Stranger’s Handbook Chapter 6

Chapter 6 – Batas Waktu yang Diputuskan

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

Aku mengikuti ksatria ‘pemotong jari’ tanpa mengetahui percakapan yang terjadi di ruangan itu.

Taman ini sungguh menakjubkan dan itu mengingatkanku dengan taman megah di Eropa pada masa lalu.

Di karpet taman yang hijau itu, berbagai bunga warna-warni sedang bermekaran dan jalan ditaman ini terbuat dari batu granit yang di jaga dengan baik.

“Ini sungguh indah.”

Aku bergumam tanpa sengaja.
Meskipun aku tiba-tiba terlibat kekacauan seperti itu, wajar saja untuk merasa tergerak oleh pemandangan dari bunga yang begitu indah.

“Tentu saja. Itu karena kami, dari Keluarga Frontier Count, membanggakan taman ini.”

Kelihatannya ksatria ‘pemotong jari’ itu juga sedang berada pada mood yang bagus.

“Ngomong-ngomong, karena agak sulit untuk terus memanggil anda ksatria-dono, bisakah saya menanyakan nama anda?”

“Namaku….. Galef.”

“Mengerti, Galef-dono. Sekali lagi, saya sangat senang bertemu dengan anda.”

“Ya ya!”

Pada saat kami melakukan percakapan kecil, kami tiba di sebuah mansion.
Itu besar, sebuah kediaman berwarna putih, atau lebih baik mengatakannya memiliki nuansa dari Istana Kekaisaran.

Kami memasuki mansion itu dan setelah berjalan sebentar, Galef-san membuka sebuah pintu.

“Kamu akan menggunakan ruangan ini. Seorang maid akan segera datang kesini. Pastikan untuk mengikuti petunjuknya!”

“Terima kasih atas panduannya.”

Setelah aku memasuki ruangan, Galef-san pergi.

Ini adalah ruang yang cukup menakjubkan, tidak dapat dibandingkan dengan ruangan sebelumnya.
Kelihatannya mereka tidak akan menyakitiku dalam waktu dekat.
Ini adalah pelayanan untuk membuatku menyadarinya, huh…

Aku mendengar sebuah suara ketukan ringan.

“Permisi.”

Orang yang memasuki ruangan adalah wanita muda dengan rambut mirip dumpling dan berwarna merah; seragam maid itu sangat pas dengan gadis cantik ini.
Kamu tidak dapat mengatakannya sebagai wanita cantik, tapi dia juga tidak buruk.
Yah, dia lebih seperti orang biasa.

“Tamu-sama, kami telah selesai mempersiapkan kamar mandi anda. Tolong ikuti saya.”

Maid itu membawaku ke kamar mandi, itu adalah kamar mandi besar dan sangat mewah.
Sudah berapa hari berlalu?….. Aku tidak tahu kapan aku tiba di dunia ini, tapi bagaimanapun, ini adalah pertama kalinya aku mandi di dunia lain.
Aku akan menghabiskan dan menikmati waktuku untuk sesaat, jika bukan karena para maid yang mulai membasuh tubuhku sampai bersih.

Meskipun itu terasa nyaman.
Itu terasa benar-benar nyaman.

Mereka hanya membasuhku seperti biasa, tapi itu benar-benar terasa menyegarkan dan itu juga memiliki bau yang harum.
Aku bukanlah penggila kebersihan, tapi aku yakin bahwa aku memiliki perasaan yang kuat terhadap kebersihan.

Ah! Meskipun ini memalukan.

Para maid yang membasuhku mengatakan hal-hal seperti….

“Apa itu? Sebuah ekor?” “Woah, itu beeeesar.” “Itu mungkin…. Cukup mengganggu…”
Aku tidak mendengar itu…. Aku tidak mendengar ITU!

Mau bagaimana lagi! Aku adalah pria paruh baya, kau tau!
Saat kau dibasuh oleh wanita muda hal ini tak dapat di hindari!

“Baiklah, tolong tunggu disini.”

