Genjitsushugisha no Oukokukaizouki Arc 3 Chapter 3 D

Arc 3
Chapter 03 – Negosiasi D

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Larvyde

Tempat yang kami dan Jeanne tuju adalah kantor pemerintahan. Kupikir tempat ini sempurna bagi kami untuk duduk dan bernegosiasi. Disini cukup luas dan ada banyak pena dan kertas, dan kami juga bisa mendapatkan barang yang dibutuhkan dengan mudah. Namun, kelihatannya apa yang paling menarik perhatian Jeanne saat kami memasuki ruangan adalah tempat tidur yang terletak di sudut ruangan….

“Raja Souma, tempat tidur siapa itu?” (Jeanne)

“Punyaku. Tempat ini juga merupakan ruangan pribadiku.” (Souma)

“Apakah anda tidur di kantor pemerintahan!?” (Jeanne)

“Kami sangat malu….” (Hakuya)

Keheranan Jeanne dijawab dengan malu, bukan olehku, tetapi oleh Hakuya. Namun, kelihatannya apa yang membuat Jeanne heran bukanlah fakta bahwa aku tidur ditempat ini.

“Saya tidak pernah menduga akan ada keluarga kerajaan lain yang melakukan hal yang sama dengan kakak….” (Jeanne)

“Apa?” (Souma)

Kakak… Maksudnya Nona Maria? Eh, Gadis Suci Kekaisaran tidur di kantornya!? Saat aku bertanya kepadanya, Jeanne menjawab dengan canggung.

“Yah, bagaimanapun dia adalah wanita jadi dia memiliki ruangannya sendiri, tapi ketika dia sedang sibuk dengan pekerjaan pemerintahan, dia akan tidur di tempat tidur yang ada di kantornya.” (Jeanne)

“………” (Souma)

…..entah bagaimana, saat ini, aku merasa benar-benar memahami Gadis Suci itu.

“Karena Kakak adalah Gadis Sui yang memerintah wilayah yang luas, Saya berkata kepadanya untuk menghentikannya karena itu akan memberikan contoh buruk bagi para bawahan, tapi apa yang dia katakan adalah 【 Itu tidak masalah, kan? 】, dia sama sekali tidak pernah mendengarkannya”, kata Jeanne sambil menghela nafas. Karena suatu alasan Hakuya mengangguk dengan antusias.

“Saya tahu. Saya juga berulang kali memberitahu Yang Mulia untuk menyediakan kamar untuk dirinya sendiri agar dia bisa tidur disana, tapi apa yang selalu dia katakan adalah 【 Ini lebih efisien, kan? 】.” (Hakuya)

“Saya tahu. Saya memahami bahwa Kakak merasa lelah saat dia bekerja, tapi saya ingin agar dia menjaga perilakunya didepan bawahannya. Terutama karena dia memiliki gambaran seorang Gadis Suci yang harus dijaga. Saya berharap dia tidak terlalu banyak menunjukkan sisi menyedihkannya.” (Jeanne)

“Saya tahu, tapi, saya sudah menyerah pada hal itu. Yang Mulia masih memegang nama 【 Raja Pahlawan 】 tapi apa yang dia lakukan itu tidak sopan….” (Hakuya)

Oi oi Hakuya. Bukankah kamu pikir kamu bertindak terlalu jauh? Yah, aku tidak benar-benar ingin menyandang nama pahlawan, kamu lihat, dan tindakanku yang tak terduga telah membuatmu mendapat pekerjaan, kan?

……atau itulah yang ingin kukatakan , tapi sepertinya aku akan semakin dimarahi jadi aku menyerah.

