Genjitsushugisha no Oukokukaizouki Arc 1 Chapter 3 (A)

Arc 1 – Memperkaya Negara
Chapter 03 – Kuliner Sang Raja (A)

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Yukkuri

Sekarang ini, keributan besar yang disebabkan perekrutan orang-orang berbakat yang dilakukan oleh Souma telah mereda.

Tapi sekarang, cerita hantu tentang wilayah didekat Kastil Elfrieden menyebar luas. Menurut cerita itu, 【 Ditengah malam, sebuah Boneka Mannequin berkeliaran disekitar sana 】. Didalam cerita itu, mannequin adalah sebuah tipe boneka dengan sambungan di tangan dan kakinya, tidak memiliki wajah dan digunakan untuk menghias toko pakaian, namun mannequin itu memegang dua pedang dikedua tangannya dan memburu monster sendirian setiap malam.

Keterangan dari seorang Petualang tertentu:

【 Suatu hari, aku menerima sebuah quest untuk mengawal seorang pedagang dan berjalan di jalan raya dimalam hari, tapi sayangnya kami dikelilingi oleh Zelrin, sebuah subspesies slime. Meskipun mereka lemah secara individu tapi mereka susah dilawan jika berkelompok, tapi pada waktu bersamaan, sebuah boneka mannequin, yang menggunakan dua pedang dikedua tangannya, berjalan sempoyongan dari arah kastil dan mulai menyerang Zelrin itu. Kami ketakutan karena pemandangan menakutkan itu dan mulai berlari secepat yang kami bisa… Apa-apan itu? 】

Keterangan dari petualang yang lain:

【 Itu terjadi beberapa hari yang lalu. Aku menerima sebuah quest dari guild untuk mencegat sekelompok hobgoblin yang melintasi perbatasan dari utara dan menuju ke selatan. Kami sedang menunggu untuk menyergap mereka di sebuah lembah pada rute perjalanan mereka, tapi mereka tidak pernah datang. Karena tak sabar, kami lalu mengadakan sebuah pencarian, tapi para hobgoblin itu itu telah dibantai dan berdiri disana, masih ditengah-tengah mayat mereka, sebuah boneka mannequin. Rekan swordmanku, yang mengira itu adalah bala bantuan monster yang baru datang, mulai menebasnya, tapi dia dipukul mundur oleh gaya dua pedang boneka itu. Rekan penyihirku mulai menyerang dengan api, tapi boneka itu sangat gesit seperti seekor elang, dan meninggalkan tempat itu dengan sangat cepat. Itu… mungkin itu adalah senjata tak berawak baru yang dibuat oleh Raja Iblis, kau setuju, kan? 】

Ada banyak saksi yang melihatnya, jadi meskipun itu disebut cerita hantu, itu sudah hampir dapat dipastikan “benar-benar ada”. Namun, pada saat guild petualang mulai menyadari keberadaannya dan secara resmi memberikan sebuah misi penaklukan untuk menangkap mannequin itu, laporan penampakannya tiba-tiba berhenti.

Sekarang, orang-orang bertanya-tanya benarkah rumor itu bukanlah sebuah perbuatan jahil yang dilakukan seseorang.

***

“….dan itu adalah cerita dari rumor yang sedang beredar disekitar kastil.” (Liecia)

“Eh… Jadi begitu… (dengan datar).” (Souma)

Liecia, yang sedang duduk di kasur, menceritakan sebuah cerita kepadaku saat aku bersandar di sofa. Aku menjawab tanpa menghentikan tanganku dan diikuti dengan “jarum”. Wajahnya menjadi sedikit cemberut.

“Apa? Kau tidak tertarik dengan cerita seperti itu?” (Liecia)

“Tidak, bukan seperti itu….” (Souma)

“Sebagai seorang Raja, kupikir penting untuk menyelesaikan masalah yang terjadi diwilayah kastil.” (Liecia)

“Ah… lalu itu akan baik-baik saja. Karena mannequin itu tidak akan muncul lagi…” (Souma)

“….Bagaimana kau mengetahui hal itu?” (Liecia)

“Hmmm, Yah… Kau tau…” (Souma)

Aku membuat jawaban samar sambil terus mengisi “kain”. Akhirnya, setelah aku menjahit bagian belakangnya, itu akan selesai.

