Genjitsushugisha no Oukokukaizouki Arc 1 Chapter 3 (C) 1

Arc 1 – Memperkaya Negara
Chapter 03 – Kuliner Sang Raja (C) 1

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Yukkuri

“Bahan yang selanjutnya adalah ini!” (Poncho)

Setelah kami selesai memakan 【 Gurita Tusuk Goreng 】 buatanku, kami kembali ke tempat duduk dimana Poncho membuka kotak yang telah dipersiapkan dengan bahan makanan baru di depan kami. Setelah melihat bahan berbentuk silinder panjang dengan warna coklat dan tertutup tanah yang ada didalam kotak,

“Apakah ini… sebuah ‘akar’?” (Liecia)

“Akar, kupikir….” (Juna)

“Itu terlihat tidak enak…. Benarkah ini bisa dimakan?” (Tomoe)

Tanda tanya mengambang diatas kepala Liecia, Juna-san, dan Tomoe-chan. Disisi lain,

“Jadi, itu burdock*?” (Souma)

*TN: Cari sendiri di google

“Benar, itu burdock.” (Aisha)

Aku tidak terkejut bahwa hanya Aisha dan aku yang tau itu adalah burdock. Yah, karena di negara barat, masakan yang terbuat dari burdock tergolong makanan unkonvensional, jadi itu bisa dimaklumi, tapi apa yang mengejutkanku adalah karena dark elf bergaya barat Aisha mengetahui hal ini. Bisa dikatakan,

“Jika kami tidak memakan semua yang dapat di makan di dalam hutan, kami akan dengan cepat kekurangan gizi.” (Aisha)

Aisha mengatakan itu dengan tatapan jauh pada matanya. Situasi makanan ditempat itu mungkin adalah menciptakan dark elf yang kelaparan ini. Tapi aku tidak tertarik dengan hal itu.

“Jika itu diperkenalkan, maka artinya itu bisa dimakan, kan?” (Liecia)

Aku mengangguk kepada Liecia yang meminta konfirmasi.

“Itu bisa dimakan, kau tau. Kau dapat menikmati rasanya langsung atau kau dapat memasaknya bersama dengan saus, jadi saus itu akan menyerap kedalamnya dan kemudian kau dapat menikmati teksturnya. Itu sebagian besar tersusun dari serat yang sulit dicerna, jadi artinya itu bisa menjadi obat sakit perut karena itu dapat merangsang buang air besar. Itu adalah obat yang sangat membantu bagi orang yang sembelit.” (Souma)

“…..Tolong jangan mengatakan buang air besar atau sembelit saat kita sedang makan.” (Liecia)

“Karena itu membuat sisa sampah lebih mudah keluar, tentu saja itu juga baik untuk kesehatan dan kecantikan.” (Souma)

“Uu…. Ke-ketika kau mengatakannya seperti itu, itu menjadi cukup menarik…” (Liecia)

Yah lalu, karena kami telah mendengar bantahan Liecia, ayo mulai mencicipi makanan. Kali ini cukup sedehana. Pertama, setelah membuang kulit yang tertutupi tanah menggunakan pisau dapur, burdock itu dipotong tipis panjang sebelum di lumuri tepung kentang, dan kemudian memasukannya kedalam wajan dengan minyak panas yang kugunakan sebelumnya. Setelah mereka matang, mereka diangkat dan dipisahkan menjadi dua porsi, satu porsi ditaburi garam dan lainnya ditaburi gula, dan akhirnya, 【 Keripik Burdock ( potato chip and rusk style*) 】 selesai dibuat. Setiap orang mengambil gigitan dan memberikan tanggapan mereka.

*TN: Saya tidak bisa menemukan arti yang cocok untuk kalimat diatas.

“Awa, kerenyahan ini sangat lezat.” (Liecia)

“Ini… memang teman yang cocok sambil minum bir.” (Poncho)

Liecia dan Poncho yang memakan porsi asin mengunyah keripik itu seperti mereka sedang ngemil di bar.

“Ketika itu sedang dikunyah, minyak yang keluar mulai melarutkan gula, jadi rasa manis menyebar dengan cepat didalam mulut.” (Juna)

“Aku ingin kedua Ibuku* merasakan ini.” (Tomoe)

*TN: Tomoe-chan saat ini memiliki dua ibu (ibu angkat dan ibu kandung)

Juna-san dan Tomoe-chan yang mencicipi porsi manis dan masing-masing memberikan komentar seperti pencicip makanan profesional dan komentar yang benar-benar kekanak-kanakan… Ngomong-ngomong Aisha sedang,

“Jika kamu memakan keduanya sekaligus, rasa manis ini benar-benar crunchylicious*!” (Aisha)

…dengan rakus melahap kedua porsi itu….. Ya, saat ini aku juga tidak ingin mengatakan apapun.