“Saya pikir itu bagus karena Raja Souma melakukannya dengan penuh perhitungan. Kakak hanya melakukannya karena malas. Dia agak sedikit bodoh, anda tahu.” (Jeanne)

“Bukankah itu bagus? Itu membuatnya sedikit lebih manis. Dalam kasus Yang Mulia, itu tak pantas dilihat karena dia telah memperhitungkannya. Mengapa dia mendengarkan nasihat saat itu berhubungan dengan pekerjaan dan tidak mendengarkannya saat berhubungan dengan kehidupan pribadi.” (Hakuya)

“Kelihatannya Tuan Perdana Menteri memiliki cukup banyak masalah yang ingin dikatakan.” (Jeanne)

“Begitu juga dengan anda Nona Jeanne.” (Hakuya)

Jeanne dan Hakuya sepertinya mencapai titik yang sama. Mereka terlihat akan melakukan sebuah jabat tangan penuh semangat setiap saat. Tepat saat ini dan disini, “Aliansi Korban Penguasa Pemalas” terlahir…. Itu bukan hal yang bisa di tertawakan. Aku pura-pura terbatuk dan mempersilahkan Jeanne untuk duduk di kursi panjang di tengah kantor.

“Bagaimanapun mari kesampingkan hal itu dan memulai negosiasinya.” (Souma)

“Ya. Mengerti.” (Jeanne)

Jeanne kembali ke-dirinya yang sebelumnya dan duduk. Kami duduk saling berhadapan dengan meja panjang di antara kami.

“Sekarang,” kata Jeanne sambil melihatku, dan membuka negosiasi.

“Pertama, mengenai pendudukan yang terjadi di Vannes saat ini. Saya menyesal untuk mengatakan bahwa saya telah berjanji kepada Julius. Kekaisaran harus melakukan apa yang harus dilakukan.” (Jeanne)

“Yah, mari tidak langsung menuju akhir. Disini kita memiliki Penguasa Kerajaan dan Orang Nomor Dua Kekaisaran yang melakukan negosiasi langsung. Harusnya ada banyak hal yang harus dibicarakan dan informasi yang bisa dibagikan disini. Kita dapat meninggalkan hal tak menyenangkan itu untuk nanti, kan?” (Souma)

“…. Saya juga berpikir begitu. Juga, saya juga ingin memanggil para birokrat kami yang sedang menunggu di ruangan lain, apakah itu tidak masalah?” (Jeanne)

“Tentu saja. Jika mereka mau melakukan pemeriksaan tubuh, itu…. Apakah ada seseorang disana?” (Souma)

Aku berteriak ke arah pintu dan kemudian Serina datang sambil mengatakan “Permisi”.

“Huh? Bukankah kamu sedang menghibur Julius…?” (Souma)

“Hiburan telah berakhir, ” kata Serina dengan dingin… Ini masih jam tiga sore kamu tahu, tapi itu sudah berakhir?….. Seperti yang ku duga, Serina adalah gadis yang menakutkan.

“Apa yang Anda inginkan Yang Mulia?” (Serina)

“Ah, bawa para birokrat kita dan para birokrat yang Jeanne bawa. Dan jangan lupa untuk memeriksa apakah mereka membawa senjata atau tidak.” (Souma)

“Baik.” (Serina)

Ketika aku melihat Serina pergi dengan anggun, aku menegaskan pada diriku sendiri untuk “tidak pernah membuatnya menjadi musuh”.

***

Pertemuan adalah tarian. Sebuah pusaran aktivitas yang ramai.

“Jadi bagaimana keadaan panen di Kekaisaran tahun ini?” (Souma)

“Syukurlah kami umumnya mendapatkan hasil panen yang bagus. Khususnya gandum yang melimpah. Bagaimana dengan Elfrieden? Kalian baru saja bebas dari krisis pangan.” (Jeanne)

“Kami juga mendapat hasil panen yang bagus. Kami berhasil mengubah tanaman tepat waktu, jadi tidak ada lagi kekhawatiran tentang makanan. Sebaliknya, apa yang membuatku khawatir adalah persediaan darurat. Bahkan jika panen kami tahun ini bagus, panen kami mungkin akan buruk tahun depan atau tahun setelahnya.” (Souma)

