Genjitsushugisha no Oukokukaizouki Arc 1 Chapter 4 (E)

Arc 1 – Memperkaya Negara
Chapter 04 – Hari Libur di Parnam (E)

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Yukkuri

*TN: Saya mengubah istilah Adipati menjadi Duke (Adipati laki-laki) dan Duchess (Adipati Perempuan)

<Sudut Pandand Souma>

“*Sluuuuuuuuurp*…… Bagaimanapun, Zelring Udon sangat enak.” (Aisha)

Kami memutuskan untuk makan siang di kafe 【 Lorelei 】.
Setelah selesai memakan satu mangkuk penuh Zelring Udon miliknya, Aisha memberikan mangkuk kosong kepada pelayan-san, sembil mengatakan “Tambah lagi!”. Sebuah kafe bukan tempat dengan cara makan seperti itu, kan?…. Yah, terserah.

“Meski begitu, Zelring Udon didalam kafe…..”  (Souma)

“Apakah ini tidak cocok dengan seleramu?” (Juna)

Juna-san menunjukan ekspresi khawatir, jadi aku menggelengkan kepalaku dan berkata, “Ah, bukan begitu.”

“Aku ragu apakah tidak apa-apa menyeruput udon didalam sebuah toko yang memiliki suasana sebagus ini.” (Souma)

“Setelah siaran itu, ada banyak orang yang ingin mamakan itu. Karena kita belum sepenuhnya terlepas dari kekurangan pangan, bahan makanan murah seperti ini sangat diminati.” (Juna)

“Untukmu mengatakan hal seperti itu… maaf karena ketidakmampuanku.” (Souma)

“Tidak, bukan begitu… Kupikri kazuya-san sudah melakukan yang terbaik untuk hal ini.” (Juna)

Senyum anggun milik Juna-san, entah bagaimana membuat hatiku merasa hangat dan berdegup.
*hit*hit*
Ya, itu sebabnya Liecia, berhenti menendang tulang keringku dibawah meja.

“Bukankah sikap souma berbeda saat berbicara dengan Juna-san?” (Liecia)

“Ah, *slurrrp*…. Aku juga…. *slurrrp*…. Merasakannya.” (Aisha)

“…. Mau bagaimana lagi, kan? Tentu saja, aku akan gugup saat berbicara dengan seorang oneesan yang cantik. Dan juga, Aisha, tolong putuskan apakah kau ingin berbicara atau makan.” (Souma)

“*slurrrp*” (Aisha)

Jadi kau memilih untuk makan, hah? Aku memilih untuk mengabaikan Tsukomi yang melintas didalam pikiranku.

“…. Meskipun kau telah mengatakan “Kau cantik” kepadaku (*bisik-bisik*)”  (Liecia)

“Bukan begitu, Aku hanya merasa bahwa kecantikan Liecia dan Juna-san memiliki daya tarik yang berbeda, kau setuju kan?” (Souma)

“Ap- bagaimana kau bisa mendengarnya?” (Liecia)

Tidak, jika kau tidak ingin didengar maka kau harus lebih mengecilkan suaramu.
Bagimanapun, aku bukan protagonis tuli yang akan mengabaikan gadis yang bergumam dan mengatakan “Eh? Apakah kau mengatakan sesuatu?”… Aku juga memiliki beberapa ketegangan aneh sejak event bantal paha beberapa saat lalu.

“Kau bisa mengabaikan hal itu, kan?” (Liecia)

“Mengabaikan itu, huh? Jangan meremehkan delusi sorang lelaki terhadap perempuan.” (Souma)

“Arara, wajahmu menjadi sangat merah. Begitu, kalian berdua benar-benar lugu.” (Juna)

Juna-san melihat pertengkaran kami sambil terus tersenyum.
Disampingnya, Aisha menyeruput udon sambil terlihat cemberut.