“… Itu mengingatkanku. Apa yang kau lakukan selama ini?” (Liecia)

“Apa yang kulakukan? Kukira kau tau setelah melihatnya. Ini adalah pekerjaan jahit.” (Souma)

“Lalu, kenapa kau melakukan pekerjaan jahit diruanganku?” (Liecia)

“Mau bagaimana lagi, kan? Karena ruanganku lebih mirip sebuah kantor…” (Souma)

Terimakasih pada 【 Multiple Simultaneous Parallel Thinking 】 dan 【 Telekinesis 】 (versi peningkatan dari 【 Weak Telekinesis 】, sekarang aku dapat menggerakkan benda dengan berat sama sepertiku, tapi hanya benda mati dan bukan makhuk hidup), sekarang aku dapat membuat pena terus bekerja saat tubuh asliku beristirahat. Namun, ruanganku, seperti biasa, masih digunakan sebagai sebuah kantor. Sudah pasti, sebuah tempat dimana para pejabat keluar masuk terus menerus bukanlah sebuah tempat dimana seseorang dapat beristirahat.

“Selain itu…. (Souma)

【 Yang Mulia!!!! Yang Mulia, Anda dimanaaaaaaaaa?! 】

…..Karena Dark Elf (Aisha) itu jantungku tidak dapat beristirahat.” (Souma)

“Aku turut prihatin….” (Liecia)

Sekarang, Aisha tidak pernah terpisah denganku.

Dark Elf memiliki aturan yang mereka hormati yang mengatakan bahwa mereka akan melindungi dan terus berada didekat orang yang mereka anggap tuan sampai akhir hayat mereka. Itulah kenapa aku menerima posisi Aisha sebagai pelindungku. Sekarang, saat aku bekerja, saat aku makan, saat aku tidur, bahkan saat aku mandi dan ke toilet, dia selalu mencoba berada didekatku. Meskipun itu adalah sebuah masalah, karena belum ada seorangpun yang secara resmi berada disamping Raja, karena dia cantik dan sangat setia, penjaga kerajaan dibawah komando Ludwin diam-diam memberi persetujuan dengan posisi Aisha. Sekarang ini, bahkan orang yang menganggap dirinya sebagai tangan kananku, Hakuya, berkata:

【 Tidak masalah jika itu Putri Liecia, Aisha-dono atau Juna-dono, tolong cepatlah buat beberapa anak. Jika Anda memiliki beberapa anak, bahkan kelahiran mereka dapat manjadi kartu diplomasi yang dapat kita gunakan. 】

Dia mengatakan itu dengan tenang. Yah, bahkan di sejarah duniaku yang dulu, pernikahan diplomasi melahirkan 【 Kekaisaran Dimana Matahari Tak Pernah Terbenam* 】 atau Dinasti keluarga Habsburg, atau 【 Kekaisaran Austria-Hungaria 】. Namun, sekarang ini bagi orang jepang (bahkan jika mereka menikmati Haremnya), pemikiran seperti membuat anak untuk kepentingan keluarga adalah konsep yang sudah ketinggalan jaman dan mereka enggan melakukannya.

*TN: Mengacu pada penyatuan kerajaan scotland dan kerajaan england yang melahirkan kekaisaran British.

Liecia menatapku dengan tatapan mengejek.

“Orang dengan status sosial tinggi adalah magnet bagi wanita cantik, kan?” (Liecia)

“….Tolong jangan ingatkan aku tentang hal itu. Bahkan ketika akhirnya aku bisa beristirahat dengan baik… Huh? Oh ya, dimana Tomoe-chan?” (Souma)

“Ah, Tomoe bersama dengan orang tuaku. Ibuku benar-benar menyayanginya.” (Liecia)

Sejak Tomoe-chan menjadi adik angkat Liecia beberapa hari yang lalu, dia telah tinggal di kastil ini. Tentu saja sesuai dengan janji, dia bersama dengan keluarga dan adik kecilnya. Ngomong-ngomong, Ibu tomoe menjadi penjaga anak di 【 Taman Anak Kastil 】 yang baru saja dibuka untuk meningkatkan perkembangan sosial perempuan. Itu juga bercampur dengan pekerjaan mengasuh bayi bersamaan dengan menjaga anak orang lain. Karena masyarakat sekarang belum memiliki konsep libur melahirkan, jika pelayan kastil mempunyai anak mereka harus berhenti menjadi pelayan. Kecuali mereka ‘disentuh’ oleh Raja, kebanyakan pelayan akan berakhir tak menikah selama hidupnya. Tapi dengan pengasuh, pelayan muda dapat merasa damai untuk menemukan pasangan hidup, jadi lembaga ini menjadi sangat terkenal.