“Yah itu berlaku untuk kita berdua, bukan. Bagaimanapun hasil panen berjalan sesuai dengan kehendak langit.” (Jeanne)

Saat Jeanne dan aku tengah berbicara, birokrat milik Kerajaan dan Kekaisaran sedang berlari kesana kemari dalam diam. Beberapa sedang membuat catatan diskusi kami dengan panik, karena bahkan janji lisan dapat menjadi resmi jika ditulis diatas kertas. Saat ini para birokrat yang lain sedang memeriksa apa yang tertulis didalam catatan itu agar tidak terjadi salah tangkap dari janji yang dibuat. Ada juga para birokrat yang ada di kedua sisi menyajikan bahan untuk satu sama lain, membandingkan apa yang dimiliki dalam jumlah berlimpah oleh kedua negara dan kekurangan apa yang mereka miliki. Karena kami tidak berbagai perbatasan, akan sulit untuk memberikan bantuan langsung, tapi hal itu dapat dilakukan dengan perantara pihak ketiga.

Itu adalah adegan pertempuran. Hakuya sedang memeriksa setiap dan seluruh dokumen secara rinci, dan Liscia sedang membantuku. Hanya sang pengawal, Aisha, yang berdiri dengan waspada, tapi dia tidak ingin melihat angka. Dia terlihat bosan…. Itu terasa sangat nostalgia, mengingatkanku pada awal-awal hari dimana aku baru saja diserahi takhta.

Dalam diplomasi yang sesungguhnya, bahkan jika pemimpin dari masing-masing sisi hanya bertemu beberapa menit, kedua birokrat milik masing-masing negara akan bernegosiasi selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan di balik layar. Kerajaan dan Kekaisaran belum dapat melakukan hal itu karena munculnya Wilayah Raja Iblis, yang menyebabkan situasi kacau saat ini. Karena alasan itu, hal pertama yang harus aku dan Jeanne diskusikan adalah pembukaan kembali jalur diplomasi antara Kekaisaran Grans Chaos dan Kerajaan Elfrieden.

“Berbicara tentang makanan, dumpling akar Susana itu benar-benar enak, bukan. Mereka terbuat dari umbi tanaman pesona Susana, kan? Kami ingin tahu bagaimana mereka dikumpulkan.” (Jeanne)

“Aku tidak keberatan. Yah, menurut Poncho, dia mempelajari metode untuk memanen pesona Susana dari suku pegunungan yang ada di Kekaisaran. Seharusnya mudah untuk mendapatkan kerja sama dengan mereka.” (Souma)

“Ya ampun, ada orang-orang seperti itu di Kekaisaran. Saya merasa malu karena tidak mengetahui apa yang negara kami miliki.” (Jeanne)

“Itulah yang sering terjadi, kan. Kamu tidak selalu bisa melihat apa yang ada dibawah kakimu sendiri.” (Souma)

Aku meneguk kopi yang disiapkan oleh Serina dan melihat ke arah Jeanne. “Setuju”, dia mengatakan hal itu dan juga meneguk teh miliknya. Aku mencoba untuk memasukan sedikit sengatan kedalam perkataanku untuk melihat bagaimana dia akan menanggapinya, tapi ekspresinya tidak pernah goyah. Tak ada yang akan menyangka bahwa dia seumuran dengan Liscia.

“Karena kami telah memberitahumu tentang dumpling Susana, kami juga menginginkan beberapa informasi.” (Souma)

“Baiklah. Informasi seperti apa yang anda inginkan?” (Jeanne)

“Makanan di tukar dengan makanan, itu tidak masalah, kan? Aku ingin tahu apakah ada beberapa makanan aneh yang diketahui Kekaisaran?” (Souma)

“….. maka kami akan memberikan anda hal ini,” kata Jeanne dengan senyum cerah.

