Stranger’s Handbook Prolog

Prolog

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Oyasumi Reads

“Hmm, mungkin sesuatu yang seperti ini?”

Disebuah kantor yang sederhana dan minim dekorasi, seorang pria sedang bersandar di sebuah kursi yang besar.
Dia berumur 30-an… tidak, dia lebih terlihat seperti berumur 20-an; pria dengan mata dan rambut berwarna hitam itu mengusap tangan kanannya yang telah dia gunakan secara berlebihan, untuk menulis semua tulisan yang telah dia selesaikan. Ketika dia dengan santai melihat keluar jendela, itu gelap gulita dan dia menyadari bahwa dia telah berkonsentrasi untuk waktu yang lama.

‘tok tok’ terdengar suara pintu di ketuk.
Hanya ada satu orang yang dapat mengunjunginya di waktu selarut ini.

“Tuan, Saya membawakan sedikit teh.”

“Oh! Masuklah.”

“Baik, jika Anda mengizinkan!”

Orang yang membuka pintu dan dengan perlahan masuk kedalam ruangan itu adalah pelayan yang melayani pria itu.
Dia menyiapkan teh sambil mengayunkan ponytail-nya yang berwarna chestnut, tetapi wajahnya yang cantik tampak sedih.

Tuan, bukankah anda sedikit terlalu memaksakan diri? Karena akhir-akhir ini, anda bangun sampai larut malam untuk menulis. Semua orang merasa khawatir.”

‘Ah! Katakan pada semua orang untuk berhenti mengkhawatirkanku. Aku tidak memaksakan diri. Tapi, bagaimanapun aku mengucapkan terimakasih.”

Dia dengan perlahan menyeruput teh yang wanita itu siapkan.

“Aku tidak memaksakan diri, tapi jika aku tidak selesai menulis hal ini, kematian bukanlah alasan yang cukup baik. Hahaha.”

Wanita itu dalam diam menatap Tuannya yang sedang meminum teh hitam sambil tersenyum.

Tuannya, pria ini, adalah Zest, Royal Mage Peringkat Pertama dari Kekaisaran Great Grun yang menguasai seluruh benua.
Dia, yang membuang nama Jepangnya sekitar 100 tahun yang lalu, sedang mengerjakan proyek terakhirnya.

“Aku takut aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Aku benar-benar harus menyelesaikan proyek terakhir ini tidak peduli apapun yang terjadi. Karena aku telah berjanji, kamu tahu!?”

Saat mengatakan hal itu dengan sebuah senyum kesepian, dia kembali mengambil pena yang terbuat dari bulu ayam.

Wanita itu menundukkan kepalanya dengan perlahan dan meninggalkan ruangan agar tidak mengganggu tuannya.
Agar tidak mengganggu pekerjaan terakhir tuannya.
Agar tuannya dapat menepati janjinya.
Dia dengan lembut memegang liontin yang ada di dadanya.

“Aku yakin dia dapat tersenyum tanpa kepedulian di dunia ini. Tapi kami tidak boleh lupa! Klan kami memiliki hutang kepada dirinya yang tidak akan pernah dapat di lunasi. Bahkan jika seluruh benua berubah menjadi musuhnya, kami tidak boleh mengkhianati orang ini!”

Dia kembali ke ruang depan sambil menggenggam liontin yang di wariskan kepadanya, seorang wanita dari klan yang tumbuh bersama dengan kalimat itu.

“Kakek, jika aku ingin agar dia berhenti mengerjakan proyek terakhirnya, apakah itu termasuk pengkhianatan? Tapi meski begitu, aku berharap agar pria itu bisa terus hidup…”

Proyek terakhir dari Royal Mage Peringkat Pertama Kekaisaran Grun, proyek terakhir milik Zest…

Itu adalah catatan dari pertempuran dan konflik yang terjadi selama 100 tahun.
Itu adalah sebuah pekerjaan untuk mengirimkan pesan ke anak cucu, menyimpulkan sejarah pergolakan dan agitasi, dan keadaan yang menyebabkan Kekaisaran mengambil alih seluruh benua.
Dia menulis “Pedoman Orang Asing” ini agar ketika tiba waktunya orang asing yang lain dipanggil kesini dari dunia lain, mereka mudah-mudahan akan menghadapi kesulitan yang agak lebih sedikit dari pada yang dia alami.

 

← PREV | Table of ContentsNEXT →

3 Comments Add yours

  1. rusdi says:

    Izin coba min

    Like

  2. jdi curiga, ngegarap novel bru, pasti ada tumbal novel yg didrop nih….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s