Genjitsushugisha no Oukokukaizouki Arc 1 Chapter 3 (B)

Arc 1 – Memperkaya Negara
Chapter 03 – Kuliner Sang Raja (B)

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Yukkuri

 

“Hei, Souma. Aku tau kita akan menggunakan dapur, tapi…” (Liecia)

“Apa?” (Souma)

“Bukankah orang yang ada disini terlalu sedikit?” (Liecia)

Seperti yang Liecia katakan, ruang makan itu sekarang dipenuhi hiruk-pikuk yang tidak seperti biasanya.

Itu adalah ruang makan yang digunakan oleh orang-orang yang bekerja didalam kastil seperti Penjaga Kerajaan, para pelayan, dan bahkan raja sebelumnya, jadi tidak ada masalah bagi banyak orang untuk makan secara bersamaan karena ruangan ini dilengkapi dengan 30 meja panjang. Namun, sekarang ini, selain sebuah meja panjang, seluruh meja telah dipindahkan untuk menciptakan area kosong yang cukup luas. Meski demikian, sebenarnya area yang kosong hanya terdapat disekitar meja panjang itu karena area lainnya dipenuhi oleh orang-orang dan bagian-bagian mesin.

Salah satunya, sebuah kristal besar yang mencapai langit-langit yang paling banyak mengambil tempat kosong.

“Kau ingin menggunakan 【 Siaran Kerajaan 】 lagi?” (Liecia)

“Kurasa itu akan sia-sia jika hanya digunakan untuk mengumumkan pernyataan perang. Aku berniat menggunakannya secara rutin mulai sekarang.” (Souma)

Karena itu adalah benda yang mirip dengan “Televisi”, orang moderen akan menyadari kekuatan media masa (entah itu baik atau buruk). Itu dapat mengirimkan informasi penting kepada warga dan itu juga dapat digunakan untuk menjaga kepercayaan warga melalui siaran program hiburan. Kelemahan dari metode ini adalah kenyataan bahwa disini tidak ada alat perekam, jadi kami harus melakukan siaran langsung, dan juga gambar kami hanya bisa dilihat di dalam kota ( desa-desa hanya dapat mendegarkan suara). Tapi itu adalah sesuatu yang harus kami tunggu sampai teknologi (sihir?) menjadi lebih maju untuk memecahkan masalah ini di masa depan.

Ngomong-ngomong, aku berpikir untuk memulai program hiburan dengan menggunakan 【 Kontes Menyanyi 】. Karena Juna-san telah dikenal sebagai pemenang dari acara pencarian bakat sebelumnya setelah mengalahkan banyak peserta lainnya, 【 Kontes Menyanyi 】 ini dapat dijadikan sebagai debut dari seorang idol atau penyanyi yang dapat mengamankan dukungan warga. Ngomong-ngomong, aku tidak bisa membuat sebuah idol group. Sekarang, kami perlu melakukan siaran langsung terus menerus, jadi kupikir akan lebih baik jika setiap orang membuat debut solo mereka dengan menetapkan rotasi jadwal.

Program siaran umum pertama di Elfrieden…. Mimpi itu terus berlanjut.

***

 

Kemudian, Souma akan mendirikan EBC (Elfrieden Broadcasting Company) didalam kastil untuk melaksanakan program siaran umum menggunakan sistem Siaran Kerajaan. Isi siaran itu biasanya adalah program berita dan program musik populer, tapi kadang-kadang ada juga program memasak atau program komedi yang disiarkan didalamnya. Konsep yang tak pernah dipikirkan oleh siapapun itu benar-benar disukai oleh masyarakat. Namun, seratus tahun kemudian, setiap rumah memiliki meniatur penerima siaran dan sistem Siaran Kerajaan telah diproduksi masal sampai-sampi memungkinkan munculnya perusahaan siaran swasta, menyebabkan kepopuleran EBC menurun dari waktu ke waktu. Namun, itu bukanlah sesuatu yang harus disesali, bahkan jika siaran umum EBC telah dianggap kuno dan ketinggalan jaman dengan para penonton yang mengklaim Bahkan jika itu menghilang, tidak akan da perubahan apapunatau Hanya orang tua yang menonton itu, tapi itu telah menjadi bukti bahwa dunia telah benar-benar damai.

***

 

“Kenapa kau menyeringai? Itu membuatku takut, kau tau?” (Liecia)

Liecia menatap dengan mata dingin saat melihatku menghitung anak ayam sebelum telurnya menetas*.

