Stranger’s Handbook Chapter 3

Chapter 3 – Bukti Kalau ini adalah Dunia Lain

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

Orang dari dunia lain? Selain itu, dunia lain??

Barusan, pria tua ini mengatakan orang dari dunia lain, kan….?
Tapi sebelum itu.

“Halo. Saya dengan rendah hati memperkenalkan diri saya sebagai Kato Toshiaki.”

Aku bangkit dari sofa dan membungkuk dalam-dalam.

Dengan penampilan seperti itu, orang ini mungkin memiliki posisi sosial yang lebih tinggi dari pada ksatria yang sebelumnya.
Kurasa dia tidak akan marah saat aku menyapanya dengan hormat.
setidaknya dia tidak menunjukkan rasa permusuhan sedikitpun.
Jika aku tidak terlihat seperti akan mematuhinya, itu mungkin akan tarasa cukup buruk… meskipun perasaanku yang sesungguhnya sama sekali tidak seperti itu.

“Ya. Baiklah, kamu boleh duduk. Berbicara sambil berdiri terlalu berat untuk tubuh tua ini.”

Orang tua itu berkata demikian dan duduk dihadapanku.
Di kedua sisinya ada dua orang ksatria yang berdiri tegap.

“Lalu, permisi! Namun, Paduka. Saya sama sekali tidak mengetahui tentang dunia ini. Itulah sebabnya, jika saya melakukan atau mengatakan sesuatu yang kasar atau tidak pantas, Saya sangat berharap anda dapat menunjukkan kemurahan hati.”

“Baik. Aku tidak ingin menuntut orang asing dari dunia lain untuk tiba-tiba mengetahui tata krama kami. Selain itu, tata krama yang ada di sini tidak terlalu berbeda.”

“Terimakasih banyak.”

Aku duduk dengan dangkal di sofa.

Pria tua dihadapanku adalah bencana….

Jadi dunia ini tidak terlalu berbeda dengan dunia yang kuketahui….
Jadi, aku tidak dapat menyangkal kehadiran seorang Paduka… huh?

Disini adalah dunia yang pernah didatangi orang dari dunia lain.
Dan dia memahaminya sampai batas tertentu.
Pria tua yang disebut sebagai Paduka ini tidak lain adalah musuhnya.

Hmm… Aku sedikit memecahkan misteri ini… Dunia lain, huh?
Namun, aku tidak akan percaya hal seperti itu dengan mudah.

“Paduka, bolehkan saya menanyakan sesuatu?”

“Kamu harus menjawab pertanyaan paduka terlebih dahulu!”

Ksatria itu menatapku dengan tajam.
Pertanyaan paduka? Pertanyaan yang tadi?

Pria tua itu menunjukkan senyum tipis dan tampak tidak memperdulikan hal itu.

“Ksatria-dono, pertanyaan Paduka yang anda maksud, apakah tentang saya adalah orang asing yang merupakan kandidat pahlawan atau tidak? Jika memang yang itu, jika saya tidak mengkonfirmasi apakah ini benar-benar dunia lain maka saya akan berakhir melakukan kebohongan kepada Paduka.”

“Baik. Tentu saja, jika kamu tidak memahami situasi sampai batas tertentu, kita tidak dapat melakukan pembicaraan yang benar. Kato… bukan? Atau, apakah mereka menggunakan nama pertama di dunia itu? Toshiaki?”

Ksatria tadi hendak mengatakan sesuatu tapi dihentikan oleh tangan pria tua itu.

“Itu seperti yang Anda katakan. Toshiaki adalah nama pertama saya. Tapi jika Anda sulit untuk mengucapkannya, anda dapat memanggil saya Toshi.”

Pria tua itu menganggukkan kepalanya dan mulai berbicara.

“Kalau begitu, Toshi. Kami akan memberikan bukti bahwa di sini adalah dunia lain!”

Saat dia mengatakan hal itu, salah satu ksatria yang ada di sini menarik pedangnya.

Pedang itu tidak memiliki warna yang sama dengan pedang yang biasa kau lihat di TV atau game. Itu berwarna keperakan dan terlihat basah.
Aku tanpa sadar berpikir bahwa itu indah, tapi kemudian ksatria itu memotong jarinya.

!?

Aku mengerutkan kening dengan refleks.
Itu pasti benar-benar sakit.

