Genjitsushugisha no Oukokukaizouki Arc 1 Chapter 2 (D)

Arc 1 – Memperkaya Negara
Chapter 02 – Pertama Mari Mulai Dari XX (D)

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Larvyde

<Author Note : Mohon Maaf. Ini dimulai dengan POV orang yang berbeda>

Tiga puluh menit telah berlalu sejak Raja menyatakan waktu istirahat dan sekarang upacara pemberian hadiah dilanjutkan.

Sekarang adalah giliran gadis kecil dari suku Mystic Wolf untuk mendapat ucapan selamat.

Aku melihat kejadian itu bersama dengan para pemenang yang lain.

“Bakatmu. Tolong gunakan itu untuk kepentingan negara kita.” (Souma)

“H, Hyaah! Mengerti!” (Tomoe)

…. Dia tergagap, lucunya.

Aku bertanya-tanya apa yang gadis kecil ini katakan sampai membuat ‘ekspresi Raja berubah dan menyatakan waktu istirahat’. Dia juga satu-satunya orang yang dipanggil selama waktu istirahat. Itu sudah pasti sesuatu yang penting, tapi aku sekarang ini tidak mungkin mengetahui apa itu.

Sejak aku datang kesini aku telah mengamati Raja ‘itu’. Dia terlihat biasa saja. Rumor mengatakan bahwa di dipanggil untuk menjadi seorang Pahlawan, tapi aura yang ada disekitarnya sama seperti orang biasa yang ada dikota. Dia tidak memakai mahkota, tidak memegang tongkat, dan memakai baju santai, meskipun disain-nya tidak biasa. Dia tidak terlihat seperti seorang Raja bahkan saat dia berdiri disinggasana. Tapi kilatan matanya bisa tampak seperti seorang raja secara tiba-tiba, benar-benar kepribadian yang sulit dipahami.

Perbuatannya sampai sekarang dapat dikatakan lulus uji, menurutku. Dia menunjukan sikap terbuka saat menerima permintaan prajurit Dark Elf tadi dan juga memberi solusi dari masalah yang dimilikinya tanpa dia sadari. Dia menunjukan pertimbangan terhadap keadaan penyanyi Lorelei, mengabaikan tindakanku yang tidak sopan, dan selanjutnya memikirkan apa yang mungkin kuinginkan dan memberikan itu padaku. Melihat keadaan gadis kecil Mystic Wolf itu, dia terlihat bagus saat berimprovisasi. Dia memiliki beberapa kekurangan tapi yah, dia sudah dapat lulus uji dengan itu semua.

Namun, tes yang sesungguhnya dimulai sekarang.

Aku melihat kearah pria gemuk yang berkeringat mungkin itu keringat dingin atau keringat berminyak yang ada disampingku. Selanjutnya adalah gilirannya menerima penghargaan. Aku telah mendengar apa bakatnya dari orang itu sendiri. Lalu sejauh yang dapat kukatakan, bakatnya adalah ‘bakat yang paling dibutuhkan oleh negara ini’.

Aku bertanya-tanya bagaimana sang Raja akan melihat dan menilainya.

Apakah dia akan menunjukan rasa jijik pada pria itu karena penampilannya, dengan perutnya yang bulat dan dagu gandanya.

Atau mungkin dia akan menjadikannya bahan guyonan didepan seluruh warga.

Atau mungkin dia tidak akan berbuat sejauh itu tapi tetap mengabaikan bakatnya yang penting.

Jika dia melakukan salah satu dari hal itu, aku tak punya pilihan selain menganggapnya tak pantas menjadi seorang Raja. Aku tidak merasa senang bekerja dibawah penguasa yang buruk. Jika itu terjadi, kupikir aku akan mengunci diriku sebagai penjaga perpustakaan dan seorang kutu buku didalam Perpustakaan Kerajaan yang dia rekomendasikan.

“Mari kita lanjutkan, Poncho Pannacotta-dono dari Desa Potte, maju kedepan!” (Markus)

“Y, ya!” (Poncho)

Saat Perdana Menteri Markus-sama memanggilnya, pria gemuk yang dipanggil Poncho terseok-seok kedepan sambil perutnya terguncang-guncang. Ada suara tawa yang datang dari penonton yang melihat pemandangan komikal tersebut, membuat wajah bulat Poncho memerah. Bahkan Putri Liecia menunjukan sebuah senyum seperti dia sedang melihat sesuatu yang lucu. Lalu aku melihat kearah Raja, dan dia sedang menunjukan sebuah ‘muka serius’. Bukan tertawa atau tidak puas, hanya tatapan serius ke wajah Poncho.