***

Bahan makanan yang keluar selanjutnya adalah, 【 Cakar Beruang Merah 】, 【 Hati Macan Pedang 】, dan 【 Kadal Panggang 】, tapi aku menghentikan pengenalan mereka. Tentu saja, mereka adalah bahan makanan yang biasanya tidak dimakan dinegara ini, tapi aku tidak menginginkan bahan makanan yang hanya bisa didapat oleh para petualang. Jika secara kebetulan ada warga yang mendapatkannya maka kuharap mereka dapat memakan itu tanpa membuang-buangnya, sudah cukup hanya dengan warga mengetahui hal itu. Lagipula, aku juga tidak tau resep cara memasak cakar beruang.

Ah, ngomong-ngomong, saat kami memilih bahan masakan. Kami menolak bahan-bahan beracun seperti 【 Ikan Buntal 】 atau 【 Jamur 】. Aku tahu itu bisa dimakan jika dimasak dengan benar, tapi itu sudah jelas jika para amatir yang kelaparan mendapat bahan-bahan itu, maka itu akan berakhir menjadi malapetaka. Yah, bahkan bagian beracun-nya juga bisa dimakan. Di Perfektur Ishikawa, ada 【 Acar Telur Ikan Buntal* 】, bahkan di Perfektur Nagano ada wilayah yang terkenal karena memakan jamur beracun fly agaric… Nafsu makan manusia menakjubkan, bukan?

*TN: Yah Telur Ikan Buntal itu beracun, jadi jangan pernah memakannya, jangan…. Jangan ragu-ragu :v

Mari kembali ke cerita dan melihat bahan makanan selanjutnya. Namun, itu adalah sesuatu yang membuatku benar-benar tercengang.

“Bahan makanan selanjutnya adalah ini, ya!” (Poncho)

“““““Itu adalah…..””””” (Souma) (Liecia) (Juna) (Tomoe) (Aisha)

Pada saat itu mata setiap orang terbelalak.

Didalam kotak yang dibuka oleh Poncho adalah sebuah objek kenyal berwarna hijau kebiruan.

“Ini adalah… Zelring, kan?” (Souma)

Itu adalah 【 Zelring 】: seekor slime mirip jeli dan memiliki tubuh yang lembut dan tinggal disekitar wilayah ini. Bahkan penampilan dan ekologinya memberikan perasaan yang sama dengan seekor monster lemah di sebuah game RPG. Ciri-cirinya, atau bisa dibilang, kelemahannya. Jika kau memotongnya, dia mati. Jika kau memukulnya, dia juga mati. Dia hidup dengan menempel pada makhluk lain ( atau mungkin mayat mereka) dan menyerap nutrisi dari mereka dan juga Zelring tidak memiliki jenis kelamin karena mereka menggandakan diri.

Itu memberikan kesan seperti amoeba bersel tunggal yang berubah menjadi raksasa.

Eh? Kau dapat memakannya? Hal ini dapat dimakan?

“Tunggu dulu! Zelring ini sudah mati, kan?” (Aisha)

Aisha menyadari sesuatu yang aneh.

“Ya. Zelring ini sudah mati.” (Poncho)

“Tidak-tidak-tidak, itu aneh kau tau? Ini pertama kalinay aku melihat tubuh Zelring yang sudah mati!” (Aisha)

“Ah, itu benar. Sekarang aku menyadarinya, itu memang aneh.” (Liecia)

Liecia juga menyadari sesuatu dan memiliki pendapat yang sama. Tapi aku tidak melihat hal yang aneh sama sekali….

“Jadi apa yang kau maksu-dattebayo*?” (Souma)

*TN: Souma manjadi dattebayo :v

“Ada apa dengan nada itu… Kau tau kalau Zelring lemah, kan? Jika kau memotong permukaan membrannya yang tipis dengan pedang, cairan tubuhnya akan swoosh” dan mengalir keluar, Jika kau memukulnya dengan sebuah tongkat, maka akan *splat dan menghasilkan hasil yang sama. Setelah itu, apa yang tersisa adalah genangan hijau kebiruan.” (Liecia)

“Benarkah?” (Souma)

“Ya. Itulah mengapa “meninggalkan sebuah mayat yang utuh” adalah hal yang tak dapat dipercaya.” (Liecia)

Aisha juga mengangguk pada perkataan itu. Jadi begitu, Aisha adalah prajurit sementara Liecia adalah tentara, jadi mereka berdua sudah pernah bertarung melawan Zelring jadi mereka dapat menyadari keanehan itu.

