan kemudian tiba-tiba menciumnya itu terdengar seperti sebuah pelecehan seksual yang kasar.

Aku telah menyingkirkan keinginanku, sehingga aku sadar dengan tidak melewati batasan yang ada di depanku.

Aku sendiri tidak tau sejak kapan aku mulai berpikir ‘Dia’ sebagai seorang wanita, tapi menghentikan pemikiran tersebut mungkin adalah sesuatu yang telah menyelamatkan hidupku.

“Maaf …. jika kamu memahami apa yang aku katakan barusan.”

Aku kemudian berdiri, dan berjalan ke pintu masuk gua.

Angin malam yang menerpa wajahku, menenangkan tubuhku yg menjadi panas saat ini.

Aku rasa ini adalah sebuah keputusan yang tepat. Aku benar-benar harus berhenti melakukan hal-hal ceroboh yang memasuki pikiranku.

Akan tertapi sesuatu yg terjadi selanjutnya benar-benar di luar harapanku. Atau lebih tepatnya jika aku katakan, aku tidak mungkin mengharapkan kejadian itu?

Tubuhnya yang lincah berbalik dengan cepat dan kemudian bibirnya yang tipis menyentuh bibirku.

Ciuman itu, dipenuhi dengan bau dari daging mentah.

Apa yang terjadi selanjutnya adalah aku bergerak mundur dengan panik, kemudian aku tergelincir pada sesuatu yang licin, itu mungkin potongan kecil dari daging girabbit, dan jatuh terlentang di atas kulit berbulu girabbit tersebut.

Kemudian, dengan gerakan ularnya, dia bergerak dengan cepat dan lincah datang berada di sampingku.

Bahkan jika aku melihat ke sisi berlawanan dari sinar bulan, aku segera menyadari bahwa tidak hanya bibirnya yang menjadi basah, tetapi matanya juga.

Resiko berlipat, membuat sebuah keuntungan berganda? Merupakan pelajaran dasar Ekonomi yang aku pelajari pasti ini maksudnya.

Akan tetapi karena aku bertindak sudah sejauh ini, aku benar-benar tidak punya pilihan lain kan?

“Kalau itu sebuah ciuman pertamamu, maka aku pasti harus melakukan sesuatu.”

Menguatkan diriku sendiri, aku melihat ke atas dan meregangkan kedua tanganku ke kepala yang penuh ular, lalu meletakan tanganku ke bagian belakang kepalanya.

Dengan tangan gemetar, aku menarik kepalanya mendekatiku dan menciumnya tanpa ragu sedikitpun.

(TLN: yang selanjutnya mohon untuk tidak terlalu diresapi atau dibayangkan yah …. :v)

Akan tetapi tidak peduli seberapa sering kami berciuman, suhu tubuhnya masih tetap saja dingin.

Jika kamu seorang wanita, maka aku seorang pria, jika kamu seorang perempuan, maka aku seorang laki-laki. Setelah saling membantu untuk melepaskan pakaian dan belenggu, tubuhnya mulai bergerak melingkariku.

Mungkin, dia bermaksud untuk melilit membungkus tubuhku? Ular adalah hewan berdarah dingin, jadi dia menyukai hal-hal yg hangat sama seperti kebanyakan ular lainnya.

Pada awalnya, rasanya agak dingin, seperti mayat. Perlahan-lahan, aku mulai terbiasa dengan hal itu. Tidak perduli apakah itu ekornya yang lincah yang membuatku merasa takut, atau kulit lembutnya yang membuatku seperti menjadi kecanduan.

Semua pemikiran tentang monster, ular atau bau mengerikan secara bertahap mulai menghilang dari otakku. Semua yang kurasakan adalah sebuah keinginan yang meledak-ledak seperti magma dan keluar dari setiap pori-pori tubuhku…

Meksipun begitu, dia benar-benar sangatlah berat. Hanya ekornya saja yang memiliki berat sekitar 100 pon. Di tambah 50 pon daging yang dia makan sebelumnya, dan ….. ah, aku tidak ingin menghitungnya lagi.

Masalah yg paling serius adalah, ular biasanya kawin untuk waktu yg lama …..

Walaupun memiliki pemikiran banyak pemikiran yg mengganggu, pikiranku perlahan-lahan mulai menjadi kosong. Selanjutnya mari kita perlahan-lahan tenggelam dalam pusaran nafsu monster itu……

(TLN: dari rawnya,索性就随着魔物魅惑的漩涡这么沉下去吧 tapi kita ngikutin dari englisnya ajah biar lebih gampang :v)

………

Ketika aku terbangun keesokan harinya, itu sudah sore. Setelah mengenakan pakaian, aku duduk di pintu masuk gua, sambil bertelanjang dada dan merokok.

Aku tidak ingat sudah berapa lama kami berada di sana, karena aku tidak memiliki HP lagi. Namun, pasti setidaknya dua tau tiga jam, karena sekarang, aku bisa merasakan ketidaknyamanan di seluruh tubuhku.

Dia tidur sangat nyenyak, sehingga jika aku berniat melarikan diri sekarang, aku tidak akan di temukan olehnya. Namun, aku memilih untuk duduk di depan pintu masuk gua, dan menyalakan rokok kedua ku sambil mendengarkan suara gemerisik dari dedaunan pohon.

Hidup di sini dengan Medusa mungkin tidak nampak seperti sebuah ide yg sangat buruk, tetapi mengkonsumsi daging mentahnya harus segera di hentikan.

Ketika jumlah puntung rokoknya bertambah menjadi yg ke tiga, dia akhirnya terbangun. Sinar matahari yg terpancar menyinari ke bagian dalam gua dari pintu masuk.

Wajah muramnya yg lucu telah benar-benar meluluhkan hatiku. Mungkin itu karena aku tidak membahas tubuh bagian bawahnya, atau mungkin itu karena bagian atas tubuhnya terlalu sempurna untuk sesosok manusia.

Aku memberinya sebuah ‘senyuman’, karena aku tidak yakin tentang ekspresi apa yg harus ku tunjukan kepadanya.

“Apakah kamu tau, bahwa kamu itu sangatlah berat?”

← PREV | Table of ContentsNEXT →

4 Comments Add yours

  1. Manusia says:

    Adegan ikkehnya di skip.. :’v

    Like

  2. cih…adegan reproduksinya diskip.

    Like

Leave a Reply to Manusia Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s