“*slurrrp*…. Kenapa anda menyadari pikiran putri namun…. *slurrrp* tetap mengabaikan aku…. *slurrrp*. Ah, tambah lagi.” (Aisha)

“Mungkin terdengar tidak sopan jika aku yang mengatakannya… hal itu karena perilakumu, makanya dia tidak menanggapimu dengan serius, kan?” (Juna)

“Juna-dono!? Apakah maksudmu ada yang salah denganku!?” (Aisha)

“Itu adalah kerakusanmu. Saat kau pertama kali muncul di Kastil Kerajaan dan berbicara langsung dengan Raja, kau terlihat seperti wanita pemberani yang terhormat, tapi akhir-akhir ini kerjaan Aisha-san hanya makan, jadi itu sangat mengecewakan.” (Juna)

“I-itu tidak mungkiiiiiiiin……!?” (Aisha)

Aisha melihat kearahku seakan-akan berkata “Raja, itu bohongkan.”
Aku dan Liecia tersenyum kearahnya, sambil membuat tanda 【 X 】 dengan tangan kami.
Bagaimanapun, aku setuju 100% dengan pendapat Juna-san.

“Sudah jelas bahwa kau telah mengalahkan Poncho di bidangnya sendiri.” (Liecia)

“Aku ingin tahu kemana perginya Aisha yang gagah.” (Juna)

“Ue~n! Disini ada bermacam-macam hidangan yang tidak ada didalam hutan jadi mau bagaimana lagi!” (Aisha)

“Selain itu, kenapa kau mencoba merayuku bahkan saat aku sudah memiliki tunangan (sementara)…” (Souma)

“““Eh?””” (Aisha) (Juna) (Liecia)

Ketiga gadis itu memandang kearahku dengan bingung. Apakah aku mengatakan sesuatu yang aneh?

“Umm… Souma? Di negara ini, jika seseorang memiliki kehidupan yang cukup mapan maka poligami adalah perbuatan yang dapat diterima, kau tahu?” (Liecia)

“Sebaliknya, jika seorang wanita memiliki keadaan keuangan yang bagus, maka juga mungkin baginya untuk melakukan polyandri. Meskipun itu tidak biasa.” (Juna)

“Karena jika itu dibatasi pada monogami, jika sesuatu terjadi, maka garis keturunan keluarga dapat menghilang.” (Aisha)

Liecia, Juna-san, dan Aisha menjawab dengan ekspresi serius.
Apakah kalian serius?… Ah, tidak, kupikir merekan serius. Masyarakat didunia ini masih belum keluar dari masa kegelapan ke masa petengahan. Angka kelahiran juga belum stabil, kebersihan dan bidang ilmu kedokteran masih belum dikembangkan; Selain itu ini adalah masa pergolakan dimana jarang ada orang yang mencapai kemakmuran. Terlebih lagi, masyarakat abad pertengahan sangat menghargai konsep 【 keluarga 】, jika mereka memiliki kekuatan keuangan yang cukup, maka mereka akan berharap memiliki banyak anak sebagai pewaris mereka. Karena alasan itu, mereka melakukan praktek poligami. Aku dapat memahami hal itu.

“Tapi tidak ada Ratu lain kecuali Ibu Liecia…” (Souma)

Jika Raja juga melakukan poligami, maka Ayah Liecia harusnya memiliki beberapa orang istri, kan? Sebenarnya, aku juga telah ditekan oleh Hakuya agar segera membuat beberapa pewaris.

“Ah, orang yang memiliki darah kerajaan adalah Ibuku, karena dia adalah cucu dari Raja yang berkuasa sebelum* Raja Albert.” (Liecia)

“Maka itu artinya Raja menikah dan masuk kedalam keluarga kerajaan!” (Souma)

“Ya, itulah mengapa bahkan jika dia memiliki banyak istri hal itu tidak akan ada artinya. Hanya anak dari Ibuku yang memiliki hak mewarisi takhta.. Yah, aku tidak tahu apakah orang yang memiliki darah campuran sepertiku mendapat hak mewarisi takhta.” (Liecia)

“Huh? Maka akankah baik-baik saja bagi sang Raja untuk memberikan takhtanya kepadaku?” (Souma)

“Itu tidak masalah. Ayahku memang berdiri didepan tapi tanpa persetujuan ibuku dia tidak dapat turun takhta.” (Liecia)

*TN: Yah disini sebenarnya Liecia Adalah cucu dari raja sebelum dan sebelum Raja Albert (Argh gimana saya jelasinnya ya? ) intinya sebelum raja Albert masih ada satu raja lagi setelah kakek Liecia berkuasa…..