“Jadi, bagaimana Zelring ini bisa berakhir seperti ini?” (Souma)

“Ada rahasia kecil dibalik hal itu. Aku telah diajari oleh sebuah suku kecil yang tinggal jauh dibarat, bahwa dengan menyerang Zelring menggunakan tongkat tipis untuk menghancurkan inti mereka tanpa menghancurkan membran luarnya, setelah dia mati, tubuhnya akan tetap utuh, Ini disebut “Zelring Segar” oleh penduduk lokal.” (Poncho)

Segar, huh? Aku bertanya-tanya apakah itu sama dengan ikan yang masih segar… tapi yah, begitu. Seperti dugaan, kelihatannya aku telah salah menilai makhluk itu sebagai organisme sel tunggal raksasa.

“Dan beberapa saat setelah kita menghancurkan intinya, cairan yang ada ditubhnya akan mengeras.” (Poncho)

“Sesuatu seperti rigor mortis*, huh?” (Souma)

*TN: https://id.wikipedia.org/wiki/Kaku_mayat

“Ya. Selain itu, jika kita membiarkannya seperti itu, cairan di tubuhnya akan menguap dan menjadi makanan kering. Sekitar dua jam setelah dia mati, tubuhnya akan mengeras sampai batas tertentu dan pada saat itu, kita dapat menggunakannya sebagai bahan masakan. Dan itu adalah Zelring ini, ya.” (Poncho)

Umm… Aku mengerti kalau itu dapat dimasak tapi pertanyaannya: apakah itu bisa dimakan?

Setelah itu, Poncho mengambil sebuah pisau dapur dan mulai memotong Zelring dengan cara memanjang.

“Saat Zelring berada pada kondisi ini, kamu dapat memotongnya secara longitudinal menggunakan pisau dapur tanpa menghancurkan tubuhnya. Karena jaringan serat milik Zelring memiliki alur longitudinal, metode ini dapat mempertahankan tekstur dengan lebih baik, ya.” (Poncho)

Poncho dengan terampil memotong Zelring menjadi potongan tipis dan panjang seperti sedang membuat Ika Soumen*. Setelah itu, Poncho memasukan mereka kedalam panci berisi air panas.

*TN: https://en.wikipedia.org/wiki/Ika_somen

“Lalu kita tambahkan sedikit garam dan merebusnya sampai itu mengeras.” (Poncho)

Hm. Entah bagaimana itu terlihat mirip soba atau udon yang asli. Itu mendidih dan menjadi mie berwarna hijau kebiruan cemerlang yang mirip dengan Cha Soba*. Lalu, Poncho menambahkan jamur kering dan sesuatu seperti kombu kedlaam panci yang mendidih. Apakah dia mencoba membuat dashi dari itu? Jadi dia membuat sesuatu seperti Nabeyakiudon… Tarkahir dia membumbui-nya dengan lebih banyak garam untuk meningkatkan rasanya, dan menyajikannya didalam mangkuk sup.

*TN: https://en.wikipedia.org/wiki/Soba

“Ini dia. 【 Zelring Udon 】.”  (Poncho)

“Jadi itu benar-benar udon!” (Souma)

“A-ada apa, Yang Mulia?” (Poncho)

“Ah, tidak, tidak ada apa-apa.” (Souma)

Ah benar juga, bahasa di negara ini telah di diterjemahkan ke bahasa jepang didalam telingaku. Jadi mungkin itu adalah sesuatu yang lain dan aku mendengarnya diterjemahkan sebagai “udon”. Benar-benar membingungkan.

Yah, mari kesampingkan masalah ini, didepan mataku adalah udon bergaya kansai (hijau) didalam sup yang bening.

*TN: Kalimat dibawah adalah parodu salah satu acara TV dijepang, yah saya juga kurang tahu sih…

Rubah Merah dan Zelring Hijau ♪
Angin berbicara 【 Apakah ini makanan? 】
Oh Zelring Udon. Jadi disini ada sesuatu seperti ini.
Udon yang lezat, Zelring-chan ♪, mau?