*TN : Sebuah paribahasa, englishnya berbunyi “counting chicken before the eggs hatched” yang maknanya adalah kau tidak boleh mengira kalau semua harapanmu akan terwujud.

… aku tidak mungkin mengatakan “bukan apa-apa”, kan?

“Bagaimanapun, mulai saat ini, tujuan kita adalah membuat masakan yang biasanya tidak dimakan dinegara ini. Jadi bukankah akan lebih efisien jika kita juga menyiarkannya kepada warga secara bersamaan? Karena alasan itu, kami mengundang semua wanita cantik ketempat ini.” (Souma)

“Maksudmu Juna-san?” (Liecia)

“Liecia-san juga termasuk. Dan juga ada Aisha-san dan Tomoe-chan. Lagi pula, mereka mengatakan program yang sukses disiarkan ABC* adalah Binatang, Kecantikan, dan Anak-anak. Kecantikan tradisional: Liecia, Kecantikan yang sehat: Aisha, Kecantikan dengan pesona wanita dan orang dewasa: Juna, dan Kecantikan anak kecil bertelinga serigala: Tomoe-chan. Karena seluruh bakat kecantikan yang luar biasa ada disini, maka kita akan dengan mudah menarik perhatian warga, kau setuju kan?” (Souma)

*TN: Salah satu stasiun televisi di luar negeri kayaknya, soalnya saya ngk terlalu paham.

“A-Aku… juga termasuk…” (Liecia)

Wajah Liecia menjadi merah. Tiga orang lainnya menjawab satu per satu.

“Ini akan menjadi kehormatan bagi saya, Yang Mulia.” (Juna)

“Ap-! Jika itu yang diinginkan Raja dari saya, maka saya akan berusaha keras untuk mewujudkan itu!” (Aisha)

“Hawawa, tapi, saya akan melakukan yang terbaik!” (Tomoe)

Mereka menunjukan semangat yang mereka miliki. Sementara itu, karena Hakuya mengurusi persiapan untuk siaran, Poncho mengecek ulang bahan makanan dengan terburu-buru. Melihat itu, kelihatannya kartu yang ada ditanganku telah berkembang. Biasanya, kau tidak akan pernah memiliki terlalu banyak orang berbakat.

Aku kemudian menghadap ke semua orang dan memberi perintah.

“Lalu mari kita mulai ‘Action’.” (Souma)

***

 

Hari itu, seluruh kota di Kerajaan Elfrieden dipenuhi oleh orang.

“Kelihatannya Raja-Pahlawan yang sebelumnya mencari seluruh orang berbakat di negara ini, berencana menggunakan Siaran Kerajaan untuk suatu hal.” Itu telah menjadi perbincangan warga kota, jadi mereka memadati plaza air mancur (air yang keluar dari air mancur yang terletak di plaza setiap kota telah dilengkapi dengan alat yang menyebarkan embun ke udara jadi itu akan mampu menampilkan gambar dari Siaran Kerajaan). Para penduduk yang hanya bisa mendengar suara audio juga berbondong-bodong datang kekota terdekat untuk dapat melihat gambar itu, jadi jumlah orang yang berkumpul sangat banyak.

Lagipula, Hiburan didunia ini hanya sebatas berjudi di bar, jadi sejak siaran umum beberapa hari yang lalu, itu sekarang telah diakui oleh penduduk sebagai bentuk hiburan yang baru. Jika orang berkumpul, maka berarti uang; jika para penonton berkumpul, maka berarti pedagang. Setiap alun-alun di seluruh kota telah dipenuhi oleh kios, memberikan perasaan seperti sebuah festival besar. Semua orang menggelar tikar ditananh dan duduk diatasnya, tidak sabar menunggu siaran dimulai.

“Um-um… Mama, apa yang akan terjadi?” (Seorang Anak Kecil)

“Itu benar. Aku juga bertanya-tanya apa yang akan terjadi.” (Seorang Ibu)

Seorang gadis kecil dengan mata gelisah bertanya kepada ibunya yang menjawab dengan tersenyum.