“Mungkin sudah bisa ditebak bahwa bakat pria ini adalah ‘makan’. Selama perekrutan yang kita lakukan, ada banyak orang yang membanggakan kemampuan 【 Jago Makan 】 mereka, tapi tidak ada seorangpun yang menang melawan pria ini. Juga, kecintaannya terhadap makanan terkesan tidak normal, dia telah berjalan keseluruh penjuru dunia untuk mencoba produk local dan menikmatinya, dia mengatakan bahwa dirinya telah 【 memakan sebagian besar apapun yang dapat dimakan 】. Memperbaiki fakta bahwa dia telah memakai seluruh hartanya untuk wisata kuliner… ahem. Bagaimanapun, bakatnya dapat dikatakan tidak memiliki tandingan di negara ini….” (Markus)

“Aku telah menunggu hal ini!” (Souma)

Raja bergerak bahkan sebelum Markus-sama selesai membaca.

Dia kemudian berdiri didepan Poncho dan memegang tangannya dengan wajah gembira.

“Aku bersyukur kamu telah menerima permohonanku! Aku sedang mencari orang yang berguna sepertimu!” (Souma)

“Ha…. ah…… eh?” (Poncho)

Poncho menjadi panik. Otaknya tidak mampu mengikuti perkataan sang Raja. Saat dia akhirnya mengerti, wajahnya menyempit.

“Y, Yang Mulia, Anda menunggu Saya!?” (Poncho)

“Benar! Pencarian bakat ini diadakan untuk menemukan anggota sepertimu! Kamu adalah orang yang akan menyelamatkan negara ini! Dibandingkan orang berbakat lainnya, Aku lebih senang bahwa kamu datang. Aku bersyukur telah memberitahu kepada warga untuk merekomendasikan orang sepertimu jika mereka melihatnya.” (Souma)

“Se, sejauh itu… apakah bakat saya benar-benar penting?” (Poncho)

“Ya, pengetahuan yang kamu dapat dari mencoba produk local dan menikmatinya adalah kunci keselamatan negara ini.” (Souma)

Dikatakan begitu oleh sang Raja, Poncho mulai berlinang air mata dan keringat.

“Saya….. semua orang memanggil saya gendut dan babi…. Mereka berkata saya membuang uang saya untuk makanan… Saya melakukan perjalanan hanya untuk makan, dan Saya tau mereka benar…. Benarkah kerakusan yang saya miliki dapat berguna untuk negara ini?” (Poncho)

Raja menepuk bahu Poncho yang sedang menangis.

“Biarkan mereka mengatakan apa yang mereka mau. Bahkan melakukan hal yang bodoh akan menjadi bakat yang berguna jika kau melakukannya dengan sungguh-sungguh! Kerakusanmu dengan biaya apapun akan menyelamatkan negara ini! Jadi tolong pinjami aku pengetahuanmu!” (Souma)

Mendapat permohonan dari Raja, Poncho mengusap air matanya dengan lengan bajunya.

“Y, ya! Jika pengetahuan saya dapat berguna silahkan gunakan sesuka Anda.” (Poncho)

Dia menjawab dengan semangat.

Melihat sekeliling, hampir semua orang tidak dapat memahami situasi ini dan keheranan. Orang yang tetap tenang yaitu Markus-dono yang serius akan tugasnya dan Dark Elf Aisha-dono yang telah benar-benar setia kepada Raja, dan juga Juna-dono yang entah bagaimana melihat sang Raja dengan tatapan menilai. Sang Raja berbalik menuju singgasana dan berkata kepada Markus-dono.

“Perdana Menteri! Ada tradisi dimana Raja memberikan “julukan” kepada bawahan yang telah bersumpah setia, bukan?” (Souma)

“…. Ah, ya. Ada, tapi…” (Markus)

“Lalu Poncho. Aku akan memberimu julukan 【 Ishidzuka 】. Itu adalah nama dari seorang ‘pencari makanan yang tak pernah kenyang’. Berbanggalah dan bekerja dengan nama itu.” (Souma)

“Y….yessir! Terimakasih banyak!” (Poncho)

Pada saat itu Poncho Ishidzuka Pannacotta terlahir.

Bawahan pribadi Raja Souma yang pertama adalah si gendut bernafsu makan besar Poncho.

Aku ingin berteriak dengan gembira.

Hasil yang bagus! Raja ini tahu dimana prioritas utama berada!

