Genjitsushugisha no Oukokukaizouki Arc 3 Chapter 3 C

Arc 3
Chapter 03 – Negosiasi C

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Yukkuri

“Ap-………” (Julius)

Mungkin karena penolakan tegasku adalah sesuatu yang tak terduga, untuk sesaat Julius kehilangan kata-kata. Namun, dia segera berbicara dengan kemarahan yang terlihat jelas di wajahnya.

“Sialan, apakah kau gila?! Apakah kau kira kau dapat lolos tanpa terluka setelah menentang Deklarasi Kemanusiaan!” (Julius)

“Itu bukan sesuatu yang bisa dikatakan oleh orang sepertimu. Kamu menyerang wilayah Elfrieden, dan kemudian, saat kamu diserang balik sebagai gantinya, kamu mulai berteriak ‘tidak ada perubahan perbatasan dengan kekuatan militer’. Karena hal itu, alasanmu sama sekali tidak masuk akal.” (Souma)

“Itu… Semua adalah tindakan seenaknya yang dilakukan oleh Duke Gaius….” (Julius)

“Kamu juga tahu bahwa kalimat itu hanyalah alasan, kan?” (Souma)

Saat aku melempar balik pertanyaan kepadanya, perkataan Julius tersumbat erat.

“…. Apapun yang kau katakan, itu tidak merubah fakta bahwa kau menjajah warga kami, Aku, sebagai penguasa negara ini, berkewajiban untuk membebaskan wargaku.” (Julius)

Jadi dia keberatan. Tapi, pembebasan dari penjajahan, ya….

“Apakah itu adalah sesuatu yang diinginkan warga Van?” (Souma)

“Apa?” (Julius)

“Julius-dono, ketika kamu dalam perjalanan ke tempat ini, bukankah kamu melihat bagaimana pemandangan jalanan dan bangunan yang ada di Van?” (Souma)

Julius menatap kagum mendengar pertanyaanku, tapi dia segera menjawab sambil menatap tajam ke arahku.

“Van adalah kota dimana aku dilahirkan. Aku lebih familiar dengannya daripada orang sepertimu.” (Julius)

“Begitukah…. Lalu, ‘warna’ seperti apa yang kamu lihat di Van saat ini?” (Souma)

“Warna? Jika itu adalah bangunan dengan warna tak menyenangkan pada dinding dan atapnya, maka aku melihat beberapa dari mereka, apa itu….” (Julius)

“….. Yah aku tidak akan menyalahkan jiwa seni yang dimiliki seseorang, tapi Julius-dono, jika mereka berada di bawah penjajahan, akankah warga yang menderita di bawah pemerintahan tirani akan mengecat dinding dan atap mereka dengan penuh warna seperti itu?” (Souma)

Tanpa sedikitpun niat jahat, aku menjelaskan hal itu dalam cara yang sangat baik dan rinci kepada Julius.

“Jika penguasa lalim memaksakan kekuasaannya kepada warga, maka para warga tidak akan melakukan sesuatu yang akan menarik perhatian raja lalim tersebut, kan? Karena warga tidak akan tahu bencana seperti apa yang akan menimpa mereka jika mereka melakukan tindakan yang mencolok yang menarik perhatian raja lalim itu. Oleh karena itu, warga yang berada dibawah pemerintahan tirani tidak akan mengatakan ketidakpuasan mereka, tidak akan membiarkan tindakan mereka menunjukan emosi yang mereka miliki, dan tidak akan memendam pendapat mereka yang sesungguhnya jauh disudut hati mereka. Karena hal itu, sesuatu seperti mengecat dinding dan atap rumah mereka dengan berbagai warna akan menjadi sesuatu yang pasti tidak akan mereka lakukan, kan?” (Souma)

Pada titik ini, aku menghentikan perkataanku untuk sesaat, saat aku menatap langsung ke mata Julius dan melanjutkan penjelasanku.

“Namun, warna apa yang dimiliki Van ketika kamu memerintah kota ini?” (Souma)

“! Itu….” (Julius)

Julius ragu untuk mengatakannya. Yah, tentu saja. Saat aku pertama kali memasuki Van, warna yang aku rasakan adalah “Abu-abu”. Bangunan yang berdiri di distrik tak terawat yang terlihat seperti labirin hanyalah rumah dengan warna abu-abu dan atap berwarna coklat tanpa ada sedikitpun fragmen individualitas. Keseragaman corak warna, bahkan tanpa standarisasi sedikitpun, mungkin adalah akibat dari kurangnya kebebasan yang diberikan kepada warga yang tinggal di kota ini.

