Stranger’s Handbook Chapter 4

Chapter 4 – Struktur Dunia

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

Ini buruk… ini sangat buruk….

Aroma teh hitam itu membuatku lengah.
Dengan kesalahan, kebiasaan buruk yang kumiliki saat berada di bumi…. Saat aku tinggal di Jepang.
Efek relaksasi yang dimiliki teh hitam ini sangat luar biasa. Aku baru saja mengalaminya sendiri….

“Toshi… aku akan memberimu sebuah peringatan.”

Kata pria tua itu tanpa ekspresi.
Jadi itu apa yang mereka sebut tatapan kosong… aku berpikir sembarangan, tapi kakiku sedang gemetar seperti sebuah gempa bumi level 7.
Tubuhku mulai goyah.

“Y.. ya, Paduka.”

“Kamu masih belum terbiasa dengan dunia ini. Dan tadi aku juga telah berjanji. Aku akan mengabaikannya kali ini.”

Pria tua itu mengambil napas dalam-dalam dan reaksiku terhadap hal itu adalah gemetar pada level 8[1].

“Tapi, kamu tahu, kamu telah salah mengenali sebuah ras. Kamu harus benar-benar tidak pernah mengatakan kalimat diskriminatif atau penghinaan terhadap sebuah ras. Itu jika kamu tidak ingin mati.”

Aku berdiri dan meminta maaf dengan tulus kepada wanita cantik bertelinga anjing itu.
Aku berlutut dilantai.

“Sampah ini yang bahkan tidak tahu adat istiadat telah sangat menyinggung anda! Saya tidak berniat untuk menghina anda ataupun ras anda. Tolong, maafkan ketidaktahuan saya!”

Setelah aku bersujud seperti itu, ksatria anjing itu akhirnya tampak menenang.
Dia gemetar dan bernafas dengan berat sampai barusan.

“Bagaimana menurutmu, Al? Ini adalah jalan damai. Kamu tidak keberatan dengan ini, kan?”

“Ya, pak. Saya akan mematuhi keputusan anda.”

Jadi, ksatria anjing itu adalah Al.
Al, huh?…. aku akan mengingatnya,

“Kamu juga mengerti, kan, Suu?”

“Y… ya. Pasti, Paduka.”

Jadi, maid itu adalah Suu
Suu-san, huh? Aku bertanya-tanya apakah dia suka memancing.

“Baik, baik, ini karena kamu mendapatkan janji dariku sejak awal. Namun, tidak ada lain kali, Toshi, kamu harus lebih menghargai nyawamu….”

………Eh? Apakah aku barusan benar-benar berada di situasi yang mematikan?…..
Apakah membicarakan ras lain adalah hal yang tabu!?

“Ya. Saya sangat berterimakasih atas perhatian khusus yang anda berikan!”

Aku juga menundukkan kepala kepada Pria Tua itu.

Aku tidak tahu apa yang mempengaruhi tombol membunuh milik mereka….
Aku harus secepatnya mempelajari kebiasaan di dunia ini, kalau tidak aku akan membahayakan nyawaku sendiri.
‘Penyebab kematian: Ditusuk’ atau sejenisnya akan terlalu memalukan.

Suu-san meninggalkan ruangan setelah sekali lagi membungkuk.
Dia tampaknya tidak memiliki mata yang berkaca-kaca lagi.

“Nah sekarang, kembali persoalan pahlawan. Jangan khawatir, ceritanya sangat sederhana.”

Pria tua itu meminum teh hitam, dan kembali tersenyum tipis.

“Aku tidak akan memintamu untuk melakukan sesuatu seperti mengalahkan raja iblis atau maju ke medan perang sendirian. Aku hanya ingin kamu menjadi seorang pemimpin.”

Apa, seorang pemimpin?

“Sejak awal, aku bahkan tidak tahu keberadaan seorang raja iblis. Hewan Magis dan makhluk iblis memang ada. Namun, sesuatu yang kamu sebut raja iblis di duniamu tidak ada disini dan tidak ada catatannya di dalam sejarah manapun sampai saat ini. Para iblis hidup tersebar, tanpa membentuk sebuah negara dan melakukan apapun yang mereka inginkan. Kelihatannya, sesuatu seperti negara atau raja terlalu membebani mereka.”