Ini adalah sebuah ujian bagi Raja apakah dia akan memperkerjakan Poncho atau tidak. Bahkan jika dia tidak menyadari kelebihannya tapi tetap memperkerjakannya karena mungkin dia akan berguna dimasa depan, dan aku akan menganggapnya gagal jika dia menolaknya hanya dengan melihat penampilannya, tapi aku tidak menyangka dia akan menyambutnya sampai seperti ini. Ini benar-benar kesalahan perhitungan yang menyenangkan.

Dia mungkin bisa menyelamatkan negara ini.

Setidaknya dia adalah Pemimpin yang layak di layani.

Aku merasakan kebahagian mendidih didalam diriku.

…… Kelihatannya aku tidak bisa membiarkan diriku hanya menjadi seorang Kutu buku.

“Wahai Raja, bolehkah saya berbicara?” (Hakuya)

***

“Wahai Raja, bolehkah saya berbicara?” (Hakuya)

Setelah semua hadiah telah diberikan dan aku hampir menyatakan akhir upacara, pria muda berbaju hitam Hakuya Kwonim maju kedepan dan berlutut. Mata mengantuknya sekarang terbuka lebar. Aku kagum pada aura disekitarnya yang telah banyak berubah.

Aku mendapat firasat dan bertanya kepada Hakuya.

“Kamu ingin mengatakan sesuatu?” (Souma)

“Ya. Ini terkesan tidak sopan tapi saya telah direkomendasikan oleh seseorang untuk urusan ini, tapi saya ingin merekomendasikan diri saya sendiri.” (Hakuya)

Merekomendasikan diri sendiri: Dia ingin mempromosikan dirinya sendiri?

“Hm…. Aku memberimu posisi sebagai penjaga perpustakaan di Arsip Kerajaan, bukan? Dengan Merekomendasikan diri sendiri berarti kamu merasa itu tidak cukup? Lalu apa yang kamu inginkan?” (Souma)

“Jika saya di izinkan, saya ingin bekerja dibawah perintah Yang Mulia.” (Hakuya)

“Bukan sebagai penjaga perpustakaan?” (Souma)

“Ya. Saya percaya pengetahuan saya dapat membantu hegemoni Yang Mulia jika Anda mengijinkannya.” (Hakuya)

“Ha ha ha.” (Souma)

Dia dengan berani mengatakan ‘hegemoni’, dan dia berkata dia dapat membantu dengan pengetahuannya, aku bertanya-tanya, apa yang dia pikirkan. Seorang ahli strategi yang mendukung urusan militer dan diplomasi, atau seorang perdana menteri* yang mendukung urusan dalam negeri, mungkin…. Atau bahkan mungkin seorang 【 Perdana Menteri* 】

* TN: Saishou / 宰相
*TN: Joushou / 丞相

“Ini menarik, tapi apakah kamu memiliki bakat untuk itu?” (Souma)

“Saya percaya saya dapat melakukannya.” (Hakuya)

“Bukan hanya mengingat bidang hukum?” (Souma)

“Permisi tapi saya percaya bahwa saya berkata 【 Saya telah membaca banyak buku tentang hukum, budaya, dan seni 】. Saya telah mengingat berbagai bidang pelajaran dikepala saya, dari Astronomi di atas sampai Geologi di bawah.” (Hakuya)

Mungkin dia mengatakan sesuatu yang mirip dengan Toyotomi Hideyoshi, huh… tapi ini membuat perasaan tidak nyaman yang tadi kumiliki menjadi jelas. Aku ragu pada bagian ‘membaca setiap buku’ meskipun dia dapat mengingat hukum. Dengan kata lain bakatnya tidak datang dari mempelajari hukum. Baginya, mampu mengingat hukum adalah salah satu bagian pengetahuan yang dia pelajari.

“Mengapa kamu menyembunyikan bakatmu tadi?” (Souma)

“Karena saya ingin memastikan raja saya layak untuk dilayani.” (Hakuya)

“Mengapa kau mengungkapkan bakatmu?” (Souma)

“Karena saya telah yakin bahwa raja saya layak untuk dilayani.” (Hakuya)

Sangat percaya diri. Apakah dia hanya membicarakan omomg kosong atau dia dapat melakukan sesuatu untuk menunjukan itu.

….. Aku masih belum bisa memutuskannya sekarang.

“Aku akan menyerahkanmu kepada Markus! Aku akan menempatkan orang ini disebuah jabatan yang cocok dengan kemampuannya.” (Souma)

“Dimengerti.” (Markus)

“Terimakasih banyak.” (Hakuya)

Markus dan Hakuya membungkuk secara bersamaan.