“Semua orang disini terlihat senang. Zaman telah benar-benar berubah, kan?” (Pria Tua A)

“Kau benar: Di masa kita dulu, tidak mungkin kita bisa menikmati Siaran Kerajaan.” (Pria Tua B)

Dimasa lalu, Siaran kerajaan hanya digunakan untuk menyatakan perang dengan negara lain atau pengumuman bahwa “Pasukan akan merilis pernyataan tentang perkembangan perang” (dengan kata lain, Pengumuman Pasukan). Para orang tua, yang mengingat masa kepeminpinan raja dimasa lalu, hanya bisa menutup matanya dalam diam. Pada masa itu, wilayah kerajaan ini telah meningkat sampai dua kali lipat, namun populasi penduduknya, berbanding terbalik, berkurang hampir setengahnya.

Perkataan yang keluar dari Siaran Kerajaan hanyalah “Kami memenangkan pertarungan XX” atau “ Kita harus terus bertarung untuk menghormati XX orang yang telah mati”, dan propaganda perang lainnya. Saat orang-orang dari masa itu mendengar Siaran Kerajaan, apa yang mereka bayangkan dikepala mereka adalah kata “Mati”.

“Aku harap Raja Baru itu tidak akan menyebabkan para pemuda mengalami hal menakutkan seperti itu….

【 Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa! 】

Suara kecil milik pria tua itu tenggelam oleh suara sorakan yang bergemuruh.

Siaran Kerajaan Ketiga pada masa Pemerintahan Souma telah dimulai

***

 

Proyeksi itu menunjukan seorang pria dan seorang wanita yang memakai gaun dan seragam.

【 Selamat siang seluruh penduduk di Elfrieden! 】 (Juna)

【 Se-selamat siang. 】 (Poncho)

【 Ini adalah program informasi dari Kastil Elfrieden: “Kuliner sang Raja”. Dengan pembawa acara saya, Juna Dohma! 】 (Juna)

【 Po-Poncho Ishidzuka Panacotta, akan melaporkan, ya! 】 (Poncho)

【 … Poncho-san, jangan terlalu gugup tanpa alasan! 】 (Juna)

【 I-ini bukan tanpa alasan, Aku tidak terbiasa dengan ini… Juna-dono benar-benar mengesankan. Aku iri, ya. 】 (Poncho)

【 Itu karena aku harus dapat bernyanyi dengan baik didepan para tamu. Jika pemirsa mengunjungi Kafe Penyanyi “Lorelei” di Parnam, tolong perlakukan saya dengan baik. 】 (Juna)

【 Tolong jangan memasukan iklan mencolok seperti itu! 】 (Poncho)

Ahahahahaha!

Seorang wanita cantik yang periang dan seorang pria gemuk yang gegabah benar-benar saling berlawanan. Orang-orang yang berkumpul di air mancur tergoda untuk tertawa.

【 Baiklah, kami akan mulai menjelaskan tujuan dari program ini. 】 (Juna)

【 Raja Ke-empat Belas Elfrieden (sementara), Yang Mulia Souma Kazuya, ya! 】 (Poncho)

“Oooooooo” plaza meenjadi berisik.

Di dalam proyeksi terdapat gambar Raja Muda yang pernah mereka lihat saat pengumpulan bakat.

【 Karena saya sekarang belum dilantik, jadi tidak perlu menganggapku sebagai Raja…. Hai, Salam semuanya. Ini adalah orang yang sekarang bertindak sebagai Raja, Souma Kazuya. Sekarang aku ingin kalian mendengar tentang keadaan Negara sekarang ini… 】 (Souma)

“Dia tidak terlihat seperti Raja”, kata seseorang didalam kerumunan. Itu tidak bisa dihindari karena Souma baru saja menegaskan hal itu: Tanpa mengetahui hal itu, Souma memulai penjelasannya didepan papan dengan grafik dan diagram yang menunjukan situasi negara saat ini. Dia khusunya menjelaskan tentang akar dari masalah pangan yang terjadi.

【 …. Dengan ini, keadaan sekarang disebabkan oleh permintaan yang tinggi terhadap produk segar, akar masalah dari kekurangan pangan saat ini adalah karena para petani berganti dari menanam food crops menjadi menanam cash crops seperti kapas. Tentu saja, itu bukan hanya kesalahan petani saja, tapi juga kesalahan para pedagang yang memaksa mereka menjual hasil panen itu, pihak militer yang mendapatkan keuntungan dari hal itu, dan terakhir keluarga kerajaan yang mengabaikan keadaan ini. Saya mohon maaf atas hal ini. 】 (Souma)

Setelah mengatakan itu, Souma menundukan kepalanya. Seorang Raja menundukan kepala kepada rakyatnya adalah sesuatu yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Bahkan situasi ini adalah sesuatu yang tidak disebabkan secara langsung oleh pemerintahan Souma.