“Be… Begitu. Mereka melakukan apapun yang…. Mereka inginkan?”

“Ya. Ras iblis adalah ras yang memiliki banyak mage hebat dan mereka tidak akan melakukan sesuatu seperti mengendalikan hewan magis atau sejenisnya. Mereka melakukan apapun yang mereka inginkan, tapi itu bukan berarti mereka adalah penjahat. Mereka menjadi petualang, pelajar, pemilik restoran, penjaga penginapan, dan sebagainya. Kamu mungkin dapat mengatakan bahwa mereka berbaur dan hidup bebas sebagai warga yang sederhana.”

Begitu, tidak ada rasa permusuhan.
Aku ingin tahu apakah mereka benar-benar tidak menginginkan negara mereka sendiri…

“Itulah sebabnya diskriminasi terhadap ras lain tidak diperbolehkan.”

Pria tua itu kembali meminum teh hitam dan wajahnya menjadi serius.

“Saat terjadi diskriminasi terhadap sebuah ras, mereka yang melakukannya akan menerima kemarahan dari naga dan iblis. Ras yang melakukan diskriminasi akan di musnahkan dan hanya sedikit orang yang dibiarkan hidup.”

…….Hm? Dan intinya adalah….

“Apakah mereka adalah jaksa… atau, lebih seperti, hakim….?”

“Kamu dapat mengatakannya begitu…. Sebenarnya cukup aman untuk berpendapat demikian. Itu adalah cara dunia ini dalam melakukan sesuatu, kamu tau.”

Bagitu, pasti pernah terjadi diskriminasi serius dimasa lalu.
Dan ini adalah sistem untuk mencegah hal itu, huh?…..

“Jadi, tentang tugasmu…. Tentang tugas seorang pahlawan…..”

Ya, akhirnya! Sampai batas tertentu, sistem dunia ini terlihat cukup sempurna.
Itu adalah sistem yang didasarkan pada pengawasan naga dan iblis. Aku tidak tahu pekerjaan pahlawan akan cocok dibagian mana.

“Ini sudah sangat lama semenjak pahlawan terakhir dipanggil. Catatan terakhir adalah tentang prestasi luar biasa dari 1000 tahun lalu.”

Ah! Aku benar-benar memiliki firasat buruk!

“Berdasarkan catatan itu, dimasa lalu seorang pahlawan dipanggil untuk mengalahkan mereka yang memendam pemikiran diskriminasi. Aku tidak berencana untuk melakukan sesuatu yang keterlaluan seperti itu dan aku telah tumbuh dan melekat di dunia ini dimana tidak ada diskriminasi ras. Aku tidak berniat untuk menghancurkannya.”

Syukurlah!…. Syukurlah mereka tidak memanggilku 1000 tahun yang lalu.
Pahlawan-san, yang bahkan namanya tidak kuketahui. Terimakasih banyak!

“Apa yang kuinginkan…. Apa yang Frontier Count[2] Kekaisaran Grun, Razatonia ingin capai adalah….”

Apa, Frontier Count? Bukankah kamu adalah seorang bangsawan besar-sama, yang mengendalikan wilayah penting milik kekaisaran, Razatonia-san….!?

“Merebut Kerajaan.”

 

Kali ini sudah pasti, Aku sangat yakin bahwa aku akan mati.


[1] Skala gempa di jepang (level 1-6 lemah, 7+ kehancuran)

[2] Frontier Count adalah bangsawan yang bertugas menjaga perbatasan

 

← PREV | Table of ContentsNEXT →

8 Comments Add yours

  1. adi putra says:

    Thx..

    Like

  2. rusdi says:

    Masih membaca min thankz tlnya

    Like

  3. aryuga91 says:

    ini project baru yaa gan

    Like

      1. aryuga91 says:

        gan minta saran dong tentang novel, ane masih belajar nulis menurut ente gimana tulisan ane. sankyu sebelumnya yaa gan

        Like

      2. Zen Quarta says:

        Saya kurang paham kalau di suruh ngasih saran novel bikinan orang lain :v

        Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s