Pembicaraan telah melenceng dari topik… Tapi pada dasarnya, Tomoe-chan memiliki dua orang ibu didalam kastil. Awalnya mereka kebingungan, tapi sekarang mereka berdua menganggap Tomoe-chan sebagai anak mereka. Liecia berdiri dan meletakkan tangannya dibelakang sofa tempat aku duduk sambil mengintip tanganku dari belakang.

“Bahkan jika kau berkata memiliki waktu luang, menghabiskannya dengan menjahit…. Mungkinkah, sebuah boneka mewah?” (Liecia)

“Ah ini? Papapapan ♪ 【 Mushashi Boy-kun 】 ♪” (Souma)

Aku telah selesai menjahit bagian punggungnya jadi aku mengangkat boneka ditanganku dan mengenalkannya dengan cara yang mirip dengan robot kucing tertentu saat dia mengeluarkan alatnya.

“Mushashi Boy?” (Liecia)

“Ya. Di dunia ku… itu bisa dianggap sebagai seekor binatang langka?” (Souma)

【 Mushashi Boy-kun 】 adalah sebuah karakter maskot kota tempat tinggalku; itu dibuat dengan lucu dan lebih tinggi dari pengikut mushashi, Rahib Benkei. Kepalanya ditutupi kerudung putih dan memakai tasbih juzu panjang di bahunya. Dia sangat mirip dengan Benkei. Namun, mengintip dibawah alisnya yang berani terdapat mata kecil yang menghapus kesan agung yang dimilikinya. Karena Gap itu telah mencuri hati para penduduk, itu menjadi sangat populer. Ngomong-ngomong, kota tempat tinggalku “benar-benar tidak memiliki hubungan” dengan Rahib Benkei milik Mushashi; alasan kenapa Benkei dipilih karena Perfektur Saitama dulunya disebut sebagai 【 Tanah Mushashi 】.

Aku memiliki pemikiran bodoh seperti 【 Lalu bukankah Miyamoto Mushashi atau Mushashimaru juga dapat diterima? 】 atau 【 Apakah kau ingin memperkenalkan seluruh wilayah Saitama sabagai Tanah Mushashi? 】. Tapi karena ini hanyalah karakter maskot; Aku benar-benar dapat bersenang-senang. Bagaimanapun, aku telah menjahit Boneka Mushashi Boy-kun setinggi 40 cm.

“Kuh… Aku tidak dapat marah padanya karena dia terlalu lucu.” (Liecia)

“Tak terduga, kan?” (Souma)

“Tapi kenapa harus benda ini?” (Liecia)

“Kemampuanku sangat serbaguna, Lihat.” (Souma)

Mushashi Boy-kun dihadapan kami mulai bergerak dengan sendirinya. Lalu dia mulai melakukan break dance dengan menggunakan tangan dan kakinya yang pendek. Lalu, dengan kepalanya berada dilantai, kedua kakinya melebar dan mulai berputar seperti Spinning Back Kick*. Dia sangat mahir melakukannya tapi itu juga sangat aneh.

*TN: Jurus milik Chun-Li dari game Street Fighter

“Kyaaa…. Apa-apaan itu!?” (Liecia)

“Dengan menggunakan 【 Multiple Simultaneous Parallel Thinking 】 dan 【 Telekenesis 】 aku dapat sepenuhnya menggerakkan boneka ini seperti klon. Itu terasa seperti aku berada didalam boneka itu?” (Souma)

“Apakah kau ingin menjadi seniman jalanan?” (Liecia)

“Kupikir itu ide yang bagus. Bisakah aku mendapatkan uang setelah berhenti menjadi Raja dengan cara itu?” (Souma)

“Jangan mengatakan hal bodoh. Aku tidak akan memaafkanmu jika kau berhenti ditengah jalan!” (Liecia)

“….Aku mengerti. Lupakan perkataan tadi.” (Souma)

Aku memasang dua pisau ke Mushashi Boy-kun, Lalu Mushashi Boy-kun, yang hanya dibuat menggunakan kain biasa dan diisi kapas didalamnya, dapat memegang pedang itu seperti orang dewasa. Mushashi Boy-kun lalu mengayunkan kedua pedang itu seperti Mushashi Miyamoto.