Beberapa hari kemudian Markus mungkin akan datang keruanganku dengan berurai air mata dan mengatakan “Rajaku! Apakah Anda menyuruhku untuk mengajarimu cara menaiki naga terbang!”, tapi tidak mungkin aku mengetahuinya sekarang. Ini adalah kesempatanku bertemu dengan pria yang nantinya akan dipanggil 【 Elfrieden Black Eminence* 】

*TL Note : Bisa diartikan sebagi orang yang bekerja dari balik layar

***

Di dalam sejarah terdapat beberapa kejadian yang dengan mudah menjadi sandiwara bagi era yang akan datang. Syarat dari kejadian itu adalah.

Pertama, harus ada titik balik dari sebuah zaman.

Kedua, harus ada seorang bintang yang ikut dalam sandiwara.

Itulah kedua syarat yang harus ada.

Dalam sejara Elfrieden, kejadian yang akan dianggap sandiwara di masa yang akan datang kemungkinan besar adalah 【 Pengumpulan Anggota yang dilakukan Raja Souma 】

Kejadian ini dikatakan memiliki tiga aktor

Dari pandangan Souma, kajadian ini hanyalah salah satu dari eksploitasi yang Ia lakukan, tapi dari pandangan Hakuya Kwonmin yang akan dipanggil 【 Black Eminance 】, itu adalah 【 titik balik zaman 】, dan dari pandangan orang tertentu, itu adalah sebuah cerita Cinderella yang mengubah hidupnya.

Tapi ada beberapa pendapat mengenai siapa orang yang ketiga.

Ada yang mengarahkan spotlight kepada Dark Elf dari hutan yang bersumpah setia kepada tuan-nya, Prajurit Angin Timur yang selalu berjaga disamping Raja, 【 Putri Prajurit Angin Timur 】 Aisha Woodgard.

Ada yang mengarahkan Spotlight kearah orang yang dipercaya oleh Raja untuk mempelajari lagu di negara itu, orang yang mengenalkan konsep 【 Lorelei 】, 【 Idol 】 di Elfrieden, 【 Prima Lorelei 】 yang dicintai Raja dan Rakyatnya, Juna Dorma.

Ada juga yang mengarahkan Spotlight kepada pengungsi yang membuat Raja Soma dan Ratu Liecia jatuh cinta pada pandangan pertama, orang yang dijadikan sebagai adik angkat bagi pasangan itu, yang nantinya akan dipanggil 【 Putri Serigala Suci 】, Tomoe Inui.

Tapi untuk mengatakan pemain yang paling sering tampil, itu mungkin adalah Poncho Ishidzuka Pannacotta.

Pria yang ditertawakan oleh orang disekelilingnya sebagai seorang fatso dan dengan membosankan memakan makanan dalam jumlah besar dalam 【 Pencarian Anggota oleh Raja 】 yang dugunakannya sebagai kesempatan untuk dapat mengubah hidupnya, akan membangkitkan para warga, yang bosan dengan beban hidup sehari-hari, menjadi penuh semangat dan dia akan bermain didalam sandiwara dari waktu ke waktu. Tetap disebut cerita Cinderella walaupun seorang pria gendut mungkin tidak cocok dengan cerita itu, dia tidak dibenci tapi dicintai, dan mereka akan mengatakannya langsung padanya.

Juga, karena berita Sang Raja menerima Poncho telah menyebar keseluruh kota, itu telah memberi efek tak terduga kepada orang-orang berbakat yang berkumpul di Elfrieden untuk mengatakan “Jika dia diterima maka aku juga bisa….” Beberapa tahun kemudian, sebuah pepatah yang artinya “Jika kita ingin pergi kesuatu tempat maka ayo lakukan sesuatu untuk mencapainya”, yang akan dihasilkan oleh event bersejarah ini:

【 Pertama ayo mulai dari Ishidzuka 】

***

“Hei Souma, pernah berpikir untuk kembali kedunia asalmu?” (Liecia)

Malam itu, setelah pesta makan malam dengan para pemenang setelah upacara pemberian hadiah.

Liecia dan Aku sedang meminum teh di kantor kerajaan yang telah menjadi ruang pribadiku. Ini sangat bagus karena akan buang-buang uang untuk membuat sebuah ruangan untuk kugunakan secara pribadi, dan dengan ini aku dapat langsung bekerja segera setelah bangun tidur. Kupikir itu adalah apa yang akan dipikirkan oleh penggila kerja…

Saat kami beristirahat, Liecia menanyakan pertanyaan itu.