“Ini adalah daging iblis.” (Jeanne)

“….hah?” (Souma)

“Anda dapat memakan daging iblis.” (Jeanne)

Daging…. Iblis? Eh, Apa, benarkah? Apakah dia serius?

“Apakah kamu…. Pernah memakan daging iblis?” (Souma)

“Ya. Tak disangka rasanya cukup enak.” (Jeanne)

“………” (Souma)

Aku merasa kakiku mulai goyah. Karena aku telah mendengar tentang Kobold yang menolong suku Mystic Wolf dari Tomoe-chan, aku berpikir untuk melakukan negosiasi dengan Pasukan Raja Iblis jika keadaan memungkinkan, tapi…. Apakah dia barusaja mengatakan bahwa rasanya cukup enak? Memiliki hubungan yang kuat memakan yang lemah dengan seseorang yang ingin kamu ajak bernegosiasi. Itu tampaknya tidak akan berakhir hanya dengan saling makan… Aku bertanya dengan suara tegang.

“Apakah mungkin yang kamu makan adalah… goblin atau sejenisnya?” (Souma)

Jeanne menatap kosong ke arahku untuk sesaat kemudian dia menggelengkan kepalanya dengan gugup.

“Buang pemikiran itu! Apa yang kami makan adalah ‘hewan iblis’, bukan ‘ras iblis’. ….Ah, begitu, Elfrieden tidak banyak tahu tentang Wilayah Raja Iblis, kan.” (Jeanne)

Jeanne kelihatannya memahami sesuatu dan mengangguk.

“Baiklah. Lalu Saya akan menjelaskan kepada Anda tentang Wilayah Raja Iblis dan Pasukan Raja Iblis yang negara kami ketahui.” (Jeanne)

Dia kemudian menceritakan hal itu dengan perlahan,

***

“Pertama, Kekaisaran tidak mengetahui alasan munculnya Wilayah Raja Iblis di benua Randia. Sungguh, yang bisa kami katakan hanyalah pada suatu hari itu tiba-tiba muncul disana. Lalu, berdasarkan cerita yang dikatakan oleh orang-orang menyerang Wilayah itu dan melakukan pertempuran langsung dengan eksistensi yang dikenal sebagai Pasukan Raja Iblis, kami dapat mencapai sebuah kesimpulan.” (Jeanne)

“Kesimpulan?” (Souma)

“Diantara makhluk yang disebut Pasukan Raja Iblis, ada binatang aneh yang tidak memiliki banyak kecerdasan meskipun mereka bisa menyerang secara bersamaan, yang hanya memakan makhluk hidup, dan ada juga makhluk hidup seperti Kobold dan Ogre yang mirip dengan sebuah pasukan, yang agak sedikit berbeda dengan sisi manusia. Untuk membedakan mereka, kami menyebut yang sebelumnya sebagai Demonic Beast, sementara yang terakhir kami sebut Ras Iblis.” (Jeanne)

“Ah, setelah kamu mengatakannya, aku telah mendengar sesuatu seperti itu dari Raja sebelumnya.” (Souma)

Area yang biasa disebut “Kerajaan Iblis” tiba-tiba muncul di ujung utara benua besar Randia. Dari sana, berbagai macam iblis mulai dari besar sampai kecil mengalir keluar, menyebabkan kekacauan diberbagai negara. Sisi manusia bersatu membentuk pasukan balasan dan mengirimkannya ke daerah yang telah di serang, tapi berakhir dengan kegagalan. Di Kerajaan Iblis, terdapat “Hewan Iblis” dengan akal yang rendah (atau tidak sama sekali), dan “Ras Iblis” berbentuk humanoid yang memiliki kekuatan tempur yang besar. Ras Iblis tersebut memusnahkan pasukan balasan yang dibentuk oleh sisi manusia. Ras Iblis kemudian melanjutkannya dengan serangan balasan terhadap wilayah manusia, memperluas pengaruh mereka ke wilayah yang sekarang disebut sebagai “Wilayah Raja Iblis”, itulah yang kudengar. Saat aku mengatakan kepada Jeanne apa yang kudengar dari Alberto, dia mengangguk dalam.