Jadi itu artinya bahwa penurun takhta oleh Raja bukan hanya atas keputusannya tapi juga atas sepengetahuan sang Ratu, huh?

“Selain itu, tidak ada orang lain yang memiliki hak untuk mewarisi takhta selain aku, jadi kupikir itu tidak terlalu berbeda dari memilih seorang anak angkat. Perbedaannya adalah apakah Darah Kerajaan akan ada padaku atau pasanganku.” (Liecia)

“….. Maka bukankah akan lebih baik jika Liecia yang memerintah sebagai Ratu?” (Souma)

“Jika seperti itu, maka setiap reformasi yang dilakukan oleh Souma membutuhkan persetujuanku, kau tahu? Bukankah itu menyusahkan?” (Liecia)

“Itu… tentu saja, Iya.” (Souma)

Itu bukan seperti aku berpikir bahwa Liecia itu bodoh, tapi jika aku butuh persetujuan pada setiap rencana, maka reformasi administratif akan semakin tertinggal. Apalagi, jika pembuat keputusan tertinggi dan pengaju reformasi adalah orang yang berbeda, maka pihak oposisi akan muncul dan menghalangi kerjasama diantara kedua orang itu dan menyebabkan banyak masalah bagi reformasi.

“Itu sebabnya Ayah Liecia dengan segera membuat keputusan untuk memindahkan seluruh kekuasaannya kepadaku…” (Souma)

“Itu benar… Bahkan saat ini, kupikir dia sangat taat.” (Liecia)

Tapi beban itu berpindah kepada kami. Kami berdua menghela nafas.

“Oleh karena itu, jika Souma ingin melakukan poligami maka… itu bisa saja.” (Liecia)

“Apakah Liecia tidak keberatan dengan hal itu?” (Souma)

“Meskipun aku keberatan dengan hal itu, jika dengan hal itu, Souma akan mengambil takhta maka…” (Liecia)

“Bukankah kau terlalu banyak memikirkannya….” (Souma)

“Jika hanya DELAPAN orang istri termasuk aku, maka aku akan mengijinkannya.” (Liecia)

“Itu terlalu banyak! Aku tidak bisa memikul tanggung jawab jika sebanyak itu, kau tahu?” (Souma)

Itu tidak berarti aku tidak tersentuh secara emosional setelah mendengar kemungkinan menciptakan sebuah harem… Tapi entah bagaimana, Aku dapat membayangkan masa depan yang penuh dengan kesulitan. Aku bukan orang yang pintar berurusan dengan wanita dan sudah jelas jika jumlah mereka bertambah maka secara otomatis, rasa maluku juga akan meningkat.

“Ngomong-ngomong, dari mana jumlah itu berasal?” (Souma)

“Itu adalah jumlah hari dalam seminggu.” (Liecia)

Dunia ini memiliki delapan hari dalam seminggu. Jadi itu alasannya!?

“Lalu bagaimana jika memiliki beberapa orang secara bersamaan?” (Juna)

“Perputarannya akan semakin cepat. Huh? Atau mungkin masing-masing dari kita dapat dimasukkan kedalam hariku dan hari mereka masing-masing…” (Liecia)

“Begitu. Maka belum tentu seminggu sekali, kan? Seperti yang saya harapkan dari Juna-dono.” (Aisha)

Tidak, tidak, tidak, bahkan Aisha dan Juna-san juga bergabung dalam topik ini!?
Bersamaan, benar… bukan berarti aku tidak tertarik dengan hal itu, atau lebih tepatnya tidak ada satu lelakipun yang TIDAK tertarik dengan hal itu, jadi karena alasan itu aku harus mewarisi takhta. Kepribadian realistisku enggan menanggung kesulitan dari memegang takhta sementara disisi lain, aku berkeinginan untuk mengejar tujuan seorang pria dan, jarum penunjuk yang ada dihatiku berayun dari sisi satu kesisi lainnya.
Pada situasi genting ini, aku merasakan dorongan untuk melarikan diri.