【 Mulai sekarang, negara kita akan berganti dari menanam cash crop menjadi menanam food crop, namun hasilnya hanya dapat dilihat di musim gugur. Kami juga telah mempertimbangkan untuk mengimport makanan dari negara lain. Namun, situasi saat ini tidak menguntungkan. Alasan pertama adalah karena kita akan menghentikan ekspor utama kita, yaitu kapas, kita juga tidak akan bisa memperoleh mata uang asing. Alasan kedua karena seluruh negara lain juga menghadapi masalah pangan yang sama dengan negara kita. Kau tidak dapat memberikan sesuatu yang kau tidak punya. 】 (Souma)

Isi pidato Raja sudah cukup untuk menakuti para warga. Namun, para warga lebih terkejut debanding sedih karena Raja membuat informasi itu diketahui publik. Biasanya seorang atasan tidak akan memberikan informasi kepada bawahannya, karena informasi itu mungkin termasuk kesalahannya sendiri. Juga ada kesadaran bahwa dari awal, penduduk tidak mungkin mengerti politik nasional. Sebenarnya, bahkan jika isi dari penjelasan Raja tadi dapat dipahami oleh siswa SD di Jepang, hanya 30% dari penduduk Elfrieden yang dapat memahaminya.

Namun, Raja Muda itu mengumumkan informasi itu ke publik. Orang-orang berpendidikan sangat terkejut. Mengapa dia melakukan sesuatu seperti mengekspos kesalahannya sendiri jika itu dapat menyebabkan dia kehilangan wibawa diantara para penduduk?

【 U-Um.. Apakah itu sesuatu yang harus disebarkan kepada para warga? 】 (Poncho)

Poncho dengan takut bertanya seolah-olah dia mewakili suara para penduduk. Namun, Souma tidak mengubah ekspresinya.

【 Karena seseorang yang menyembunyikan sesuatu tidak akan dipercayai. Jika warga akan meragukan apakah informasi yang kuberikan selanjutnya benar atau salah, aku akan menyerahkan kepalaku jika aku berbohong. Meskipun ada beberapa alasan diplomasi yang harus kusembunyikan, tapi untuk urusan dalam negeri, kebijakanku akan bersifat terbuka mulai dari sekarang. Aku ingin warga menggunakan kepala mereka. Apa yang negara ini harus lakukan? Apakah kebijakanku benar? Aku ingin semua orang memikirkan itu bersama denganku. 】 (Souma)

***

“Ini pertamakalinya ada Raja seperti ini….” (Warga)

Gumam seseorang. Seorang Raja yang ingin rakyatnya juga berpikir tentang politik adalah sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Bahkan jika ada 【 Majelis Nasional 】 yang mewakili kehendak rakyat, terang saja, itu hanya “Sebuah Majelis bagi warga untuk memilih apa yang diinginkan dari Raja”. Apakah itu akan diambil atau tidak adalah tergantung keputusan Raja, jadi isi dari permintaan mereka juga hanya sebatas “Permintaan untuk mengoreksi harga saat Inflasi XXX” atau “Permintaan untuk pekerjaan publik”. Fungsinya hanya seperti kotak saran untuk pemerintah dan bukan tempat untuk mendiskusikan keputusan politik yang sebenarnya.

Dari awal, sebuah sistem feodalistik* masih mengakar kuat di negara ini. Atau lebih mudahnya, sistem politik di negara ini pada dasarnya adalah 【 orang yang berada dibawah akan membayar “pajak” kepada orang diatasnya dan orang yang berada diatas akan menjamin kehidupan dan barang-barang yang dibutuhkan warga. Tuan tanah (bangsawan) akan membayar pajak (uang keamanan) kepada kerajaan – sebagai ganti kewajiban mereka untuk memberi pelayanan militer – dan Raja akan menjamin kehidupan dan barang-barang yang mereka butuhkan (menjamin hidup bukan hanya berarti melindungi dari musuh luar tapi juga menyediakan pekerjaan umum seperti meningkatkan infrastruktur dan sebagainya).