“Ya, saya juga pernah mendengarnya. Saya berumur tujuh tahun saat pengiriman pasukan balasan jadi saya tidak benar-benar melihatnya sendiri. Kecuali bahwa setelah beberapa waktu menganalisa apa yang dikatakan orang-orang yang berada di lokasi, fakta baru telah ditemukan.” (Jeanne)

“Fakta baru?” (Souma)

“Serangan awal dari para monster yang menghancurkan banyak negara. Membunuh tak terhitung nyawa, dan mengubah yang lainnya menjadi pengungsi, semuanya dilakukan oleh Hewan Iblis.” (Jeanne)

“Hewan Iblis? Bukan Ras Iblis?” (Souma)

“Ya. Kemudian.” (Jeanne)

Jeanne menyeruput teh miliknya.

“Kemunculan pertama Ras Iblis adalah pada saat pasukan balasan di sergap. Tentunya, mereka juga ada pada saat terjadi serangan balasan yang menghancurkan banyak negara serta membunuh dan membuat banyak orang menjadi pengungsi.” (Jeanne)

“Yang artinya, terdapat dua gelombang dari Serangan Pasukan Raja Iblis.” (Souma)

Gelombang pertama adalah serangan Hewan Iblis. Gelombang kedua adalah serangan balasan Ras Iblis. Para Kobold yang menyebabkan Suku Mystic Wolf Tomoe-chan menjadi pengungsi mungkin adalah bagian dari gelombang kedua.

Jeanne melanjutkan.

“Kerusakan yang disebabkan oleh gelombang pertama dan kedua juga sangat berbeda. Serangan Hewan Iblis pada gelombang pertama adalah adegan brutal. Api yang de hembuskan oleh para Hewan itu membumi hanguskan kota, melahap tentara dan warga tanpa peduli umur ataupun jenis kelamin. Saya dengar bahwa apa yang tersisa dari kota yang mereka serang adalah ‘sisa makanan’.” (Jeanne)

Secara harfiah ‘hewan’, adalah serangan ‘Hewan Iblis. Sebuah serangan dari para hewan, sama seperti belalang, yang hanya melihat manusia sebagai makanan.

“Tapi gelombang kedua adalah perang total. Makhluk hidup yang bertujuan untuk menguasai kota dan desa. Memang masih ada pembunuhan dan penjarahan, tapi ada banyak kejadian dimana jika seseorang dapat melarikan diri dari mereka, mereka tidak akan mengejar. Kasus manusia dibunuh untuk dijadikan makanan menurun drastis tapi di sisi lain, kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh Hewan Iblis meningkat.” (Jeanne)

“… jadi sama seperti perang lainnya. Sama seperti perang antar manusia.” (Souma)

“Ya, meskipun saya enggan untuk menyebut pemerkosaan adalah tanda kecerdasan,” Jeanne mendengus. Kelihatannya itu tak termaafkan baginya sebagai sesama wanita.

“Tapi bagaimana perubahan itu terjadi? Apakah para Hewan Iblis mendapatkan kecerdasan saat mereka bertarung dengan manusia dan menjadi Ras Iblis?” (Souma)

“Untuk beberapa saat, ada pejabat gereja yang mengatakan bahwa mereka memakan otak manusia dan mendapatkan kecerdasan, tapi tentu saja bukan itu yang sebenarnya terjadi. Keberadaan Faktanya Hewan Iblis masih ada. Sejak sisi manusia dan sisi iblis mengalami jalan buntu, serangan yang kami terima hanyalah berasal dari sekumpulan hewan iblis. Meskipun, itulah yang memungkinkan kami untuk mempertahankan status quo.” (Jeanne)

H~m… aku tidak paham. Jadi apa itu Ras Iblis dan Hewan Iblis?