“Tidak boleh, nodesu! Hal, kamu benar-benar tidak boleh melakukannya nodesu!” (Kaede)

“Kau tidak tahu apa-apa tentang hal itu!” (Hulbert)

Dari tempat duduk yang agak jauh, aku mendengar suara pertengkaran dari seorang lelaki muda dan seorang gadis.

Lelaki dan gadis yang bertengkar itu mengenakan saragam akademi meiliter kerajaan yang sama dengan kami. Lelaki itu memiliki rambut merah dan terlihat tinggi. Tingginya mencapai 190cm. Dari bahu lebarnya yang tertutup blazer, jelas bahwa dia memiliki tubuh yang kekar. Gadis yang ada dihadapannya memiliki rambut pirang dengan potongan rambut pendek, dua telinga berbentuk segitiga dan juga dia adalah sorang gadis yang mungil. Apakah dia berasal dari suku Mystic Wolf?

“Tidak, gadis itu berasal dari suku Mistic Fox.” (Liecia)

Dari apa yang dikatakan Liecia, aku mengerti bahwa gadis itu berbeda.

“Kau dapat menilainya dari ekornya. Itu ekor rubah, kan?” (Liecia)

“Jadi aku tidak dapat memasukan mereka kedalam Suku Mystic Dog karena mereka sama-sama berasal dari spesies yang sama?” (Souma)

“Jika kau mengatakan itu, maka orang-orang dari Suku Mystic Wolf dan Mystic Fox akan marah. Karena, Suku Mystic Dog mengacu pada Kobold, itu sama dengan memanggil manusia, seekor kera.” (Liecia)

“…. Jika begitu, tolong ajarkan padaku hal tabu di antara suku-suku yang ada didunia ini.” (Souma)

Sebagai seorang Raja, jika aku secara tidak sengaja melanggar hal tabu itu saat didepan umum, itu dapat menyebabkan sebuah masalah internasional.
Seperti yang kuharapkan dari dunia lain, aku tidak tahu dimana ranjau telah dikubur.
Saat aku memikirkan hal itu, gadis dari suku Mystic Fox itu berteriak dalam kesedihan.

“Hal, aku mohon padamu desu. Kau tidak boleh pergi ke Duke Carmine saat ini desu! Jenderal Angkatan Darat Duke George Carmine memiliki rasa permusuhan dengan Raja yang baru desu. Mungkin akan terjadi perang saudara nodesu!” (Kaede)

“Itulah mengapa aku harus pergi. Jika itu menjadi sebuah pertempuran, itu akan menjadi kesempatan untuk kenaikan pangkatku.” (Hulbert)

Pemuda yang berusia sekitar 18 tahun yang dipanggil Hal itu, tertawa tanpa rasa takut.
Wajah gadis suku Mystic Fox didepannya menjadi tertunduk.

“Konsep Hal tentang perang masih terlalu rendah, nodesu.” (Kaede)

“Kaede terlalu banyak khawatir.” (Hulbert)

“Ayah Hal mengkhawatirkan Hal jadi dia memintamu untuk kembali kerumah, kau tahu, nodesu!” (Kaede)

“Ayahku tidak ada hubungannya dengan ini! Dia hanya seorang pengecut yang menyembunyikan diri di ibukota saat situasi memburuk, bahkan setelah dia selama bertahun-tahun melayani keluarga Carmine. Aku tidak harus mendengarkan perkataannya!” (Hulbert)

“Ayah Hal telah membaca aliran zaman, nodesu. Orang yang mencoba menentang tanpa sebab yang masuk akal adalah Duke Carmine, nodesu.” (Kaede)

Mereka berdua tetap bertengkar. Melihat mereka berdua seperti ini, Liecia menepukkan tangannya.