“Van yang ku perintah saat ini dan Van yang kamu perintah sebelumnya, seperti yang diduga, mana yang terlihat seperti kota yang ‘diduduki’?” (Souma)

“Sialan, apakah kau menuduh kami sebagai raja lalim yang melakukan tirani!” (Julius)

“Itu adalah fakta, kan? Sebagian besar dari anggaran nasional di alirkan ke anggaran militer, kan?…. Ah, juga untuk menghias istana ini, kan? Meskipun pajak yang para warga bayar pada dasarnya harus digunakan untuk kesejahteraan warga, bukan. Bukan untuk merawat kota, bukan untuk merawat jalan, bukan untuk mempromosikan industri, tetapi semua pajak yang berat itu mengalir ke militer, bukankah itu bodoh?” (Souma)

“Tutup mulutmu!” (Julius)

“Hentikan itu, Julius-dono!” (Jeanne)

Jeanne menghentikan Julius yang tampaknya ingin mendatangiku. Dihentikan sebelum sempat melangkah, dia menggertakkan giginya dengan frustasi. Meskipun mereka tidak di izinkan membawa senjata dalam pertemuan ini, jika Jeanne tidak menghentikannya, mungkin dia akan melemparkan mantra sihir kepadaku. Jika itu terjadi, maka kami harus menyerang Julius dibawah alasan untuk membela diri, tapi…. Ini bukanlah waktu untuk melakukan hal itu.

“Aisha, kamu juga harus melepaskan tanganmu dari gagang itu.” (Souma)

“….. Baik.” (Aisha)

Aku mengingatkan Aisha, yang berdiri secara diagonal dibelakangku sambil memancarkan rasa haus darah yang kuat. Dia menjawab dengan nada sedih seperti seorang anak kecil yang baru saja dimarahi. Jangan khawatir Aisha, aku sama sekali tidak memikirkan hal itu. Bahkan jika Julius bertindak setinggi dan segagah itu, aku merasa aman karena Aisha melindungiku. Lalu, Jeanne menghela nafas sambil mengutarakan pendapatnya jujurnya.

“Raja Souma…. Saya ingin anda untuk berhenti menghasut Julius-dono.” (Jeanne)

“Aku hanya mengatakan kebenaran. Ekonomi adalah tentang mengelola wilayah dan memberikan bantuan kepada warga….. meskipun itu adalah gambaran ideal dari seorang penguasa, pemerintahannya yang membuang seluruh pajak yang berat itu untuk anggaran militer sudah jelas adalah kelaliman tirani*.” (Souma)
*TN: Despotism Tyrannical (Mungkin ada yang punya pendapat untuk terjemahan yang lebih bagus?)

“Salah siapa semua itu! Kalian sialanlah yang telah merampas tanah milik leluhur kami!” (Julius)

“Jadi, itu lagi….” (Souma)

Julius mengulangi desakan konstannya, jadi aku menghela nafas.

“Meskipun Keluarga Kerajaan Amidonia telah meneriakkan balas dendam terhadap Keluarga Kerajaan Elfrieden pada setiap kesempatan, peristiwa itu terjadi 50 tahun yang lalu, kan? Bukan bermaksud untuk menyinggungnya, tapi Gaius juga, bukanlah orang yang secara langsung terlibat dengan kejadian itu. Sebagai tambahan, aku hanyalah seseorang yang datang kedunia ini belum lama ini. Jadi, kenapa kalian memiliki terlalu banyak kebencian kepadaku?” (Souma)

“! Itu,” (Julius)

“Ah, tolong kesampingkan masalah pembunuhan Gaius dan pendudukan Van. Orang yang memulai ini sejak awal adalah sisimu. Bagaimanapun, jika aku tidak membunuh Gaius, maka akulah yang akan dibunuh.” (Souma)

“Kugh….” (Julius)

“Lihat, kamu tidak dapat mengatakan apapun, kan? Bagaimanapun, kalian tidak memiliki alasan untuk membenciku.” (Souma)

Atau lebih tepatnya… yang sebenarnya berhak mengeluh adalah sisi Kerajaan.

“Hakuya.” (Souma)

“Baik, Yang Mulia.” (Hakuya)

Saat aku memberi tanda, Hakuya mengeluarkan perkamen dan menyerahkannya kepada Julius dan Jeanne. Apa yang tertulis di kertas itu adalah beberapa nama orang. Setelah membaca itu, Jeanne hanya memiringkan kepalanya kebingungan, tapi Julius menjadi pucat.