“Itu mengingatkanku, kami menemukan tumpukan fosil hewan iblis ketika kami menggali tanki pembuangan di Parnam. Mereka sudah pasti berumur setidaknya ribuan tahun.” (Souma)

“Apa itu…. Fosil?” (Jeanne)

“Ah, begitu, itu bukan pengetahuan umum di dunia ini. Sederhananya, itu adalah sisa tulang dari hewan yang sudah mati yang terkubur didalam tanah. Ada beberapa kondisi tertentu, tapi setelah bertahun-tahun tulang yang ada dibawah tanah akan berubah menjadi batu, bahkan tulang yang baru berumur beberapa ribu tahun juga dapat disebut fosil.” (Souma)

“Begitu… jadi anda mengatakan bahwa Hewan Iblis pernah ada beberapa ribu tahun yang lalu.” (Jeanne)

Hm? Tak kusangka dia setenang itu, Liscia hampir pingsan karena kaget saat mendengar hal ini.

“….. Kupikir kamu akan lebih terkejut.” (Souma)

“Saat anda memikirkan tentang hal itu, ada banyak monster yang bersembunyi di dungeon bahkan sebelum kemunculan Wilayah Raja Iblis. Saya ingin tahu apakah tempat yang digali itu adalah bekas dungeon?” (Jeanne)

“Tidak ada catatan di sejarah Kerajaan. Cerita rakyat juga tidak ada. Yah, itu adalah beberapa ribu tahun yang lalu, jadi aku tidak bisa menyangkal bahwa itu mungkin berasa dari masa yang jauh sebelum sejarah mulai ditulis.” (Souma)

“Humm…. Saya rasa kita juga harus menyelidiki negara kami sendiri.” (Jeanne)

Jeanne mengangguk sabil termenung. Yah, itu lebih baik daripada yang kuminta.

“Dengan segala cara tolong lakukan hal itu. Kerajaan juga akan menyelidiki berbagai tempat.” (Souma)

“Tolong beritahu kami jika anda menemukan sesuatu. Tentu saja, kami juga akan memberitahu anda jika kami menemukan sesuatu.” (Jeanne)

“Baiklah.” (Souma)

Wilayah Kekaisaran jauh lebih besar daripada milik Kerajaan. Seseorang dapat mengharapkan lebih banyak hasil setelah menyelidikinya. Tapi tentu saja, Kerajaan juga ingin membuat kemajuan dari penyelidikan kami. Dan dengan demikian kami memutuskan bahwa “Berbagi Informasi tentang Penggalian Domestik” akan dimulai antara Kerajaan dan Kekaisaran.

Jeanne menarik nafas dan berkata, “Sekarang, kelihatannya kita telah cukup menyimpang dari diskusi apakah hewan iblis dapat dimakan atau tidak,” dia mengosongkan cangkir teh nya.

Aku juga menghabiskan kopiku dan memerintahkan Serina untuk kembali mengisi minuman kami berdua. Kami berdua menerima kopi dan teh kami dan melanjutkan pembicaraan.

“Sekarang setelah kamu mengatakannya, kita sedang berbicara tentang hal itu, bukan?” (Souma)

“Apa yang saya makan adalah daging ular besar bersayap.” (Jeanne)

“Ular bersayap? Seperti naga?” (Souma)

Aku ingat ada dewa yang disebut Ular Sombong (Quetzalcoat) di Amerika tengah atau selatan, tapi kami bukan berada di Bumi dan karena kami sedang membicarakan hewan iblis, apa yang terpikirkan olehku adalah monster naga. Itulah yang kupikirkan, tetapi Jeanne menggelengkan kepalanya.

“Bukan, itu bukanlah sesuatu yang mempesona seperti itu. Itu sebenarnya hanyalah ular dengan empat sayap burung yang tumbuh di tubuhnya.” (Jeanne)

Apa-apaan itu? Itu sudah pasti seekor chimera, kan?