“Aku merasa pernah melihat lelaki itu sebelumnya, kupikir, dia adalah petugas Hulbert Magna.” (Liecia)

“Jadi kau tahu tentang lelaki itu, La…. Liecia.” (Souma)

“Putra tertua dari keluarga Magna yang terkenal dari Fraksi Militer yang dikatakan memilki bakat luar biasa yang tidak dapat ditandingi oleh siapapun dalam hal kekuatan selama dia berada di Akademi Militer. Setelah lulus, dia ditugaskan menjadi tentara… Jadi, dia kembali kerumahnya?” (Liecia)

“Lelaki itu secara tak terduga orang yang terkenal. Lalu, bagaimana dengan gadis itu?” (Souma)

“Hmm… aku tidak pernah melihat wajahnya di dalam militer.” (Liecia)

“Gadis itu adalah Kaede Foxia-san.” (Juna)

Juna-san yang menjawab hal itu, bukan Liecia. Eh? Bagaimana kau bisa tahu tentang dia?

“Karena gadis itu sering datang kesini. Jika aku mengingatnya dengan benar, dia adalah seorang penyihir yang tergabung dalam Royal Army (Prajurit Pribadi Raja).” (Juna)

“Jika gadis itu berada dalam Royal Army, maka aku merasa dia adalah seorang penyihir dengan atribut tanah.” (Liecia)

Sihir di dunia ini dibagi menjadi 6 atribut, Api, Air, Tanah, Angin, Cahaya, dan Kegelapan. Api, Air, Tanah, dan Angin digunakan sebagai sihir serangan. Cahaya adalah dasar dari sihir penyembuhan. Dan yang disebut Sihir Kegelapan tidak sepenuhnya digunakan untuk memanipulasi kegelapan, karena sihir spesial yang tidak bisa dikelompokkan dalam 5 atribut lainnya umumnya dikelompokkan sebagai 【 Seri Kegelapan 】. Sihir Telekinesis dan Parallel Thinking milikku secara sistematis juga dikelompokkan sebagai sihir Kegelapan.

Dalam kasus penyihir yang tergabung kedalam militer, penyebaan mereka di dalam militer tergantung pada atribut yang mereka miliki. Atribut Api di Angkatan Darat, Atribut Angin di Angkatan Udara, Atribut Air di Angkatan Laut, dan Atribut Tanah dan Kegelapan (meskipun mereka langka) berada didalam Royal Army. Atribut Cahaya memliliki peran yang sama seperti petugas medis dan disebar secara merata disetiap Pasukan Militer. Sejujurnya, aku menentang metode penyebaran yang tidak fleksibel ini, namun Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara berada dibawah perintah ketiga Duke jadi aku tidak bisa ikut campur dalam hal ini. Setelah masalahku dengan mereka selesai, maka aku benar-benar akan melakukan perombakan struktur itu.

Saat aku memikirkan hal itu, Kaede dan Hulbert masih tetap bertengkar.

“Tidak mungkin Duke Carmine dapat kalah dari Raja tak berpengalaman itu!” (Hulbert)

“Saat ini Duke Carmine terlihat aneh nodesu! Bahkan ketika satu-satunya yang menerima keuntungan dari masalah domestik adalah negara tetangga. Amidonia telah bertujuan untuk memulihkan wilayah mereka yang telah diambil oleh Generasi Raja Sebelumnya. Republik Torgis yang sebagian besar wilayahnya tertutupi es juga menginginkan lahan pertanian. Jika ini menjadi sebuah perang saudara, maka mereka pasti datang mengganggu. Dan itu bukan satu-satunya hal yang tidak dipahami Duke Carmine nanodesu…..” (Kaede)

Eh? Gadis ini kelihatannya memiliki pemahaman yang bagus tentang urusan negara di negara-negara tetangga.

map-no-spoiler

Pada peta dunia ini, dibagian barat negara kami terletak 【 Kerajaan Amidonia 】 yang mana kira-kira separuh dari wilayah mereka telah direbut oleh kebijakan ekspansi milik Raja generasi sebelumnya. 50 tahun telah berlalu sejak saat itu, namun, bahkan saat ini mereka dengan sabar menunggu kesempatan untuk merebut kembali wilayah mereka. Mereka sudah jelas adalah negara yang memusuhi Elfrieden.