“ini…. Apa maksudnya ini?” (Jeanne)

Jeanne bertanya kepada Hakuya, yang kemudian menjawab sambil membungkuk dengan hormat.

“Nama-nama yang tertulis di kertas itu adalah para bangsawan di Kerajaan Elfrieden yang telah di hasut oleh Dukedom Amidonia. Diantaranya adalah orang-orang yang terlibat dalam pemberontakan yang gagal selama masa pemerintahan Raja sebelumnya. Amidonia menghasut mereka, menyalakan pemberontakan, mendorong untuk melakukan korupsi, dan menghasut bersikap tak bekerja sama terhadap Keluarga Kerajaan.”  (Hakuya)

“Ara, ara…..” (Jeanne)

Menerima tatapan dingin yang dikirimkan oleh Jeanne, mulut Julius tertutup rapat saat dia menundukkan kepalanya. Aku telah memerintahkan Hakuya untuk menyelidiki orang-orang yang menghasut Ketiga Duke (yah, pada akhirnya pemberontakan itu gagal). Tapi sekarang, sekumpulan penipu tersebar disana dan sini. Diantara nama-nama yang ada di dalam daftar, aku dapat melihat nama para bangsawan yang melakukan korupsi, tapi aku juga menemukan nama para bangsawan yang tidak ikut dalam pertempuran dan memilih untuk melihat dan menunggu.

“Apakah kamu mengerti, Jeanne-dono? Sambil berpura-pura mematuhi Deklarasi Kemanusiaan, Dukedom Amidonia telah melakukan pergerakan rahasia di belakangmu. Ini adalah balas dendam kepada Kerajaan yang selalu mereka bicarakan.” (Souma)

“Balas dendam itu, pada akhirnya juga adalah sesuatu yang mereka lakukan untuk keuntungan mereka sendiri.” (Hakuya)

Seakan ingin melanjutkan apa yang Hakuya katakan, aku berbicara sambil menatap tajam ke arah Julius.

“Negara ini miskin, itu adalah kesalahan Kerajaan. Warga kelaparan, itu adalah salah Kerajaan. Warga menderita karena kerja berat, itu adalah kesalahan Kerajaan. Pajak Berat yang tidak digunakan untuk kepentingan warga, tetapi untuk kepentingan militer, itu juga merupakan salah Kerajaan.” (Souma)

“….. Apa yang ingin kau katakan?” (Julius)

“Sungguh mengganggu, karena kamu telah mengatakan slogan balas dendam, maka kamu dapat menyembunyikan kesalahan dalam pemerintahanmu dan mengarahkan kemarahan warga ke arah Kerajaan Elfrieden.” (Souma)

“Kau! Sialan!” (Julius)

“Julius-dono!” (Jeanne)

Kali ini juga, Julius mencoba untuk mendekatiku, tapi suara keras Jeanne kembali menghentikannya. Lalu, dia mengirimkan tatapan kasar ke arahku.

“Raja Souma, saya rasa saya harus memperjelasnya bahwa SAYA TIDAK ingin anda terus menghasutnya.” (Jeanne)

“…..maaf. Tapi sisi kamu juga, ingin agar kamu dapat memahami kemarahan kami terhadap perilaku Amidonia.” (Souma)

“Itu… saya turut bersimpati.” (Jeanne)

“Terimakasih, ada sebuah saran yang ingin kukatakan kepada kalian.” (Souma)

Yah, mulai sekarang, ini adalah diskusi yang sesungguhnya, dan seakan aku menyatakan hal itu, aku menatap mereka berdua.

“Apakah kalian dapat menerima dan membuat Julius meninggalkan ruangan ini?” (Souma)

***

“Dengan siapa kau bermain-main! Kenapa aku harus meninggalkan diskusi untuk pengembalian kota milik negara kami?!” (Julius)

Pada usulanku yang tiba-tiba, Julius mengecam dengan ekspresi marah. Aku merasa bahwa wajah marah yang ditunjukkan pria tampan 50% lebih menakutkan daripada wajah biasa. Jika itu adalah aku sebelum datang kedunia ini, maka aku akan diliputi rasa takut dan tidak akan mengatakan apapun. Namun, sampai saat ini, aku telah bertemu dengan berbagai orang menakutkan seperti Gaius dan telah mempertaruhkan hidupku sampai darajat tertentu. Sekarang, aku tidak akan terganggu oleh intimidasi setingkat ini.