*TN: https://id.wikipedia.org/wiki/Feodalisme

Sebuah masyarakat stratifikasi* yang sempurna. Meskipun ada resiko jika orang yang berada diatas busuk maka semua yang ada dibawahnya juga akan busuk, tapi jika kau memikirkannya dari sisi lain, selain untuk penguasa, para warga tidak perlu memikirkan politik, jadi itu bisa disebut sistem politik bebas dimana rakyat hanya perlu memikirkan diri mereka sendiri.

*TN: https://id.wikipedia.org/wiki/Stratifikasi_sosial

Namun Raja Muda itu meminta para warga untuk menggunakan kepala mereka. “Aku ingin semua orang memikirkan hal ini bersama denganku.” Itulah yang dia katakan. Itu adalah sebuah momen lahirnya hak dan kewajiban baru diantara warga biasa: partisipasi umum di dalam politik. Tentu saja, itu bukan berarti jalannya sedang dicontohkan. Selain itu, bahkan jika sekarang hak istimewa telah diberikan, karena pendidikan rendah yang dimiliki penduduk, jelas itu hanya akan menjadi sebuah oklokrasi*.

*TN: https://id.wikipedia.org/wiki/Oklokrasi

Namun, benih benar-benar telah ditanam.

“Perubahan akan terjadi dinegara ini mulai sekarang…” (Pria Tua A)

“Aku iri kepada generasi muda yang akan menyaksikan perubahan itu.” (Pria Tua B)

“Apa yang kau katakan, kita juga akan terus maju.” (Pria Tua A)

Sambil melihat sosok Raja Muda itu, para orang tua tersenyum dengan cerah.

***

Tanpa mengetahui bahwa dia telah membuat sebuah riak kecil, Souma melanjutkan penjelasannya.

【 Dengan cara ini, kita hanya bisa menunggu sampai musim gugur saat masalah ini benar-benar terselesaikan. Tentu saja, kami juga akan memberikan bantuan, namun akan sulit jika kami harus memberikannya keseluruh penduduk dinegara ini, karena jumlah sumber daya atau bentuk geografis sebuah wilayah. Bagaimanapun juga, tidak semua orang hidup di daratan yang bisa dijangkau. 】 (Souma)

Bagaimanapun juga, negara ini adalah bangsa dimana berbagai Ras berkumpul.

Dihutan-hutan terdapat Elf, di tebing-tebing curam terdapat dragonewt, di gua bawah tanah terdapat dwarf, di pinggir pantai terdapat mermen, bersama dengan ras-ras lain yang tinggal ditempat dimana persedian tidak dapat dikirimkan. Orang-orang itu tidak dapat menerima bantuan, sama seperti orang-orang yang tinggal di pedesaan jauh didalam pegunungan.

【 Itulah mengapa saya meminta kepada para penduduk, atau bisa disebut, ini adalah perintah. 】 (Souma)

Souma menghentikan penjelasannya disana.

Setelah menarik nafas, dia dengan jelas menyatakan.

【 Sampai musim gugur, kalian semua harus bertahan hidup. 】(Souma)

Nafas para warga terhenti karena kalimat yang dikatan Raja Muda itu.

Arti kalimat itu sederhana. Namun, maksud sesungguhnya sulit disimpulkan.

【 Karena kami tidak memiliki cukup pekerja, penting bagi kalian bergerak untuk bertahan hidup. Pergilah ke gunung, ke sungai, atau ke laut. Cari makanan, datanglah bersama-sama dan bekerja sama. Bahkan juga kalian harus menunduk pada seseorang atau memenuhi dirimu dengan aib. Sampai musim gugur, Aku harap kalian semua untuk bertahan hidup. 】 (Souma)

Itu dapat dikatakan lari dari tugas. Makanya itu seperti seolah-olah dia mengatakan ‘lakukan yang terbaik’ kepada orang yang menderita. Namun, itu juga merupakan sebuah kebenaran bahwa seseorang tidak dapat menolong diri mereka sendiri jika mereka tidak melakukan yang terbaik.

Raja Muda itu meminta maaf dengan tulus.