Liecia kagum dengan hal itu.

“Tidak mungkin… Ini boneka, kan?” (Liecia)

“Tidak peduli apapun yang diambil boneka itu, mereka masih dianggap sebagai bagian tubuhnya. Aku dapat merasakan tekanan dari berat benda yang dibawanya, tapi boneka ini tidak akan tergencet oleh berat itu. Sebagai eksperimen, aku menggerakkan boneka lain untuk membawa senjata dan bertarung melawan monster, tapi tidak ada masalah saat bertarung dengan mereka.” (Souma)

“Boneka dan monster, tunggu dulu… Mungkinkah rumor boneka Mannequin itu adalah hasil perbuatanmu!?” (Liecia)

“Ah. Aku hanya bereksperimen dengan beberapa boneka didalam kastil.” (Souma)

Tapi aku tak menyangka itu akan menjadi sebuah rumor. Lagipula aku berburu monster dimalam hari untuk menghindari perhatian, tapi kupikir karena itulah itu menjadi cerita hantu yang tak diinginkan.

“Tapi karena seringnya bertarung dengan monster, aku menemukan sesuatu. Hanya dengan menerima Exp, pergerakan boneka itu meningkat. Boneka itu bahkan dapat menggunakan skill dua pedang tingkat menengah 【 High Speed Rotational Cut 】.” (Souma)

Tepat setelah aku mengatakan itu, Mushashi Boy-kun merentangkan kedua pedang ditangannya dan mulai berputar dengan kecepatan tinggi dengan efek suara 【 Gyuiin 】. Itu terlihat seperti pusaran raksasa, tapi apapun yang disentuhnya benar-benar akan terpotong menjadi dua.

“Mungkinkah Exp yang diterima boneka itu juga diberikan kepada tubuh aslinya?” (Liecia)

“Lalu bukankah itu dapat dianggap sebuah kecurangan? Karena itu terlihat seperti Exp meningkat dengan sendirinya.” (Souma)

“Itu tidak terjadi?” (Liecia)

“Sayangnya iya, tidak ada Exp yang kudapatkan. Bahkan jika boneka itu dapat menggunakan skill, aku tidak dapat menggunakannya. Karena itulah, aku benar-benar tidak mendapat peningkatan kekuatan fisik dan energi spriritual. Terimakasih karenanya, tubuhku masih tetap lemah.” (Souma)

“Lalu kenapa kau sedikit melatihnya?” (Liecia)

“Kupikir aku akan dapat menggunakan boneka itu dengan lebih efisien. Bahkan jika aku sendirian, aku akan menjadi sangat kuat, karena aku dikelilingi oleh tiga boneka kuat yang berdiri didekatku.” (Souma)

“Itu bukanlah cara seorang pahlawan bertarung, kan?” (Liecia)

Liecia mengatakan itu dengan heran. Maaf tapi aku tidak dapat membantah pendapat itu. Di dalam genre fantasi di duniaku yang dulu, kupikir “job”-ku dapat disebut 【 Puppeteer 】, 【 Doll User 】, atau 【 Dollmancer 】. Peran utama tipe job ini adalah 【 Mid-Range Support Type 】. Itu sangat berbeda dengan pahlawan yang lebih memberi kesan menjadi 【 Near and Mid-Range Attacker Type 】. Yah, kelihatannya dinegara ini arti seorang pahlawan adalah 【 Orang yang akan Mengubah Zaman 】.

“Memlihatmu, gambaran seorang pahlawan di hatiku hancur berkeping-keping.” (Liecia)

“Jangan dipikirkan. Aku juga merasakan hal yang sama.” (Souma)

Bukan hanya aku mengatur urusan dalam negeri selama sebulan ini, aku juga tidak memiliki rencana selain mengatur urusan dalam negeri beberapa bulan kedepan.

Tiba-tiba, ketukan terdengar dari pintu.

“Ya, masuk.” (Liecia)

“Permisi.” (Serina)

Orang yang mengatakan itu sambil membungkuk adalah pelayan Liecia, Serina-san. Dia tiga tahun lebih tua dari Liecia dan mengenakan kacamata yang sangat cocok dengan penampilannya sebagai seorang wanita berpengetahuan. Itu bukan berarti aku akrab dengannya, tapi aku tau dari cerita Liecia kalau dia adalah wanita yang Liecia anggap sebagai kakak perempuan.