Diselatan Amidonia, terletak diujung selatan benua adalah 【 Republik Torgis 】 yang, seperti Kaede telah katakan, adalah negara dimana sebagian besar wilayahnya akan tertutup es saat musim dingin tiba. Berdasarkan peta dunia ini, suhu udara akan semakin menurun jika kita terus bergerak keselatan. Aku tidak tahu apakah karena benua ini (jika aku harus mengatakannya dengan pemikiran orang jepang) kelihatannya terletak dibelahan bumi bagian selatan, atau jika Utara dan Selatan berbeda dari sudut pandangku, atau itu adalah sebuah efek dari Fenomena Sihir yang Misterius, tapi jika seseorang pergi keselatan Elfrieden, udara akan terasa lebih dingin dan jika seseorang pergi ke utara udara akan menjadi panas.

Dengan karakteristik negara seperti itu, 【 Kebijakan Pergi ke Utara 】 dapat disebut kebijakan nasional Republik Torgis, Namun, diantara negara-negara yang berbagi perbatasan dengan mereka, Kekaisaran Grand Chaos terlalu kuat untuk dijadikan musuh dan Negara Tentara Bayaran Zem adalah sekutu jadi itu juga tidak mungkin. Karena hal itu, kebijakan pergi ke utara mereka berfokus kepada Amidonia dan Elfrieden.

Kedua negara itu akan mengambil keuntungan dari kesalahan negara kami seperti sekelompok hyena yang kelaparan.

“Itu adalah situasi di negara-negara tetangga nanodesu! Meskipun demikian, apa yang dipikirkan Duke Carmine nodesu?” (Kaede)

“…. Duke Carmine berbeda. Dia pasti merencanakan sesuatu.” (Hulbert)

“Jadi Hal tidak bisa memikirkan masalah itu sendiri nodesu?” (Kaede)

“Tentu saja aku sudah memikirkan hal itu! Sebenarnya, aku telah mendengar banyak bangsawan yang telah menyerah kepada Raja dan bergegas mengumpulkan pasukan pribadi mereka dibawah kendali Duke Carmine. Gagal untuk mempertahankan dukungan mereka adalah bukti ketidakmampuan Raja itu, kan?” (Hulbert)

………

“Kita masih tidak tahu apakah Raja itu layak atau tidak layak, dia masih belum membuat satu kesalahanpun sampai sekarang! Selain itu, bangsawan yang berkumpul dibawah Duke Carmine adalah bangsawan, yang kupercaya, yang tidak senang dengan reformasi ekonomi yang dilakukan oleh Raja baru yang mencuri hak konsensi mereka, atau bangsawan yang propertinya disita setelah penyelidikan penipuan nodesu! Dengan menggulingkan raja saat ini, mereka dapat mengembalikan hak mereka. Tidakkah kau berpikir bahwa negara ini benar-benar menjadi lebih baik nodesu!?” (Kaede)

Kaede menekan Hulbert dengan pertanyaan itu, sementara Hulbert hanya bisa memalingkan matanya.

“…. Duke Carmine pasti telah merencanakan sesuatu.” (Hulbert)

“Duke Carmine lagi, apakah Hal tidak punya pendapat sendiri nodesu!?” (Kaede)

“Di-diam! Seolah-olah Kaede dapat meramalkan masa depan!” (Hulbert)

“Aku sudah memahami hal itu nodesu!” (Kaede)

Kaede dengan jelas menyatakan kepada Hulbert yang berbicara menantang kepadanya.

“Kaede telah memahaminya nodesu! Orang itu menakutkan. Didepan ketiga Duke, Raja Baru itu akan…” (Kaede)

“Oke, Berhenti.” (Souma)

Aku memotong perkataan Kaede sambil menyelinap diantara mereka berdua.
Mereka berdua menatap heran kearah penyusup yang tiba-tiba itu. Mengabaikan Hulbert yang terkejut mengatakan “Si-siapa kau, sialan!”, aku tersenyum kepada Kaede yang menatapku dengan mulut ternganga.

“Jika kau berbicara terlalu banyak, kau dapat ditahan atas nama negara, kau tahu?” (Souma)

← PREV | Table of ContentsNEXT →

2 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s