Aku berterimakasih kepada maid pertama yang saat ini entah bagaimana memiliki pipi berwarna merah dan aku menunggu dengan sabar didalam kamarku.
Tubuhku terasa segar sekarang dan juga aku telah mengenakan baju yang baru.
Dibandingkan dengan yang tadi, baju ini pasti lebih indah.

Namun, seperti yang kuduga, disini tidak ada celana dalam….
Kurasa, ini adalah dunia tanpa celana dalam…..

Sambil meminum sedikit teh hitam, aku sedang berpikir tentang bagaimana cara untuk menjelaskan kepada mereka betapa pentingnya memakai pakaian dalam, saat pintu kamarku dibuka.

“Aku membuatmu menunggu.”

Pak tua Razatonia.

“Tidak, bukan masalah. Terimakasih kamar mandinya, saya merasa benar-benar segar sekarang.”

“Ya. Baiklah, mari sedikit berbicara sambil memakan sesuatu yang ringan. Ah, jangan khawatir dengan sopan santun. Karena percakapan ini adalah prioritas, aku tidak keberatan.”

Para maid menganggap perkataan itu sebagai tanda dan dengan cepat menyusun beberapa sandwich dan kue panggang di atas meja.
Mereka pergi tepat setelah selesai menyiapkannya.

Ya, itu terlihat lezat.

Itu akan sempurna jika aku tidak harus berbagi makanan dengan pria tua ini…..

“Dan sekarang, tentang jadwal pahlawan-dono mulai saat ini.”

Aku mengambil sandwich dan memakannya.

“Satu tahun, aku akan menyuruhmu belajar sihir dalam satu tahun.”

“Ba… baik, Paduka.”

“Jangan khawatir, aku akan memberimu guru yang sangat baik. Dengan dia yang mengajarimu, satu tahun sudah lebih dari cukup bagimu untuk menjadi pengguna sihir yang hebat.”

Satu tahun, huh?….. Selama waktu itu aku harus menjadi lebih kuat dan mempelajari dunia ini.
Menjalankan rencana ini atau menolaknya, aku membutuhkan kekuatan untuk melakukannya.
Dan kemudian aku sangat membutuhkan informasi tentang dunia ini dan mendapatkan pengetahuan.
Itu jika aku tidak ingin mati….

Aku tidak tahu kapan pria tua yang dapat di ajak bekerja sama ini akan berbalik melawanku dan menjadi sebuah ancaman.
Dia mau bekerja sama karena dia akan mendapatkan keuntungan sebagai balasannya.
Dalam hal ini, aku harus meningkatkan keuntunganku untuk menjadi sekutunya.
Jika dia mendapatkan keuntungan yang besar dariku, maka resiko akan dibuang juga akan menurun…..

“Baik. Saya akan melakukan yang terbaik untuk memenuhi harapan anda, Paduka.”

Itu benar, aku tidak ingin mati.
Jika aku tidak ingin mati, maka aku harus bekerja sama… aku harus melakukan segala hal untuk tujuan itu.
Pendirianku akan tetap teguh, setidaknya sampai aku memiliki cukup kekuatan untuk melindungi diriku sendiri.

Namun, jawabannya adalah sesuatu yang tidak pernah kuduga.

 

“Nah sekarang, jangan terlalu kaku. Kamu akan menjadi suami dari cucuku yang manis, jangan lagi memanggilku ‘Paduka’, cucu menantu-dono.”

 

 

Sepertinya aku akan menikah dengan cucu pria tua licik ini……

Aku pastiiiiiii akan mati…….

 

← PREV | Table of ContentsNEXT →

5 Comments Add yours

  1. Rais says:

    Sambil nunggu A Realist Hero’s Kingdom Reconstruction Chronicle update, ternyata ini juga seru 😀 lanjutkan min

    Like

  2. david says:

    Kkkk, kocak pikirannya matiii truzz

    Like

    1. Rais says:

      Iya akhirnya mati aja yg dja pikirin :v

      Like

Leave a Reply to david Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s