Serina melihatku dan dengan sopan membungkuk kearahku.

“Yang Mulia, Hakuya-sama menyuruh hamba mengantarkan pesan kepada Anda: 【 Poncho-sama mulai mengumpulkan setiap orang. 】.” (Serina)

“Akhirnya itu datang! Aku telah menunggu lama untuk hal ini!” (Souma)

Aku cepat-cepat berdiri dan memegang tangan Liecia.

“Ayo, Liecia!” (Souma)

“Eh? Tung-? Ap-!?” (Liecia)

Kami meninggalkan ruangan itu secepat kilat saat Serina-san membungkuk dan melihat kami pergi.

***

Di perjalanan, aku membawa Aisha dan kemudian pergi ke ruang pertemuan dimana beberapa orang telah berkumpul.

Ditengah ruangan terdapat meja bundar dimana Hakuya ( yang menggantikan posisi Markus sebagai Perdana Menteri ), Tomoe-chan, Juna-san, dan terakhir Poncho Ishizuka duduk disana. Karena Ludwin dan Markus sibuk dengan masalah lain, mereka tidak dapat datang kesini, jadi orang yang berkumpul disini semuanya adalah orang berbakat yang kukumpulkan baru-baru ini.

“Yang Mulia.” (Hakuya)

“Ah, silahkan duduk. Aku hanya datang kemari karena keinginanku.” (Souma)

Melihat semua orang mencoba berdiri, aku mengangkat tanganku sebelum Aku dan Licia duduk dikursi kami. Hanya Aisha, yang karena beberapa alasan, segera berdiri disampingku saat aku duduk dikursiku. Sebenarnya, ini menggangguku tapi aku tak bisa melakukan apa-apa karena saat aku menyuruhnya duduk, dia benar-benar mengabaikan perintahku. Bukankah aku seorang Raja?…. Yah, mari kesampingkan masalah ini sekarang.

“Aku benar-benar berterimaksaih karena kalian semua telah bersusah payah datang kemari.” (Souma)

“Itu tidak perlu, Yang Mulia! S-s-saya benar-benar minta maaf karena menyebabkan ketidaknyamanan ini!” (Poncho)

“Yang Mulia, Saya harap Anda tidak menundukan kepala Anda dengan mudah.” (Hakuya)

Hakuya, yang berdiri disamping Poncho yang sedang panik, mengerutkan dahinya.

“Jika seseorang seperti Yang Mulia, yang berdiri diatas orang lain, mulai merendahkan dirinya, itu mungkin akan menyebabkan orang lain menghina Yang Mulia.” (Hakuya)

“Aku tidak perlu bersikap terlalu agung untuk menjaga martabatku disini. Lagi pula, aku menganggap semua orang yang ada disini sebagai teman, bukan bawahan atau rakyat biasa.” (Souma)

“Saya pikir perkataan itu tidak pantas untuk kami, Yang Mulia.” (Juna)

Juna-san membungkuk dengan perlahan. Juna-san benar-benar melakukan sesuatu yang ideal. Sebaliknya, Tomoe-chan sangat gugup sampai-sampai dia mulai menggemeletukkan* giginya

*TN: Kaya orang kedinginan (entah apa namanya :v )

“Apakah saya juga teman sang Raja?” (Tomoe)

“Bukan-bukan. Tome-chan adalah adik angkatku, kan?” (Souma)

“Ah, itu benar.” (Tomoe)

“Ya. Itulah kenapa jangan menganggapku sebagai Raja tapi anggaplah aku sebagai【 Nii* 】” (Souma)

“Ah, tidak adil! Lalu, panggil aku【 Oneechan* 】 juga!” (Liecia)

“Etto…” memandang kami dengan muka lucu “Souma-nii, Liecia-oneechan!” (Tomoe)

“”SIIP”” (Liecia) (Souma)

Melihat kelakuan manis Tomoe-chan, Aku dan Liecia membuat pose kemenangan dengan spontan

plak! plak!

Kepala kami segera dipukul dengan sebuah harisen*. Orang yang melakukannya adalah Hakuya.