【 Saya mohon dari kalian, semua orang. Karena itu bermakna untuk tidak merusak hidup orang lain, itu mungkin akan sulit. Namun aku ingin semua orang menunggu hasil di musim gugur tanpa menyerang atau mencuri dari orang lain, tanpa membuang anak-anak untuk mengurangi mulut yang harus diberi makan, tanpa meninggalkan orang-orang yang sudah tua, bahkan tanpa seorang anggota keluargapun yang hilang. Itu kenapa siaran ini direncanakan, jadi itu mungkin dapat sedikit membantu kalian. 】 (Souma)

Souma mengangkat wajahnya dan mulai menjelaskan tujuan dari siaran sekarang ini. Untuk mengulur waktu sampai masalah pangan terselesaikan, siaran ini akan mengenalkan bahan makanan yang biasanya tidak digunakan pada masakan di negara ini dan menunjukan bagaimana cara memasaknya. Bahan-bahan itu bisa didapat dengan harga murah (karena mereka tumbuh secara alami dialam liar). Dan sekarang, untuk menunjukan bahan-bahan itu benar-benar dapat dimakan, bahan itu akan diubah menjadi makanan dan dinilai.

Bahkan para warga yang marah karena pernyataan Souma sebelumnya yang terkesan seperti lari dari tugas, setelah mendengar isi dari penjelasan Souma, kemarahan itu telah mencair. ‘Raja ini benar-benar memikirkan kita’, mereka benar-benar dapat merasakan niat sebenarnya yang dimiliki Raja itu.

【 …seperti yang telah dikatakan, Poncho dan Juna-dono, aku percayakan kepada kalian berdua untuk terus membawakan acara mulai sekarang. 】 (Souma)

Menyelesaikan penjelasan singkatnya, Souma kembali duduk dikursinya.

Souma tidak mengetahui hal ini, tapi saat itu di alun-alun kerajaan, suara tepuk tangan dapat didengar. Perkataan Souma meninggalkan kesan yang mendalam dihati para warga, jadi mereka secara spontan memberinya tepu tangan. Tanpa Souma sadari, dia telah diakui oleh mereka sebagai seorang Raja.

Di dalam proyeksi, Juna dan Poncho kembali membawakan acara.

【 Baiklah, mari kita mulai dengan cepat. Poncho-san, apa bahan pertama kita? 】 (Juna)

【 Y-Ya! Bahan pertama adalah, INI! 】 (Poncho)

 

Lalu Poncho mengeluarkan kotak yang tertutup kain. Kemudian Liecia, Aisha, Tomoe, dan aku duduk berjajar seperti komentator dibelakang meja tempat kotak tersebut diletakkan. Itu adalah kotak yang besar mirip seperti kotak untuk menyimpan ikan. Lalu Poncho membuka kain itu.

***

Di dalam ruang makan Kastil Elfrieden di Ibu Kota Parnam yang telah diubah menjadi studio siaran langsung.

“Uuuuu…” (Aisha)

“Kyaaaaaaaaaaa!” (Tomoe)

“Ap-apa!?” (Liecia)

Saat mereka melihat apa yang ada diatas meja, Aisha, Tomoe, dan Liecia, mereka semua berteriak dengan cara berbeda sambil mundur dari meja. Sebaliknya, hanya Juna-san dan aku yang tetap tenang.

Apa yang ada didalam kotak adalah.

“Itu seekor gurita.” (Juna)

“Jadi, itu seekor gurita.” (Souma)

Sebuah makhluk dengan tubuh lembek dan memiliki delapan tentakel yang menggeliat, itu adalah sesuatu yang sudah kuketahui. 【 Gurita 】. Bahkan sapi dan babi benar-benar berbeda di dunia ini dan memiliki cangkang seperti kura-kura, ini hanyalah seekor gurita biasa (yang agak besar). Yah, bukankah di dunia fantasi, sesuatu seperti 【 Gurita Raksasa 】 biasanya muncul. Aku berpikir “Bagaimana caraku menilai ini dengan standar dunia fantasi?”.

Ah, ngomong-ngomong, dinegara ini, 【 Gurita 】 (Tako) disebut dengan 【 Okato 】, jadi kupikir itu terdengar mirip dengan Gurita. Tapi karena kemampuan penerjemah bahasa yang dimiliki Pahlawan, Aku hanya mendengarnya sebagai 【 Gurita 】. Jika bahan yang akan dikeluarkan setelah ini adalah sesuatu yang mirip dengan bahan yang ada di Bumi, Aku mungkin hanya perlu menggunakan Nama mereka di Bumi untuk menamai mereka.

“Eh? Negara ini tidak memakan gurita?” (Souma)

“Bagaimana bisa kau memakan sesuatu yang menjijikan seperti ini?” (Liecia)

Liecia melihatku dengan tatapan tidak paham seolah-olah aku telah mengatakan sesuatu yang tak dapat dipercaya.