“Yah, kamu dapat memakan sesuatu seperti itu….” (Souma)

“Rasanya sama seperti ular biasa. Lebih seperti ikan dari pada ayam, dan itu cukup enak.” (Jeanne)

…. Yah, kurasa ada orang di beberapa negara yang biasa memakan ular. Dalam pikiranku, daging ular memiliki gambaran seperti ikan palsu pada “Rashumon” milik Akutagawa Ryuunosuke…. Apakah dia berkata itu enak?

“Katakan sekarang… Jeanne, bukankah kamu adalah seorang Tuan Putri?” (Souma)

“Saya juga merupakan seorang Jenderal. Bahan lokal membuat persediaan tentara menjadi lebih baik.” (Jeanne)

“Itu masuk akal.” (Souma)

“Dan apa yang membuat saya berpikir untuk memakan hewan iblis adalah ketika salah satu kelompok pengintai di kirim ke Wilayah Raja Iblis, mereka melihat sisa-sisa hewan iblis sedang dimasak oleh Ras Iblis.” (Jeanne)

“Dimasak? Bukan dimakan secara langsung?” (Souma)

“Ya. Dilihat dari tulang yang tampak seperti dipotong oleh benda tajam dan kepala yang sedikit hangus, mereka mungkin dibakar sebelum dipotong-potong dan dimakan. Jadi ketika kami menangkap hewan iblis yang sama, saya ingin mengetahui apakah kita juga dapat memakan hal itu.” (Jeanne)

Jeanne menggigit kue panggang yang disajikan bersamaan dengan teh.

“Tentu saja kami memeriksa apakah itu beracun atau tidak. Sebelum memberikannya kepada manusia untuk dimakan, kami membuat binatang memakannya. Setelah yakin bahwa mereka aman, kami mulai memakannya dimulai dari para NCO*.” (Jeanne)
*TN: NCO=Non-Commissioned Officer (bisa dibilang petugas tidak tetap)

“Para penguji racun itu pasti kesulitan…” (Souma)

“Lalu saat kami mencoba memakannya, itu terasa ringan namun menyegarkan, itu adalah kelezatan yang normal.” (Jeanne)

“Um, daripada rasanya, bukankah ada sesuatu yang lebih penting untuk dipikirkan?” (Souma)

Fakta bahwa bahwa Ras Iblis memakan Hewan Iblis itu jauh lebih mengejutkan dari pada fakta bahwa hewan iblis itu dapat dimakan. Itu berarti bahwa Ras Iblis tidak melihat Hewan Iblis sebagai sesama mereka. Aku menyukai sapi dan babi, tapi tidak peduli seberapa mirip wajah mereka, aku tidak akan pernah mau memakan orc atau minotaur. Aku lebih suka memakan ular daripada hal itu. Apakah iblis juga memiliki pemikiran seperti itu? Saat aku memikirkan hal itu, aku mencapai sebuah hipotesis.

“Jadi, Jeanne.” (Souma)

“Ya?” (Jeanne)

“Aku ingin tahu apakah Ras Iblis dan Hewan Iblis itu sama dengan ‘manusia’ dan ‘binatang’ di sisi kita?” (Souma)

← PREV | Table of ContentsNEXT →

5 Comments Add yours

  1. GoeMooN says:

    Seru-seru, makin asik ceritanya min..
    Semangat ujiannya min semoga lancar dan memuaskan…
    Setia menunggu kelanjutannya 😀

    Like

  2. GoeMooN says:

    Seru-seru, makin asik ceritanya min..
    Semangat ujiannya min semoga lancar dan memuaskan…
    Setia menunggu kelanjutannya 🙂

    Like

  3. aryuga91 says:

    Udah dipost yaa,,,ini bakalan seru nee perwakilan kekaisarn grand choas bakaln kaget negoisasinya ternyata diruangan yang ada tempat tidurnya souma. 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s