*TN: Kipas yang terbuat dari kertas

“Kalian berdua berhenti melakukan hal yang tidak perlu, karena pembicaraan ini tidak dapat dilanjutkan jika seperti ini.” (Hakuya)

“”Kami minta maaf (;_;)”” (Liecia) (Souma)

Kami meminta maaf dengan sungguh-sungguh. Ngomong-ngomong, harisen itu adalah sesuatu yang kuberikan pada Hakuya saat mengambil posisi sebagai Perdana Menteri.【 Saat kelakuan-ku sudah diluar batas, jangan ragu untuk memukul kepalaku dengan ini 】. Dengan kata lain, tujuannya adalah agar Hakuya yang bersifat formal untuk menenangkanku dengan lelucon yang kasar, tapi, seperti yang diharapkan dari orang paling jenius sepanjang sejarah Elfrieden (menurut Markus), dia menggunakan harisen itu dengan baik.

“… Apa yang kau rasakan setelah menjadi bawahan yang memukul kepala Raja dengan tidak sopan?” (Souma)

“Itu menyakitkan hati, namun ini adalah “Keputusan Raja”.” (Hakuya)

Hakuya menjawab dengan acuh. Aku senang dapat melihat sifat Hakuya yang sebenarnya, sebaliknya aku akan kecewa jika dia berubah menjadi pengawas yang tegas… Aku mengkhawatirkan hal itu.

“Mengesampingkan masalah ini, Yang Mulia. Bisakah Anda menjelaskan kepada semua orang tentang tujuan pertemuan ini?” (Hakuya)

“Ah. Itu benar… Poncho.” (Souma)

“Y-ya!” (Poncho)

Mungkin karena dia dipanggil secara tiba-tiba, Poncho si gendut menjatuhkan kursinya saat dia berdiri. Tubuh bulatnya sama seperti biasa, tapi terlihat berbeda dibanding saat dia berada di audisi beberapa hari yang lalu; tubuhnya benar-benar menggelap. Ada satu alasan untuk hal ini;dia baru saja terbang keseluruh penjuru dunia.

“Apakah kau sudah mempersiapkan apa yang kuminta padamu sebelumnya?” (Souma)

“Y-ya! Terimakasih untuk bantuan Yang Mulia, tempat-tempat yang membutuhkan waktu 20 tahun untuk saya jelajahi, dapat saya kunjungi hanya dengan beberapa hari.” (Poncho)

“…. Apa maksudmu?” (Liecia)

Liecia terlihat bingung.

“Aku meminjamkan “Air Force 1*” kepadanya untuk alat transportasi.” (Souma)

*TN : Pesawat pribadi presiden amerika

“Aerfos…Apa?” (Liecia)

“Keluarga kerajaan memiliki naga terbang, kan? Aku meminjamkan itu kepadanya.” (Souma)

Itu adalah naga terbang yang digunakan oleh Raja saat berpergian ke negara lain. Karena larangan milik pasukan keamanan, disini tidak ada naga terbang yang lain. Karena alat transportasi yang cepat diperlukan untuk tugas Poncho, aku meminjamkan itu kepadanya. Ada larangan untuk meminjamkan naga eksklusif milik keluarga kerajaan kepada rakyat biasa. Namun, karena itu tidak bisa diganti dengan salah satu naga terbang yang dimiliki Angkatan Udara yang dipimpin oleh salah satu Adipati, Castor Balgas; mereka terpaksa menerima keputusan ini. Sekarang, akan sia-sia untuk menentang keputusan dan permintaanku. Sungguh… mereka menghalangi jalanku.

“… Akan sangat bagus jika mereka dihancurkan. Wilayah ketiga Adipati itu.” (Souma)

“J-Jangan mengatakan sesuatu yang gegabah!” (Liecia)

“Bahkan jika aku serius dengan hal ini?” (Souma)

Liecia menghembuskan nafas saat dia melihat ekspresiku. Aku bertanya-tanya wajah seperti apa yang kubuat sekarang. Bahkan Poncho dan Tomoe-chan kaget karena itu. Mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan ini.

“Lalu, Poncho, bisakah kau perlihatkan pada kami apa yang kau dapatkan?” (Souma)

“Y-ya! Ini adalah apa yang Anda minta【 Bahan-bahan yang tidak digunakan pada masakan dinegara ini 】!” (Poncho)

Poncho mengatakan itu sambil mengeluarkan tas besar dengan terburu-buru. Ya, aku menggunakan pengetahuan makanan milik Poncho dan menyuruhnya untuk mencari bahan makanan. Melihat tas itu, Liecia melebarkan matanya dengan tak percaya.