Tidak-tidak-tidak, ini hanya gurita, kau tahu? Aku tak dapat memahami gadis ini.

“Yah, karena penampilan seperti ini, itu hanya dimakan dibeberapa wilayah pesisir tertentu. Kami bahkan memakan ini dikampung halamanku.” (Juna)

Juna memberikan penjelasan dengan lembut. Yah bahkan di Bumi, ada negara-negara Eropa (kecuali Spanyol dan lainnya) dimana gurita disebut “Devilfish” dan itu tidak dianggap sebagai makanan, jadi tak dapat dihindari jika itu juga terjadi disini….kan?

“Tapi itu lezat.” (Souma)

“Begitukah?”  (Aisha)

Aku mengatakan kata “lezat” dan Aisha dengan cepat terpancing oleh itu. Aku tahu bahwa mencicipi makanan adalah salah satu tugasnya sebagi pengawal, tapi tak terduga gadis ini ternyata cukup rakus. Itu bakan seperti dia Rakus, tapi dia benar-benar menyukai makanan lezat, terutama yang manis-manis, (Makanan penutup kelas tinggi yang disajikan dan diberikan kepada Raja dan Pelayan), yang dia makan dalam jumlah besar membuat seluruh pelayan iri “Bagaimana dia dapat makan sebanyak itu tapi masih dapat menjaga bentuk tubuhnya…”. Aku menduga mungkin itu karena dia dibesarkan di tengah hutan, jadi dia jarang memakan makanan manis.

“Aah. Aku tahu bahwa beberapa orang ragu untuk memakan makanan mentah, tapi jika kalian hanya merendamnya di air garam dan merebusnya sebentar dengan air panas, ini sangat lezat, kalian tahu. Merebusnya, memanggangnya, atau memasaknya bersama dengan nasi juga pilihan yang bagus.” (Souma)

“…..” (Aisha)

“Aisha. Air liurmu, air liurmu.” (Souma)

“Ulps!…. maaf….” (Aisha)

“Ya ampun. Juga, ini memiliki protein tinggi dan rendah kalori jadi ini juga bagus untuk diet.” (Souma)

“Men-mendengar hal itu, membuatku sedikit penasaran…” (Liecia)

Aku mengucapkan kata “Diet” dan saat ini Liecia yang terpancing. Tidak-tidak-tidak, Kupikir Liecia harus sedikit menambah berat badan, kau tau? Karena dia anggota tentara, dia sudah cukup langsing.

“Tapi, kupikir kau tidak usah terlalu memikirkan itu….” (Souma)

“Souma… Saat kami kehilangan minat dengan berat badan kami adalah saat kami berhenti manjadi wanita.” (Liecia)

Dengan kalimat itu, Liecia menegurku dengan pandangan jauh di wajahnya. Karena Juna-dono dan Tomoe-chan juga mengangguk dengan kuat, maka kupikir itu adalah kenyataan. Tapi, Aisha adalah satu-satunya orang dengan ekspresi “Meski begitu, aku ingin memakan semuanya”….

“Ah benar juga… lalu, bisakah kita menunjukan bagaimana cara memasaknya?” (Souma)

Setelah kami pindah kedapur yang terhubung dengan ruang makan, gurita itu mulai dimasak. Meskipun para koki di kastil mengatakan, “Jika anda meminta kepada kami, maka kami dengan senang hati akan melakukannya…”, tapi karena aku suka memasak, aku tetap ingin memasak. Pertama aku memasukan gurita kedalam mangkuk besar, lalu dengan menggunakan pisau dapur, aku membuang paruh*, jeroan, kantung tinta, dan bola matanya (pada saat itu para wanita berteriak “Uwaaa…” tapi aku mengabaikannya). Lalu aku menggosoknya dengan garam sampai textur licinnya menghilang sebelum aku membilasnya dengan air. Karena alat penghisapnya masih memiliki sedikit lumpur, aku dengan hati-hati membersihkannya.

*TN: di englishnya tertulis “beak” dan saya ngk tau apakah gurita punya paruh atau ngk :v

Kemudian aku meletakkan kaki itu kedalam panci yang berisi air mendidih dan merebus makhluk berbentuk gurita itu (meskipun itu masih sejenis gurita). Setelah melihat warna kuning berubah menjadi warna merah-keunguan*, aku lalu mengeluarkannya dan dengan itu, aku telah menyelesaikan “Gurita Rebus”. Setelah mendinginkannya sebentar, aku memasukan salah satu kaki itu kedalam mulutku. Ah bahkan jika hanya seperti ini, ini terasa lezat.