“Mengapa tiba-tiba kau menanyakannya, dan kita baru saja mencapai titik yang bagus dengan mendapat uang dan anggota, juga” (Souma)

“Aku menanyakan itu karena kita berada pada sebuah titik yang bagus… aku sangat ingin mengetahui hal itu.” (Liecia)

Liecia mengatakan itu sambil mengusap ujung cangkir dengan jarinya dan matanya melihat kebawah.

“Souma dipanggil karena keinginan kami dan bekerja melebihi perkiraan kami… dan sekarang orang yang memanggilmu tidak mengetahui cara untuk mengirimu pulang. Kami benar-benar buruk, huh.” (Liecia)

“…..” (Souma)

“Jika aku jadi kamu, kupikir aku akan marah. Jadi itu tidak aneh jika kau marah, juga.” (Liecia)

Liecia mengangkat wajahnya dan menatap langsung ke mataku.

“Jika kau memiliki keluhan maka katakan padaku. Aku akan melakukan apapun untuk memperbaiki itu. Jadi tolong, kuharap kau tidak akan membenci negara ini, negara yang kau pimpin.” (Liecia)

“….. Seorang gadis seharusnya tidak mengatakan sesuatu seperti itu dengan mudah.” (Souma)

Aku meletakkan tanganku di kepala Liecia.

Sheeesh… kenapa kau terlihat sepeti akan menangis.

“Saat seorang gadis mengatakan sesuatu seperti itu kepadaku, aku merasa seperti akan menyerah dengan nafsuku.” (Souma)

“Um… jika itu yang kau inginkan maka silahkan pasangkan alat siksaan kepadaku…” (Liecia)

“Kau pikir aku orang sepeti apa!” (Souma)

Kupikir, Aku tidak memiliki hobi seperti itu… mungkin.

“Jika aku disuruh memilih maka aku lebih suka maid dengan rok pendek.” (Souma)

“…. Jika kau menginginkan itu.” (Liecia)

“Jika kita memiliki uang untuk itu, lebih baik memasukannya kedalam anggaran belanja.” Aku mengatakan itu dan tersenyum.

“Disamping itu, aku tidak terlalu ingin kembali kedunia asalku. Disana tidak ada seorangpun yang menungguku, juga…” (Souma)

“Maksudmu…” (Liecia)

“Aku tidak memiliki keluarga. Orang tua waliku – kakek-ku baru saja…” (Souma)

Kedua orang tuaku kelihatannya telah meninggal sebelum aku dapat berbicara. Aku dibesarkan oleh orang tua dari ayahku sejak saat itu, tapi nenek pergi saat aku masih SMA, dan kakek terus merawatku sampai dia melihatku lulus kuliah dengan mata kepalanya sendiri. Salah satu alasan aku dapat membuat pilihan yang mantab adalah karena aku telah mengalami rintangan tidak memiliki orang tua, dan aku ingin memberikan kakek dan nenek pikiran yang tenang. Satu-satuya penyesalanku adalah karena aku tidak bisa menunjukan kepada mereka bahwa aku telah memiliki perkerjaan tetap.

“Um… maaf.” (Liecia)

“Tidak perlu meminta maaf… dari pada mencari cara untuk mengirimku pulang, aku lebih ingin membawa kuburan keluargaku kesini. Aku tidak ingin kuburan kakek yang merawatku tak pernah dikunjungi.” (Souma)

“Aku pasti akan menolongmu melakukan itu.” (Liecia)

Melihat Liecia mengepalkan tangannya, aku tanpa sengaja menunjukan senyum pahit.

***

SPOILER ALERT

Pengenalan Karakter: Markus Hatov

Setengah Elf yang melayani selama dua masa pemerintahan Alberto Raja ke-13 Elfrieden dan Souma Raja ke-14 Elfrieden. Selama pemerintahan Alberto dia bertindak sebagai Perdana Menteri, memberikan arahan kepada Raja, dan pada masa pemerintahan Souma dia menyerahkan jabatannya kepada 【 Black Eminence 】, Hakuya Kwonmin, mempromosilan dirinya dan di menjadi seorang 【 Shicuu* 】, sibuk mengurusi Pengadilan Kerajaan. Dia dengan lembut melewati masa pemerintahan Alberto dan sibuk selama masa pemerintahan Souma, dan karena pekerjaannya berganti saat Raja yang berkuasa berganti, dia mulai dipanggil 【 Water of Royal Palace 】

*TN: Shizhong / 侍中

← PREV | Table of ContentsNEXT →

3 Comments Add yours

  1. Yu says:

    Keren,,, gak sabar pengn baca yg selanjutnya,,
    Semangat aja buat penerjemah,,

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s