Dari tempat dimana jarinya terletak sebelumnya, darah mengalir keluar.
Dia tidak akan bisa lagi membuat janji[1],

Wajah ksatria itu saat ini terlihat berwarna merah karena rasa sakit yang dia timbulkan sendiri dan dia mendekatiku untuk menunjukkan lukanya.

“Aku benar-benar terluka, kan?”

Aku hanya dapat mengangguk mendengar pertanyaan itu.

 

Ksatria itu mengeluarkan sebuah botol dari dalam kantong yang ada di pinggangnya dan meminum isinya.

Tepat setelah itu, jari yang tadi hilang mulai meregenerasi dengan sangat cepat.

“Ap!? Ja… jari itu tumbuh lagi!?”

Aku berteriak secara naluriah, tapi itu tak terelakkan….
Jarinya baru saja tumbuh kembali, kau tau? Itu seperti sebuah adegan di film horror….

“Jadi, bagaimana menurutmu? Apakah kamu memiliki obat yang sama di duniamu?”

Pria tua itu bertanya kepadaku sambil tetap tersenyum tipis.

“Ti… tidak Paduka. Itu tidak mungkin. Ini adalah pertama kalinya saya melihat obat seperti ini.”

“Begitukah? Kemudian, apakah orang seperti ini ada di duniamu?”

Setelah mengatakan itu, dia melepaskan helm milik ksatria yang lain.

Dia adalah pria yang memiliki telinga mirip anjing.
Dia mengibaskan ekornya dengan hati-hati dan telinganya bergerak kesana-kemari.

“Orang ini… jika saya tidak salah… dia adalah bagian dari ras kemonobito[2]. Apakah itu benar?”

Pria tua itu mengangguk mendengar pertanyaanku dan melanjutkan.

“Ya. Jadi saat ini kamu sudah menyadari bahwa ini adalah dunia lain, kan? Ah, nanti aku juga akan menunjukkan beberapa sihir kepadamu.”

Sihir!? Ini berubah lagi dan lagi kedalam pola fantasy, huh……

Yah, karena mereka juga memiliki kandidat pahlawan, mereka tidak mungkin bisa menang melawan Raja Iblis tanpa menggunakan sihir.

“Y…ya. Terimakasih atas kebaikan anda, Paduka! Saya sekarang yakin bahwa ini adalah dunia lain. Namun, anda berkata bahwa saya adalah kandidat pahlawan. Apa yang membuat anda berpikir begitu?”

“Ya, sekarang adalah bagian penting!”

Tok, tok.
Seseorang mengetuk pintu.

Ketika ksatria anjing tadi membukakan pintu, seorang wanita cantik berteling anjing dan mengenakan seragam maid memasuki ruangan.

 

Seorang wanita cantik dengan telinga anjing.
Itu benar-benar luar biasa.

Dia adalah wanita cantik bertelinga anjing dengan tubuh ramping yang hanya bisa dibandingkan dengan seorang model.
Dia membungkuk dan mulai menyiapkan teh.

Oh! Dia juga mempersiapkan satu untukku… aroma ini, apakah itu teh hitam?
Hal ini sangat kuhargai, tenggorokan memang terasa kering.

Tak lama kemudian, persiapan meja telah selesai dan, saat dia berhenti didepan pintu dan berbalik untuk menghadap kami, dia membungkuk dan memberi hormat.

 

“Kalau begitu, Saya permisi-nya!”

 

“Jadi kamu adalah kucing!!!”

 

Teriakkanku yang tiba-tiba menyebabkan gadis bertelinga anjing itu menatapku dengan mata berair dan ksatria anjing yang tadi, menatap tajam ke arahku sambil menggertakkan giginya.
Ksatria yang tadi memotong jarinya memegang pedangnya tanpa menunjukkan ekspresi apapun.
Dan kemudian…..

Pria tua yang duduk didepanku tidak tersenyum lagi….

 

 

Aku mungkin akan mati…. Lebih cepat dari yang kuduga…..


[1] Janji pernikahan

[2] Manusia hewan

← PREV | Table of ContentsNEXT →

4 Comments Add yours

  1. ini AKU says:

    Nggak ada rasa bersalah abis bunuh sadis bener tuh kerajaan

    Like

  2. Budi Setiadi says:

    Cepet bgt abisnya hmmm sankyu min~

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s