*TN: Warna yang timbul saat protein dipanaskan (mungkin)

“Makan saat mereka masih panas!” (Souma)

“Ap-!?” (Liecia)

Liecia dan lainnya terkejut melihatku mulai makan tanpa ragu-ragu. Berdasarkan perasaan dari mengunyah bagian ini, ya, tidak salah lagi, ini adalah rasa gurita. Rasa sedikit asin ini benar-benar lezat. Tapi itu hanya lezat; sangat mengecewakan bahwa dunia ini masih belum memiliki kecap!

“… Benarkah ini bisa dimakan?” (Liecia)

“Apa yang kau katakan, Liecia? Kau hanya perlu mencobanya, kan?” (Souma)

“Tidak, itu… hatiku masih belum siap…” (Liecia)

“Begitukah? Tapi ini lezat, kau lihat.” (Juna)

Memberikan lirikan kepada Liecia yang masih ragu, Juna juga menggigit sepotong gurita.

“Ah! Itu curang Juna-dono! Lalu sekarang adalah giliranku!” (Aisha)

Melihat itu, Aisha juga mulai memakan itu… Tapi, Hei! Jangan memakan seluruh kepalanya! Seberapa rakus kau ini? Sungguh Dark Elf ini!

“Whoa! Kekenyalan ini sangat lezat!” (Aisha)

“…Benarkan?” (Souma)

…Ya, aku harus menenangkan diriku. Aku mulai memotong seekor gurita besar dan melumuri potongan itu dengan tepung, telur, dan remah-remah roti. Lalu aku menusuk mereka dengan masing-masing tiga potong setip tusuk dan memasukan tusukan tadi kedalam wajan yang dipenuhi minyak gorang panas. Lalu aku mengangkatnya dari wajan, dan menambahkan sentuhan akhir dengan saus mayonais yang telah kubuat; Campuran saus kental dari dunia ini, kuning telur dan cuka. Akhirnya, itu selesai.

“【 Gurita Tusuk Goreng 】… atau sejenisnya. Yah, silahkan dimakan.” (Souma)

Aku memberikan masing-masing orang satu buah.

Liecia dan Tomoe dengan gugup memasukan itu kemulut mereka. Namun, saat itu memasuki mulut mereka.

“!? Apa ini? Lezat!” (Liecia)

“Ini benar-benar…. Benar-benar lezat!” (Tomoe)

Mata mereka terbuka lebar karena kelezatan itu. Baiklah! Aku membuat pose kemenangan didalam pikiranku.

“Ini benar-benar enak. Tercampur dengan kerenyahan kulitnya adalah kesegaran yangl uar biasa dari gurita.” (Juna)

“B-benar! Aku tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa gurita akan sangat enak jika dimakan bersama dengan saus! Ya!” (Poncho)

“Saus putih dan gurita ini sangat cocok jika digabungkan. Ini benar-benar luar biasa, Yang Mulia.” (Juna)

“Ya, jadi Yang Mulia juga bisa memasak! Itu mengejutkan! Ya!” (Poncho)

Juna-san dan Poncho membicarakan kata-kata yang mirip dengan seorang reporter pencicip makanan. Keduanya sedang memakan gurita dan menikmati rasanya. Ngomong-ngomong, Aisha sedang,

chompchompmunchmunch*…

*TN: Suara orang makan :v

Dengan kecepatan yang menakutkan, dia menghabiskan gurita goreng tadi… Ya, mari kita abaikan dia.

***

“….Hei Papa?” (Seorang Anak)

“Ya. Jika itu tentang gurita, hari ini kita juga menangkap banyak gurita di jaring ikan.”  (Seorang Ayah)

“Benarkah!? Aku ingin makan itu!” (Seorang Anak)

“Kau benar. Kita selalu membuangnya, tapi ayo kita coba memakan itu.” (Seorang Ayah)

Di daerah pesisir, percakapan itu sering dibicarakan.

← PREV | Table of ContentsNEXT →

3 Comments Add yours

  1. Anonymous says:

    beak yg dimaksud memang paruh gan, dlm struktur gurita memang punya paruh, tpi beda dengan burung, fungsinya hanya mencabik/memegang makanan.

    NB: maap klo salah maklum pelajaran SMP udah lama lewat.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s