“Bukankah itu harta milik keluarga kerajaan【 Hero’s Bag of Holding 】?” (Liecia)

“Ah. Aku dapat menyimpan banyak barang tanpa mengubah bentuknya, itulah kenapa tas ini cocok untuk menyimpan bahan makanan karena mereka tidak akan basi. Karena kupikir itu akan berguna untuk mengumpulkan bahan makanan, Aku meminjamkan itu kepadanya.” (Souma)

“Justru karena itu… Argh, terserah kau!” (Liecia)

Yah, karena nasi sudah menjadi bubur, Liecia menyerah dan menurunkan bahunya.

“Jadi apa itu? Bahan-bahan yang tidak digunakan pada masakan dinegara ini?” (Liecia)

“Lebih tepatnya, ini adalah【 Makanan yang hanya dimakan dinegara lain atau di suatu tempat dinegara ini dan tidak terlalu terkenal sebagai makanan dinegara ini 】” (Souma)

Tempat yang berbeda memiliki barang yang berbeda, jadi orang yang berbeda juga memiliki selera yang berbeda. Sesuatu yang tidak dimakan dan dibuang di satu tempat dapat dijadikan makanan lezat ditempat lain. Itu adalah cerita yang sering kudengar. Bahkan di Jepang, ada beberapa wilayah yang membuat kami terkejut. “Eh? Sesuatu seperti itu dapat dimakan? : Itu adalah apa yang diajarkan Ken*n Show di TV.

*TN: Salah satu program kuliner di Jepang.

“Sekarang ini, negara kita akan berubah dari menanam cash crops*, seperti kapas, teh, dan tembakau, menjadi menanam food crops*. Namun kita hanya akan mendapatkan hasilnya di musim panas. Untuk menjamin warga tidak kelaparan, kita perlu mengambil tindakan yang efektif.” (Souma)

*TN: hasil panen untuk dijual

*TN: hasil panen untuk dimakan

Reformasi jangka panjang diperlukan untuk memecahkan masalah makanan dari akarnya. Namun, selama waktu itu mungkin akan ada orang yang menderita kelaparan dan mereka akan berada dalam bahaya mati kelaparan jika itu berlangsung terlalu lama. Terlebih lagi, orang yang akan menerima akibatnya pertamakali adalah orang dengan tubuh lemah. Itu adalah, bayi yang membutuhkan jumlah nutrisi yang besar. Anak-anak adalah harta karun bagi sebuah negara. Sebuah negara yang tidak mampu melindungi generasi mudanya tidak akan memiliki masa depan. Namun, bahkan jika kami mengirimkan bantuan nutrisi kepada bayi diseluruh Elfrieden, masih akan ada beberapa wilayah yang tidak dapat dijangkau oleh bantuan negara. Itulah mengapa saat kami menjalankan rencana jangka panjang itu, kami juga membutuhkan tindakan yang efektif.

“Dan itu adalah bahan-bahan yang biasanya tidak dimakan?” (Liecia)

“Makanan yang dimakan dinegara lain tapi biasanya tidak dimakan dinegara ini: Jika kita menggabungkan makanan itu kedalam masakan, orang-orang tidak akan kelaparan, karena kita dengan gampang meningkatkan ketersediaan pangan.” (Souma)

“Apakah sesuatu seperti itu benar-benar ada?” (Liecia)

“Itulah mengapa kita harus memeriksanya… Lalu, ayo kita pindah dari tempat ini.” (Souma)

“Pindah? Kemana?” (Liecia)

Aku tersenyum kepada Liecia yang kebingungan dan berkata.

“Kita akan menilai bisa atau tidak kita menggunakan makan itu, jadi tempat yang kita tuju sudah pasti adalah dapur, kan?” (Souma)

← PREV | Table of ContentsNEXT →

Pojok Translator****

Sebenarnya ada banyak referensi untuk chapter ini, tapi karena saya ‘malas’ nulisnya jadi ngk saya tulis :v

Jika kalian pengen tau, silahkan datang ke sumber englishnya.

Oh iya.. jika kalian melihat kesalahan penerjemahan di chapter ini tolong beritau saya…

4 Comments Add yours

  1. prime says:

    Terima kasih senpai ~,~

    Like

  2. Ckusuma says:

    Thank you gan, lagi nyari2 light novelnya di web inggris malah nemu yg udh translate Indonesia

    Like

Leave a Reply to Ckusuma Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s