Aku lari dari kenyataan, huh? Eemm, apakah ini benar-benar sebuah makanan?

Aku melihat sekelilingku dan setiap orang memiliki wajah 【 Ayo, makan ini 】. Namun tidak ada seorangpun yang mengangkat tangannya dan berkata “Lalu, aku akan memakannya”!

…. Yah karena Liecia dan lainnya telah memakan sesuatu yang tidak pernah mereka makan sebelumnya. Tidak adil jika hanya aku yang melarikan diri! Sekarang, waktunya makan!!!!

“!?” (Souma)

“Ja-jadi, bagaimana, Souma?” (Liecia)

Aku mendengar suara Liecia yang khawatir, jadi aku,

“…Tak disangka ini lezat.” (Souma)

Menjawab seperti itu. Ya. Apa-apaan ini? Ini benar-benar berbeda dengan apa yang kubayangkan. Aku membayangkan kalu itu akan berbau amis dan lembek seperti ika soumen, tapi itu benar-benar kenyal dan tidak berbau amis sama sekali. Dari pada udon, ini lebih mirip dengan “kuzukiri” atau “Mal*ny. Hanya saat aku mengunyah-nya entah bagaimana, ada sedikit tekstur aneh. Apakah ini serat? Ini adalah pendapatku: 【 Penampilan: Udon, Rasa: Kuzukiri, Tekstur: Okyuuto masakan tradisional Kyushu 】.

*TN: Salah satu merek Mie di jepang

Ya, ini tidak buruk. Ini sama sekali tidak buruk.

“Benar… Ini benar-benar enak!” (Liecia)

“Sup ini juga memiliki ke enakan tersendiri.” (Juna)

“Apakah ini benar-benar Zelring? Ini mengejutkan.” (Tomoe)

“” (Aisha)

Orang-orang yang makan setelahku juga memberikan pendapat yang baik. Yah, bagaimanapun, itu benar-benar enak. Tidak berguna menanyakan mana yang lebih enak antara udon ini atau udon biasa. Sama seperti, udon dan soba, mana yang lebih enak adalah tergantung dari selera masing-masing orang. Ini juga, memiliki daya tarik tersendiri.

“Ngomong-ngomong, bagaimana dengan kandungan nutrisinya?” (Souma)

“Kandungan nutrisi….. yah bisa dibilang, saya tidak tahu, namun itu mungkin mirip dengan gel yang diambil dari tulang hewan.” (Poncho)

“Kolagen, huh?” (Souma)

Jadi Zelring memiliki kedua protein yang terkandung di tulang binatang dan serat tumbuhan. Terlebih lagi, aku tidak tahu apakah Zelring itu hewan atau tumbuhan.

“Setidaknya, kupikir tidak ada masalah dengan kandungan nutrisinya. Karena Zelring hampir dapat ditemukan disemua tempat, jika mereka dapat dimakan, maka itu dapat mengurangi masalah pangan, kau setuju kan?” (Souma)

“Itu benar. Zelring juga mudah dikembangbiak-kan. Bahkan jika mereka diberi makan sampah dapur, mereka akan berkembang dengan mudah.” (Liecia)

“…Tidak, jangan berikan hal aneh untuk mereka makan. Jika mereka mencerna zat beracun, saat mereka dimakan itu dapat menyebabkan keracunan.” (Souma)

“Itu benar.” (Liecia)

“Untuk saat ini, ayo lakukan beberapa percobaan untuk mengembang biakkan Zelring. Memburu mereka dialam liar juga pilihan yang bagus, tapi akan buruk jika jumlah mereka terlalu banyak berkurang dan mengganggu ekosistem…” (Souma)

“Kupikir itu keputusan yang tepat.” (Liecia)

Selain itu, Zelring udon benar-benar enak.

***

“Benarkah kau dapat memakan itu?” (Warga A)

“Tapi, Raja dan lainnya memakan itu dengan lahap.” (Warga B)

“Aku akan pergi ke Adventure Guild dan memasang quest untuk menangkap Zelring.” (Warga A)

“Ah, aku juga akan melakukan hal yang sama.” (Warga B)

Percakapan seperti itu terjadi disetiap alun-alun.

【 Masakan khas Elfrieden adalah Hidangan Zelring 】

Tapi saat ini, siapa yang bisa mengira kalau kalimat itu akan menjadi kenyataan di masa depan?

← PREV | Table of ContentsNEXT →

2 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s