“Ini adalah cerita yang sederhana. Sejak awal, tidak ada satupun alasan untuk berdiskusi dengan Amidonia.” (Souma)

“Kenapa!” (Julius)

“Apa yang kuletakkan di atas meja negosiasi adalah untuk Kekaisaran [Aku ingin kalian mengakui kepemilikan Van]. Sebaliknya, Kekaisaran memiliki sudut pandang untuk tidak mengakui perubahan perbatasan karena kekuatan militer, jadi mereka datang untuk bernegosiasi [Aku ingin pengembalian Van ke Amidonia], kan? Lihat, pada akhirnya, bukankah negosiasi ini hanya antara Kerajaan dan Kekaisaran?” (Souma)

Ya, negosiasi ini, sejak awal, telah menjadi negosiasi antara Kerajaan dan Kekaisaran. Julius tidak lebih hanyalah sebuah tambahan yang hanya bisa menempel sepanjang jalan. Karena rasa permusuhannya akan mencegah negosiasi berjalan lancar, akan sangat membantu jika dia meninggalkan negosiasi. Jeanne tampaknya juga memahami hal ini.

“…… Julius-dono. Bisakah anda serahkan hal ini kepada saya?” (Jeanne)

Mendengar pertanyaan itu, Julius menjawab.

“Jeanne-dono!? Namun.” (Julius)

“Jika kedua sisi terus bermusuhan satu sama lain, negosiasi ini tidak akan pergi kemanapun. Bahkan bagi Kekaisaran, kami tidak ingin menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menjadi penengah dari peperangan negara lain. Karena Van sudah pasti akan dikembalikan, aku ingin anda mempercayakan negosiasi ini kepada saya.” (Jeanne)

“Bagaimanapun! Lalu, bukankah negosiasi ini akan menjadi satu sisi!?” (Julius)

“Lalu, haruskah Kekaisaran mundur dari negosiasi ini, jadi anda dapat melakukannya sendiri?” (Jeanne)

Julius ingin terus berargumen, tapi Jeanne membungkamnya dengan perkataan itu.

“Jika saya bisa jujur, untuk kasus saat ini, kesalahan ada pada sisi Amidonia. Kamu menawarkan bantuan karena Anda adalah anggota dari Deklarasi Kemanusiaan, tapi jika anda tetap menyusahkan kami lebih dari ini, maka Kekaisaran akan mundur dari kasus ini.” (Jeanne)

“Kugh….” (Julius)

Karena ini adalah sesuatu seperti cahaya harapan terakhirnya, Julius tidak dapat mengatakan apa-apa lagi, Setelah menunjukkan ekspresi sedih, dia menjawab dengan suara tegang.

“Van…. Kamu dapat mengembalikannya, kan?” (Julius)

“Saya berjanji dengan nama kakak saya, Kaisar Wanita Kekaisaran Grand Chaos, Maria Euphoria.” (Jeanne)

“…. Aku dengan senang hati mempercayakan hal ini kepadamu.” (Julius)

Setelah Julius mengatakan hal itu, sambil menundakan kepalanya dan bergerak untuk meninggalkan ruangan, dia menatap kearahku, dan setelah melakukan hal itu, dia keluar dari ruangan. Setelah melihatnya pergi, Aku dan Jeanne kemudian menghela napas secara bersamaan.

“….. Maaf untuk anggota bangsaku yang idiot.” (Jeanne)

“Nah, seharusnya aku yang harus meminta maaf karena tetangga kami yang idiot mengganggu kalian.” (Souma)

Kami saling memandang satu sama lain dan tertawa. Suasana serius telah menghilang, tapi itu tidak mengubah fakta bahwa suasan masih tegang. Tidak, lebih tepatnya, dapat dikatakan bahwa ketegangan saat ini terasa lebih besar dari sebelumnya. Meskipun aku telah mendengar hal ini nanti, Liscia, yang melihat dari sampingku dari saat Julius berada di ruangan ini sampai dia meninggalkan ruangan, mendapati jantungnya berdebar keras. Yah…. Bagi Kerajaan Elfrieden dan Kekaisaran Grand Chaos, negosiasi ini akan menentukan “apa yang akan terjadi mulai sekarang” hanya dalam beberapa saat, jadi rasa gugupnya dapat dipahami.

← PREV | Table of Contents | NEXT →

2 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s